NovelToon NovelToon
The Journey Of Soul Detective

The Journey Of Soul Detective

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Mata Batin
Popularitas:423
Nilai: 5
Nama Author: humairoh anindita

Daniel Rei Erwin, seorang siswa baru yang dapat melihat arwah orang yang sudah meninggal. Berteman dengan 3 orang siswa penghuni bangku belakang dan 2 orang siswi pandai yang penuh dengan logika.

Ia kira semua akan berjalan normal setelah ia pindah, namun tampaknya hari yang normal tidak akan pernah ada dalam hidupnya.

Semuanya berawal dari kasus kesurupan misterius dan menjalar ke kasus-kasus lainnya, hingga pada akhirnya ia tidak tahu kapan ini akan berakhir.

Jalani saja semuanya dengan sepenuh hati, mungkin akan ada satu hati lain yang akan ia temukan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon humairoh anindita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KASUS 1 bagian 5

Sebulan berlalu dengan begitu cepat, masih tidak ada kabar baik dari Mitha dan motor Andre pun tidak bisa diperbaiki. Dan akhirnya Daniel menyerah untuk menutup mata.  Andre yang selalu murung, tatapan tidak menyenangkan siswa siswi lain, pelajaran yang terganggu, bahkan gosip yang semakin tidak terkendali membuatnya hampir tuli. Ia pindah untuk mencari kenyamanan, bukan masalah tambahan yang membuatnya semakin tampak tidak berprestasi.

Ilyas dan Hani juga merasakan hal yang sama, mereka juga malas dengan situasi saat ini. Bukan mereka yang mencari masalah, tapi semua orang berfikir mereka lah pusat masalahnya. Jadi mereka sepakat untuk diam-diam menyelidik sesuatu, tentu tanpa Andre ketahui. Dan di sini lah ia berdiri sore ini. Pos satpam. Ia perlu bertemu dengan penjaga sekolah yang berpatroli pada saat kejadian malam itu. Sora dan teman-temannya melakukan hal bodoh itu setelah perputaran patroli pertama selesai, mungkin salah satu dari mereka melihat orang lain masuk dalam sekolah.

Di sisi lain Ilyas datang ke setiap ruang kelas di dekat lahan parkir motor untuk meminta kesaksian, sedangkan Hani bertugas memastikan Andre tidak tahu apa yang mereka lakukan.

“Permisi pak, saya Daniel dari kelas XI IPS 1”

Daniel melongok ke pos jaga. Pos ini merupakan ruangan sempit berukuran 2,5mx2,5m dengan sebuah jendela besar yang menghadap ke depan. Ada seorang satpam gemuk di sana, tertidur di atas meja kerja dengan segelas kopi yang tinggal separuh dan beberapa kue basah yang penuh dengan semut. Daniel diam-diam menghela nafas kecewa, satpam itu pasti akan marah jika ia bangunkan. 

“Mau ada keperluan apa?” tanya satpam itu masih memejamkan mata.

“Maaf menganggu pak, saya dari kelas IPS 1, mau minta tolong diantar ke pondok belakang sekolah” ujar Daniel tanpa ragu.

“Buat apa? Mau cari masalah lagi?” ketus sang satpam.

“Tidak pak, cuman mau memastikan apa yang penjaga malam katakan” jawabnya.

“Yang dikatakan penjaga malam itu fakta, kalian itu masih anak-anak kok ya sukanya ngeyel, percaya takhayul. Di sekolah ini tidak ada setan, cuman manusianya saja yang seperti setan” bantah sang satpam.

Daniel diam-diam setuju dengan kata-kata itu.

“Tapi pak ini penting, bapak tidak kasihan pada teman kami, dia sudah 1 bulan lebih tidak masuk sekolah pak” pinta Daniel lagi.

Setelah beberapa pertukaran kalimat dan beberapa paksaan akhirnya sang satpam setuju untuk mengantar Daniel ke pondok belakang sekolah saat pergantian shift. Sebenarnya ia tidak setuju, tapi Daniel tentu punya cara agar satpam itu setuju. Ia hanya perlu menggunakan sebungkus rokok dan di sepanjang perjalanan satpam itu menceritakan banyak hal, salah satunya adalah rasa heran. Mengapa bisa ada siswa yang masuk dan kesurupan di pondok itu.

“Memangnya berapa banyak orang yang masuk ke sekolah hari itu pak?” tanya Daniel.

“Oh tentu banyak, saat siang pengurus OSIS mengadakan rapat untuk persiapan orientasi siswa baru, beberapa organisasi siswa juga mulai mengadakan pertemuan di hari itu untuk mengatur strategi promosi, dan yang pasti kepala sekolah dan beberapa guru juga ikut hadir” jawab sang satpam..

Itu terlalu banyak.

“Tidak ada yang aneh pak?” tanya Daniel lagi.

