NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Masuk ke Kandang Singa

​"Tahan dagumu. Jangan menunduk."

​Bisikan dingin Elzian terdengar di telinga Ziva tepat saat pintu limosin terbuka. Cahaya lampu kilat kamera langsung menyambar mereka seperti badai petir. Ratusan fotografer berdesakan di balik garis pembatas beludru merah, berebut menangkap gambar pasangan paling kontroversial malam ini: CEO Drystan Group yang lumpuh dan istri barunya yang misterius.

​Ziva mengerjap sesaat, menyesuaikan matanya dengan silau yang menyakitkan. Dia mengencangkan jas tuxedo hitam milik Elzian yang masih tersampir di bahunya, menutupi punggung terbukanya. Jas itu kebesaran, tapi justru memberikan kesan bahwa dia berada di bawah perlindungan mutlak sang suami.

​"Siap masuk ke kandang singa?" tanya Elzian tanpa menoleh, tangannya dengan terampil mengendalikan joystick kursi roda elektriknya.

​"Aku dokter bedah, Elzian. Aku terbiasa melihat darah. Singa-singa sosialita ini tidak ada apa-apanya," jawab Ziva tenang. Dia melangkah anggun di samping kursi roda Elzian, wajahnya datar namun memancarkan aura dominan yang sulit diabaikan.

​Mereka memasuki Grand Ballroom hotel bintang lima itu. Musik orkestra klasik mengalun lembut, bercampur dengan dengungan percakapan ratusan tamu undangan. Aroma parfum mahal dan sampanye memenuhi udara.

​Namun, begitu Elzian dan Ziva melangkah masuk ke tengah ruangan, suasana mendadak senyap sesaat, sebelum berubah menjadi bisik-bisik yang riuh.

​"Itu istrinya? Yang pakai jas kebesaran itu?"

​"Katanya dia anak penjudi yang dijual untuk bayar hutang. Kasihan sekali Pak Elzian."

​"Lihat wajahnya, cantik sih, tapi tatapannya dingin banget. Pasti dia cuma mengincar harta keluarga Drystan. Siapa sih yang mau sukarela nikah sama pria lumpuh kalau bukan karena uang?"

​Ziva mendengar semuanya. Telinganya setajam pisau bedah. Namun, dia tidak gentar. Dia justru menyelipkan tangannya ke lengan Elzian, menggenggamnya posesif. Sebuah deklarasi perang tanpa kata: Pria ini milikku, dan aku tidak peduli omongan kalian.

​Elzian melirik tangan Ziva yang melingkar di lengannya. Sudut bibirnya terangkat tipis.

​"Wah, wah, wah! Lihat siapa yang akhirnya keluar dari sarangnya!"

​Sebuah suara bariton yang berat dan penuh nada ejekan memecah kerumunan. Seorang pria paruh baya bertubuh gempal dengan setelan jas mengkilap yang agak sesak di bagian perut, berjalan mendekat. Di tangan kanannya ada gelas wine, dan di tangan kirinya piring kecil berisi potongan steak ukuran besar.

​Itu Pak Broto. Rekan bisnis—atau lebih tepatnya, saingan bisnis—yang sudah lama mengincar jatuhnya Drystan Group.

​"Selamat malam, Pak Broto," sapa Elzian datar. Tidak ada keramahan dalam suaranya.

​Pak Broto tertawa keras, tawa yang dibuat-buat agar semua orang di sekitar mereka menoleh. Dia menatap kaki Elzian dengan pandangan merendahkan yang tidak ditutupi.

​"Wah, Elzian. Kakimu masih belum fungsi juga? Sayang sekali," ujar Pak Broto lantang. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan simpati palsu. "Padahal saya dengar saham Drystan lagi goyah ya? Sayang banget, perusahaan sebesar itu butuh pemimpin yang bisa 'berdiri' tegak, bukan yang cuma bisa duduk manis sambil didorong istri."

​Beberapa tamu di sekitar mereka menahan napas. Hinaan itu terlalu kasar.

