NovelToon NovelToon
Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Persahabatan / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hidup bergelimang harta, tetapi tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Abiyan tumbuh menjadi sosok pemuda yang keras kepala dan pembangkang. Suatu hari dia melakukan kesalahan fatal dengan terlibat balapan liar yang mengakibatkan dirinya tertangkap polisi.

Akibat perbuatannya, Bastian sang ayah murka dan Abiyan harus menerima hukuman terberat: dia terbuang dari rumah yang selama ini menjadi istananya. Tanpa kemewahan, tanpa perlindungan, Abiyan terpaksa harus menghadapi dunia yang keras dan penuh tantangan seorang diri.

Mampukah Abiyan sang tuan muda yang terbuang, bertahan hidup dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Atau justru dia akan semakin terpuruk dalam kesengsaraan?

Ikuti kisahnya hanya di sini:

"Abiyan, Tuan Muda Terbuang" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Kompetisi yang fair

Abiyan mengepalkan tangannya erat-erat. Rahangnya mengeras menahan amarah yang bergolak di dadanya. Harga dirinya tercabik-cabik. Namun, tidak punya bukti sebagai bantahan. Dia berpikir keras cara untuk membuktikan dirinya benar.

Sesaat kemudian matanya berbinar, seketika senyum mengembang di bibirnya.

"Maaf, Pak. Boleh saya minta ijin menggunakan laptop, Bapak?" Abiyan menatap Pak Joni penuh permohonan.

"Untuk apa?" Pak Joni balas menatap dengan pandangan menyelidik.

"Saya ingat masih menyimpan salinannya," kata Abiyan. "Jika Bapak mengijinkan, saya bisa menunjukkannya sekarang."

Sesaat Pak Joni terdiam, tampak menimbang-nimbang. "Baiklah..." jawabnya pada akhirnya. "Tapi, jika kamu berbohong, jangan harap bisa bekerja lagi di sini."

Abiyan mengangguk mantap. "Terima kasih, Pak. Saya janji tidak akan mengecewakan Bapak."

Abiyan segera membuka folder cloud pribadinya di laptop Pak Joni. Jantungnya berdebar kencang, seiring loading folder yang berjalan lamban. Dalam hati dia berharap salinannya masih ada. Jika tidak, tamatlah sudah riwayatnya.

Folder terbuka, Abiyan mencari file nama yang sesuai dengan laporannya. Beberapa saat kemudian dia tersenyum lega. "Yess...akhirnya ketemu juga!"

"Ini dia, Pak." Abiyan lantas menunjukkan file berisi salinan laporan yang dia kerjakan.

Pak Joni mendekat, melihat dengan seksama judul file dan tanggal pembuatannya. Dia pun meminta Abiyan membuka file tersebut.

Abiyan segera membukanya. Laporan yang dia kerjakan dengan susah payah, bahkan sampai begadang tengah malam, akhirnya muncul di layar laptop. Semua data tersusun rapi sesuai dengan apa yang dia harapkan.

Pak Joni membacanya dengan teliti. Wajahnya yang tadi tegang, perlahan mulai melunak. Dia menghela napas panjang.

"Ini memang laporan yang berbeda dengan yang ada di berkas tadi." Pak Joni berkata dengan nada lebih lembut.

"Tapi, bagaimana saya bisa percaya bahwa ini benar-benar hasil kerja kamu?" lanjutnya kemudian.

Abiyan menarik napas dalam-dalam. Ini situasi yang sulit dan dia harus memberikan bukti yang kuat untuk meyakinkan Pak Joni.

"Ijinkan saya menjelaskan setiap detail dalam laporan ini, Pak," kata Abiyan mantap.

Pak Joni mengangguk, dia ingin melihat sejauh mana Abiyan menunjukkan kemampuannya.

Kemudian, secara rinci Abiyan menjelaskan proses pengerjaan laporannya. Setiap langkah yang dia ambil, sumber data yang dia gunakan dan perhitungan yang dia lakukan. Semuanya begitu jelas dan terstruktur, menunjukkan bahwa dia memang benar-benar memahami apa yang telah dikerjakannya.

Pak Joni mendengarkan penjelasan Abiyan dengan serius. Sesekali mengajukan pertanyaan untuk menguji pengetahuan Abiyan. Dan dijawab oleh Abiyan dengan tepat serta percaya diri.

Pak Joni terdiam, tampak berpikir keras. Lagi, dia menghela napas panjang, menatap Abiyan dengan pandangan lebih ramah.

"Baiklah, Abiyan," kata Pak Joni pada akhirnya. "Saya percaya, bahwa laporan ini adalah hasil kerja kamu dan kamu tidak mencoba menipu saya."

"Terima kasih, Bapak percaya sama saya," kata Abiyan, tulus. "Saya janji akan bekerja lebih baik lagi di masa depan."

Pak Joni mengangguk. "Saya harap begitu. Saya ingin melihat potensi lebih dari dirimu. Dan kamu harus ingat, kesempatan tidak datang dua kali menghampirimu."