“Tidak ada, sampai kami mendengar suara jeritan dari pondok itu”

“Jadi bapak yang pertama kali lihat?”

“Iya. Saya saat itu tugas jaga di belakang sama Pak Dwi, jadi kami yang pertama kali lihat mereka. Yang empat berdiri ketakutan yang satu teriak-teriak tidak jelas. Cuman heran, mereka tau jalan tembusnya dari mana, soalnya mereka tidak terlihat masuk dari gerbang depan” ucap Satpam itu sedikit jengkel.

“Memangnya ada jalan tembus pak?” tanya Daniel.

“Ada tapi itu sudah lama tidak terpakai. Saya sampe lupa kunci gembok yang mana.”

Daniel mengerutkan dahinya heran, bagaimana caranya mereka masuk jika gerbangnya saja tidak bisa dibuka?

Daniel memperhatikan bangunan seperti rumah tua itu dengan seksama. Jalan cor dari halaman depan berakhir di belakang lahan parkir, diteruskan dengan batuan-batuan kecil yang membentuk jalan menuju taman belakang. Dari taman belakang hanya ada jalan setapak kecil yang bisa dilalui dengan motor atau berjalan kaki. Hujan beberapa hari yang lalu telah membuat tempat itu lembab dan penuh dedaunan.

Namun dari situ Daniel menemukan sebuah fakta baru, ada beberapa jejak kaki yang tertinggal di atas tanah. Apakah ada orang lain yang datang sebelum dirinya?

“Apa semua orang bebas keluar masuk ke sini pak?” tanya Daniel.

“Tentu tidak. Kamu tidak lihat ada pos satpam lainya di sana?” tanya si satpam sambil menunjuk sebuah pos jaga kecil di ujung taman. Ada 2 orang satpam senior duduk di sana memperhatikan mereka tanpa mengatakan apa pun.

“Ini wilayah alam. Ada beberapa tumbuhan langka yang dibudidayakan oleh sekolah jadi tidak semua orang bisa masuk” jelas sang satpam lagi.

Daniel masih diam. Dia melangkahkan kakinya ke pondok kecil itu, dan itu memang benar. Tidak ada satu pun tanda-tanda adanya iblis atau jin yang menempati pondok. Tempat ini bahkan tidak bisa disebut terbengkalai, masih ada sisa-sisa kehangatan manusia di dalamnya.

Pondok kecil itu dibangun semi permanen berlantai kayu dan beratap asbes tua yang mulai berlumut. Tidak ada hal yang aneh saat Daniel masuk, tidak ada arwah yang tertinggal. Hanya ada 2 puntung rokok dengan merek tidak dikenal tergeletak di sudut ruangan. Yang satu sudah tampak lama dan rusak sedangkan yang lainnya masih tampak baru.

Lantai kayu itu berderit setiap kali diinjak, menciptakan suasana yang tidak menyenangkan. Mencoba melihat di setiap sudut pondok dan tidak menemukan satu pun hal janggal. Mana mungkin ada mayat di dalam pondok ini, tidak ada satu pun tanda telah terjadi pembunuhan di tempat ini. Atau mungkin pembunuhan itu dilakukan di tempat lain, lalu mayatnya dibawa kesini. Daniel ingat benar arwah wanita yang memegang tangan Mitha. Bibirnya menghitam, apakah dia keracunan?

Tidak menemukan petunjuk apa pun Daniel akhirnya memutuskan untuk kembali, namun ia sempat memberikan 2 bungkus rokok lainya kepada satpam halaman belakang. Ia tidak tahu apakah ini yang disebut suap atau apa lah, yang pasti ia hanya ingin berjaga-jaga untuk sesuatu yang tidak pasti. Mencengah lebih baik daripada mengobati, sudah terlalu banyak orang yang dirugikan dalam kasus ini. Jika kasusnya tidak selesai Mitha mungkin mati.

“Tidak ada hantu atau setan di tempat itu, sebelum ada masalah ini kami juga sering mampir ke sana kok. Lingkungan sekolah itu bebas asap rokok jadi kami kalau mau merokok ya sembunyi ke tempat itu”ucap seorang satpam sebelum Daniel benar-benar pergi.

“Sampai sekarang pak?” tanya Daniel.

“Tidak ada ada yang boleh masuk ke tempat itu setelah kasus kesurupan itu, satu-satunya orang yang masuk hanya kepala sekolah ia juga perlu menjernihkan pikiran” jawab satpam halaman belakang itu.

Pantas saja masih ada sisa kehangatan dalam ruangan itu. Daniel tersenyum sebelum berterimakasih. Senja tiba lebih buru-buru dari biasanya, itulah yang dirasakan oleh Daniel, Ilyas dan Hani. Mereka berusaha melakukan apa pun secepat mungkin namun masih dilampaui oleh waktu. Saat ini mereka tengah berkumpul di depan kelas, menyaksikan lalu lalang siswa yang terburu-buru pulang.

