NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7.Hak Raja Kecil

"Mari kita akhiri hubungan kita, aku sudah tidak bisa lagi bersamamu."

Kalimat itu menghantam Lora seperti petir di siang bolong.

Wajah riangnya seketika lenyap.

“Apa aku salah dengar? Mengakhiri hubungan….” Lora menggeleng. “Kamu tidak mengatakan itu barusan, kan?” tanyanya dengan mata menatap lekat, seolah berharap semuanya hanya salah dengar.

Devon mengangguk.

“Ayo kita sudahi ini semua.”

Kue di tangan Lora terlepas.

Bruk.

Kue itu hancur di lantai, berserakan—seperti hatinya. Bersamaan dengan itu, air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.

“Aku mendapatkan tawaran pekerjaan di perusahaan besar. Aku tidak mungkin akan tinggal di sini lagi dan kita tidak mungkin melanjutkan hubungan kita,” jelas Devon.

Lora menunduk. Bahunya bergetar. Namun ia mengusap air matanya dengan kasar.

“Jadi selama ini kamu hanya menjadikanku sebagai orang untuk menemani masa sulitmu.”

“Maafkan aku, Lora.” Devon memegang tangannya.

Namun Lora langsung menepisnya.

“Tidak perlu meminta maaf. Aku yang terlalu bodoh mencintaimu begitu tulus. Jika nanti ada teman pengacaramu yang perlu aku temani dari nol bilang saja, aku begitu ahli dalam hal itu.”

Ia membelakangi Devon. Tak ingin melihat wajah lelaki yang telah menghancurkan seluruh mimpinya.

Devon terdiam. Ia menghela napas berat, lalu berbalik dan pergi.Menepis air matanya kala langkahnya meninggalkan kontrakan itu .

______

Kembali ke masa kini.

Lora menghela napas berat. Ia menyingkirkan tangan Devon dari kepalanya.

“Mulai sekarang jangan mengelus kepala Queen seperti ini lagi ya, Queen tidak suka.”

“Kenapa? Bukankah baik? Kepala pelayan bilang ketika kita mengusap kepala seseorang itu tandanya kita sayang kepada orang itu, sama seperti Epon yang begitu sayang dengan Queen,” jelas Devon dengan polosnya.

“Queen tidak menyukainya karena terakhir kali orang mengelus kepala Queen orang itu pergi meninggalkan Queen.”

“Siapa yang melakukannya, Queen?” tanyanya.

"Kamu yang melakukannya, Devon."

Namun kata-kata itu hanya bergema di dalam hati Lora.

“Sudahlah tidak perlu dibahas, ayo kita mandi sekarang.”

Lora membuka celana Devon hingga menyisakan celana bokser bergambar SpongeBob. Wajahnya berusaha tetap tenang, meski jantungnya berdegup tidak teratur.

Setelah itu ia menyuruh Devon masuk ke dalam bathtub yang sudah berisi air panas.

“Panggil Queen begitu kamu sudah selesai bermain-main.”

Ia hendak pergi.

Namun tiba-tiba Devon menarik tangannya.

“Ah!”

Tubuh Lora kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam bathtub—tepat di pangkuan Devon. Air hangat memercik membasahi rambut dan wajahnya.

“Kan Epon sudah bilang kalau Queen akan main dan berendam bersama dengan Epon.” ucap Devon yang tersenyum polos pada Lora, yang wajahnya sudah tegang seolah jantungnya akan meloncat dari dadanya.

“Baiklah, Queen akan berendam bersama dengan Devon ya.” ucap Lora, berusaha mengikuti kemauan anak kecil di tubuh orang dewasa itu dengan wajah memerah.

Hawa lembap di kamar mandi seolah berubah menjadi suasana panas yang begitu intim kala dirinya berada di dalam bathtub bersama Devon dengan posisi berdampingan. Air hangat tak mampu meredakan gejolak di dadanya.

"Plis Lora buang pikiran burukmu itu jauh-jauh, ingat dia sekarang hanyalah seorang bocah, anggaplah dia seperti bocah, "batin Lora menguatkan dirinya. Ia berusaha mati-matian menahan sesuatu yang pernah ia rindukan dari laki-laki yang merupakan cinta pertamanya—dan juga orang pertama yang menghancurkannya.

Devon tertawa lepas. Tak ada sisa tatapan dingin dan penuh perhitungan seperti dulu. Yang tersisa hanyalah sorot polos seorang bocah kecil yang hanya mementingkan kesenangan sederhana—mainan, makanan, dan keinginan yang harus selalu dituruti. Jika tidak, lelaki dewasa itu akan menangis memekakkan seisi mansion.

