NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Awal Yang Penuh Tangis

Disebuah Desa yang terpencil, terlihat seorang gadis Cantik jelita sedang menangisi ibunya yang barusan saja Menghembuskan napas terakhirnya. Ibunya meninggal karena sakit Kanker yang sangat parah. Dan hari ini sang ibu langsung dimakamkan ditempat pemakaman umum di Desa.

“Ibu!! sekarang aku harus bagaimana? Aku sekarang tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini, aku mau menyusul ibu saja di alam sana, aku tak bisa hidup tanpa ibu” suara lirih sang gadis tersebut yang bernama Embun Solai.

Embun sedang berada didalam rumahnya yang berukuran kecil, ala rumah pedesaan yang hanya beralaskan dengan semen biasa. Dia sedang duduk dilantai dengan memeluk kedua lututnya sambil berlinang air mata.

Embun merupakan gadis desa yang baru saja berusia 18 tahun, dia baru saja menamatkan sekolah dibangku SMK. Selama ini gadis itu hidup bersama dengan sang ibu, karena sang ayah memilih untuk meninggalkan keluarganya, demi mengejar seorang wanita PNS yang kaya raya di kota Riau. Sehingga Embun tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah, sedangkan kehidupan mereka tergolong sangat serba berkekurangan.

Embun menghapus air matanya ketika dia mendengar suara ketukan pintu dari luar “Tok, Tok, Tok”. Embun Mengedarkan pandangannya kearah Pintu kayu itu, kemudian dia memaksakan kakinya untuk melangkah berdiri.

“nak Embun! Apakah kau ada didalam, ini ibu Linda sayang, ibu membawakan makanan untukmu” suara seorang wanita terdengar dari luar rumahnya. Ibu Linda merupakan tetangga Embun.

“iya Bu! Ini saya” jawab embun sambil dia membuka pintu.

Linda merasa sedih ketika dia melihat embun yang sedang dalam suasana hati berduka, kemudian dia menyodorkan paperbag yang berisi makanan dialamnya.

“ini nak! Makan dulu, ibu tau kalau kau belum makan sejak kemarin, kau harus tabah menghadapi ini semua” Hibur Ibu Linda, sambil dia mengelus pucuk kepala embun.

Embun hanya bisa menganggukan kepalanya sambil dia meraih paperbag yang diberikan oleh Linda, kemudian dia berkata “mari bu, ayu masuk kedalam”.

Ibu linda merangkul Embun sambil mengajaknya masuk kedalam rumah kecil itu, Linda dan Embun duduk dikursi Plastik yang berada diruang tamu, tiba tiba beberapa ibu ibu warga desa berdatangan dirumah embun, mereka bersama sama datang kerumah embun untuk menemani gadis itu supaya bisa terhibur walau hanya sebentar.’

Embun Solai melahap makanan yang dibawakan oleh ibu Linda, da nada juga beberapa makanan ringan yang dibawa oleh ibu ibu warga kampung setempat.

“Nak Embun! Kau jangan terlalu larut dalam kesedihan! Kau harus kuat nak, masa depan masih panjang kau harus bangkit” Ujar Bu Sufe warga kampung setempat.

Beberapa wejangan semangat dari ibu ibu warga yang lain, yang membuat Embun sedikit terhibur dengan kedatangan mereka, hingga embun terlihat sedikit tersenyum walau matanya masih sembab.

Tak terasa waktu semakin larut malam, ibu ibu warga memilih untuk tinggal ditempat itu, dan ada juga yang pulang kerumah mereka masing-masing dikarenakan rumah Embun yang tidak terlalu besar.

Beberapa hari kemudian, Embun sudah mulai beradaptasi dengan keadaanya sekarang, dia sudah mulai kuat menghadapi kenyataan kehidupan ini. Mungkin kita semua tahu bahwa proses kehidupan pada zaman ini terasa sangat sangat berat, kita masyarakat miskin hanya bisa tunduk pada nasib, ditambah lagi dengan peraturan peraturan dari atas, yang semakin menghimpit masyarakat kecil.

Embun berjalan kearah warung, dia ingin belanja keperluannya sendiri dengan menggunakan sisa sisa uang yang ditinggalkan oleh mendiang ibunya.

“Asalamualikum Bu” ucap embun menyapa sang pemilik warung.

“walaikumsalam! Eh nak Embun” sahut sang pemilik warung.

“Bu saya mau beli blak blak” Ucap Embun dengan menyebutkan beberapa jenis belanjaannya.