Abiyan merasa lega luar biasa, beban berat yang tadi menindihnya seolah terangkat. Dia bersyukur Pak Joni masih memberinya kesempatan.

.

Tak lama setelah kepergian Abiyan, pintu ruangan Pak Joni diketuk dari luar.

"Masuk," sahutnya.

Tyo membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. "Selamat sore, Pak," sapanya ramah.

"Selamat sore," jawab Pak Joni seraya menatap Tyo.

"Ada apa, Tyo? Bukankah jam kerjamu sudah habis?" tanyanya heran.

"Maaf, mengganggu, Pak. Saya hanya perlu menyampaikan sesuatu terkait masalah Abiyan,"

Pak Joni mengangkat sebelah alisnya. "Masalah apa?"

"Maaf, saya tidak berniat menguping, atau bermaksud meragukan keputusan Bapak untuk mengangkat Abiyan sebagai asisten Bapak," jawab Tyo hati-hati.

Dia diam sesaat, Pak Joni memperhatikannya dengan kening berkerut.

"Dengan segala hormat, saya merasa perlu menyampaikan hal ini, karena menurut saya Abiyan masih karyawan baru dan belum berpengalaman. Saya khawatir dia tidak cukup kompeten untuk mengemban tugas ini dengan baik," ujarnya dengan nada prihatin.

"Apa maksudmu?" tanya Pak Joni dengan nada dingin.

"Jika Bapak mengijinkan, saya siap membantu Abiyan. Saya memiliki pengalaman yang lebih banyak dan juga telah bekerja di kafe ini lebih lama. Saya yakin bisa memberi kontribusi yang lebih besar." Tyo berkata sangat meyakinkan.

Pak Joni menatap Tyo, pandangannya menyelidik seolah tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh pemuda itu. Memang tidak secara terang-terangan menawarkan diri, tetapi dia tahu bahwa Tyo sangat menginginkan posisi tersebut.

"Baiklah, saya rasa tidak ada salahnya memberikan kesempatan itu padamu," kata Pak Joni setelah mempertimbangkan.

Tyo bersorak dalam hati, umpan yang dia lemparkan -- tertangkap.

"Tapi, saya ingin kompetisi yang fair. Kamu dan Abiyan harus bersaing secara sehat dan jangan saling menjatuhkan," lanjutnya mengultimatum.

Kemudian Pak Joni memberikan tugas yang sama seperti yang diberikan pada Abiyan. "Bekerjalah dengan jujur dan jangan mengecewakan saya."

Senyum Tyo mengembang sempurna. "Terima kasih, Pak? Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Saya berjanji tidak akan mengecewakan Bapak."

Tyo keluar dari ruangan Pak Joni dengan seringai tipis. "Kita lihat saja nanti, siapa yang berhak menjadi asisten manajer. Dan gue tidak akan mengalah pada bocah ingusan itu," tekadnya dalam hati.

.

.

.

Di klinik, Naraya tampak gelisah. Dia mondar-mandir di dalam ruangan sambil mendorong tiang infus. Pandangannya terarah pada pintu masuk, seolah menanti kedatangan seseorang.

"Kenapa aku harus menunggunya?" Naraya mengembuskan napas panjang.

"Aku dan dia nggak ada hubungan apapun." Dia tergelak singkat menertawakan kebodohannya.

"Sadarlah, Ra. Jangan terlalu berharap pada makhluk, karena kamu akan kecewa pada akhirnya." Naraya menepuk dadanya pelan.

Sesaat kemudian pintu terbuka. Seseorang masuk dengan senyum lebar.

.

Kira-kira siapa yang datang?

1
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
itu karena Lo aslinya bego🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ngarang aja lo
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
keok dia. makanya jgn curang
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tuh yg ditunggu² udah datang😄
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ortu egois. kalau mau nikah lagi seharusnya cari laki² yg juga mau menerima putrimu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
nungguin Abiyan ya🤭
Aditya hp/ bunda Lia
anak tiri emak durjana nya Naraya ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Cindy
lanjut
vj'z tri
waduh kalau Abi d tolak cewek terus apa kabar kalian 🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah terima nasib🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
emang kemjamu semula bagaimana? bentuk kodok atau kadal? di cci kan biar bersih, 🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Esther
siapa dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah🤭
total 1 replies
ora
Mamanya, kah/CoolGuy/
Terus pemuda itu anak tirinya. Nggak punya sopan santun banget ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
ora
Haduhhh. Perkara kemeja aja jadi ngehina orang😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh anak manja kyk nya itu😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masa????
total 1 replies
Tiara Bella
siapa lg nh perempuan ibunya kah.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Aku juga cinta kamu Abiyan.....kata Naraya🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😍🫶🫰😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
pertanyaanmu terjawab setelah membuka tas bekalnya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nar Sih
ungkapan cinta keluar juga ,pasti nara menerima cinta mu abyan ,tpi kmu mesti sabar nunggu hinga nara sdh lahiran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Waaw, ... Biyan 👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
sudah kuduga. ayo Biyan, tunjukkan kalau kamu tdk bisa dipandang remeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!