NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20. kehebohan desa pandan Wangi

Aksara dan Elsa terkagum-kagum melihat Nadira dan Rehan yang begitu menawan dengan mata biru mereka. apalagi Nadira yang berambut emas, sangat mencolok di suasana mencekam ini.

Senjata mereka bersinar terang sebelum mendarat di pangkuan mereka

"hah aku yang dapat seruling ini?" Elsa tertegun

"Aku dapat busurnya!" gumam Aksara

"pedang naga?" Rehan dan Nadira saling berpandangan

sesat mereka seperti tersengat listrik, dipandangan mereka. Mereka melihat dua orang kakak beradik kembar yang latihan pedang bersama. Namun, yang mengherankan adalah ketika mereka bereinkarnasi.

Nadira terlahir kembali dengan menjadi anak Wijaya dan Liana. sedangkan Rehan Masih bingung dengan Kelahirannya. Ia lahir ditempat yang berbeda. Namun, sangat menyedihkan ternyata kehadirannya tidak di terima oleh keluarga dan akhirnya ia dibuang oleh sang ayah.

"tidak mungkin!!" mereka yang disana terkejut mendengar Rehan berteriak

"ada apa Rehan?" tanya Nadira menyentuh pundak Rehan

"aku- aku bukan ayah bapak Hamdan dan ibu!! Hiks" Rehan menangis karena ternyata selama ini yang merawat dan membesarkannya bukanlah orang tua kandung.

Rehan menatap tajam ke arah pria paruh baya yang hanya tertunduk menghindari tatapan tajamnya. Mata Rehan menyala biru ia tak percaya jika orang yang seharusnya ia panggil ayah justru tega membuangnya. Walaupun Rehan bersyukur karena pak Hamdan dan isterinya sangat menyayanginya seperti anak sendiri

"Kau!! Kau ternyata Orang jahat itu! Kau tega membuang darah dagingmu sendiri!" suara Rehan menggelegar karena marah bercampur kecewa

"maaf kan aku maafkan aku nak" ucap Pria paruh baya yang tak lain adalah Ki Satya

"beri aku alasan kenapa kalian tega pada bayi yang baru saja lahir itu? Kenapa kalian tega membuang darah daging kalian sendiri!" tanya Rehan Pelan namun tajam

"sebenarnya, bukan aku ingin membuangmu, namun jika aku tetap mempertahankan Mu. Maka saat itu juga nyawamu dalam bahaya karena perjanjian tumbal yang ada didesa ini dulu" jelas Ki Satya

"perjanjian tumbal?" gumam Nadira

"maksudnya gimana Ki?" tanya Aksara

"dulu, saat aku masih baru-baru pindah kesini bersama isteri dan anak pertamaku, orang-orang sering berobat ruqyah dan terapi dirumah kami. Awalnya semua berjalan lancar dan banyak pasien yang puas dengan pelayanan kami. Namun lama kelamaan ternyata ada seorang dukun yang memendam dendam kepada keluarga ku. awalnya ia ingin menyingkirkan ku. Namun aku berhasil selamat karena bantuan kiyai Syafiq juga. tetapi.." ucapan Ki Satya menggantung membuat mereka tambah penasaran

"tapi Isterinya Ki Satya yang tengah mengandung anak kedua sering mendapat teror" ucap pak Yanto yang dari tadi diam

"teror apa pak?" tanya Nadira

"seperti melihat penampakan, d*rah yang berceceran, dan sering sakit-sakitan" jawab pak Yanto

"Yah, aku dan kiyai Syafiq berusaha keras untuk menyelamatkan Isteri dan anak kami yang dikandungnya. Tapi ternyata, dukun itu bersekutu dengan iblis kuat yaitu kolonyowo itu sendiri" ucap Ki Satya

"Apa?! Jadi semua ini saling menyambung?" Nadira Dan Elsa terkejut

"iya, dan peristiwa itu juga berbarengan dengan kakek Nadira yang menjadi pengikutnya. Dari situ juga kiyai Syafiq mengenal Wijaya dan berhasil menyegel iblis itu" Ki Satya masih terus menjawab walau suaranya lirih

"lalu kenapa aku tetap di buang?!" tanya Rehan yang masih kecewa

"Karena si dukun berhasil merenggut nyawa ibumu" Pertahanan Ki Satya akhirnya runtuh juga. ia menangis mengingat kejadian itu. Isterinya meninggal dan anak dalam bahaya

"apa? Bagaimana...!" Rehan yang tadi berdiri kini terduduk lemas mengetahui perjuangan orang tua kandungnya

"lalu bagaimana Rehan bisa selamat Ki?" tanya Elsa yang sudah bercucuran air mata

"Saat itu Ibu Rehan berusaha melahirkan Rehan agar Rehan tetap selamat karena kami dikepung oleh anak buah kolonyowo yang ingin mengambil rehan untuk tumbal yang dijanjikan oleh dukun itu. Setelah Rehan lahir, isteri ku mengembuskan nafas terakhirnya. Kami bingung harus berbuat apa. Jika ibunya tidak selamat paling tidak anakku tetap hidup" Ki satya menangis tersedu

