Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
-
Sampai akhirnya, Hana diantar pulang oleh Aldo, Alex, dan teman-temannya. Di depan rumah, Hana tiba-tiba berhenti sebelum melangkahkan kaki masuk. Dia pun berbicara kepada Aldo.
"Al, nanti malam kita bertemu, ya. Aku ingin mengobrol," ucap Hana lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
Aldo mengangguk sambil berbicara kepada Hana, karena dia belum diberitahu di mana mereka akan bertemu.
"Baik, Han. Nanti kita ketemu di mana?" tanya Aldo.
Hana berhenti, lalu membalikkan tubuhnya. Dia menjawab Aldo dengan senyuman yang terlihat begitu manis.
"Kita bertemu di taman," ucap Hana.
Aldo pun mengangguk, lalu mereka pergi dari depan rumah Hana. Aldo langsung menuju ke rumahnya, sedangkan Alex dan teman-temannya juga berpamitan.
Waktu terus berlalu. Hana di dalam kamarnya sedang duduk di atas ranjang, memikirkan kejadian siang tadi. Hana merasa tidak menyangka kalau dirinya bisa diselamatkan oleh Aldo. Hana merasa begitu senang karena meskipun Aldo pernah menyebalkan baginya, pertolongannya saat itu membuatnya begitu bahagia.
Malam pun tiba. Setelah mandi dan makan bersama keluarganya, Hana melangkahkan kaki keluar rumah. Dia sudah berjanji kepada Aldo untuk bertemu di taman. Hana merasa Aldo sudah berada di sana. Hana melangkahkan kakinya dengan tenang menuju taman yang tidak jauh dari rumahnya.
Saat Hana melihat ke arah tempat duduk yang biasa dia duduki, ternyata Aldo sudah menunggunya. Hana mendekat dan saat sudah berhadapan dengan Aldo, dia berbicara.
"Maaf, ya, Aldo, aku baru sampai," ucap Hana.
"Tenang saja, Han. Enggak apa-apa, kok," ucap Aldo sambil tersenyum.
Hana pun duduk di kursi di samping Aldo. Sambil duduk, Hana melontarkan kata-kata yang ingin dia ceritakan.
"Al, aku ingin berbicara kepadamu," ucap Hana.
"Mau bicara apa, Han?" ucap Aldo.
"Terima kasih... kamu sudah membantuku..." ucap Hana.
"Kalau itu, aku senang bisa membantumu, Han," ucap Aldo.
Tiba-tiba, Hana merasa mual sampai membuat Aldo terkejut.
"Han, kamu kenapa, Han?" tanya Aldo.
"Uhuk... huh, aku enggak apa-apa, kok, Al... uhuk," ucap Hana sambil mual.
"Kita ke dokter, Han. Ayo," ucap Aldo.
"Enggak usah, Al. Aku enggak apa-apa, kok," jawab Hana.
Aldo pun berdiri dan berjongkok di depan Hana. Hana terkejut melihat sikap Aldo yang berjongkok. Aldo lalu berbicara.
"Ayo, Han. Aku gendong, kita ke rumah sakit," ucap Aldo.
"Jangan, Al. Aku enggak apa-apa, kok," jawab Hana.
"Ayo cepat. Kita ke dokter, lihat keadaanmu saat ini. Jangan sampai kamu sakit, Han," ucap Aldo.
Hana pun mengangguk dan naik ke atas punggung Aldo. Aldo berdiri dan menggendong Hana menuju ke rumah sakit. Jarak rumah sakit tidak terlalu jauh dari taman, mungkin hanya beberapa meter. Kini Aldo menurunkan Hana dari gendongannya di depan rumah sakit.
Mereka berdua melangkahkan kaki bersama-sama untuk masuk dan memeriksa Hana. Namun, beberapa saat kemudian, Hana terkejut dengan apa yang dikatakan dokter.
"Maaf, Mbak, mohon diperhatikan kesehatannya, ya. Saat ini, Mbak sedang positif hamil," ucap dokter kepada Hana.
"Dok..." ucap Hana, sempat terhenti dan terdiam sesaat. Lalu, Hana kembali berbicara sambil mencoba tenang.
"Baik, Dok. Saya juga akan sampaikan kepada suami saya," ucap Hana.
Aldo masih menunggu di luar karena dia tidak ikut masuk untuk memeriksa Hana. Beberapa saat kemudian, Hana keluar bersama dokter, lalu mendekat ke arah Aldo yang sedang duduk.
"Al, kita pulang, ayo," ucap Hana.
"Sudah selesai, kah? Kamu enggak apa-apa, kan, Han?" tanya Aldo.
"Enggak apa-apa, kok," ucap Hana.
Aldo pun berdiri, dan mereka berdua pergi dari rumah sakit. Saat berada di luar rumah sakit, Hana menarik Aldo untuk mencari tempat sepi.
"Kita mau ke mana, Han?" tanya Aldo kepada Hana.
"Ikut saja, Al. Kita mencari tempat sepi," ucap Hana.
Aldo mengangguk, dan Hana mengajak Aldo mencari tempat yang aman, jauh dari orang-orang. Hana ingin berbicara karena dia sangat sedih. Hingga kini, Aldo dan Hana berhenti. Hana menatap Aldo dengan sayu, membuat Aldo merasa heran. Aldo pun bertanya kepada Hana.
"Han, ada masalah apa? Kamu punya penyakit apa?" tanya Aldo.
"Aku hamil, Al," ucap Hana sambil meneteskan air matanya.
"Ha... kamu hamil, Han? Kamu kan belum menikah. Kamu kenapa bisa sampai hamil?" ucap Aldo terkejut.
"Aku pernah cerita waktu itu... aku sangat sedih dengan sikap mantan pacarku sampai membuatku seperti ini. Bahkan, aku lebih sedih jika orang tuaku tahu... aku harus bagaimana?" ucap Hana.
"Yang sabar, Hana. Aku akan menjadi suamimu untuk menutupi masalah ini," ucap Aldo.
"Benaran? Aku tidak mau apa-apa darimu. Cukup kamu menerimaku apa adanya," ucap Hana, lalu mendekat dan memeluk Aldo dengan penuh kebahagiaan.
"Iya, Hana. Jangan menangis, ya, Han. Suatu saat pasti akan terbalaskan kesalahan mantanmu itu. Sekarang kita rencanakan semuanya," ucap Aldo sambil mengusap punggung Hana.
"Terima kasih, Aldo, sudah membuatku tenang," ucap Hana.
"Iya, Hana, sama-sama. Besok aku akan datang ke rumahmu sepulang sekolah untuk membahas semua ini," ucap Aldo.
Mereka berdua kini melangkahkan kaki untuk pulang ke rumah. Aldo mengantarkan Hana terlebih dahulu sampai di depan rumahnya, lalu dia melanjutkan langkahnya menuju rumahnya sendiri. Selang beberapa waktu, Aldo masuk ke dalam rumah lalu menuju ke kamarnya.
Di dalam kamar, Aldo duduk di atas ranjang, berpikir keras tentang Hana. Pikiran-pikiran itu terus berontak. Aldo juga harus berbicara kepada orang tuanya agar rencana mereka berjalan dengan sempurna untuk menutupi masalah yang dialami Hana.
Hari pun berganti. Aldo bangun dari tidurnya untuk berangkat ke sekolah. Dia langsung menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi, Aldo menuju kamar dan berganti pakaian. Saat Aldo selesai berpakaian rapi, ibunya menuju kamar dan memanggilnya sambil mengetuk pintu.
"Nak, sudah selesai?" panggil ibunya.