Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.
Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?
Generasi ke delapan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arletta Peterson
"Aku tidak mau pacaran dan menikah!"
Elfesya dan Scott melongo saat mereka berada di ruang makan.
"Kenapa?" tanya Scott ke putri bungsunya lewat panggilan video karena anak gadisnya sedang berada di Melbourne Australia.
"Banyak cowok red flag plus ... Daddy selalu menyelidiki hingga detail! Aku jadi parno dong!" balas Arletta sambil duduk manis sedang di make up oleh penata rias sebelum acara syuting episode terakhir MasterChef Australia.
"Ya wajar! Daddy agen FBI dan Oom Duncan kamu pasti akan kepo bukan?" jawab Scott kalem.
"Itulah makanya aku tidak mau pacaran, tidak mau menikah karena sudah pasti ... Daftar dosanya banyak!" balas Arletta judes. "Itu baru Daddy, belum Mas Shakira!"
Scott menghela nafas panjang. "Ya sudah. Terserah kamu deh! Yang penting kamu tetap jaga diri ya!"
"Siap Daddy. Aku syuting dulu. Sayang kalian berdua. Muah!" Arletta mematikan panggilan videonya.
Scott menoleh ke Elfesya. "Anak kita tidak mau menikah."
"Tidak apa-apa. Yang penting dia bahagia dengan kehidupannya. Dia juga punya karier yang dia suka kan?" jawab Elfesya kalem. "Lagipula, sekarang banyak kok wanita singel."
Scott hanya mengangguk. Meskipun aku ingin menikahkan putriku tapi kalau memang Letta tidak mau menikah, mau bagaimana.
***
Lokasi Syuting MasterChef Australia di Melbourne Australia
"And that's a wrap everyone!" ucap sutradara setelah mendapatkan pemenang gelar MasterChef musim ini. Semua orang bertepuk tangan dan saling memeluk satu sama lain.
"Letta!"
Arletta yang sedang mengobrol dengan salah satu kontestan, menoleh ketika produser acara itu memanggilnya.
"Aku kesana dulu," pamit Arletta.
"Tentu saja Chef."
Arletta pun berjalan menuju produsernya.
"Gimana Jazz?" tanya Arletta.
"Aku tahu kamu mau pulang ke London malam ini. Tapi apakah tidak bisa ditunda? Kita rayakan Natal disini?" tawar Jazz.
"Sorry Jazz. Pihak rumah sakit sudah melakukan perjanjian kontrak sejak dua tahun lalu. Tidak mungkin aku tidak profesional bukan?" senyum Arletta. "Jadi aku tetap sesuai jadwal, pulang ke My London malam ini."
Jazz hanya bisa mengangguk. "Ya sudah. Aku hanya berharap kamu berubah pikiran."
"Sorry Jazz. Kamu tidak bisa membuat aku berubah pikiran," senyum Arletta.
***
Heathrow Airport London
Arletta keluar imigrasi dan sudah dijemput oleh asistennya, Tara. Gadis itu tampak senang melihat bossnya sudah datang dan membantu membawa koper-koper Arletta.
"Bagaimana dengan RR'S Meals Hell's Kitchen?" tanya Arletta.
"Baik Chef. Tetap stabil dan mereka sangat menyukai dengan variasi cara kita membuat event."
Arletta mengangguk.
"Kita ke apartemen?" tanya Tara.
"Iya. Aku capek banget! Ampun deh! Mau di kelas bisnis pun tetap saja rasanya ...." Arletta memajukan bibirnya. "Aku ingin tidur dulu."
"Anda kena jetlag Chef."
"Exactly."
***
Setelah dua hari beristirahat, Arletta datang ke RR's Meals di area Hell's Kitchen. Area Hell's Kitchen adalah tempat area orang hang out. Area disana adalah tempat bar dan banyak cafe untuk kaum Lagibetequ. Meskipun RR's Meals disana tapi mereka tidak membuka khusus kaum itu. Siapapun boleh datang asal tetap tahu aturan.
Arletta bersama dengan keluarga yang berada di bawah naungan RR'S Meals Group sudah membuka di area Notting Hill yang lebih mewah dan prestisius sementara yang di Hell's Kitchen menjadi yang lebih money friendly.
"Chef, ada perwakilan dari Royal Hospital mau membahas menu pesta natal seminggu lagi," lapor Hank, salah satu pelayannya.
"Oh. Bawa kesini Hank," ucap Arletta yang sedang menyusun menu dengan sous chef nya.
"Menu Minggu ini daftarnya sudah fix ya Chef?" tanya sous chef nya.
