Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan
Tiga tahun kemudian
Di sebuah kota, seorang wanita sedang duduk bersama sahabatnya. mereka sedang makan malam bersama seorang gadis kecil
" Apa yang akan kau lakukan sekarang, angel?" tanya wanita itu yang tak lain adalah Fira
" Aku butuh bantuan pak widodo. hanya dia yang bisa membantuku" ucap wanita itu yang tak lain adalah Hana
" Baiklah, aku akan segera membawa pak widodo kemari" ucap Fira segera beranjak pergi
Fira kembali ke kota kelahirannya, dia segera menuju perusahaan Santoso. tiba di sana, Fira pun meminta untuk bertemu pak widodo, namun wanita itu mengatakan jika pak widodo baru saja keluar
Fira segera ke are parkir untuk mencari pak widodo. dia melihat pak widodo yang baru saja masuk dalam mobilnya
Tok... tok...tok...
Pak widodo terkejut saat seorang wanita mengetuk kaca mobilnya. di menatap wanita itu dengan seksama
" Fira?" gumamnya kemudian membuka pintu mobil hingga Fira bisa masuk
" Fira, kamu Fira kan? sahabatnya Hana?" tanya nya
" Iya paman. aku Fira"
" Ada keperluan apa kau menemuiku? dan apa kau sudah tau kabar kematian Hana?" tanya pak widodo
" Sudah, aku sudah mendengarnya"
" Lalu, ada apa kau menemuiku?"
" Paman harus ikut denganku. ada seseorang yang ingin bertemu dengan paman" ucapnya
" Siapa?"
" Paman akan tau begitu menemuinya"
" Sebaiknya paman ikut saja di mobilku" ucap Fira kemudian keluar dari mobil pak widodo
Fira kembali melajukan mobil, butuh waktu tiga jam untuk sampai di kota itu. tak terasa perjalanan mereka pun usai. Fira menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah besar dan sangat mewah
" Rumah siapa ini, Fira?" tanya pak Widodo
" Ini adalah rumahku. ayo silakan ikut aku paman, orang yang ingin menemui paman sudah menunggu" ucap Fira melangkah lebih dulu
Pak Widodo sangat penasaran siapa gerangan yang ingin menemuinya? apa dia orang penting sehingga dia harus menuruti keinginannya untuk bertemu?
" Angel, paman sudah datang" ucap Fira duduk di sofa
" Paman, apa kabar?" tanya Hana membuat pak Widodo mengerutkan keningnya
" Siapa kau? bagaimana kau mengenalku?" tanyanya bingung
" Paman ini aku, Hana. putri Rinto Santoso" jawabnya membuat pria paruh baya itu terkejut
" Apa? jangan bercanda kamu. Hana sudah tiada. bagaimana mungkin kau Hana"
" Paman, aku serius. aku belum mati. mas Rangga hanya membohongi paman dan semuanya" ucap Hana
"Apa kau punya bukti bahwa kau adalah Hana?"
" Krisna. Paman dan ayahku selalu ingin menjodohkan kami" ucap Hana
" Darimana kau kenal putraku? tak ada yang mengenal putraku dengan baik selain Hana"
" Ya, karena aku memang Hana, paman. aku Hana yang sering paman gendong saat aku kecil. bahkan saat ayahku bangkrut paman juga masih sering mengunjungi kami. dan saat ayahku sukses kembali, paman juga masih setia pada kami" ucap Hana
" Jadi kau benar Hana?"
" Iya ayah, dia adalah Hana" ucap seorang pria yang tak lain adalah Krisna. putra pak Widodo
" Krisna? apa yang kau lakukan di sini?"
" Aku ingin membantu Hana, ayah. suami dan adik tirinya telah merampas semua aset dan perusahaan keluarga Hana"
" Jadi kau sudah tau kalo Hana masih hidup? lalu kenapa tak katakan pada ayah?"
" Aku juga baru tau saat tak sengaja bertemu Fira beberapa bulan yang lalu. dan disini lah aku sekarang, aku ingin membantu Hana"
" Lalu apa yang harus paman lakukan untuk membantumu?"
" Aku ingin paman memberikan undangan ini padanya" ucap Hana yang sudah berganti nama menjadi angel
" Undangan apa ini?"
Ketiga orang itu menjelaskan rencana mereka pada pak Widodo. mendengar rencana mereka, pak Widodo pun setuju
" Paman yakin dia pasti akan sangat tertarik dengan rencana kalian"
" Tapi paman, aku ingin tau keadaan perusahaan ayahku sekarang gimana?"
" Suamimu memecat semua karyawan lama, karyawan yang sudah lama bekerja dengan ayahmu. bahkan mereka tak di beri pesangon sepersen pun" jawabnya
" Apa paman? pria brengsek itu mengganti semua karyawan lama?"