Setelah Embun mengambil semua belanjaannya, dia langsung berpamitan dengan pemilik warung. Kemudian tiba tiba dia berpapasan dengan seorang wanita paruh baya, yang berpakaian ala ala pedesaan, tanpa adanya riasan dan perhiasan.

“Asalamualikum Bu Wina” ucap embun menyapa bu Wina dengan senyuman manisnya yang terlihat manis bagaikan manisnya madu alam jawa.

“walaikumsalam nak” jawab bu Wina dengan membalas senyuman ramah.

“ibu Wina kapan pulangnya?” ujar Embun dengan basa basi.

“Eh, itu, baru kemarin lusa nak, oh ya nak, ibu ikut turut berdukacita ya, semoga mendiang ibumu tenang bersama dengan sang maha penguasa dialam sana” ucap Ibu Wina dengan raut wajah sedih terpancar diwajahnya.

“iya bu, terimakasih” Jawab Embun dengan sedikit merasa sedih.

“Nak embun sekarang kerjaanya apa?” Tanya bu Wina dengan wajah serius, sekaligus penuh rasa penasaran.

“Em, sa, saya sekarang sedang tidak bekerja bu, ibu tau sendirilah dikampung kita ini, mana ada bisa dapat pekerjaan, apalagi saya baru saja lulus dari bangku SMK” sahut Embun dengan pelan, sambil dia memindahkan barang belanjaannya dari tangan kanan ketangan kirinya.

Mendengar jawaban dari Embun, bu wina memasang wajah dengan serius sambil dia melihat embun dari atas kepala sampai ke ujung kaki.

“Emm, ibu, ibu maunya mau mengajak nak Embun ke kota, tapi ibu ragu kalau nak embun tidak akan setuju” Ucap Bu Wina dengan perasaan sedikit tidak enakan.

Bu Wina tidak sembarangan mengajak anak anak gadis desanya ke kota, karena dia tidak berani memberikan jaminan pekerjaan kepada mereka, berhubung dia sendiri sekarang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga disalah satu keluarga Terkaya di kota Medan.

Mendengar pernyataan dari bu Wina, Embun merasa terkejut bagaikan dia baru saja mendapatkan bantuan sembako dari pak RT.

“ibu serius! Saya mau bu, karena saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan dikampung ini” sahutnya dengan bersemangat.

“tapi nak Embun! Ibu tidak berani mengajak kamu ke kota, karena pekerjaannya hanya sebagai Pembantu Rumah Tangga, ibu tidak berani menjamin kamu untuk bekerja ditempat lain, karena ibu sendiri tidak terlalu tau tentang kota medan” jawab bu Wina dengan sedikit ragu ragu.

“Tidak apa apa bu! Asalkan saya bisa mendapatkan pekerjaan dan saya dapat upah, karena saya berniat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi” kata Embun dengan bersemangat sambil dia memegani tangan bu Wina.

“Apa kamu serius! Apa kamu tidak malu menjadi Pembantu Rumah Tangga, biasanya gadis gadis yang lain, mereka malu kalau bekerja sebagai ART dikota, apalagi kebetulan ditempat saya bekerja dibutuhkan satu orang lagi pembantu” jawab bu Wina dengan senang, dia juga sedikit terkejut tentang keputusan embun barusan.

Embun menggelengkan kepalanya, sambil dia berkata “Ngapain sih malu bu! Dari pada saya tinggal dikampung ini, belum tentu saya dapatkan uang dalam sebulan, lalu saya makan apa kalau tidak saya dapatkan uang? Dan saya juga tidak memilih milih pekerjaan ibu, selagi itu halal dan benar maka saya akan berusaha untuk melakukan pekerjaan itu dengan senang hati”.

Mendengar pernyataan dari Embun, wajah bu Wina menjadi berbinar dan bersemangat, kemudian dia berkata “Nak Embun! Satu yang ibu minta kalau kamu mau ikut ibu ke kota, yaitu jaga sikap, tidak boleh nakal dan menjaga barang barang majikan”.

“Baik bu, saya bisa pastikan apa yang ibu peringati sama saya pasti saya lakukan seratus persen” sambut Embun dengan memancarkan aura manisnya lagi.

Bu wina merasa sangat senang mendengar pernyataan dari Embun, karena dia juga pusing mencari anak gadis yang menjadi ART dirumah majikannya itu.

“Nak Embun, Besok pagi kita langsung berangkat ya, jadi kamu siap siap” Ucap bu wina kepada Embun Solai.

“Baik Ibu, saya akan beres beres mulai hari ini” Jawab Embun dengan sangat senang.