"Iya. Tolong ya Jill. Koordinasi dengan Tara dulu. Aku mau bertemu dengan perwakilan mereka."
"Baik Chef."
Tak lama pihak PR dan ketua panita pesta natal pun datang dan Arletta menyambut mereka dengan ramah. Mereka pun berdiskusi dengan pihak Royal Hospital. .
***
Royal Hospital London
"Operasi yang bagus Dok!" ucap perawat yang membantu dokter Jeff Clarke yang baru saja melakukan tindakan operasi sangat rumit.
"Terima kasih. Aku senang hari ini kita menyelamatkan nyawa pasien dan bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik." Dokter Jeff Clarke tersenyum lewat matanya karena masih memakai masker. "Terima kasih semuanya! Kalian tim hebat!"
"Terima kasih Dok!" balas semua orang di ruang operasi itu.
Jeff melepaskan jubah operasinya, sarung tangan dan cap nya. Terakhir adalah maskernya. Pria berusia 38 tahun itu berjalan keluar ruang operasi dan menghampiri keluarga pasien. Suara lega terdengar dan mereka menyalami Jeff. Setelahnya dia pun pergi ke meja perawat.
"Operasi sukses lainnya Dokter Clarke?" tanya perawat yang duduk disana.
"Yep. Thank God." Jeff menandatangani semua berkas dan laporan operasi. Dagunya mendongak saat mendengar lagu-lagu Natal dan hiasan di rumah sakit sudah berbau Natal.
"Sudah mau Natal ya?" gumam Jeff.
"Iya Dok ... Oh, aku lupa. Anda benci Natal!"
Jeff tersenyum smirk. "Karena aku tidak bakalan bisa libur! Pasti akan ada banyak kejadian di kota London tercinta ini bukan?"
"Benar dok."
Jeff menyelesaikan semua berkasnya dan berpamitan ke suster untuk melakukan visite ke para pasiennya.
Dokter Jeff Clarke, dokter bedah yang disegani di Royal Hospital, dikenal bujangan abadi. Semenjak tunangannya meninggal kecelakaan saat hendak merayakan natal bersamanya sepuluh tahun lalu, Jeff memilih hidup berselibat. Dia adalah tipe orang yang sulit jatuh cinta dan dulu selalu terbayang akan menikah dengan Celia, pacarnya dari SMA. Sayangnya, takdir berkata lain. Jeff lebih mementingkan pekerjaan daripada mencari wanita. Banyak yang mengira dia seorang g@y tapi dia hanya ingin selibat seperti biksu.
Selibat adalah keputusan atau komitmen sadar untuk tidak menikah dan berpantang dari segala aktivitas s3ksual, seringkali seumur hidup.
Banyak yang memintanya untuk blind date atau dikenalkan saudara maupun keluarga pasien. Tapi Jeff menolak hingga tidak ada yang mau berusaha menjodohkan dirinya. Lama kelamaan, dia pun terbiasa hidup sendiri hanya dengan anjing bischon nya yang bernama Snowy.
Jeff sedang berjalan menuju ruang rawat inap pasiennya ketika melihat PR dan ketua panita Natal Royal Hospital bersama dengan gadis cantik berambut coklat. Wajahnya tampak berbinar dengan pipinya yang merona karena kena salju dari luar. Jeff benar-benar terkesima dengan gadis itu hingga kakinya tersandung ember pel yang ada disana.
Sontak semua orang menoleh, termasuk gadis itu.
"Anda baik-baik saja Dok?" tanya Chubby, petugas kebersihan yang berkulit hitam.
"Aku ... Baik-baik saja," jawab Jeff gugup.
"Dok, anda terlalu lelah. Pulanglah!" kekeh Chubby.
Jeff hanya tertawa kikuk. Mata birunya bersirobok dengan gadis itu.
Namun si mata hazel hanya tersenyum sopan dan dia berjalan bersama tim Royal Hospital.
"Dok, kamu terpesona ya bertemu dengan selebritis," kekeh Chubby.
Jeff menatap pria bertubuh besar itu. "Selebritis?"
"Iya. Dia Arletta Peterson. Chef terkenal dan juri MasterChef Australia."
Jeff terdiam. Oh, dia chef terkenal.
***
Visual Mereka Berdua.
***
Yuhuuu up Siang yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
letta mulai nyaman dg jeff ya😁😁😁
chef Letta tampaknya mulai ada rasa penasaran 🤫
Jeff kaga usahh ke GR an yaa gegara di kirim makan sama Letta
menyebalkannya tapi ngangenin lho😅😅🤭