Rayyan sangat risih saat gadis yang mengejarnya mengaku sebagai sahabat masa kecilnya di taman kanak-kanak, oh my god mimpi buruk apalagi di kampus yang elit ini sampai-sampai bertemu dengan gadis yang tak jelas itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4)ADA YG HILANG
KEBENARAN YANG HARUS DIHADAPI
Setelah kejadian di perpustakaan, Sea menghilang selama beberapa hari. Rayyan merasa sedikit lega karena akhirnya bisa fokus pada pekerjaan BEM dan studi tanpa diganggu. Namun rasa leganya tidak bertahan lama ketika ia menerima panggilan dari pihak administrasi kampus yang memberitahukan bahwa Sea telah membuat keluhan terhadap beberapa mahasiswi yang ia anggap "dekat dengannya", termasuk Lita yang masih menangis setiap kali melihatnya di kampus.
Rayyan merasa sangat malu dan bersalah. Ia tahu bahwa ia harus segera menyelesaikan masalah ini sebelum semakin memburuk dan merusak citra BEM serta kampus secara keseluruhan. Ia memutuskan untuk mencari Sea dan berbicara dengannya secara terbuka dan jujur.
Setelah bertanya pada beberapa teman Sea, Rayyan menemukan bahwa gadis itu sedang berada di taman kecil belakang kampus yang jarang dikunjungi mahasiswa lain. Ketika ia sampai di sana, ia melihat Sea sedang duduk di bawah pohon beringin dengan wajah yang penuh kesedihan. Ia tidak mengenakan pakaian yang mencolok seperti biasanya, hanya baju kaos putih dan celana jeans yang membuatnya terlihat lebih sederhana.
"Sea," panggil Rayyan dengan suara yang lembut, mendekat dengan hati-hati agar tidak mengejutkannya.
Sea menoleh dengan lambat, mata nya sudah merah karena menangis. "Aku tahu kamu akan datang untuk marah padaku lagi, Kak Rayyan."
Rayyan duduk di sebelahnya dengan menjaga jarak yang cukup agar Sea merasa nyaman. "Aku tidak datang untuk marah padamu, Sea. Aku datang untuk berbicara dengannya secara jujur dan menemukan solusi untuk masalah yang sedang terjadi."
Ia mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Aku tahu kamu merasa bahwa apa yang kamu lakukan adalah karena cinta padaku. Tapi kamu harus memahami bahwa cinta tidak pernah membuat orang lain merasa tidak nyaman atau bahkan terluka. Cinta harus memberikan kebebasan dan rasa hormat pada orang yang kita cintai."
Sea menangis semakin deras, menyeka air mata nya dengan lengannya yang terus bergetar. "Aku tidak bisa membantu diri ku, Kak Rayyan. Aku merasa bahwa jika aku tidak melakukan sesuatu, kamu akan diambil oleh orang lain. Aku sudah mencintaimu semenjak pertama kali melihatmu menjadi ketua BEM dan memberikan pidato yang luar biasa di acara pembukaan semester."
Rayyan mengangguk dengan penuh pengertian, meskipun hati nya masih merasa tidak nyaman dengan semua yang telah terjadi. "Aku menghargai perasaan kamu padaku, Sea. Tapi kamu harus memahami bahwa aku tidak bisa membalas perasaan itu. Aku melihatmu hanya sebagai teman sekelas saja, dan aku ingin kita bisa menjaga hubungan yang baik tanpa ada tekanan atau obsesi apapun."
Ia melanjutkan dengan nada yang lebih tegas namun tetap penuh rasa hormat. "Selain itu, kamu harus mengerti bahwa sikapmu yang suka melabrak atau mengganggu mahasiswi lain yang hanya sekadar ingin berinteraksi denganku sangat salah. Kamu telah menyakiti perasaan mereka dan membuat mereka merasa tidak aman di kampus. Sebagai mahasiswa dan sebagai manusia, kita harus bisa menghargai hak orang lain dan tidak melakukan sesuatu yang bisa menyakitkan mereka."
Sea mengangguk perlahan, sudah menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya salah. "Aku tahu aku telah melakukan banyak kesalahan, Kak Rayyan. Aku hanya takut kehilangan kamu padahal aku bahkan belum pernah memiliki kamu. Aku merasa seperti tidak punya tempat di kampus sampai aku bertemu denganmu dan merasa bahwa kamu adalah satu-satunya orang yang bisa membuatku merasa penting."
Rayyan merasa sedikit prihatin mendengar kata-kata itu. Ia menyadari bahwa di balik sikap yang menyebalkan dan obsesif Sea, terdapat seorang gadis yang merasa kesepian dan tidak percaya diri. "Kamu adalah orang yang berharga, Sea. Kamu tidak perlu bergantung pada perhatian orang lain untuk merasa penting. Kamu memiliki potensi yang besar dan bisa menjadi orang yang sukses dengan sendirimu."
Ia memberikan senyum lembut pada Sea sebelum melanjutkan. "Aku akan membantu kamu untuk meminta maaf pada teman-teman mahasiswi yang telah kamu sakiti, termasuk Lita. Dan jika kamu mau, aku bisa membantu kamu untuk bergabung dengan divisi tertentu di BEM sehingga kamu bisa mengembangkan bakat dan kemampuan kamu serta menemukan teman-teman baru yang bisa menerima kamu apa adanya."