​Elzian tidak marah. Wajahnya tetap tenang, tapi cengkeramannya pada pegangan kursi roda mengerat. Sebelum Elzian sempat membalas, sebuah tawa halus terdengar.

​Ziva tertawa. Sangat manis, sangat lembut, tapi matanya sedingin es kutub utara.

​"Maaf, Bapak ini siapa ya?" tanya Ziva polos, memiringkan kepalanya sedikit.

​Senyum Pak Broto luntur. "Saya Broto. Pemilik Broto Corp. Kamu pasti istri barunya Elzian yang... ah, sudahlah. Saya tidak bicara dengan wanita."

​Ziva tidak mundur. Dia justru melangkah maju satu langkah, berdiri tepat di hadapan pria gempal itu.

​"Oh! Pak Broto!" seru Ziva dengan nada seolah baru mengingat sesuatu yang penting. "Pak Broto yang punya perusahaan properti itu, kan? Yang pagi ini masuk berita utama di koran bisnis?"

​Pak Broto menyeringai bangga, mengira Ziva akan memujinya. "Ya, tentu saja saya masuk berita. Perusahaan saya—"

​"Berita tentang saham Bapak yang anjlok lima belas persen karena skandal pencucian uang di proyek apartemen fiktif itu, kan?" potong Ziva cepat dengan suara jernih yang bisa didengar orang-orang dalam radius lima meter.

​Hening.

​Senyum Pak Broto lenyap seketika, digantikan oleh wajah yang memerah padam. Tamu-tamu di sekitar mereka mulai berbisik-bisik lagi, kali ini menertawakan Pak Broto.

​Ziva belum selesai. Dia menatap Pak Broto dengan tatapan tajam, senyum manisnya berubah menjadi seringai tipis yang mematikan.

​"Saran saya sebagai sesama manusia, Pak," lanjut Ziva santai sambil merapikan kerah jas Elzian. "Daripada Bapak sibuk mengurusi kaki suami saya yang sedang istirahat—dan percayalah, otaknya bekerja seratus kali lebih cepat daripada kaki Bapak—lebih baik Bapak urusi dulu 'kebocoran' dana di perusahaan Bapak sebelum kapal Bapak benar-benar tenggelam. Kasihan investor Bapak kalau mereka tahu uangnya dipakai main judi di Singapura."

​Wajah Pak Broto berubah warna dari merah menjadi ungu. Urat-urat besar di lehernya yang berlemak menonjol keluar, berdenyut mengerikan. Dia sangat marah hingga tangannya gemetar, membuat wine di gelasnya tumpah sedikit.

​"Kau... dasar wanita lancang! Kau tidak tahu siapa saya?!" bentak Pak Broto.

​Dia menunjuk wajah Ziva dengan garpu yang masih menancap pada potongan daging steak besar di piringnya. "Berani-beraninya kau bicara soal bisnis padaku! Kau cuma—"

​Pak Broto begitu emosi sampai napasnya tersengal. Untuk meredakan amarahnya, dia menyambar potongan steak besar itu dan memasukkannya ke mulut dengan kasar, mengunyahnya dengan penuh dendam sambil terus menatap nyalang ke arah Ziva.

​"Kau akan menyesal bicara begitu!" geram Pak Broto dengan mulut penuh makanan. Dia hendak menelan daging itu bulat-bulat untuk melanjutkan makiannya.

​Tapi tiba-tiba, suaranya terhenti.

​Mata Pak Broto yang tadinya menyipit karena marah, mendadak melotot lebar. Sangat lebar hingga nyaris keluar dari kelopaknya. Wajahnya yang merah padam berubah menjadi kebiruan dalam hitungan detik.

​Tangannya menjatuhkan piring dan gelas ke lantai. PRANG!

​Dia mencengkeram lehernya sendiri dengan kedua tangan. Mulutnya terbuka, mencoba meraup udara, tapi tidak ada suara yang keluar selain bunyi ngiik yang mengerikan dari tenggorokannya.

​Pak Broto terhuyung ke depan, matanya terkunci pada Ziva dengan tatapan horor.

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!