NovelToon NovelToon
Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Penjara Pernikahan Tuan Marvin

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bukan keinginannya masuk dalam pernikahan ini. Dia tahu jika suaminya tidak akan pernah menganggapnya sebagai istri, Marvin hanya akan memandangnya sebagai penyebab kematian dari calon istrinya yang sebenarnya.

Kecelakaan yang menimpa Kakak beradik ini, membuat dunia seorang Raina hancur. Kakaknya yang sebentar lagi akan menikah dengan kekasih hatinya, harus pergi meninggalkan dunia untuk selamanya. Raina yang sebagai orang yang selamat, pasti akan disalahkan di pojokkan. Meski dia juga tidak pernah mau hal ini terjadi.

Dalam keluarganya, hanya Amira yang peduli padanya dan menganggapnya keluarga. Tapi sosok seperti malaikat tak bersayap itu, malah harus pergi untuk selamanya. Meninggalkan Raina seorang diri untuk menghadapi kejamnya hidup.

Entah sampai kapan pernikahan ini akan bertahan, apa Raina akan sanggup terus bertahan disamping suaminya, atau pergi untuk selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 ~ Memilih Pergi Meninggalkan Semua Orang

Marvin tidak bisa benar-benar fokus pada pekerjaan, ketika pikirannya terus tertuju pada Raina yang berada di rumah. Meninggalkannya dalam keadaan sakit, entah kenapa membuatnya terus kepikiran sampai sekarang. Bukan seperti kata-katanya sebelumnya, jika dia hanya takut Raina mati di rumahnya. Kalimat itu sama sekali tidak pernah benar-benar terlintas dalam hatinya, hanya terucap di bibir saja karena dia juga bingung mendeskripsikan perasaannya sendiri.

"Tuan, untuk persidangan anda selanjutnya sudah di atur minggu depan. Setelah ini kalian akan resmi bercerai"

Marvin mengerjap pelan saat mendengar suara Yudist. Mengangkat alisnya dan menatap asistennya itu. "Kau sudah siapkan uang dan mobil seperti yang dia minta?"

"Sudah, rencananya akan diberikan besok atau lusa oleh Tuan Bayu sebagai pengacara perceraian ini"

Marvin mengangguk, menggerakan tangannya meminta Yudist segera keluar dari ruangannya. Marvin masih berpikir tentang Raina, bukan hanya tentang keadaan gadis itu yang sekarang sedang sakit, tapi seolah ada hal yang mengganjal di hatinya ketika Yudist membicarakan tentang perceraian mereka.

Marvin hanya memijat pelipisnya, memikirkan perasaannya sendiri dan seolah bertanya, yakinkah dia dengan keputusan ini?

Sementara di rumah, Raina cukup terkejut saat kedatangan Mama Sonia. Mengetahui dirinya sakit, Mama mertuanya itu langsung datang. Membawa beberapa buah dan makanan sehat untuknya.

"Mama tidak perlu repot seharusnya, aku hanya demam karena kehujanan kemarin"

Mama Sonia menatap Raina dengan mata berkaca-kaca, bahkan tidak pernah bisa menahan diri saat menyadari jika sebentar lagi Raina tidak akan menjadi menantunya lagi.

"Rain, jika kamu membutuhkan bantuan apapun, katakan pada Mama ya. Jangan sungkan. Meski nanti kamu tidak lagi menjadi menantu Mama, tapi biarkan Mama tetap menjadi Mama kamu, jangan lupakan Mama ya"

Raina tersenyum penuh haru, air mata sudah menggenang di pelupuk. Akhirnya mendapatkan sosok Ibu dengan penuh kasih sayang, namun dari Ibu mertuanya, bukan dari Ibu kandungnya, ataupun dari Ibu tirinya.

"Aku tidak akan pernah melupakan Mama, apapun yang terjadi"

Raina menghambur dalam pelukan Mama, rasa nyaman dan tenang juga selalu dia rasakan. Cinta dan ketulusan Mama Sonia padanya, membuat Raina akhirnya mendapatkan kehangatan itu.

Hari-hari berlalu yang dilewati oleh Raina, meski masih berada dalam satu rumah, namun Marvin seperti menjaga jarak darinya. Pria itu mungkin sudah tidak ingin berinteraksi lagi dengan Raina, karena sebentar lagi persidangan akhir akan dimulai.

Hari ini, pertemuan Raina dan Bayu di Restoran milik Bayu sendiri. Bayu menyerahkan satu kunci mobil pada Raina.