“Ndre, om kamu polisi kan?” tanya Daniel.

“Darimana kau tau? Wah mata-mata” jawab Andre.

“Ndre ayo kita selesaikan 2 masalah ini bersama, aku tahu kita tidak terlibat tapi mereka mencoba melibatkan seluruh sekolah dan aku tidak ingin pelajaranku terganggu” ujar Daniel.

Andre terdiam. Dia ingin menolak namun juga ingin menerima. Ia juga sudah muak dengan yang terjadi. Selama satu bulan tidak ada satu pun pelajaran yang mengendap di otaknya, semua terhempas oleh derasnya masalah dalam hidupnya. Motornya hancur, teman-temannya terfitnah, dan ibunya bersedih.  Itu adalah hal yang paling membuatnya kesal.

“Ndre, masalah motormu sekolah tidak bisa lepas tangan begitu saja, ini kamu dan sekolah menutup mata apalagi jika itu anak lain?” sela Ilyas.

Andre masih diam dan enggan berbicara. Ia tidak ingin melibatkan keluarganya dalam masalah sekolah. Ia tidak ingin dianggap terlalu membanggakan privilege-nya sebagai keluarga kaya. Itu membuat banyak orang mendekat bukan karena dia adalah Andre, tapi karena dia adalah Dewanta. Ia tidak ingin dimanfaatkan.

“Terkadang memanfaatkan privilege itu tidak salah, apalagi dengan begitu banyak masalah menerpamu. Kamu pewaris sah dan tidak bersalah, mengapa harus kalah dari yang hanya mengaku. Lagipula menolong seorang teman bukan sesuatu yang salah” ujar Daniel.

Andre berfikir sejenak, namun akhirnya setuju. Ia tidak pernah pamer pada siapa pun, bukan salahnya jika orang lain tahu dia adalah anak konglomerat. Dia hanya berharap teman-temannya tidak berniat untuk memanfaatkannya.

“Oke kita akan bantu kasus ini, tapi apa hubungannya dengan omku yang polisi?”

“Ndre, kasus kesurupan Mitha tidak sesederhana itu. Mitha adalah anak dari salah satu kariyawan ayahku, aku sudah menjenguknya sebelum acara bisnis bulan lalu, dan aku melihat arwah yang meminta bantuan. Jika kamu tidak ingin terlalu terlibat dalam kasus ini, maka kita harus menyelidiki kasus lain sebagai kedok. Dan kita tidak bisa melakukannya sendiri, atau kita yang akan tertuduh” jelas Daniel.

Semua orang setuju dengan pernyataan itu. Para penyidik punya logika yang kadang tidak bisa dinalar. Mereka lebih sering mencari kesalahan orang dan memaksanya mengaku daripada mencari tahu sebenarnya apa penyebab masalah itu.

“Wow wow wow, tidak ada yang bilang kita akan menyelidiki arwah, apakah kita akan menjadi detektif arwah? Arwah siapa itu Dan?” kaget Ilyas. Dia tampak lebih bersemangat daripada teman-temannya yang lain.

“Aku juga tidak tahu, tapi aku curiga jasad dari arwah itu saat ini ada di sekolah. Mungkin ia dikubur di dekat pondok belakang sekolah, yang pasti kita perlu bantuan kepolisian untuk menguak kasus ini. Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan Mitha, semakin cepat kasus ini selesai semakin cepat pula Mitha kembali ke sekolah” kelas Daniel agak malas. Ia tidak pernah berpikir untuk menjadi penyidik amatir. Tapi ia juga kesal dengan keadaan sekolah saat ini, pelajarannya menjadi terganggu dan itu akan membuat nilainya jelek, dan jika nilainya jelek ibunya akan marah. Ia tidak suka dimarahi.

Andre akhirnya setuju. Namun dengan syarat ia tidak ingin ada orang yang tahu ia terlibat. Mereka semua setuju dan diam-diam melempar seringai menang satu sama lain. Satu hal yang tidak diketahui Andre, sebenarnya mereka sudah mendapatkan bukti kuat siapa orang yang merusak CCTV dan motor Andre. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkannya.

Ilyas telah berhasil mendapatkan rekaman video dari seorang siswa yang memasang kamera di motornya, dan kebetulan motor itu terparkir tepat di belakang motor Andre. Jadi itu terlihat jelas. Tapi mereka tidak akan menunjukan barang bukti itu sekarang, atau mereka akan kehilangan unsur kejutan di dalamnya.

“Baiklah kita harus meminta izin kepala sekolah untuk menyelesaikan kasus ini” ucap Andre.

“Ndre, katakan pada kepala sekolah bahwa kita hanya ingin mengetahui siapa yang merusak CCTV dan motormu, jangan katakan kita akan menyelidiki pondok di halaman belakang, aku mencurigai sesuatu” ucap Daniel.

“Iya faham” jawab Andre sambil berlalu untuk membuat laporan.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!