NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proses Syuting H1

   Hari berikutnya, matahari bersinar cerah, seperti wajah bahagia keluarga Wijaya yang berkumpul di meja sarapan. Aroma kopi yang harum dan roti panggang yang crispy memenuhi udara, membuat perut mereka berbunyi seperti orkestra yang siap memainkan simfoni pagi.

Agashtya dan Bintang duduk berdampingan, dengan senyum yang masih tersisa dari obrolan semalaman. Mommy Arunika dan Pak Narendra duduk di seberang mereka, dengan wajah yang penuh kasih sayang.

"Selamat pagi, anak-anak," ucap Mommy Arunika, dengan lembut

"Selamat pagi, juga Mom," jawab Agashtya dan Bintang serempak, seperti dua anak yang terlatih

Sarapan bersama berlangsung singkat, tapi penuh kehangatan. Setelah itu, Agashtya dan Bintang berpisah dengan orang tua mereka, menuju ke perusahaan Wijaya New Era Group yang megah dan modern.

Di perusahaan, Agashtya dan Bintang disambut oleh asisten pribadi Agasthya, dengan senyum yang profesional.

 "Selamat pagi, Tuan Agashtya. Selamat pagi, Tuan Bintang. Hari ini, Anda berdua memiliki jadwal yang sangat padat..." ucap Alex, Alex memang tak pulang ke kediaman keluarga Wijaya semalam ia kembali ke rumah ibunya dikarenakan menerima kabar bahwa ibunya tengah tidak enak badan

Agashtya mengangguk, dengan senyum yang percaya diri, "Baik, kita mulai saja..."

   Bintang mengikuti di belakangnya, dengan langkah yang santai. Mereka menuju ke ruang rapat, di mana tim mereka sudah menunggu. Hari ini, Agashtya dan Bintang akan memimpin proyek baru, yaitu pengembangan aplikasi mobile untuk meningkatkan efisiensi kerja perusahaan dalam dunia entertainment.

Mereka berdua bekerja sama dengan tim, dengan ide-ide yang kreatif dan solusi yang inovatif. Waktu berlalu, seperti detik-detik yang tak terhentikan. Mereka berdua bekerja keras, dengan fokus yang tinggi. Sampai akhirnya, proyek mereka selesai, dengan hasil yang memuaskan.

"Kerja bagus, tim," ucap Agashtya, dengan senyum yang bangga

"Kita berhasil..."

Bintang mengangguk, dengan senyum yang sama, "Ya, kita berhasil..."

Agashtya dan Bintang berjalan keluar dari ruang rapat, dengan langkah yang percaya diri. Mereka berdua menuju ke ruang casting, di mana tim produksi film terbaru Agashtya sedang menunggu.

"Selamat pagi, Pak Agashtya," ucap sutradara, dengan senyum yang ramah

"Kami sudah selesai memilih para kontestan yang akan berperan dalam film terbaru Anda..."

Agashtya mengangguk, dengan minat yang tinggi, "Baik, siapa saja yang terpilih?"

Sutradara menyerahkan daftar nama kepada Agashtya, "Berikut adalah 6 orang yang terpilih: Arman, Risa, Luna, Kevin, Nadia, dan Rachel..."

Agashtya membaca daftar nama tersebut, dengan ekspresi yang serius.

"Posisi Sherly aku ingin menggantikan peran Sherly dengan aktris baru, Rachel. Bagaimana menurutmu?"

Sutradara menjelaskan, "Tepat sekali pak Rachel adalah pilihan kami, dikarenakan dia memiliki kualitas Sherly..."

Agashtya mengangguk, dengan senyum yang puas, "Ok fix, Rachel akan menjadi pengganti Sherly. Pastikan dia siap untuk syuting besok..."

Bintang yang berdiri di sebelah Agashtya, tersenyum, "Aku udah lihat Rachel, dia sangat berbakat..."

Agashtya mengangguk, dengan percaya diri, "Ya, aku yakin dia akan menjadi pilihan yang tepat..."

Mereka berdua melanjutkan diskusi tentang film terbaru Agashtya, dengan antusiasme yang tinggi. Mereka tahu bahwa film ini akan menjadi salah satu karya terbaik mereka. Bintang mengikuti Agashtya ke perusahaan, karena hari itu tidak ada jam praktek di rumah sakitnya.

