NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:841
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Di dalam mobil mewah Cadillac One, Reynaldo sedang fokus dengan tabletnya. Sementara Nabila duduk menikmati perjalanan mereka menuju Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II. Hampir satu jam perjalanan dan Nabila, seperti biasa, tertidur pulas dalam mobil.

"Wanita ini, apa dia tidak bisa menunggu sebentar saja..!" ujar Reynaldo yang melihat Nabila tertidur. Dia keluar dari mobil mewah itu dan membangunkan Nabila dari pintu sisi lain.

"Nabila Evelyn Patra.." panggil Reynaldo lembut.

"Hemmm... Akuu masih ingin tidurr.." ucap Nabila kini malah memeluk tubuh Reynaldo.

"Nabila, ini urusan pekerjaan bukan liburannn..!!" gerutu Reynaldo dalam hati. Terpaksa, Reynaldo harus menggendong tubuh Nabila ala koala. Dia terus berjalan sambil membawa "monyet" yang sedang tertidur itu menuju jet pribadi miliknya.

"Nabila, kamu bukannya membantu mengurangi pekerjaanku, malah aku harus mengurusmu seperti ini!!" gerutu Reynaldo sambil terus membawa Nabila yang tertidur.

Saat hendak naik ke dalam pesawat, Bram melihat Reynaldo menggendong tubuh Nabila.

"Nyonya tertidur tuan? Apa perlu saya bantu??" ucap Bram bertanya.

"Kau ingin membantu apa? Menggendong istriku? Kau sudah bosan hidup rupanya..!" cetus Reynaldo menatap tajam Bram.

"Bu-bukan begitu tuan.."

"Teruss?? Apa?? Ingat Bram, siapapun tidak boleh menyentuh wanitaku! Camkan itu!!" ucap Reynaldo sinis dan langsung menaiki tangga.

"Aku rasa dia mulai menyukai monyet kecilnya!!" gumam Bram dalam hati.

Reynaldo membawa Nabila ke kamar kecil yang ada di dalam jet itu. Seluruh pramugari pribadi Reynaldo menatap tajam ke arah Nabila. Selama ini yang mereka tahu, Reynaldo tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Mereka hanya tahu cerita tentang masa lalu Reynaldo dengan Laura, namun Reynaldo tidak pernah sekalipun membawa Laura ke dalam jet pribadinya.

"Permisi tuan, ada yang perlu saya bantu?" ucap pramugari wanita cantik yang berpakaian sangat minim – rok span mini dan baju yang terbuka di bagian dada sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.

"Sediakan saja makanan yang banyak, jangan lupa es krim dan cokelat karena itu sangat membantu monyet kecil untuk diam!" ucap Reynaldo santai sambil memperbaiki posisi tidur Nabila dan menyelimutinya dengan selimut tipis karena Nabila hanya mengenakan gaun.

"Baik tuan.." ucap pramugari itu memperhatikan tingkah Reynaldo kepada Nabila.

"Siapa wanita itu mengapa Tuan Reynaldo sangat peduli padanya..!" gumam pramugari itu dalam hati. Setelah semua beres, jet pribadi itu mulai membawa mereka menuju Korea Selatan, butuh waktu sekitar 14 jam perjalanan.

Reynaldo dengan setia menemani Nabila yang tertidur pulas sambil sibuk dengan telepon genggamnya. Tanpa disadari, Nabila yang tertidur pulas kini memeluk pinggang Reynaldo. Reynaldo yang melihat itu hanya terkekeh lucu melihat wajah polos Nabila yang sedang tidur.

"Sebenarnya dia monyet atau beruang ya.. bisa-bisanya dia hibernasi selama itu.." cicit Reynaldo pelan.

Namun, hal itu membuat Reynaldo merasa pening ketika tiba-tiba tangan kecil Nabila kini menyentuh "Vano Junior" yang masih tertutup celana lengkap Reynaldo.

"Sialannn! Monyet mesum ini apa yang dia lakukan.." ucap Reynaldo kini menghentikan aktivitasnya dengan ponselnya, kala melihat tangan Nabila yang nakal.

"Apa yang dia lakukan? Dia masih tertidur tapi mengapa dia memancingku.." gerutu Reynaldo yang kini merasa sesak. Nabila yang masih tertidur pulas ternyata sedang masuk dalam dunia mimpinya. Entah apa mimpi wanita cantik itu hingga tangannya mengusap-usap Vano Junior Reynaldo.

Reynaldo ingin menggeser tubuhnya namun saat ini posisinya Nabila memeluk kaki Reynaldo seperti guling, mengungkung kaki suaminya itu dengan erat. Tapi bagaimana dengan tangan nakal wanita itu – benar-benar menguji iman seorang Reynaldo Wijaya Mahkota.