" Iya. paman juga tak tau kenapa dia masih mempertahankan paman. padahal paman juga karyawan lama perusahaan itu"
" Mungkin dia masih butuh paman. jadi ini adalah kesempatan paman untuk menyakinkannya untuk menerima undangan itu" ucap Hana
" Kita akan merebut kembali perusahaan dan semua aset Hana" ucap Fira
" Tidak. aku mau dia sendiri yang menyerahkannya kembali padaku. meski dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan padamu" ucap Hana
" Baiklah. paman akan langsung memberikan undangan ini padanya" kata pak Widodo
********
Keesokan harinya, pak Widodo segera menuju ruangan Rangga. sebelum masuk dia harus meminta izin pada sekretaris Rangga terlebih dulu
" Pak Rangga, di depan ada pak Widodo. katanya beliau ingin bertemu dengan anda" ucap sekretarisnya
" Pak Widodo? untuk apa dia datang? tumben sekali. persilakan dia masuk" jawabnya
" Baik pak" jawabnya kemudian keluar dan meminta pak Widodo untuk masuk
Pak Widodo melangkah dengan sedikit cepat. dia menatap sekelilingnya, ruangan itu sudah berubah. sangat berbeda saat Hana masih menjadi pimpinan di perusahaan itu
" Ada keperluan apa kau kemari?" tanyanya pada Widodo
" Maaf tuan Rangga, saya ingin memberikan undangan ini pada anda" ucapnya menyodorkan undang itu dengan kedua tangannya
" Undangan apa ini?"
" Maaf tuan, itu undangan dari seseorang yang sangat penting"
" Darimana kau mendapatkan undangan ini?"
" Semalam saya menghadiri pesta pernikahan anak teman saya. dan di sana ada seorang wanita cantik yang sedang mencari jodoh"
" Lalu?"
" Entah bagaimana wanita itu seketika menghampiri saya dan memberikan undangan itu. di meminta tolong untuk diberikan langsung pada tuan Rangga" ucapnya berbohong
" Siapa wanita itu? apa dia mengenalku?"
" Maaf tuan, saya kurang tau. tapi wanita itu adalah pewaris perusahaan keluarga Widjaja. dan saya dengar dia memiliki harta kekayaan pribadi sebesar delapan puluh triliun, tuan. belum lagi aset dan harta yang lainnya" jawab Widodo
" Benarkah? lalu apa kau tau apa tujuan dia memberikan undangan ini?"
" Dia sedang mencari pendamping hidup yang bisa membantunya untuk mengurus perusahaan keluarganya. karena dia akan keluar negeri untuk mengurus ibunya yang di rawat di sana"
" Ada berapa banyak undangan yang dia sebarkan?"
" Yang saya dengar hanya ada lima saja termasuk undangan untuk anda"
" Kau tidak sedang membohongiku kan?"
" Tidak tuan" ucap Widodo menelan ludah
" Kau tau kenapa aku belum memecatmu?"
" Tidak tuan"
" Itu karena kau adalah kepercayaan keluarga mertuaku. dan aku percaya kau bisa aku andalkan. dan terbukti, hari ini kau benar-benar membanggakan ku" ucapnya
" Kapan aku akan bertemu dengan wanita itu?"
" Katanya hari ini juga dia akan menemui satu persatu calon suaminya" jawabnya
" Baiklah, kau boleh pergi. aku akan bersiap untuk menyambut wanita kaya itu" ucapnya tersenyum
Dua jam kemudian, sekretarisnya kembali masuk dan berkata jika seorang wanita ingin menemuinya. Rangga tersenyum dan memintanya untuk masuk
Wanita itu melangkah masuk dengan sangat anggun. Rangga membulatkan mata dan terpesona menatap wanita itu. bagaimana tidak, wanita itu terlihat sangat cantik, seksi dan sangat berkelas
" Selamat siang pak Rangga, kenalkan saya angel. apa anda sudah menerima undangan dariku?" tanya angel tersenyum
" Selamat siang nona angel, silakan duduk" tawarnya tersenyum. Dia sama sekali tak mengenali wanita cantik yang kini bersamanya
" Bagaimana dengan tawaran saya? apa anda akan ikut bertarung dengan pria lain?" tanyanya
" Memangnya berapa banyak harta dan aset yang nona miliki hingga berani mengadakan pertarungan?" tanya Rangga
" Tidak banyak. aku hanya memiliki aset pribadi senilai delapan puluh triliun. belum lagi aset lainnya" jawabnya santai
" Maksudnya nona ingin mencari suami seperti apa?"
" Aku ingin mencari suami yang royal dan bisa di andalkan"
" Apakah and benar-benar pewaris keluarga Widjaja?"
" Ya. jika kau setuju, dua hari lagi datanglah ke pameran seni. di sana aku dan keempat pria lainnya akan menunggu. semoga saja anda menang pak Rangga, karena sudah lama aku memperhatikan anda. dan aku suka pria yang konsisten seperti anda" ucapnya tersenyum kemudian kembali keluar dari ruangan Rangga
Begitu keluar, Hana pun sedikit lemas karena menahan amarah dan juga rasa kesal yang sebenarnya ingin dia keluarkan di depan pria itu. Untungnya Rangga tak mengenalinya dengan penampilan barunya yang sangat jauh berbeda dengan dirinya yang dulu
Sementara di dalam ruangan, Rangga segera mencari tau tentang keluarga Widjaja. dia membuka media sosial dan menemukan tentang keluarga itu. ternyata benar seperti yang di katakan wanita itu, bahwa dia memiliki aset sebanyak itu dan ibunya sedang berada di luar negeri untuk menjalani perawatan kesehatan
" Sepertinya aku harus menerima tantangan wanita itu. dia pikir aku tak bisa mendapatkannya. ini adalah kesempatan emas bagiku. jika aku berhasil menikahinya maka hartaku akan semakin banyak" gumamnya tersenyum bahagia