Selain itu, perusahaan Agashtya juga merupakan cabang dari Wijaya Group yang kedua sementara perusahaan Bintang adalah cabang ketiga dan sudah terikat kerjasama dengan Agasthya kakaknya.

Saat mereka tiba di perusahaan, Bintang terlihat sangat antusias.

"Bhai, aku bisa ikut lihat proses syuting filmmu, kan?" tanyanya, dengan mata yang berbinar

Agashtya tersenyum, dengan senyum yang manis, "Tentu saja, Bin. Aku akan menunjukkan semuanya kepadamu..."

Mereka berdua berjalan menuju ke ruang casting, di mana tim produksi film terbaru Agashtya sedang menunggu. Bintang terlihat sangat penasaran, dengan mata yang terus memandang sekeliling. Saat mereka memasuki ruang casting, Bintang melihat Rachel, aktris baru yang akan menggantikan Sherly.

"Bhai, itu Rachel, kan?" bisiknya kepada Agashtya

Agashtya mengangguk, dengan senyum yang puas, "Ya, itu dia. Aku yakin dia akan menjadi pilihan yang tepat..."

Bintang tersenyum, dengan senyum yang mendukung, "Aku juga yakin, bhai..."

Mereka berdua duduk di kursi yang telah disediakan, dan menonton proses syuting film terbaru Agashtya. Bintang terlihat sangat menikmati, dengan mata yang terus memandang ke arah kamera. Bintang yang awalnya memang diposisikan sebagai pemeran utama, tapi setelah melihat Arman berlatih, dia merasa bahwa Arman lebih cocok untuk peran tersebut. Bintang memutuskan untuk menyerahkan peran tersebut kepada Arman, karena dia memiliki talenta yang lebih bagus.

"Bhai, aku pikir Arman lebih cocok untuk peran ini," ucap Bintang kepada Agashtya, dengan senyum yang tulus sembari menunjuk skrip bagian perannya

"Dia memiliki talenta yang lebih bagus, dan aku yakin dia bisa membuat peran ini menjadi lebih baik. Aku sebagai seorang dokter tidak memiliki banyak waktu luang, mungkin jika untuk peran dokter-dokteran aku bisa mengisinya..." imbuhnya

Agashtya memandang Bintang, dengan mata yang penuh dengan rasa terima kasih.

"Kamu yakin, Bin? Aku bisa memberikan peran ini kepada Arman jika keputusanmu memang sudah bulat..."

Bintang mengangguk, dengan percaya diri, "Aku yakin, bhai, Arman adalah pilihan yang tepat..."

Agashtya tersenyum, dan memanggil Arman ke depan kamera.

"Arman, kamu akan menjadi pemeran utama dalam film ini. Aku ingin kamu memberikan yang terbaik, ikuti sesuai yang tertera di skrip ya, peran ini awalnya kami berikan pada pak Bintang adik saya sendiri tapi karena sekarang kamu memiliki potensi jadi kami putuskan kamu yang akan menjadi pemeran utama dalam film ini..."

Arman menerima peran tersebut dengan senyum yang percaya diri, dan Bintang merasa puas dengan keputusannya. Arman dan Bintang pun saling berjabat tangan satu sama lain. Arman memulai berakting sebagai Reiko, pemuda tampan yang dingin, dengan ekspresi yang serius dan mata yang tajam. Dia memandang Rachel yang berperan sebagai Taniya, dengan tatapan yang intens.

"Apa yang kamu inginkan, Taniya?" ucap Arman, dengan suara yang dalam dan dingin

Rachel yang berperan sebagai Taniya, memandang Arman dengan mata yang berbinar.

"Aku ingin kamu menjadi suamiku, Reiko. Aku ingin kita bisa bersama selama-lamanya..."

Arman memandang Rachel dengan ekspresi yang tidak berubah, tapi ada sedikit sentuhan emosi di matanya.

"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, Taniya. Aku tidak memiliki perasaan seperti itu terhadapmu..."

Rachel memandang Arman dengan mata yang sedih, tapi dia tidak menyerah.

"Aku gak percaya, Reiko. Aku tahu kamu memiliki perasaan terhadapku. Aku bisa melihatnya di matamu..."

Arman memandang Rachel dengan ekspresi yang lebih intens, dan Rachel merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Agashtya memandang Arman dan Rachel dengan mata yang puas.