"Shitttt!! Nabila, kamu yang memulai semua ini ternyata..! Bagaimana ini.. aku sudah mulai sesakk..!" gerutu Reynaldo yang sulit bernapas akibat ulah tanpa sadar istrinya, apalagi melihat paha mulus Nabila yang kini terlihat akibat gaun yang dipakai Nabila sedikit terangkat.

"Monyet kecil mungkin kamu lupa kalau aku pria normal.. Jangan sampai acara peresmian pembukaan ini menjadi 'Nabila unboxing'." gerutu Reynaldo berusaha untuk lepas dari ulah Nabila. Kini Reynaldo berusaha untuk menepis tangan Nabila, namun saat hendak mengangkat tangan itu, Nabila menolak bahkan dia mengigau.

"Kadal air sialan ini punyaku, beli saja punyamu sendiri.." ucap Nabila mengigau.

"Heii sadarrr, kamu yang mengambil milikku! Mengapa aku harus membeli yang lain jika aku sudah punya!!" gerutu Reynaldo semakin tidak tahan.

"NABIIILAAAA!!!!" teriak Reynaldo yang sudah tidak tahan lagi.

Nabila yang mendengar suara teriakan Reynaldo kini mencoba sadar dari tidurnya. Tangan itu masih bergelayut di Vano Junior yang masih terbungkus rapi.

"Mengapa kamu berisik sekalii, aku masih mengantuk!" ucap Nabila yang belum sepenuhnya sadar.

"Bagaimana aku tidak berisikkk monyettt kecill, lihattt ulahmuu!!" gerutu Reynaldo sambil melirik tangan dan kaki Nabila yang masih setia di kaki dan Vano Junior-nya.

"Ehhh apa ini yang kerasss!!" ucap Nabila terkejut dan langsung berdiri.

"Sadarrrrr kadalll air mesummmm!!" teriak Nabila.

"Diamlahhh, kamu yang mesumm bukan aku!!" ucap Reynaldo berlari ke kamar mandi pesawat itu untuk menyelesaikan misinya yang tertunda akibat ulah Nabila.

"Astaga apa yang kamu lakukan Nabila...!" ujar Nabila mengacak-acak rambutnya.

"Tidakk.. tidakk, pasti dia yang memulainya! Bagaimana mungkin.. Nabila bodohhh!! Apa yang kamu lakukan, bisa-bisanya melakukan ituu.. Rendahan sekaliii dirimu Nabila sialannn!!" ucap Nabila terus mengumpati dirinya sendiri. Bagaimana tidak, setelah ini dia tidak akan berani menatap Reynaldo.

"Okee... Tenangkan dirimu Nabila, kamu hanya perlu diam dan keluar saja, kamu cukup diam dan tidak usah menatap Kadal air itu.. Tenanglah Nabila, anggap saja tadi hanya tragedi.." ucap Nabila berjalan keluar dari ruangan itu. Dia sangat malu jika harus berhadapan dengan Reynaldo sekarang.

Saat keluar, dia melihat beberapa pengawal dan juga ada Bram yang sedang fokus dengan komputernya. Nabila duduk di depan meja Bram.

"Nyonya.. apa yang Nyonya butuhkan?" ucap Bram terkejut melihat Nabila.

"Aku lapar heheh.." ucap Nabila terkekeh melihat Bram.

"Apa yang Nyonya pikirkan? Sepertinya Nyonya sedang bingung.." ucap Bram bertanya kepada istri tuannya itu.

"Tidak ada.. Ngomong-ngomong perjalanan ke Korea apa masih lama?" ucap Nabila bertanya kepada Bram.

"Sekitar sepuluh jam lagi Nyonya.."

"Ohhh begitu.. baiklah disini apa ada minuman dingin?? Aku sangat haus.." ucap Nabila bertanya kepada Bram.

"Nyonya ingin minum? Biar saya minta pramugari menyediakannya.."

"Katakan saja dimana, aku akan memilihnya sendiri.."

"Nyonya tenang saja, pramugari akan membawakan minuman untuk Nyonya.."

"Baiklahh.." ucap Nabila kini bingung dengan situasinya.

 

Kini Alisha sedang berada di dalam mobil miliknya, dia sedang berjalan menuju Istana Mahkota Perak milik Reynaldo. Saat sampai di gerbang utama istana, mobil Alisha dilarang masuk ke dalam.

"Mengapa kau tidak membuka pintu?!" Teriak Alisha kepada penjaga gerbang.

"Maaf Nyonya, Tuan melarang kami untuk memasukkan siapapun ke dalam istana, selama dia dan Nyonya Nabila sedang di Korea..!"

"Apa kau bilang, Korea??"

"Iya Nyonya, Tuan Reynaldo dan Nyonya Nabila tadi pukul 12 siang melakukan pemberangkatan ke Korea Selatan untuk peresmian cabang baru, untuk pulangnya kami tidak tahu..!"