Sea melihatnya dengan mata yang penuh harapan dan rasa terima kasih. "Benarkah kamu akan membantuku, Kak Rayyan? Padahal aku telah melakukan banyak hal yang menyakitkan kamu dan orang lain?"
"Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, Sea," jawab Rayyan dengan lembut. "Yang penting kamu bersedia untuk mengubah diri dan belajar dari kesalahan yang telah kamu buat. Kita semua pernah melakukan kesalahan, yang terpenting adalah kita punya keberanian untuk mengakuinya dan berusaha menjadi lebih baik."
BAB 4: MULAI BARU YANG LEBIH BAIK
Beberapa hari kemudian, dengan bimbingan Rayyan, Sea datang ke ruang kerja BEM untuk meminta maaf secara langsung pada Lita dan beberapa mahasiswi lain yang telah ia sakiti. Wajahnya penuh rasa malu dan sungguh-sungguh, dan ia bahkan membawa sebuah buket bunga serta kartu ucapan maaf untuk masing-masing dari mereka.
"Aku sangat menyesal atas apa yang telah kulakukan padamu semua," ucap Sea dengan suara yang bergetar namun jelas. "Aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar dengan menganggap bahwa aku memiliki hak atas Kak Rayyan dan menyakiti orang-orang yang hanya ingin berinteraksi dengannya. Aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal yang sama lagi dan akan belajar untuk menghargai batasan orang lain."
Lita dan mahasiswi lain yang menerima maafnya akhirnya mengangguk dengan senyum yang lembut. Mereka bisa merasakan kesungguhan Sea dalam meminta maaf, dan mereka juga menyadari bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan dan berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Setelah itu, Rayyan membantu Sea untuk mendaftar menjadi anggota divisi kreatif BEM – sebuah divisi yang sesuai dengan bakat Sea dalam hal memasak dan dekorasi acara. Sea dengan senang hati menerima tawaran tersebut dan mulai aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan divisi nya. Ia ternyata memiliki bakat yang luar biasa dalam merencanakan katering dan dekorasi acara, membuat banyak anggota BEM yang sebelumnya tidak menyukainya mulai melihatnya dengan mata yang baru.
Beberapa bulan kemudian, acara Dies Natalis yang direncanakan oleh BEM berjalan dengan sangat sukses. Dekorasi ruangan yang indah dan makanan yang lezat menjadi sorotan utama acara tersebut – semuanya hasil kerja keras Sea bersama anggota divisi kreatif. Rayyan berdiri di atas panggung saat memberikan pidato penutup, dan matanya tidak bisa tidak tertuju pada Sea yang sedang berdiri di belakang panggung dengan wajah yang penuh bangga dan senyum yang tulus.
Setelah acara selesai dan semua tamu pulang, Rayyan mendekati Sea dengan senyum hangat. "Kamu telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, Sea. Dekorasi dan makanan yang kamu siapkan sangat sempurna."
Sea tersenyum dengan rasa bangga yang luar biasa. "Terima kasih, Kak Rayyan. Tanpa bimbingan dan kesempatan yang kamu berikan padaku, aku tidak akan bisa sampai di sini."
Ia mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan dengan nada yang jelas dan tegas. "Aku juga ingin mengatakan bahwa aku sudah benar-benar berubah pikiran tentangmu, Kak Rayyan. Aku menyadari bahwa cinta yang aku rasakan sebelumnya bukanlah cinta yang sesungguhnya, melainkan rasa tidak aman dan keinginan untuk memiliki sesuatu yang aku anggap sempurna."
"Kini aku melihatmu bukan sebagai seseorang yang harus kudapatkan, melainkan sebagai pemimpin yang hebat dan teman yang baik yang telah membantu aku untuk menjadi orang yang lebih baik," tambahnya dengan senyum yang tulus. "Aku juga telah menemukan seseorang yang benar-benar mencintaiku apa adanya – seorang anggota divisi kreatif yang selalu mendukungku dan membuatku merasa penting tanpa harus melakukan hal-hal yang salah."
Rayyan merasa sangat lega dan bahagia mendengar kata-kata itu. Ia memberikan tangan nya untuk diperankan Sea sebagai tanda penghargaan dan persahabatan yang baru. "Aku sangat senang mendengar itu, Sea. Kamu telah melakukan perubahan yang luar biasa dan menjadi contoh bagi banyak orang bahwa kita selalu bisa menjadi lebih baik jika kita mau."
Ia melanjutkan dengan senyum yang hangat. "Dan ingat, jika kamu pernah mengalami kesulitan atau hanya ingin berbicara dengan seseorang, aku selalu siap untuk membantumu. Kita adalah teman sekarang, bukan?"
Sea mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca karena rasa haru. "Ya, Kak Rayyan. Teman yang baik."
Sejak saat itu, hubungan antara Rayyan dan Sea berubah menjadi persahabatan yang baik dan sehat. Sea tidak lagi menunjukkan sikap yang obsesif atau menyebalkan, malah menjadi salah satu anggota BEM yang paling aktif dan dipercaya. Teman-teman Rayyan juga tidak lagi meledeknya tentang Sea, malah mulai menghargai perubahan yang terjadi pada gadis itu.
Rayyan merasa lega karena masalah yang telah mengganggunya selama berbulan-bulan akhirnya selesai juga.