sepeninggal kekasihnya, Citra saat itu dalam kondisi hamil, siapa sangka Citra justru di lamar oleh pria tampan yang meminta Citra menjadi pendamping hidupnya.
karena sang ibu Fatimah tidak ingin putrinya melahirkan seorang anak tanpa suami. Fatimah memaksa Citra untuk menerima pinangan si pria misterius itu.
Pernikahan tanpa cinta, di kondisi Citra sedang mengandung benih cintanya bersama almarhum kekasihnya. Bagaimana kehidupan pernikahan mereka selanjutnya?
Apakah motif sebenarnya pria tampan yang mau menikahi wanita yang sedang hamil?
jangan lupa untuk mampir dan baca kelanjutan ceritanya ya....
jngan lupa juga untuk meninggalkan like dan Vote kalian ya 🥰🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reinna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Citra hamil
sepulang dari kampus citra merasa sangat pusing. ia berpikir mungkin hanya kelelahan jadi citra memutuskan untuk beristirahat di dalam kamar. tak butuh waktu lama akhirnya citra terlelap sore itu.
tok tok tok
"Citra bangun,
suara ibu memanggilnya..
"iya bu sebentar lagi.
" tapi nak ini sudah sore, pergilah mandi. di depan ada Agam menunggu.
mendengar ibunya menyebutkan nama Agam. citra segera berhamburan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. sekitar tiga puluh menit, citra baru selesai dengan ritual mandinya di lihatnya jam sudah pukul tujuh malam.
segera di temuinya Agam. namun kali ini citra meminta Agam mengantarnya ke rumah salah seorang temannya untuk mengambil buku tugas. tentu saja itu hanya alasan citra, ia tidak mungkin mengatakan kalo mereka akan memeriksakan jadwal tamu bulanannya yang telat.
di perjalanan citra hanya melamun, memikirkan bagaimana kalo hasilnya positif hamil. apa yang akan ia katakan pada Ibunya, bagaimana kuliahnya. bagaimana orang akan menilai buruk keluarganya.
Agam yang melihat citra melamun segera meraih tangannya di ciumnya tangan citra berkali-kali.
"Apapun hasilnya aku pasti akan bertanggung jawab sayang. ucapan Agam menyadarkan citra.
sekarang citra sedang duduk di bangku rumah sakit. ia sedang menunggu antrian. sekitar limabelas menit namanya di panggil oleh seorang perawat. mereka di antarkan ke sebuah ruangan.
silahkan duduk ucap seorang dokter dengan ramah.
"nyonya citra apa yang di keluhkan tanya dokter kandungan.
dengan ragu citra meremas jari jarinya dan mulai mengatakan maksud tujuannya untuk memeriksakan apakah ia hamil. dokterpun mengerti dan meminta seorang perawat membawa citra untuk untuk berbaring di atas tempat tidur.
dokter memulai menempelkan alat di perut citra untuk memastikan. setelah cukup lama pemeriksaannya selesai citra di minta duduk kembali dan dokter akan membacakan hasilnya. setelah menanyakan beberapa hal pada citra,
dokter mengatakan bahwa citra memang sedang mengandung. dan usia kandungannya baru sekitar tiga mingguan. citra dan Agam di minta dokter untuk menjaga kesehatan dan tak lupa memberikan resep yang harus di tebus di apotek rumah sakit.
mendapatkan kabar kehamilannya citra bagai tersambar petir. perasaannya hancur setelah berpamitan dengan dokter mereka menuju apotek citra dan Agam sedang duduk menunggu antrin.
tanpa mereka sadari sejak kedatangan mereka ke rumah sakit. ada sepasang mata yang menatap mereka dengan banyak pertanyaan. Daffa yang melihat Agam dan citra ingin sekali bertanya apa keperluan mereka ke dokter kandungan. namun niatnya ia urungkan, nanti saja ia bertanya langsung pada Agam.
setelah mendapatkan vitamin Agam membawa citra ke dalam mobil. di perjalanan Agam bertanya makanan apa yang sedang di inginkan citra, karena yang Agam tau dari teman temannya kalo wanita hamil suka meminta makanan yang aneh aneh pada awal kehamilan.
namun citra hanya menggeleng. pikirannya melayang. citra melamun tanpa terasa citra menitikan air mata. Agam yang melihat citra menangis segera menepikan mobil nya.
"sayang ada apa? kenapa menangis. aku sudah janji akan bertanggung jawab.
"aku mohon jangan menagis lagi jangan menyakiti anak kita dengan kamu menagis.
"Bagaimana kamu akan bertanggung jawab orang tua kamu saja tidak tau kalo kita masih bersama.
" bahkan mereka tidak menyukaiku. mereka membenciku. bagaimana haah...
"bagaimana kamu akan bertanggung jawab bentak citra di tengah isak tangis yang pecah.
"sabarlah aku akan segera memberitahukan mereka soal kehamilan kamu dan kita akan menikah dengan atau tanpa restu mereka sekalipun.
" pernikahan macam apa yang akan kita jalani?
"pernikahan haya kita berdua tanpa keluarga haaah???citra masih saja menagis. hatinya hancur. ia berpikir kalo saja ia tidak hamil mungkin ia tidak setakut ini untuk menjalani hidup.