NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Kirana, putri seorang menteri yang sedang naik daun, datang ke pedalaman demi meningkatkan citra politik ayahnya. Bersama reporter Carmen dan kameramen Dion, dia membuat konten kemanusiaan mengajar anak-anak desa dan memberi bantuan bersama prajurit TNI.
Kapten Damar ditugaskan mengawal kunjungan itu. sanf kapten menganggap Kirana hanyalah bagian dari panggung politik yang penuh pencitraan.
Semua berjalan lancar, hingga segerombolan pemberontak bersenjata menyerbu desa. Dalam kekacauan dan tembakan yang membabi buta, Damar harus membawa Kirana menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Terpisah dari rombongan dan jauh dari sorotan kamera, Kirana untuk pertama kalinya menghadapi dunia tanpa privilese. Di tengah bahaya dan perjuangan bertahan hidup, tumbuh perasaan yang tak seharusnya ada antara seorang perwira yang terikat sumpah dan putri pejabat yang mulai melihat arti ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Kirana

Musim semi di Tidal Basin mulai mencapai puncaknya. Deretan pohon sakura bermekaran, kelopak-kelopak lembutnya sesekali jatuh terbawa angin, menghiasi jalur jogging yang mengelilingi danau.

Setelah berhari-hari membaca laporan dari Marty, akhirnya Kirana mengetahui satu hal pasti jadwal rutin Damar setiap pukul enam sore.

“Akhirnya,” gumam Kirana pelan pada dirinya sendiri. “Aku bisa bertemu laki-laki yang menyelamatkan hidupku.”

Senyum tipis terukir di wajahnya, meski jantungnya berdebar tak karuan.

Kirana berjalan menyusuri jalur setapak, matanya menyapu setiap orang yang berlari berlawanan arah. Ada rasa tegang, harap, dan ragu bercampur jadi satu.

Lalu akhirnya dia melihatnya, dari kejauhan, sosok itu muncul. Damar Wicaksono.

Kaos putih sederhana melekat di tubuh atletisnya, dipadukan dengan celana training berwarna navy. Langkahnya stabil, napasnya teratur. Rambut hitamnya bergerak naik turun mengikuti ritme larinya. Wajahnya masih setajam yang Kirana ingat bahkan kini terlihat lebih matang.

Kulitnya tampak lebih cerah, posturnya tetap tegap masih sama masih seperti dulu.

Tanpa berpikir panjang, Kirana berlari ke arahnya langkahnya semakin cepat, jarak mereka semakin dekat.

Damar awalnya tidak menyadari, namun beberapa detik kemudian, instingnya membuatnya menoleh dia melihat seseorang berlari ke arahnya belum sempat Damar bereaksi

BRUK.

Sebuah pelukan mendarat tepat di tubuhnya.

“KIRANA?!” suara Damar spontan, kaget.

“Akhirnya aku bisa ketemu kamu…” suara Kirana bergetar, memeluknya erat seolah takut kehilangan lagi.

Kedua tangan Damar sempat terangkat, kaku di udara dia benar-benar tidak siap dengan situasi ini. Gadis yang pernah dia selamatkan kini memeluknya seperti seseorang yang sangat berarti.

Kirana terisak pelan, wajahnya tenggelam di dada Damar.

“Kirana, tolong lepas,” ucap Damar akhirnya, sedikit canggung.

“Sebentar lagi,” balas Kirana, suaranya pelan.

“Ini sudah cukup lama.” ucap Damar Kikuk.

Kirana terdiam sesaat, lalu sedikit menjauh.

“Eh… masa sih?” sahut Kirana merasa tak ada yang janggal dengan semua itu.

Damar menarik napas pendek, lalu menunjuk ke arah bangku di bawah pohon sakura.

“Kalau mau ngobrol, kita bisa duduk di sana.”

Kirana mengangguk cepat, pipinya memerah, mereka berjalan berdampingan menuju bangku kayu yang berada di bawah pohon sakura yang sedang mekar. Kelopak bunga jatuh perlahan di sekitar mereka, terbawa angin sore.

Mereka duduk berdekatan, tapi terasa canggung, beberapa detik lalu menjadi menit suasana hening untuk beberapa saat.

Akhirnya Kirana membuka suara lebih dulu.

"Apa kabar kapten Damar,"

Damar tersenyum tipis lalu menatap Kirana.

"Seperti yang Mbak Kirana lihat saya baik-baik saja," Jawab Damar suaranya terdengar ringan.

“Kenapa? Anda tidak pernah menghubungi saya?”

Damar menatap lurus ke depan kearah danau.

“Anda selamat tugas saya selesai.” Suara Damar penuh ketegasan.

“Hanya itu saja, Kapten Damar?” tanya Kirana, menoleh menatapnya.

Damar mengangguk singkat, lalu meliriknya sekilas. “Ya.”

Kirana tersenyum tipis, tapi ada luka di baliknya.

“Tidak ada yang membekas di pikiran Anda?”

Damar sedikit tidak nyaman dengan pertanyan Kirana Damar memilih untuk diam.

“Misalnya, waktu anda mencium saya?”

Damar berdehem pelan, sedikit tidak nyaman.

“Itu bagian dari misi penyelamatan bukan sesuatu yang personal.” Nada suaranya masih terdengar sama dingin ringan dan datar.

Kirana menatap Damar lama.

“Tapi bagi saya, itu personal.” Kalimat itu menggantung di udara.

Damar tidak langsung menjawab dia menoleh, menatap Kirana dengan ekspresi datar, mencoba membaca maksud di balik tatapan gadis itu.

“Anda hanya merasa berhutang budi,” kata Damar akhirnya.

Kirana langsung menoleh tajam.

“Saya rasa tidak.” Damar sedikit mengernyit mendengar ucapan Kirana.

"Mbak Kirana anda tidak perlu merasa hutang budi, itu tugas saya,"

Kirana menarik napas dalam, lalu menatap lurus ke depan, seolah mengumpulkan keberanian.

“Sepertinya saya…” suaranya melemah di ujung kalimat menggantung.

Mata mereka bertemu untuk sesaat, waktu seperti melambat tatapan Kirana penuh harap.

Namun di sisi lain Damar tidak ingin memikirkan hal itu tidak boleh ada perasaan saat bertugas tidak ada yang berubah, tugas adalah tugas.

Walaupun di depannya duduk seorang gadis yang sangat cantik, dengan mata yang jujur dan perasaan yang terbuka Damar masih belum menemukan alasan untuk membuka hatinya.

1
sitanggang
mcnya ternyata goblok🤦🤦
Rosie: Baca J.R.R Tolkien aja cocok buat anda jangan novel online.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!