Rehan langsung menghampiri Ki Satya yang merupakan ayah kandungnya. Ia memeluk dan bersujud di kaki ayahnya sambil meminta maaf

"maafkan aku ayah maafkan aku yang tidak tahu dan langsung melampiaskan kemarahanku tadi" Rehan menangis di kaki ayahnya

Nadira Aksara dan Elsa juga tak kuasa menahan tangis. ternyata inilah yang di sebut oleh kiyai Syafiq. Anak yang memilki hubungan rumit

"lalu, bagaimana Rehan bisa sampai di desa kami dan dirawat oleh pak Hamdan Ki?" tanya Aksara

"kiyai Syafiq yang menyarankan ku untuk memberikannya kepada isteri Hamdan karena mereka juga baru saja kehilangan bayi mereka" Ki Satya menghela nafas

"awalnya, aku pun merasa berat namun inilah jalan satu-satunya. kiyai Syafiq berusaha menghalau para iblis suruhan si dukun beserta dua orang santri yang ia bawa. Dan aku mencoba melarikan diri dengan membawa Rehan. pelarian ku untuk menuju desa pandan wangi tidaklah mudah. Butuh waktu hingga dua bulan lamanya untuk sampai kesana. selama dukun itu belum kalah ia terus memburuku dan Rehan.

Hingga kiyai Syafiq berhasil mengalahkan dukun itu, aku berhasil sampai di kediaman Hamdan yang saat itu Isterinya sedang melamun. Aku memberikan Rehan padanya" Ki Satya menghela nafasnya berkali-kali untuk menghilangkan rasa sesak didada

"tapi Ki, didesa itukan ada iblis itu disegel. kenapa aki malah mendekatkan rehan dengan iblis itu?" tanya Elsa yang membuat mereka termasuk rehan menatap ke arah Ki Satya

"agar Dia lebih mudah bersama kalian. Dan terbukti kan. Dalam waktu singkat kalian sudah bersatu" Ucap Ki Satya menatap putranya yang sudah lebih dari 20 tahun ia tinggalkan di desa pandan wangi

"tapi, kenapa ayah tak pernah menjenguk ku?" tanya Rehan dengan tatapan menyelidik

"hahaha karena iblis itu sangat mengenali bau ayah, jadi tidak mungkin ayah menunjukkan diri karena ia bisa saja menemukanmu disana" ucap Ki Satya

"yang aku pikirkan sekarang adalah...Bu Halimah " ucap Aksara

"Dia rekomendasi dari kiyai Syafiq, saat itu keadaan ku sangat terpuruk, dan Desi kakaknya Rehan masih sangat kecil. belum lagi aki sendiri masih belum bisa menata perasaan Karena kehilangan isteri dan anak sekaligus. Dengan terpaksa aki menikahi Halimah, alhamdulillah ia bisa menjadi ibu yang baik untuk Desi walaupun hingga saat ini belum ada anak yang ia lahirkan" ucap Ki Satya

"maafkan aku ayah yang tidak bertanya dulu dan langsung marah" ucap Rehan

"tidak apa-apa nak, itu wajar. Jadi sekarang, apa kamu siap membantai iblis itu?" tanya Ki Satya

"aku siap ayah! ini demi membalas kesakitan ibu juga!" Ucap Rehan tegas

"kita akan sama-sama melawan iblis itu nanti dan memusnahkannya" ucap Aksara merangkul temannya

Nadira dan Elsa saling merangkul juga karena terharu dengan kisah hidup Rehan.

Ki Satya menatap Aksara dengan pandangan sendu

"andai kamu tahu jika kamu adalah kehancuran untuk teman-temanmu, apa kamu bisa terima?" batin Ki Satya

.

sedangkan di desa pandan wangi, tengah terjadi kehebohan. hutan larangan yang sudah lama tak dipijak orang tiba-tiba terbakar dengan sendirinya. orang-orang kelimpungan memadamkan api hutan yang sudah berkobar itu. mobil pemadam kebakaran juga sudah sampai beserta polisi.

Setelah dua hari padamnya api, para warga kembali dikejutkan dengan hilangnya beberapa gadis yang masih rata-rata umurnya masih belasan. Ini hari dua belas sudah ada enam orang gadis yang hilang dan belum ditemukan keberadaannya.

"apakah kejadian itu terulang?" ucap para orang tua

"bukankah iblis itu disegel?"

"jika iblis itu terlepas, maka habislah kitaa!!"

"kita harus cepat menyuruh pak Hamdan menghubungi keluarga Wijaya! karena ulah orang tuanya kita terkena imbas seperti ini!"

"betul keluarga Wijaya harus bertanggung jawab. terutama darah pilihan itu!"

para warga sudah sangat resah karena pasti yang menyebabkan hilangnya para gadis adalah iblis itu. Tapi pertanyaannya, siapa yang membantu iblis itu terlepas dari segel?"

Tanpa mereka sadari jika ada yang mendengar perbincangan mereka dari jauh. Ia menyeringai puas karena rencananya berhasil. orang itu menggunakan pakaian lusuh dan caping yang menutupi wajahnya

"sebentar lagi, malapetaka akan datang! Dan dendamku akan terbalaskan hahahah"

Nadira Salvin**a**

Elsa Safitri

Aksara

Rehan

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!