"Untuk uangnya sudah masuk ke rekening kamu 'kan? Untuk yang kamu inginkan berikan pada Ayah kamu dan pengobatan Ibu kamu, juga sudah aku lakukan semuanya. Tapi Raina, kenapa harus atas nama Marvin, kenapa tidak kamu saja yang jujur jika uang itu dari kamu"

Raina menggeleng pelan, dia mengambil kunci mobil yang di sodorkan Bayu di atas meja. "Karena memang benar jika semua uangnya dari Kak Marvin. Jadi, aku tidak mau mereka tahu semuanya. Terima kasih ya Kak, sudah membantu aku merahasiakan semua ini, termasuk dari Kak Marvin"

"Entahlah Rain, aku bingung dengan pemikiranmu. Kenapa harus terlalu baik pada setiap orang?"

"Karena hanya sebuah kebaikan yang mungkin suatu saat mereka akan mengingatku"

Setelah pergi dari pertemuan dengan Bayu, Raina menyempatkan diri untuk melihat keadaan Mama. Pergi ke rumah sakit tempat Mama di rawat, mungkin pengobatan Mama sudah terjamin oleh uang yang dikelola Bayu. Raina hanya mempercayakan itu pada Bayu karena pria itu sudah berjanji tidak akan memberitahu siapapun.

"Bagaimana keadaan Mama?"

Melihat tatapan kosong dari Mama, bahkan tubuhnya yang kurus, dan wajah yang pucat. Tidak seperti dulu, Mama yang selalu tampil dengan elegan, makeup yang selalu menghiasi wajahnya, dan pakaian yang bermerek. Namun sekarang, setelah kepergian Amira, maka dunia Mama seolah ikut pergi, hilang dan tidak kembali seperti dulu. Hal ini malah semakin membuat Raina merasa bersalah, setiap kali melihat keadaan Mama, dia hanya bisa menangis dengan rasa bersalah dalam dirinya.

"Mama harus sehat kembali ya, jangan biarkan pengorbanan aku sia-sia"

"Pengorbanan apa yang telah kau berikan? Kau hanya membuat anakku satu-satunya meninggal dan kau juga merebut calon suaminya. Puas sekarang dengan apa yang kamu dapatkan,Hah?!"

Raina terdiam, dia tahu kenapa semua orang membencinya, karena dalam pandangannya Raina hadir hanya untuk membawa bencana. Hadir karena dia anak dari selingkuhan Ayahnya, membuat satu keluarga hancur, lalu kecelakaan yang membuat Amira pergi selamanya. Semuanya hancur karena kehadirannya, dan itu Raina memutuskan untuk pergi sekarang. Agar semua orang di sekitarnya tidak lagi mendapatkan keburukan karena kehadirannya.

"Maaf untuk semua yang pernah aku lakukan, Ma. Maaf karena kehadiranku sudah merenggut kebahagiaan Mama. Sebentar lagi Rain akan benar-benar pergi dari kehidupan Mama. Tapi berjanjilah Mama akan sehat kembali seperti semula"

Saat keluar dari ruang rawat Mama, air mata Raina tidak tertahan lagi. Dia duduk di kursi tunggu dengan bersandar pada dinding di belakangnya. Air mata mengalir deras, sesak di dada sudah tidak bisa di kendalikan. Mungkin setelah dia pergi semuanya akan membaik, meski Raina akan selalu membawa rasa bersalah ini dalam dirinya.

"Bunda, dimana Bunda sekarang? Apa benar-benar melupakan Rain? Kenapa harus meninggalkan Rain, membuat Rain hanya menghancurkan hidup orang lain. Hiks.. Bunda, meski meninggalkan Rain, tapi Bunda tetap sayang sama Rain 'kan? Rain lelah, Bunda"

Tangisannya pecah, selama ini dia masih mengingat jelas sosok Bunda yang memberikannya pada Papa. Saat itu, perjalanan cukup jauh, hingga mereka sampai di sebuah rumah mewah. Bunda meninggalkan Raina di depan rumah setelah mengetuk pintu beberapa kali agar pemilik rumah keluar.

"Bunda pergi dulu Rain, kamu disini bersama Ayah. Ini adalah Ayah kamu yang selama ini selalu kamu tanyakan"

Raina masih merasa bingung, melihat air mata Bunda yang mengalir deras. Tangan kecil Raina bahkan mengusap air mata itu. "Kenapa Bunda menangis? Apa Bunda akan kembali lagi kesini?"

