NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vs Jörmungandr (12)

Keesokan harinya, mereka sampai di kota tujuan, Hallenmark.

Kota itu tampak suram dari yang pernah mereka dengar sebelumnya. Jalanan sepi, para pedangang hanya sedikit, banyak kapal nelayan yang dibiarkan terbengkalai.

"Selamat datang.. Hunter Rusville. Kami sudah menunggu kalian sejak lama.. Terima kasih karena mau datang. Perkenalkan namaku Orlando, pemimpin Kota Hallenmark."

"Mohon maaf atas keterlambatan kami Pak. Ada banyak kendala saat dalam perjalanan menuju kemari. Saya lihat Kota ini sangat sepi dan suram, apa yang sebenarnya terjadi pak?" Tanya Raamez.

"Jadi.. Sebulan yang lalu.."

Orlando menceritakan bahwa sebulan yang lalu, Kota ini masih ramai walaupun mata pencaharian Nelayan telah ditinggalkan. Pedagang dari Kota dan Desa lain masih banyak yang masuk, hal ini mempertahankan kestabilan ekonomi Kota. Namun tidak bertahan lama.. Sang Ular itu mulai mengamuk dan melepaskan nafas beracunnya hingga membuat daratan ikut terkontaminasi. Saat ini, sebagian masyarakat telah diungsikan dan banyak juga yang telah meninggal karena racun. Sekarang Kota Hallenmark adalah kota mati yang bahkan setengah wilayahnya tidak bisa ditinggali karena racun.

"Begitu ya.. Sungguh menyayat hati.. Saya dan rekan akan melihat kondisi wilayah yang terkontaminasi itu."

"Berhati-hatilah Hunter.. Kami tidak tahu itu racun apa, tapi sekali kalian terkena maka kalian bisa meninggal." Balas Kepala Kota.

"Baik, akan kami Ingat.. Terima kasih pak!"

Mereka pun melanjutkan menyusuri Kota lebih dalam, tepat diperbatasan antara wilayah sehat dan terkontaminasi, Raamez memberhentikan kereta kudanya.

"Semuanya pakailah pakaian dan masker yang telah disediakan Komandan Nolan." ucapnya.

"SIAP BANG!"

FYI: Sebelum berpisah, Nolan memberikan banyak perlengkapan magis elite kerajaan untuk party Given agar bisa bertahan dan menyelesaikan misinya. Salah satu yang diberikan adalah pakaian dan masker anti racun yang dirancang khusus oleh Melissa sang Tabib Ajaib.

"Wilayah ini benar-benar 'rusak'."

"Ya.. Udaranya saja berbeda warna. Tidak ada hewan atau tumbuhan juga. Semuanya mati karena racun."

"Lihat! Banyak mayat penduduk yang tergeletak dijalanan!"

"Itu biasa, Bella. Siapa yang mau masuk wilayah beracun ini hanya untuk mengangkut mayat. Mereka yang terkena racun pasti akan ditinggalkan."

"Kejamnya.."

"Apa kau tidak bisa mendeteksi jenis racun apa yang Ular itu sebarkan, Bella?" Tanya Given.

"Aku bukan ahli racun sih.. Tapi berdasarkan penglihatanku ini tipe racun yang membunuh secara perlahan. Terlihat dari jasad yang ada, racun ini setidaknya membuat pembuluh darah disekujur tubuh menyempit secara berkala, kulit korban akan membiru, pasokan oksigen ke otak berkurang dan akhirnya mereka akan mengalami kematian paling menyiksa.." Balas Bella.

"Sialan.. Aku akan membunuh Ular idiot itu." Lanjut Kai.

"Tenang Kai. Kita tidak bisa asal menyerang. Ular itu berada di tengah laut, kita harus naik kapal menuju lokasinya. Pertimbangkan badai ditengah laut, terombang ambing sambil melawan monster sihir kuno dan berjuang melawan waktu sebelum pakaian kita rusak oleh racun.." Balas Given.

"Itu benar. Melissa bilang pakaian dan masker kita hanya bisa bertahan 3 hari ditengah wilayah beracun tinggi." Lanjut Raamez.

"HAH?? YANG BENAR SAJA.. JADI KITA HARUS MENGALAHKAN MONSTER SIHIR KUNO HANYA DALAM WAKTU 3 HARI?" tanya Kai panik.

"Yaa.. Kau benar.. 3 hari dengan medan perairan yang merugikan kita.." Jawab Given.

"SIALANNN!"

"Sudahlah, sekarang kita harus menganalisis daerah pesisir terlebih dahulu, merancang rencana yang tepat." Lanjut Given.

Mereka pun semakin dalam menyusuri Kota hingga tiba diwilayah pantai. Pasirnya sudah berwarna hitam, banyak hewan laut mati dan terdampar di bibir pantai. Bangkai kapal nelayan terlihat disepanjang jalan.

1 kata untuk mendeskripsikan pemandangan pantai itu: MENGERIKAN. Mampukah kelompok Given menciptakan strategi terbaik?

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!