Setelah mereka berdua melakukan janji untuk pergi kekota, mereka langsung berpencar kembali kerumah mereka masing masing untuk mempersiapkan beberapa keperluan.

Sementara didalam sebuah Mansion, seorang Pemuda Tampan sedang dimarahi oleh sang ibu.

“Mau sampai kapan kamu terus seperti ini? Apakah kamu tidak melihat teman teman sebayamu, mereka sekarang sudah menikah bahkan sudah ada yang sudah menggendong anak, Nah sementara kamu! Entah Rupa apa gadis yang mau kau cari, sampai umur sudah mau kepala tiga, Hah” cerewet sang Ibu yang memasuki usia paruh baya itu.

“Kalau bisa ibu jangan terlalu ikut campur dalam urusan seperti itu! Saya kan sudah pernah katakana kalau saya masih belum punya niat untuk menikah, jadi jangan pernah kalian memaksa saya untuk menikah!” Ucap pria tampan itu dengan nada tegas dan dingin.

“Hah! Kata kata itu juga kamu ucapkan 2 tahun yang lalu, tapi apa! Sampai sekarang kamu belum membawa satu orangpun gadis dirumah ini, atau jangan jangan kamu tidak suka wanita, Hah! Ya ampunn, dosa apa hamba ini Allah, kenapa anak hamba bisa begini dia suka jeruk nipis” ucap sang ibu dengan merengek, sambil dia memukul mukul dadanya.

Mendengar perkataan sang ibu, sontak saja Rido kaget setengah mati, dia melihat sang ibu dengan penuh rasa kesal “Ibu ini apa apaan sih? Kapan Rido suka Pria, iihh, amit amit deh” Jawabnya singkat.

Setelah berkata singkat kepada sang ibu, Rido langsung pergi meninggalkan tempat itu, dengan langkah kaki setengah berlari, dia takut ibunya akan membombardir dirinya dengan kata kata nikah lagi.

Rido Prasetio adalah anak tunggal dari Giancarlo Prasetio, sedangkan Tiaras ibunya dari Rido Parasetio, Rido Prasetio adalah pewaris utama Talzus Group.

“Ibu tidak mau tau! Pokoknya kamu harus membawakan ibu calon menantu” Teriak Tiaras kepada sang anak pergi sudah menjauh dari hadapannya.

Tiaras langsung menghempaskan bokongnya disofa, ketika dia melihat Rido sudah menghilang dari hadapannya, napasnya menjadi tidak beraturan karena sudah sangat marah kepada Rido.

Rido mengendarai mobil sportnya kearah jalanan umum, dia mengepalkan tangannya disetir mobilnya dengan mengeraskan rahangnya yang terlihat mengeluarkan urat kegagahannya.

“Kalau saja dia tidak pergi waktu itu, aku sekarang pasti sudah punya pasangan, tapi gadis sialan itu lebih memilih untuk pergi keluar negeri” Gumam Rido dengan mata memerah, sambil dia mengepalkan tinjunya dengan sangat keras.

Rido yang dengan perasaan campur aduk, dia langsung memutar setir mobilnya kearah Bar, dia memilih untuk pergi kesana dengan meneguk beberapa gelas minuman bir.

Sesampainya didalam Bar, Rido langsung menghubungi beberapa teman temannya untuk bertemu ditempat itu, namun dalam sekejab semua teman-temannya sudah berkumpul.

“Weii,, Bos kita kenapa tumben ngajak kita ke Bar? Apakah dia sedang merasakan rindu yang sangat mendalam, Hahaha” Ujar Satrio temannya Rido.

Mendengar perkaataan Satrio, Lipus teman Rido berkata “Ahh, mana mungkin Gunung Es bisa merasakan Rindu, siapa yang bisa melelehkannya, kecuali si gadis impiannya itu,,, Hahahaa”.

“Iya Benar! Siapa namanya itu?” ucap Satrio dengan pura pura tidak tau nama gadis itu.

“itu, namanya! Chika Siregar, iya benar Chika Siregar” Jawab Anton Baene teman Rido yang satu lagi.

“Dasar kalian sialan! Bukannya menghiburku, malah kalian terus megeledekannku” Dengus Rido dengan tatapan tajamnya, sambil dia menegak minumannya.

Mendengar dengusan Rido, teman temannya semakin ketawa terbahak bahak dengan menggema memenuhi seluruh ruangan itu.

Chika Siregar adalah wanita pertama yang berlabuh dihati Rido, namun gadis itu lebih memilih pergi keluar negeri, untuk mengejar cinta pertamanya dibandingkan bersama dengan Rido Presetio.

1
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!