"Bagus, bagus. Kalian berdua memiliki chemistry yang bagus. Lanjutkan!"

Bintang, yang menonton dari samping, tersenyum dengan bangga.

"Aku tahu Arman akan menjadi pilihan yang tepat," ucapnya kepada Agashtya

Agashtya mengangguk, dengan senyum setuju, "Ya, Arman sangat berbakat. Kita gak salah memilihnya..."

Skrip cerita film ini dibuat oleh Agashtya sesuai dengan kisah nyatanya sedikit yaitu perjodohan bisnis namun alurnya dibuat sedikit berbeda olehnya dan nama Taniya diambil olehnya karena ia mengagumi seorang kaniya yang bernama Taniya. Agashtya memanggil timnya untuk membahas skrip film terbarunya.

"Baik, kita lanjutkan. Reiko dan Taniya akan dijodohkan oleh keluarga mereka untuk kepentingan bisnis. Tapi, Reiko tidak ingin terlibat dalam perjodohan itu karena dia memiliki rahasia besar yang tidak bisa dia ungkapkan kepada Taniya..."

Timnya mengangguk, dan Agashtya melanjutkan, "Taniya, di sisi lain, sangat mencintai Reiko dan ingin membuatnya menjadi suaminya. Tapi, Reiko tidak memiliki perasaan yang sama terhadapnya..."

Bintang, yang menonton dari samping, tersenyum, "Bhai, kamu membuat alurnya sangat menarik. Aku khawatir ini seperti kisahmu..."

Agashtya mengangguk, dengan senyum yang puas, "Aku ingin membuat film ini menjadi sesuatu yang berbeda, Bin. Dan nama Taniya.....aku terinspirasi oleh seorang gadis yang aku kenal, dia adalah cinta pertamaku..." ia membayangkan lekuk senyuman Kaniya

Bintang mengangguk, dengan mata yang berbinar, "Aku tahu, bhai. Kamu pasti akan membuat film ini menjadi sesuatu yang luar biasa..."

Disaat yang bersamaan, Kaniya terlihat tengah berjalan menghampiri Alex, sang asisten pribadi Agashtya di seberang atau lebih tepatnya di depan Agasthya. Agashtya yang sedang membahas skrip film dengan timnya, tidak sengaja melihat Kaniya dari kejauhan.

Dia tersenyum manis, tanpa disadari oleh Bintang yang masih fokus pada skrip film. Agashtya tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kaniya, yang terlihat sangat cantik dengan senyum manisnya. Alex yang melihat Kaniya, langsung menyambutnya dengan senyum ramah.

"Hai, mbak Kaniya. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Alex

Kaniya tersenyum saat tatapannya bertemu dengan Agasthya yang berada di seberang sana, dan Agashtya merasa jantungnya berdetak lebih cepat.

"Aku hanya ingin memberikan ini kepada Pak Agashtya," ucapnya, sambil menyerahkan sebuah map berwarna biru kepada Alex

Alex mengambil map itu, dan Agashtya yang masih tersenyum manis, tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kaniya. Agasthya dan Kaniya tidak sadar bahwa mereka tengah saling jatuh cinta satu sama lain, dalam benak Agasthya berjanji akan menikahi Kaniya apapun rintangannya.

Agashtya masih tersenyum manis, sambil memandang Kaniya yang sedang berbicara dengan Alex. Dia tidak menyadari bahwa Bintang sudah selesai membahas skrip film dan sedang memandangnya dengan rasa penasaran.

"Bhai, apa yang kamu lihat?" tanya Bintang, sambil mengikuti arah pandang Agashtya

Agashtya langsung mengalihkan pandangannya, dengan senyum yang sedikit memaksa.

"Oh...hah...gak ada apa-apa, Bin. Aku hanya...eh, melihat sesuatu..."

Bintang memandang Agashtya dengan rasa tidak percaya, tapi tidak melanjutkan pertanyaannya. Agashtya, di sisi lain, masih tersenyum manis, sambil berpikir tentang Kaniya. Bintang menganggap kakaknya akhir-akhir ini agak sedikit aneh, tapi dia tidak bisa menjelaskan apa yang membuatnya merasa seperti itu. Dia memandang Agashtya yang masih tersenyum manis, sambil berpikir tentang Kaniya.

