18+🔥
Sekuel dari suamiku anak SMA 1.
disarankan membaca suamiku anak SMA 1 dulu ya, biar nggak bingung😊
Menikah diusia muda, bukanlah sebuah keinginan atau bahkan cita-citanya.
Namun, pertemuannya dengan seorang sahabat dari neneknya, membuat Kinar mau tidak mau harus menikah dengan cucunya yang masih berstatus pelajar SMA.
Bagai mana kedua insan muda itu menjalani kehidupan rumah tangganya.
Simak kisahnya ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan bos lagi part 2
"Entar siang gue ke Cafe lagi ya!" ujar El, ketika Kini keduanya tengah bersiap-siap untuk melakukan aktifitasnya masing-masing, El yang sudah rapi mengenakan seragam sekolahnya, begitu juga dengan Kinar yang kini sudah rapi mengenakan seragam kerjanya.
"Mau ngapain kesana?" tanya Kinar dengan kening berkerut.
"Mia bilang kamu kalau kesana 3 bulan sekali, kadang malah lebih katanya."
"Itu dulu, sekarang beda, sekarang itu ada seseorang yang musti gue awasin, kali aja kan dia bermain dibelakang, tanpa sepengetahuan gue!" ujar El, sembari meraih tas sekolahnya.
"Maksudnya?"
"Maksudnya, biar kagak ada sesuatu yang terjadi aja!"
"Apa sih, gak jelas banget!" Kinar semakin mengerutkan kening bingung.
"Lo inget ya, sebelum gue sampe sana entar, jangan berani-berani lo ngerjain kerjaan di bagian depan."
"Ihs mana bisa begitu El, kamu pikir bisa bikin peraturan sendiri apa,?" Kinar menghentikan tangan El yang hendak menarik handle pintu kamarnya.
"Bisa, kan gue bossnya."
"Bukan gitu, maksud saya_"
"Lo bisa nggak sih, nggak Ngebangkang sama perintah gue, tinggal jalanin aja, apa susahnya coba?"
"Itu bukan peraturan Cafe El, tapi kamu sendiri yang buat."
"Lah emang itu Cafe gue!"
"Pusing saya ngomong sama kamu, bawaannya bikin emosi terus."
"Lo pikir gue nggak?"
"Terus, maksud kamu apa, ngelarang saya ngerjain kerjaan di bagian depan sampai kamu datang.?"
"Ya jangan aja, sorenya lo harus bantuin gue ngitung uang pengeluaran dan pemasukan bengkel 6 bulan kebelakang."
"Kamu makin nggak jelas tahu nggak?"
"Nggak jelas dari mananya?"
"Itu bukan kerjaan saya El."
"Tapi gue nyuruh lo ngerjain itu, lo mau ngelawan bos elo?"
"Tapi El, kalau kita keseringan berduaan didalam ruangan kamu, nanti temen-temen saya bakalan berpikiran yang nggak-nggak sama saya."
"Apalagi sebelumnya kamu kan jarang banget kesana, terus sekarang tiba-tiba kamu sering kesana dan ngajak saya keruangan kamu, apa kata mereka coba?"
El menghembuskan nafasnya kasar, lalu menatap gadis itu dalam, "Apa sih yang lo takutin dari mereka?"
"Saya takut jadi bahan ghibah mereka, Dan mengira kalau saya dan kamu punya hubungan yang spesial."
"Lah, emang kita punya hubungan spesial kan, lo kagak inget kalau kita berdua udah married?" ucap El dengan kening berkerut.
"Gue kebawah duluan, inget yang gue bilang tadi!" kemudian El mengacak rambutnya gemas.
..
"El?" Kinar menahan tangan El yang hendak melajukan kembali motornya, setelah Mengantar Kinar ketempat biasa ia turun.
"Kenapa?"
"Sore ini bisa nggak jemput saya lagi, tapi kalau bisa pake mobil!" ujar Kinar sembari menggigit bibir bawahnya.
Meski sedikit bingung, namun pada akhirnya El pun mengiyakan permintaan istrinya itu.
"Ok, entar siang berarti gue pulang dulu nukerin motor, baru kesini, gue kan tadi udah bilang siang ini mau ke Cafe, jadi entar sore kita bisa pulang bareng."
"Makasih El."
El pun mengangguk pelan, lalu melajukan kembali motornya menuju sekolah.
..
"Nar, kamu tahu nggak, bulan depan kita bakalan di pindahin ke Cafe cabang katanya." ujar Mia lemas, ketika keduanya kini tengah merapikan tumpukan gelas diruang belakang Cafe, rutinitas biasa, sebelum Cafe di buka.
"Kata siapa mi?"
"Bu Sandra yang bilang kemarin sore,"
"Kok nggak ada bilang ke aku ya mi?"
"Katanya sih belum pasti, tapi aku sedih tahu Nar, aku kan udah betah disini, udah hafal juga sama pelanggannya, ya ibaratnya udah akrab gitu."
"Kalau misalkan aku di pindahin, kan musti adaptasi lagi sama orang-orang baru, udah gitu disana pelanggannya tua-tua ah nggak seru!"
"Maksudnya tua gimana?"
