Dea sudah menjadi sekretaris dan simpanan Arden Harwell selama 2 tahun. Disaat Arden akan menikah dengan wanita pilihan keluarga nya Dea memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka.
Membuatnya dan Arden menjadi mantan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 - Berbeda Nama
Siang itu Arden dan Leon kembali ke perusahaan karena Arden menolak saat Leon meminta nya pulang dan beristirahat.
Sudah meminum obat pereda mual, Arden mulai bisa makan meski sedikit.
Namun kini satu yang mengganggu pikirannya, tentang Dea dan anaknya. Hal itu menyita semua fokusnya, membuatnya kembali tidak memiliki selera untuk makan dan bekerja kurang fokus.
Akhirnya saat jam pulang kerja Leon memaksa tuannya untuk tetap pulang. Leon juga memanggil seorang perawat dari rumah sakit Royal Dude untuk memberikan infus pada Tuannya itu.
Jadi malam ini Arden berbaring di atas ranjang dengan tangan kirinya yang dipasang infus.
Saat itu masih jam 8 malam, namun suasana disini begitu sunyi. Arden terus terjaga dan memikirkan banyak hal. Seolah kesunyian ini tidak berpengaruh apapun padanya, karena dipikirkan nya penuh dengan Dea dan sang anak.
Sementara di ujung sana, Dea tengah sibuk dengan malam minggunya yang gemerlap.
Pesta sudah mulai dilakukan semenjak matahari tenggelam tadi, dan semakin malam semakin meriah pula acara di cafe Moon Light.
Dea bekerja dengan baik, dia begitu cekatan memenuhi semua permintaan pelanggan. Wajahnya yang cantik pun sempat mencuri perhatian banyak orang.
Hiruk pikuk itu terus tejadi sampai akhirnya waktu menunjukkan jam 10 malam, pesta disudahi dan cafe ditutup saat semua pengunjung sudah pulang.
Namun belum benar-benar sepi di dalam cafe ini, Dea dan semua karyawan yang lain masih membersihkan sisa-sisa pesta.
Terasa lelah, namun cukup menyenangkan bagi mereka semua. Dea duduk sejenak, merasakan perutnya yang sedikit kram.
Maafkan Mommy sayang, kamu lelah ya? batin Dea, lagi-lagi Dea menyentuh perutnya tanpa sadar. Dan lagi-lagi Fanny pun melihatnya.
"Perut mu sakit? istirahatlah, ini yang pertama bagimu, pasti berat," ucap Fanny dan Dea mengangguk, tapi Dea tidak benar-benar beristirahat, dia juga merasa tidak enak hati karena teman-temannya yang lain masih sibuk berbenah.
Jam setengah 12 malam, Dea baru pulang. Minggu besok dia libur.
Dea masuk ke rumah kontrakannya dan langsung berbaring diatas ranjang. Ketika sepi seperti ini dia langsung teringat akan Arden.
Lagi, Dea mengelus perutnya dengan sayang, seolah sedang mengelus kepala Arden.
Aku rindu Ar, sangat.
Dea tersenyum kecut, membayangkan apa yang dilakukan Arden tengah malam begini.
Tidur kah? pergi kah? atau masih sibuk bekerja? atau menghabiskan malam dengan kenalan wanita barunya?
Dea menggeleng, ketika terbayang itu dadanya jadi semakin sesak. Dia memang sudah memutuskan pergi, tapi tetap saja cinta.
"Aku harus segera membersihkan tubuh ku, habis itu Tidur," gumam Dea, dia bangkit dan segera menuju kamar mandi. Menghapus dandanan tebal yang dia gunakan seharian ini.
Saat wajahnya bersih Dea menatap dirinya di dalam cermin, seperti melihat Dea saat tinggal bersama Arden.
Jam 12 malam tepat, Dea baru terlelap.
Dan pagi datang.
Di tempat yang berbeda Arden bangun lebih dulu. Dia memeriksa ponselnya dan tidak menemukan pesan atau panggilan apapun dari nomor baru. Semua pemberitahuan hanya penuh dengan nama Leon.
Lagi-lagi Arden kecewa.
Mau sampai kapan kita seperti ini De?
Lamunan Arden buyar saat ponselnya yang di genggaman bergetar, ada banyak pesan dari Leon dan dia langsung membuka nya.
Leon mengirimkan beberapa foto seorang wanita yang diduga Dea, berada dalam sebuah pesta bersama para artis.
Tapi wanita itu bukan bernama Dea, tapi Sandra ...