NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: DANSA DI ATAS MATA PISAU

Lantai dansa Hotel Savoy tampak seperti lautan topeng kesempurnaan. Musik waltz mengalun megah, namun bagi Elara, melodi itu terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur sisa hidupnya. Julian mencengkeram lengannya, membawanya kembali ke tengah kerumunan dengan otoritas yang tak tergoyahkan.

"Julian, lepaskan. Sakit," bisik Elara. Suaranya tak lagi formal, hanya ada getir yang nyata.

Julian melonggarkan genggamannya sedikit, namun tidak melepaskannya. Ia menunduk, bibirnya hampir menyentuh pelipis Elara—gestur yang terlihat romantis dari jauh, namun terasa seperti interogasi dari dekat.

"Siapa dia, Elara? Jangan berbohong padaku."

"Aku nggak tahu! Dia tiba-tiba muncul di balkon," balas Elara cepat. Jantungnya berdebar, bukan karena kedekatan mereka, tapi karena ibu jarinya diam-diam meraba ukiran di sisi kiri cincinnya.

Tepat saat itu, seorang kolega bisnis menghampiri Julian dengan urusan mendesak. Julian tampak tidak senang, namun ia tidak bisa mengabaikannya.

"Jangan bergerak dari sini. Marcus, jaga dia," perintah Julian sebelum menjauh beberapa langkah.

Ini kesempatannya.

Tek.

Elara menekan ukiran itu. Getaran mikro merambat di jarinya.

[Enam puluh detik dimulai.]

Tiba-tiba, sebuah tangan terulur di depannya. Pria misterius bersetelan abu-abu perak itu kembali. "Boleh saya meminjam istri Anda untuk satu dansa, Tuan Moretti?" suaranya cukup keras hingga menarik perhatian tamu di sekitar.

Julian menoleh, matanya berkilat marah. Namun, menolak dansa formal di depan publik akan memicu skandal. Julian menatap Elara, memberikan peringatan bisu: Berhati-hatilah.

Elara menerima uluran tangan pria itu. Mereka meluncur ke tengah lantai.

"Kau gila," bisik Elara saat tangan pria itu mendarat di pinggangnya.

"Dia harus mengantre jika ingin membunuhku," sahut pria itu miring. "Dengar, pelacakmu mati, tapi Julian akan menyadarinya dalam hitungan detik. Nama ayahmu bukan satu-satunya yang ada di buku hitam Moretti."

Pria itu memutar tubuh Elara dengan elegan, menariknya kembali hingga jarak mereka menghilang.

[Empat puluh detik.]

"Kunci brankas itu bukan benda, Elara. Itu ada di dalam ingatanmu. Sesuatu yang ayahmu ceritakan saat kau kecil. Pikirkan itu."

[Tiga puluh detik.]

"Kenapa kau membantuku?" tanya Elara, napasnya memburu.

"Karena Julian Moretti bukan pahlawanmu. Dia pelukis yang menggunakan darah sebagai catnya. Dia menikahimu untuk melegalkan cara ia mengambil apa yang ada di kepalamu."

[Dua puluh detik.]

Elara merasa pusing. Ia melirik ke arah Julian. Pria itu sudah selesai bicara dan kini mulai melangkah mendekat, membelah kerumunan dengan aura yang sangat mengancam.

"Satu hal lagi," bisik pria itu di telinga Elara.

"Jangan konsumsi apa pun yang diberikan Julian secara pribadi malam ini. Dia butuh kau tetap patuh."

[Sepuluh detik.]

Musik berhenti. Pria itu melepaskan tangan Elara, membungkuk hormat, dan menghilang ke dalam kerumunan tepat sebelum Julian sampai di depan mereka. Julian menyambar tangan Elara, matanya langsung tertuju pada cincin perak itu. Getarannya berhenti. Pelacaknya aktif kembali.

"Apa yang dia katakan padamu?" suara Julian terdengar seperti geraman rendah.

"Dia... cuma bilang aku berdansa dengan baik," Elara mencoba menstabilkan napasnya.

"Kita pulang. Sekarang."

Di dalam Bentley yang meluncur membelah malam London, suasananya jauh lebih mencekam. Julian duduk sangat dekat, kehadirannya memenuhi kabin. Ia mengambil sebuah gelas kristal berisi cairan bening dari mini bar.

"Minumlah. Kau terlihat sangat pucat," ucap Julian. Tangannya menyodorkan gelas itu tepat ke depan bibir Elara.

Elara menatap air bening itu. Kata-kata di lantai dansa tadi terngiang: Jangan konsumsi apa pun.

Jika aku minum, aku tunduk. Jika aku menolak, aku menantangnya, batin Elara sesak.

"Aku nggak haus, Julian," suara Elara terdengar lebih berani.

Julian tidak menjauhkan gelasnya. Sebaliknya, ia meletakkannya di meja kecil, lalu meraih dagu Elara, memaksa gadis itu menatapnya.

"Kau mulai menyimpan rahasia dariku, Elara," bisik Julian, wajahnya hanya berjarak beberapa senti. "Itu adalah kesalahan besar. Karena di dunia ini, rahasia adalah hal yang paling mematikan."

Elara menahan napas. Ia tidak tahu apakah pria ini akan menciumnya atau menghancurkannya. Namun, saat itu juga, ponsel di dalam tasnya bergetar. Sebuah koordinat GPS masuk dengan satu kalimat yang membuat dunianya runtuh:

"Ayahmu tidak di tempat yang aman. Julian membohongimu."

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!