Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Bu Tuti dan Miranda jadi semakin bad mood, karena Bayu tidak juga mengangkat panggilan dari mereka. Saat ini mereka juga sudah tidak memiliki uang lagi, jangan kan untuk berbelanja untuk makan nanti malam saja bu Tuti sudah tidak memiliki uang lagi.
"Miranda, sebaik nya kita tunggu Vira di rumah nya saja, dia sudah merampas semua nya. Jadi dia harus bertanggung jawab terhadap hidup kita!" Bu Tuti memberi saran pada menantu baru nya.
"Seharus nya memang seperti itu, ayo bu kita tunggu Vira di rumah nya!" Miranda setuju dengan usul ibu mertua nya.
"Vira, ini tidak bisa di biar kan. kau punya hak yang sama atas milik nya Bayu!" Bu Tuti kembali berujar.
"Ayo Bu, kita berangkat!" Miranda begitu bersemangat ketika di ajak pergi ke rumah nya Vira.
Miranda berfikir bahwa rumah yang di tempati oleh Vira adalah rumah milik Bayu, jadi Miranda berencana ingin mengusir Vira dan anak - anak nya dari sana. Miranda ingin menguasai semua harta milik Bayu sendirian, tanpa dia tahu seperti apa fakta yang sebenar nya.
Baik Miranda maupun bu Tuti sudah tidak sabar lagi untuk segera tiba di rumah nya Vira, mereka berencana menguasai rumah itu. Karena saat ini mereka berdua tidak memiliki uang, maka mereka terpaksa berangkat ke sana dengan menggunakan angkutan umum. Mereka akan menunggu hingga Vira pulang dari kantor dan memaksa Vira untuk memberikan uang pada mereka.
Kedua orang tersebut tiba di rumah nya Vira, mereka langsung masuk dan bersikap seolah - olah mereka adalah pemilik rumah ini.
"Bu, rumah nya besar banget. Aku mau tinggal di sini saja!" Ujar Miranda ketika dia baru saja menjejak kan kaki nya di depan pintu.
"Vira itu orang yang sangat serakah dan tampak, dia meminta Bayu membelikan rumah yang besar dan megah untuk diri nya, tapi dia tidak pernah mengizin kan ibu dan juga Raya tinggal di sini!" Bu Tuti sengaja menjelek kan Vira di hadapan menantu baru nya.
"Ibu tenang saja, ibu boleh kok tinggal di sini asal kan ibu mau membantu ku mengusir si Vira sialan itu dari rumah ini!" Miranda berkata sambil tersenyum licik.
"Iya, ibu sudah muak sama si Vira, dia selalu menguasai semua milik Bayu sendirian!" Bu Tuti pun kembali berujar.
"Harta apa yang Bayu miliki yang saat ini di kuasai oleh Vira?" Tiba - tiba terdengar pertanyaan dari mulut seorang wanita yang sejak tadi duduk di ruang tamu dan mendengar kan ucaoan kedua wanita licik itu.
"Bu,,,,, bu besan, kenapa bu besan ada di sini?" Bu Tuti langsung gugup saat dia menyadari di ruang tamu ada Mama nya Vira.
"Kau tanya kenapa aku ada si sini? Harus nya aku yang bertanya kenapa kau datang ke rumah anak ku?" Tanya Mama Dita sambil berdiri dan sekarang dia berjalan mengitari kedua manusia licik itu.
"Bu besan, aku ini adalah mertua nya Vira. Jadi wajar saja kalau aku datang kemari untuk mengunjungi menantu dan juga anak ku!" Bu Tuti beralasan di depan besan nya.
"Oh ya, dengan membawa jalang itu ke rumah ini?" Mama Dita bertanya lagi sambil melipat tangan di dada.
"Bu besan, dia buka jalang. Dia adalah Miranda, keponakan saya yang kebetulan sekarang tinggal di rumah saya!" Bu Tuti memberi alasan agar Mama Dita tidak mengetahui bahwa Miranda adalah istri kedua nya Bayu.