Tangisan Bunda saat itu malah semakin kencang. Bahunya sampai bergetar, sesengguk sejadi-jadinya. "Pahamilah Rain, apapun yang terjadi Bunda akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Maaf karena Bunda tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kamu, Nak. Bunda sayang sama Rain"

Sejak saat itu, tidak pernah lagi Raina melihat sosoknya. Bahkan dia tidak pernah tahu dimana Bunda berada. Hanya menangis ketika mengingatnya, karena Raina pun sama sekali tidak mempunyai foto Bunda, hanya merekam jelas wajah Bunda dalam memori ingatannya.

"Rain rindu Bunda, sampai saat ini Rain masih yakin jika Bunda menyayangi Rain dan akan kembali menemui Rain. Meski semuanya hanya harapan semu"

Bukan tidak pernah ingin mencari, tapi bahkan Rain terlalu kecil saat itu untuk benar-benar mengingat. Tidak ada petunjuk apapun untuk dia bisa menemukan Bundanya. Dan hanya bisa menangis mengingatnya saja.

Sekarang aku akan memulai hidup sendiri dan menghilang dari semua orang yang tidak inginkan kehadiranku.

Bersambung

1
astr.id_est 🌻
raina 😭 peluk jauh orang baik
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
smangat y rain ,,kamu gk sendri kok,,nanti bakal hadir buah hati kmu biar temani kamu jalani hari2,,,,💪💪
Kar Genjreng
update lagi donggg seru
👍
Kar Genjreng
😭 pilu sekali ya Raina sekarang akan menjalani hidup seorang diri tidak mempunyai saudara ataupun orang tua tety Kamu akan punya malaikat kecil yang akan menemanimu dan selalu bersama sama hingga nerhasil,,,,benar katamu tinggalkan semua orang yang sudah tidak percaya lagi dan sudah seolah membuang mu kelak di kehidupan mu sepanjut Kamu sudah berhasil dan mendidik putramu dengan baik menjadi orang yang banyak di kenal orang karena ke akan dan kecerdasan nyae Aamiin 🙏🙏🤩🤩
Nurminah
menunggu Marvin gila
Oma Gavin
up lagi dong kak kemana raina pergi dan bagaimana nasib marvin setelah kepergian raina dan tau kebenaran permintaan uang nya yg banyak buat apa saja, semua kamu ngga nyesel ya marvin tetaplah sombong dan egois jgn dikurangi bila perlu ditambahkan
dika edsel
mgkin bundamu berpikir kamu akan bahagia,hidup terjamin bersama papamu rain krn dia kaya, tp nyatakan kan tdk...semoga kelak bertemu lagi sama bundamu ya raina, ayo saatnya melangkah pergi..,jgn menunggu nanti2..lbh cepat lbh naik tdk perlu nunggu sidang putusan..
Reni Anjarwani
pergi yg jauh rain bersama anakmu yg kau kandung , semoga bahagia rain
AlmiraAzniAdzkia🥰🌺
oke rain hamil,,,
Kar Genjreng
semangat ya Kak sudah kirim vote
Kar Genjreng
jangan ketauan dulu dong biar sampai selesai sidang dan sudah pergi,,,ohh tapi masih bekerja di kantor marvin ya ketauan seandainya hamil ya Gatot minggat donk 😁
Kar Genjreng
pasti Raina hamil Ak percaya maka cepat selesai perceraian nya dan pergi bawa benih itue yang akan menemani sepanjang usia ,,dan buah hati Mu semoga Laki laki agar kuat,,dan lebih baik
pergi dari rumah Marvin,,
dika edsel
klo gk ikhlas ngerawat ngapain capek datang buat nyuapin sih...dasar makhuk aneh,gk jelas..!!! hei marpin ucapan adlh doa, ntar klo raina mati beneran gimana perasaan mu??? oh ya lupa, klo raina mati bukankah itu berita bagus buar marpin yah??
dika edsel
maksudnya raina hamil kah??? sudah cukup rain..jgn nangis lagi,ayo bangkit..kuat..liat kedepan..
leahlaurance
luar biasa
Reni Anjarwani
hamil kayaknya raina , semanggat doubel up thor
Oma Gavin
wah raina hamil anak Marvin mulutnya setajam silet tapi kok bisa bikin raina hamil dasar marvin lucknut, semoga raina ngga ada tau dan ngga sadar kalau hamil sampai perceraian mereka clear dan raina kabor yg jauh jangan sampai diketemukan marvin
merry yuliana
hmmmmm yakin raina hamil anak marvin ini....hadeuhh
suryani duriah
😭😭🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!