“Fokuslah, Lora. Tujuanmu hanyalah membalas Vely dan Vino, tidak lebih. Setelah menghancurkan mereka, kamu juga harus meninggalkan laki-laki ini karena dia juga termasuk bagian dalam dendammu.” batin Lora sembari terus berpura-pura menikmati cipratan air dan permainan bebek-bebekan itu.

Namun di tengah kegembiraan kecil itu, ketika air hangat masih mengepulkan uap tipis di dalam bathtub dan riak-riak kecil berkilau terkena cahaya lampu kamar mandi, Devon tiba-tiba bersuara.

“Queen, tadi saat di pesta pernikahan sepertinya Queen melupakan sesuatu,” ucap Devon, masih memainkan bebek kecilnya di atas permukaan air, lalu mengarahkannya ke Lora seolah mainan itu ikut menuduh.

Sontak Lora mengerutkan kening. Ia benar-benar tidak mengerti maksud pria itu.

“Melupakan apa? Queen rasa Queen tidak melupakan apa pun.”

“Ya ampun, Queen! Queen itu melupakan sesuatu yang paling penting, tau.” Matanya kini beralih menatap Lora dengan ekspresi kesal yang kekanak-kanakan, membuat Lora semakin berpikir keras.

“Maaf, Devon, tapi Queen benar-benar merasa tidak melupakan apa pun.”

“Iiihhh… Queen jahat! Jangan-jangan Queen tidak menyayangi Epon. Huaaa… hiks… hiks… huaaaa!”

Seketika Devon melemparkan mainan bebek-bebekannya, lalu menangis keras. Ia menghentakkan kakinya di dalam air, menciptakan cipratan dan riakan gelombang yang membasahi tepi bathtub.

“Devon, tenanglah! Maafkan Queen.”

Lora segera mengubah posisinya. Tubuhnya sedikit terangkat saat ia mencoba menenangkan Devon agar tidak terlalu liar bergerak. Kini posisi mereka berhadapan, Lora berada di atas tubuh Devon untuk menahannya agar tidak terpeleset atau membentur sisi bathtub.

Namun laki-laki itu terus menangis, suaranya menggema memenuhi ruangan, memekakkan.

“Queen sangat menyayangi Devon. Jika Devon juga sangat menyayangi Queen, Devon harusnya memberitahu Queen apa yang Queen lupakan. Bukankah raja yang baik seperti itu?” ucap Lora lembut, berusaha meredam emosinya sendiri.

Kalimat itu berhasil.

Tangisan Devon perlahan mereda.

“Epon sangat menyayangi Queen… dan Epon juga raja yang baik,” ucap Devon dengan sisa isakan di suaranya.

Lora mengembuskan napas lega ketika laki-laki itu akhirnya berhenti menangis.

“Ya, benar. Raja yang baik memang harusnya memberitahu kesalahan ratunya,” ucap Lora, hendak membenarkan kembali posisinya dan turun dari tubuh pria itu.

Namun sebelum ia sempat menjauh—

“Epon akan memberitahu Queen. Epon lihat di film kartun Cinderella, raja dan ratu yang sudah menikah itu seharusnya melakukan ciuman. Tapi Queen tidak melakukannya pada Epon saat di pernikahan tadi.”

Kalimat itu membuat Lora membeku.

Matanya terbelalak, wajahnya memerah seketika. Ia yang sedang berusaha memperbaiki posisi tubuhnya langsung berhenti, menatap Devon dengan ekspresi terkejut.

“Karna acara pernikahan sudah selesai, Epon mau Queen menggantinya dengan melakukannya sekarang,” ucap Devon polos.

Jantung Lora berdegup kencang.

Posisinya yang belum sepenuhnya menjauh dari tubuh Devon membuatnya semakin panik. Ia gelagapan. Kakinya tak sengaja menginjak bebek kecil yang mengapung di atas air.

Licin.

Tubuhnya kehilangan keseimbangan.

“Aaaakkk—!”

Bugh!

Dalam sepersekian detik, Lora jatuh tepat ke pelukan Devon. Air kembali beriak keras, memercik ke mana-mana. Wajah mereka kini begitu dekat—hanya berjarak beberapa senti. Napas hangat Devon menyentuh kulitnya.

Lora bisa merasakan detak jantungnya sendiri berpacu liar.

Sedangkan Devon…

Ia hanya menatapnya dengan wajah polos, mata bulat tanpa beban.

“Apa Queen mau melakukannya sekarang?” ucap laki-laki itu lembut, tanpa nada menggoda—hanya kejujuran polos seorang “raja kecil” yang merasa haknya belum terpenuhi.

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Bisa- bisanya dari sekian banyak Part di kartun ingetnya raja dan ratu yang ciuman bisa aja akal- akalan si Devon ini😂

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!