Miranda tidak suka di sebut sebagai keponakan oleh bu Tuti, dia ingin memberi tahu siapa diri nya. Tapi sebelum itu terjadi, bu Tuti mencubit lengan Miranda agar dia diam.
"Bu Besan kapan datang nya?" Bu Tuti mengalihkan pembicaraan agar Mama Dita tidak curiga.
"Saya datang sejak tadi, mulai sekarang saya akan datang ke rumah ini setiap hari. Karena Vira harus mengurus kantor nya, dan saya yang akan mengurus anak - anak!" Mama Dita menjelaskan pada bu Tuti.
Seketika bu Tuti langsung menciut nyali nya, niat nya datang ke sini ingin menekan Vira tali kini dia malah berhadapan dengan Mama nya Vira. Bu Tuti tahu seperti apa Mama Dita, dari awal dia memang tidak merestui Vira dan Bayu untuk membina rumah tangga.
Bu Tuti langsung ketar - ketir, dia tahu posisi nya dan Bayu akan semakin sulit jika orang tua nya Vira tahu bahwa Bayu sudah mendua kan putri mereka.
"Oh ya bu besan, anak - anak di mana?" Tiba - tiba bu Tuti menanyakan kedua anak kembar nya Vira, padahal selama ini bu Tuti tidak pernah perduli pada mereka, yang dia perduli kan hanya lah uang saja.
"Anak - anak sedang bermain di kamar nya!" Jawab Mama Dita singkat.
"Bu Tuti, jangan terlalu baik pada seseorang. Takut nya orang itu adalah penghianat dan akhir nya bisa merugikan diri sendiri!" Sindir Mama Dita pada bu Tuti.
"Apa maksud bu besan?" Tanya bu Tuti berpura - pura tidak tahu.
"Tidak ada maksud apa - apa bu Tuti, saya hanya mengingat kan saja!" Jawab Mama Dita acuh.
"Oh ya bu Tuti, kemarin saya dengar Bayu pergi ke pulau Dewata ya. Bagai mana perjalanan nya, menyenangkan bukan?" Tanya Mama Dita yang sengaja memancing emosi Miranda.
Seketika Miranda mengepal kan tangan nya, sekarang dia tahu apa alasan di balik semua kejadian yang menimpa diri nya dan Bayu, semua itu sudah di rencana kan oleh sesorang.
Bu Tuti menjadi gugup mendengar pertanyaan dari besan nya, dia tahu bahwa Bayu dan Miranda gagal berbulan madu karena ulah dari seseorang. Bu Tuti semakin kesal mengingat kejadian yang menimpa putra dan juga menantu nya kemarin.
"Bu besan, Bayu pergi ke pulau Dewata untuk mengurus bisnis nya. Bukan untuk bersenang - senang!" Bu Tuti berkata dengan gugup.
"Saya tahu bu Tuti, karena jika sampai Bayu pergi ke sana untuk berbulan madu, maka bu Tuti akan tahu akibat nya karena sudah mengkhianati anak saya!" Sindir Mama Dita sambil berpura - pura tidak tahu bahwa Bayu sudah menikah lagi.
"Mana mungkin Bayu berani melakukan nya bu Besan, dia sangat mencintai Vira dan anak - anak nya. Jika memang Bayu ingin berlibur, dia pasti akan membawa istri dan anak- anak nya!" Bu Tuti berkata sambil berusaha menyembunyikan semua nya dari Mama Dita.
"Bu Tuti, saya akan selalu ada di sisi anak saya, saya akan mencincang orang yabg sudah berani menjadi orang ke tiga di dalam rumah tangga anak saya!" Mama Dita sengaja berbicara seperti itu untuk membuat Miranda terkena serangan mental.
Seketika Miranda memucat mendengar kata- kata Mama Dita, dia ingin sekali pergi dari rumah itu secepat nya. Dia takut jika sampai ketahuan oleh orang tua nya Vira
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