"Bhai, kamu baik-baik aja?" tanya Bintang, dengan nada yang sedikit mengkhawatirkan dan melempar skrip film ditangannya

Agashtya langsung kembali ke realita, dengan senyum yang lebih natural, "Aku baik-baik aja, Bin. Jangan khawatir..."

Bintang memandang Agashtya dengan rasa tidak percaya, tapi tidak melanjutkan pertanyaan. Dia hanya mengangkat bahu, dan kembali membahas skrip film. Alex pun menghampiri Agashtya dan memberikan map biru yang telah diberikan oleh Kaniya padanya.

"Pak Agas, ini dari bu Kaniya. Dia bilang ini tentang schedule syuting, para pemeran dalam film, dan penjadwalan lokasi syuting yang akan dibooking..."

Agashtya menerima map biru itu, dengan senyum yang semakin lebar, "Terima kasih, Alex. Kaniya sangat teliti, aku semakin dibuat jatuh cinta..."

Bintang yang melihat Agashtya, semakin yakin bahwa kakaknya memang agak aneh, "Bhai, kamu...kamu bilang apa, jatuh cinta?" bisik Bintang, dengan mata yang berbinar

Agashtya langsung tersentak, dengan wajah yang sedikit memerah, "B-Bin, apa yang kamu bicarakan? Jatuh cinta mana mungkin ahahaha..."

Bintang akhirnya membahas soal perjodohan kedua orang tua mereka, dia memberikan sebuah ide untuk Agashtya untuk membawa gadis yang bernama Kaniya itu untuk dipertemukan dengan kedua orang tua mereka.

"Bhai, aku punya ide," ucap Bintang, dengan senyum yang nakal

"Kenapa kamu gak bawa Kaniya ke rumah, dan memperkenalkannya kepada daddy sama mommy?" ucapnya sembari menaik turunkan kedua alisnya

Agashtya memandang Bintang, dengan mata yang sedikit melebar, "Bin, kamu...kamu tahu kan gimana orang tua kita?"

Bintang mengangguk, dengan senyum yang manis,"Aku tahu, bhai. Aku bisa lihat dari cara kamu membayangkan Kaniya. Aku yakin daddy sama mommy akan menyukainya. Apalagi katamu, kalian udaaahhhh......" dengan spontan ia menutup bibirnya sendiri dengan tangan kanannya

Agashtya memandang Bintang, dengan rasa yang campur aduk, "Tapi, Bin...aku gak tahu apa Kaniya suka sama aku juga atau enggak..."

Bintang memukul bahu Agashtya, dengan senyum yang yakin, "Jangan khawatir, bhai. Aku yakin kamu akan membuatnya jatuh cinta dengan caramu sendiri..."

Alex yang mendengar percakapan Bintang dan Agashtya, tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut menimpali dengan candaan menggoda.

"Wah, Pak Agashtya jatuh cinta! Ini kabar baik, si jomblo satu ini akhirnya nemu pawangnya..." ucap Alex, dengan senyum tengilnya

Agashtya memandang Alex, dengan mata yang sedikit melebar, "Alex, loe jangan gitu! Ntar semua orang denger, malu gue..."

Bintang tertawa, dengan senyum yang manis, "Hehe, bhai, kamu gak bisa sembunyi lagi! Ayolah terus terang ungkapin perasaan kamu ke dia..."

Agashtya memukul bahu Bintang dan Alex, dengan senyum yang memerah, "Kalian berdua, jangan ganggu gue!"

Agashtya yang tersipu malu dan salah tingkah itu pun akhirnya beranjak pergi dari hadapan Bintang dan Alex yang terus menggodanya, sambil menggumamkan sesuatu di dalam hati.

'Aku akan tunjukkin ke mereka kalau aku gentleman dan aku bisa ungkapin perasaanku ke Kaniya...' gumamnya dalam hati

Bersambooo...

1
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, dia suka nonton melolo kali wkwkwk... 😆🙃🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
Luvita Sari
Si alex gokil ya thor asal nyelonong aja kayak tronton 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya 😆🙃
total 1 replies
Ana Maria
seru nih thor lnjt
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Luvita Sari
hdir thorrr
Luvita Sari: Urwell kak
total 2 replies
Anonymous
rajin banget thor, Shanaya belum tamat, eh ini ada yang baru😍
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih, boleh asal santun 🙏😅
total 3 replies
Desti31
Ciee karya baru nih🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya double biar gak kehilangan ide tengah jalan di selang seling 😆🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!