"Kebanyakan yang mampir disitu tuh orang kantoran, udah pada punya istri, kalau disini kan berondong semua, orang kebanyakan anak sekolahan."
"Kamu suka yang berondong ternyata!" Kinar terkekeh pelan.
"Bukan itu masalahnya Nar, katanya kan Mengagumi laki-laki yang beristri itu dosa, beda lagi sama yang berondong kan, yang jelas-jelas belum punya istri pastinya."
"Ya kalau tahu Mengagumi suami orang itu dosa, nggak usah di kagumi lah, cari aja yang single."
"Ihs kamu itu polos banget sih Kinar sayoongg.. dalam kondisi yang nggak di sengaja kan pasti sering terjadi, apa lagi cowoknya terlihat ganteng, keren, apa lagi kaya, pastinya nggak kerasa, secara diam-diam kita udah mengaguminya, iya nggak sih?"
"Iya iya!" balas Kinar mengiyakan, padahal iya tidak begitu paham dengan apa yang di jelaskan sahabat baiknya itu.
"Yah, gue bakalan kangen dong sama elo!" sahut Fahmi yang sejak tadi mendengar pembicaraan keduanya.
"Lebay!" ucap Mia ketus.
"Kangen berantemnya, maksud gue, geer lo!"
"Lo itu bener-bener ya!" Mia sudah mengepalkan tangannya hendak meninju wajah tampan Fahmi.
"Sabar dong mbak, baek-baek lo sama gue, gue pastiin kalau udah jauh lo bakal kangen sama gue!"
"Nggak Akan, pergi lo!" Mia mendorong tubuh Fahmi.
Sedangkan Kinar, menggeleng-gelengkan kepala melihat sikap Absurd kedua sahabatnya.
..
"Kamu nggak salah jalan kan El?" ucap bu Sandra, ketika lagi-lagi El datang mengunjungi Cafe tersebut.
"Nggak lah,"
"Tumben banget lho El, kamu sering kesini sekarang?"
"Ck, ibu nggak suka saya sering kesini sekarang?"
"Eh kamu ini ngomongnya, justru saya sangat senang El, dulu waktu Cafe ini masih di pegang Ayahmu, dia rajin banget datang kesini, kadang seminggu 2 kali, bisa juga sampai 3 kali dalam seminggu." Ucap bu Sandra ketika keduanya kini sedang duduk berhadapan di dalam ruangan bu Sandra.
"Oh gitu ya bu?"
"Iya, El."
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar ayah dan bundamu, baik?"
"Sikembar dan sicantik bungsu juga, apa kabarnya?"
"Baik bu, mereka baik semua!"
"Syukurlah kalau begitu, saya senang mendengarnya."
"Ya udah bu saya keruangan atas dulu, dan saya pinjam lagi si Kinarnya." menunjukan setumpuk lembaran kertas didalam tas yang ia bawa.
"Iya iya, bisa banget kamu milih orang, tahu aja yang cantik dan pinter!" ujar bu Sandra, karena memang sudah mengetahui keahlian Kinar dalam hitung menghitung.
Sedangkan karyawan perempuan lain semakin heboh, dan tebar pesona tentunya, merasa senang, karena bos mudanya sekarang lebih sering mampir kesana.
..
"Masuk!" sahut El, ketika pintu ruangannya berulang kali di ketuk dari luar.
"Maaf pak, ada yang bisa saya bantu?" ujar Kinar, ketika telah berada dihadapan El.
El membanting ponsel ditangannya keatas meja, bergegas berdiri menghampiri Kinar, menarik tengkuknya, lalu menempelkan bibirnya di bibir gadis itu, dan mel umatnya dengan gerakan pelan, yang membuat Kinar seketika membelalakan matanya.
"Sekali lagi lo panggil gue bapak, gue pastikan lo Akan mendapatkan hukuman yang lebih dari ini." bisiknya ditelinga Kinar.
Kinar yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari El pun, hanya terbengong, dengan tubuh membeku, dan detik kemudian, seluruh tubuhnya tiba-tiba terasa lemas tak berdaya.
Sedangkan El, ia sudah kembali duduk ketempat nya semula, dengan memasang wajah tak berdosa.
.
.
mampir Thor 🙋
Langgeng selamanya ya El dan Kinar
Gerem banget sama sikap EL
Lagian masih bocah ingusan udah kepengen jadi ayah di kira gampang banget kali jadi sosok ayah wkwkka
Kinar belum siap hamil dan kamu EL jangan memaksakan kehendak kamu yg dimana kamu menginginkan Kinar hamil
Kalo Kinar belum siap ya udah tunggu dia siap hamil
Nada cuma bisa marahin anak anak doang tapi masak kaga tau 🤣🤣🤣🤣🤣
Like Father like son wkwkwk
Ando masih SMA udah menikah lalu EL masih SMA pun malah menikah wkwkwk kocak
Kinar kaga siap jadi ibu muda nich
Jangan bilang kalo Andra suka sama Kinar
Kinar harus bisa jadi nyonya bos okeh
Bos muda wkqkwkkq
Gawat Agung bisa di pecat EL kalo suka Kinar wkwkkqkw
Kasian banget ya Kinar harus di tinggal ayah kandungnya dan kini Kinar di sayang sama Ando