NovelToon NovelToon
SURAT HATI

SURAT HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit California yang selalu cerah, keluarga Storm adalah simbol kesempurnaan. Namun, di dalam kediaman megah mereka, dua badai yang berbeda sedang bergolak.
Luna Storm adalah anak emas. Cantik, lembut, dan selalu menempati peringkat tiga besar dalam daftar pesona konglomerat kota. Hidupnya adalah rangkaian jadwal ketat antara balet dan piano, sebuah pertunjukan tanpa henti untuk memuaskan ambisi sang ayah. Di balik senyum porselennya, Luna menyimpan rahasia patah hati dari masa SMA dengan Zayn Karl Graciano, satu-satunya lelaki yang pernah membuatnya merasa hidup, namun pergi karena Luna lebih memilih tuntutan keluarga daripada cinta.
Di sisi lain, ada Hera Storm. Kembaran tidak identik Luna yang mewarisi fitur wajah tajam ibunya dan jiwa pemberontak sejati. Hera adalah antitesis dari Luna, ia jomblo sejati, penunggang motor sport, dan lebih suka bergaul di bengkel daripada di aula dansa. Ia bebas, sesuatu yang sangat dicemburui oleh Luna.
.
.
SELAMAT BACA DEAR 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#1

Matahari California sore itu tampak seperti lelehan emas yang menyiram perbukitan Bel-Air, namun bagi Luna Storm, cahaya itu hanya berfungsi sebagai lampu panggung yang menuntut kesempurnaan.

Di dalam ruang musik kediaman Storm yang kedap suara, melodi dari Chopin’s Winter Wind mengalun deras. Jemari Luna menari di atas tuts piano dengan kecepatan yang menyakitkan, presisi yang tidak menyisakan ruang bagi kesalahan sedikit pun. Rambut cokelat madunya terikat rapi dalam sanggul balet yang kencang, menonjolkan leher jenjang dan wajah manisnya yang sering menghiasi sampul majalah gaya hidup kelas atas.

Luna adalah definisi dari "Putri Kerajaan Modern". Masuk dalam jajaran Top 3 Pesona Anak Konglomerat, ia adalah aset paling berharga milik Alexander Storm.

"Tahan temponya, Luna. Jangan biarkan emosimu merusak tekniknya," suara dingin sang Ayah terdengar dari balik pintu jati yang terbuka sedikit.

Luna tidak menjawab. Ia hanya menekan pedal piano lebih dalam. Di dalam kepalanya, ia tidak sedang berada di ruang musik ini. Ia sedang berada di masa lalu, di kursi belakang motor seseorang, menghirup aroma jaket kulit dan parfum maskulin yang kini hanya menjadi hantu dalam ingatannya.

Zayn. Nama itu selalu berdenyut di balik setiap nada yang ia mainkan. Lelaki berkulit putih dengan tatapan tajam yang dulu pernah memilikinya, sebelum tuntutan menjadi Gadis Storm yang Sempurna merobek hubungan mereka.

Tiba-tiba, keheningan artistik itu hancur berantakan.

Vroom!

Suara ledakan knalpot motor yang kasar merobek ketenangan sore itu, diikuti suara gesekan ban di atas aspal Drive yang mahal. Luna berhenti mendadak. Sebuah nada sumbang bergema di ruangan itu, sebuah kegagalan kecil yang membuat bahunya merosot.

Ia berjalan ke jendela besar yang menghadap ke halaman depan. Di bawah sana, seorang gadis dengan jaket kulit hitam yang kusam dan celana denim robek baru saja melompat turun dari motor sport-nya. Itu adalah Hera Storm, kembarannya.

Hera tidak memiliki wajah manis sang ayah seperti Luna. Ia mewarisi fitur wajah ibunya yang tajam dan eksotis, tulang pipi yang tinggi, mata kucing yang seolah selalu menantang dunia, dan aura pemberontak yang tidak bisa diredam oleh aturan apa pun. Jika Luna adalah piano klasik yang elegan, maka Hera adalah deru mesin yang tak terkendali.

Luna memperhatikan dari balik kaca, dadanya sesak oleh rasa iri yang familiar. Ia iri melihat Hera yang bisa pulang dengan pakaian kotor tanpa takut dicaci menceramahi etika. Ia iri karena Hera adalah satu-satunya orang di rumah ini yang berani berkata "tidak" pada ayah mereka.

"Dia kembali lagi dengan sampah jalanan itu," gumam Alexander Storm yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Luna, menatap Hera dengan pandangan jijik.

"Kau lihat itu, Luna? Itulah alasan kenapa beban nama Storm ada di pundakmu. Kau adalah satu-satunya yang bisa menjaga martabat keluarga ini."

Luna hanya bisa tersenyum tipis, senyuman manis yang telah ia latih di depan cermin selama bertahun-tahun. "Iya, Ayah."

Namun, di bawah permukaan kulitnya yang mulus, Luna bisa merasakan percikan api yang mulai menyala. Ia lelah menjadi pajangan. Ia lelah menjadi nomor tiga dalam daftar pesona jika itu berarti ia harus kehilangan dirinya sendiri.

Saat Hera menoleh ke atas dan menangkap tatapan Luna dari jendela, kembarannya itu hanya menyeringai tipis, sebuah seringai yang seolah berkata, 'Sampai kapan kau mau bersembunyi di balik piano itu, Luna?'

Malam itu, saat Luna bersiap untuk kelas balet tambahannya, ia tidak tahu bahwa takdir sedang mempersiapkan pertemuan yang akan mengubah segalanya.

Di sudut kota yang lain, Zayn sedang merajut luka lama di atas kulitnya, dan sebuah nama Luna Storm, kembali terukir, menanti untuk dipanggil pulang.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
durrotul aimmsh
i just can say...wow
shabiru Al
apa yang akan terjadi ya jika ayahnya luna tau kehamilan ini
shabiru Al
mampir ya thor,, kayaknya menarik nih ceritanya
ros 🍂: Happy Reading 🥰
total 1 replies
Nurhasanah
ini fl nya luna apa hera ?? lebih suka hera sih badas nggak menye2 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!