"Sialan, bisa-bisanya gadis itu sekarang ikut kemanapun Reynaldo pergi! Apa Reynaldo memang mencintai wanita jalang itu!! Bagaimanapun aku tidak akan membiarkan itu.. aku sudah melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan Diana, sekarang aku harus menyingkirkan gadis tengil itu!!" gerutu Alisha dalam hati langsung meninggalkan tempat itu.

"Cihhh, sudah muka tebal bedak! Sombong lagi.. memang wanita ular! Untung saja Tuan Reynaldo benar memilih Nyonya Nabila, lagipula sifat Nyonya Nabila sangat mirip dengan Nyonya Diana.." celoteh pengawal itu mengingat tingkah Alisha yang jauh berbeda dengan Nabila.

 

Sedangkan seorang pria tampan kini berada di salah satu sekolah menengah atas terkenal di Kota Perak. Kini dia melangkah masuk ke ruangan Dewan Perwakilan Siswa. "Selamat siang Tuan Ryan Chen.." ucap Dewan Siswa.

"Selamat siang Nyonya, langsung saja ke intinya.. saya kemari ingin menanyakan apakah betul Nabila Evelyn Patra bersekolah di sini??"

"Benar tuan, saat ini Nabila telah selesai dengan ujian akhirnya.. ada apa Tuan mencari Nabila..?"

"Syukurlah aku sudah lelah mencari keberadaannya.. saya boleh meminta alamatnya..?"

Kemudian dewan siswa memberikan data diri Nabila. Namun Ryan hanya mendapatkan informasi lama.

"Tidak ada alamat selain ini? Saya sudah ke tempat ini namun saya tidak menemukan apapun di sana.."

"Kalau untuk itu saya tidak tahu, namun saya tahu Nabila bekerja di sebuah kafe. Mungkin tuan bisa mencarinya, saya akan menulis alamat kafe-nya.."

"Kamu di mana Nabila?? Apa kamu baik-baik saja.." gumam Ryan dalam hati.

 

Reynaldo yang sedang berada di kamar mandi setelah aksinya menyelesaikan penyelamatan kepada Vano Junior, kini dia menatap wajah tampannya di sebuah cermin kecil di dalam kamar mandi pesawat itu.

"Heii Vano Junior, bagaimana bisa kamu cepat bangun kala bersama dengan monyet kecil itu!! Dasar pemilih!" gerutu Reynaldo kepada Vano Junior miliknya. Reynaldo bukanlah pria yang mudah tertarik dengan wanita, seseksi apapun wanita yang bertemu dengannya, semua terlihat sangat murahan bagi Reynaldo. Tapi berbanding terbalik ketika bersama Nabila. Hanya gadis itu yang bisa mengendalikan semua tentang Reynaldo.

"Ini es krimnya Tuan.." ucap pramugari itu kepada Bram.

"Berikan kepadanya.." ucap Bram kepada pramugari itu sambil menunjuk ke arah Nabila yang sedang duduk termenung di sisi lain tempat duduk kosong di dalam jet itu. Pramugari itu menatap sinis ke arah Nabila yang terus melihat pemandangan dari jendela jet itu. Di pikiran Nabila saat ini bagaimana dia harus menghadapi Reynaldo.

"Ini es krimnya," ucap pramugari itu sinis.

"Ohh makasihhh.." ucap Nabila tanpa sadar dengan ekspresi wajah pramugari itu. Nabila dengan cepat menatap wajah pramugari itu, terlihat pakaian minim pramugari itu, membuat Nabila merasa risih.

"Lain kali kalau mau cari es krim, jangan di dalam pesawat. Kami bukan penyedia makanan untuk Anda.." ucap pramugari itu sinis.

"Terus tugas Anda apa jika tidak meladeni penumpang jet ini? Makan tidur? Mau makan gaji buta?" ucap Nabila kesal karena ditatap sinis oleh pramugari itu.

"Kau pasti hanya pemuas Tuan Reynaldo saja kan..!"

"Sudahlah, aku malas berdebat dengan orang rendahan sepertimu!" ucap Nabila kini memakan es krimnya.

"Cihhh, melihat kamu berpakaian seperti itu, siapa yang tertarik denganmu..!!" ucap Pramugari itu sinis.

"Pergilah atau kamu akan hancur detik ini juga.." cetus Nabila sinis.

"Cihhh jalang darimana Tuan Bram temukan ini..!" ucap pramugari itu meninggalkan Nabila.

Nabila yang mendengar itu memilih diam karena dia sedang fokus memikirkan bagaimana caranya menghadapi Reynaldo.

"Nabilaaa!!" ucap Reynaldo datar memanggil Nabila..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!