NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: tamat
Genre:Horor / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam penuh kegelisahan dan ketakutan pun mulai datang menyapa. Ditambah sosok tak kasat mata yang datang dengan membawa rasa sakit tak berujung, membuat siapa pun targetnya akan terkunci dan tak bisa lari kemana pun.

Ternyata serangan serupa tak hanya tertuju pada mereka yang tak pandai menjaga lisannya. Bahkan seseorang yang berusaha menjaga lisannya pun tak luput menjadi target mereka yang mendengki.

Dan hanya cara khusus yang bisa mendamaikan mereka yang 'tertahan'. Akan kah mereka bersedia pergi?.

Simak ceritanya ya. Terima kasih ... 🙏🏻😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Permohonan Padmi

Setelah berhasil mengejutkan semua orang dengan pengakuannya tadi, ustadz Firman pun mendekati Sastro lalu memegang pundaknya.

"Maaf kalo saya baru ceritain semuanya sekarang Pak Sastro. Sebenernya waktu menjenguk Bu Ginah di Rumah Sakit dan membimbingnya menghadapi sakaratul maut, saya sudah tau ada sesuatu yang ga beres. Istri saya juga tau itu. Makanya beliau berkali-kali melirik kearah saya seolah penasaran apa saya tau siapa yang udah bikin Bu Ginah menderita seperti itu. Setelah saya bilang kalo saya ga tau apa-apa, beliau percaya dan berusaha mencari tau dengan caranya sendiri. Tapi sayang semuanya terlambat karena Bu Ginah keburu meninggal dunia," kata ustadz Firman.

"Terus gimana sama Rumi?" tanya Sastro.

"Rumi gadis yang baik, dia ga mungkin mencelakai Bu Ginah walau dia punya alasan. Di luaran saya memang terpaksa mengakuinya sebagai istri. Itu saya lakukan semata-mata karena ingin menyelamatkannya dari pria yang dibayar Bu Ginah untuk merusak kehormatannya. Saat tau Rumi adalah istri saya, pria itu sungkan lalu mundur teratur. Sampe detik ini istri saya ya cuma satu. Rumi masih sendiri dan belum pernah menikah termasuk sama saya, itu sebabnya dia tetap tinggal di rumah peninggalan orangtuanya dan bukan di rumah saya. Saya menjaganya sebagai anak bukan istri. Saya berharap Rumi menemukan pria yang baik dan mau melindunginya dari orang-orang jahat yang pura-pura baik," sahut ustadz Firman.

"Memangnya siapa orang suruhan mbak Ginah itu Ustadz? tanya Sartika.

Alih-alih menjawab pertanyaan Sartika, ustadz Firman justru menatap Padmi hingga membuat wanita itu salah tingkah.

"Kamu yang jawab atau saya yang jawab Padmi?" tanya ustadz Firman.

"Saya ga ngerti apa maksud Ustadz. Lagian saya ga tau kalo ... " ucapan Padmi terputus karena ustadz Firman memotong cepat.

"Laki-laki itu adalah orang yang mengotori makam Bu Ginah. Dia setuju menodai Rumi bukan hanya karena bayaran yang tinggi dari Bu Ginah tapi karena dia juga menyukai Rumi. Setelah gagal dengan tugasnya, laki-laki itu kabur ke kota dan baru kembali beberapa Minggu belakangan.

"Intinya aku ga pernah mengguna-gunai Ginah selagi dia masih hidup!" kata Padmi kemudian.

"Iya. Tapi kamu menyuruh laki-laki yang hampir menodai Rumi itu untuk mengencingi makam Bu Ginah, Padmi. Itu menyebabkan arwah Bu Ginah ga tenang dan masih berkeliaran karena ga bisa pulang ke tempat seharusnya," kata ustadz Firman cepat.

"Jangan sembarangan nuduh. Mana buktinya kalo saya yang nyuruh orang untuk mengotori makamnya Ginah?" tanya Padmi.

"Laki-laki itu sendiri yang bilang sama saya Padmi. Beberapa hari ini dia sakit, alat vit*lnya bengkak, bernanah, bau dan ga bisa buang air kecil. Pas dibawa berobat ke Rumah Sakit, dokter bilang dia kena penyakit kelam*n. Dan kamu tau laki-laki itu bilang apa?. Dia bilang terakhir berhubungan int*m ya sama kamu Padmi. Itu adalah imbalan karena dia udah bantuin kamu mengotori makam Bu Ginah," kata ustadz Firman sambil menatap Padmi lekat.

Padmi pun panik. Wajahnya sontak memucat. Dia ingin mengelak tapi sulit karena semua orang terlanjur percaya pada ucapan ustadz Firman.

"Astaghfirullah aladziim. Saya ga nyangka kamu sejahat itu Padmi," kata Sartika sambil menggelengkan kepala.

"Jadi dengan kata lain, Padmi udah nularin penyakit kotor ke laki-laki itu. Begitu kan Ustadz?" tanya Ruwina ragu.

Sebelum ustadz Firman merespon pertanyaan Ruwina, Padmi lebih dulu menyela.

"Bohong. Aku ga mungkin nularin penyakit kotor itu karena selama ini aku hanya melakukannya dengan suamiku. Aku curiga justru dia yang nularin penyakit kotor itu. Karena sejak berhubungan int*m sama dia tiga hari yang lalu, organ int*mku ini terasa sakit, perih dan panas. Jangan-jangan aku kena penyakit kelam*n itu sekarang," kata Padmi gusar.

Mendengar ucapan Padmi membuat semua orang terkejut. Mereka iba tapi di saat bersamaan mereka juga kesal dengan apa yang telah Padmi lakukan.

Sartika, Ruwina dan Lia nampak menatap Padmi dengan tatapan tak percaya. Mereka tak menyangka Padmi sanggup melakukan hal keji hanya untuk membuat Ginah yang meninggal tak wajar itu lebih menderita lagi.

"Kalo begitu anggap impas aja Pak Sastro. Padmi telah menerima hukuman dari perbuatannya yang menyuruh orang mengotori makam istrimu. Sekarang kita fokus aja mencari cara untuk membantu istrimu lepas dari pengaruh ilmu hitam yang membuatnya sulit kembali menghadap Tuhannya," kata ustadz Firman.

"Iya Ustadz. Saya ga tau kalo ceritanya bakal serumit ini. Awalnya saya ke sini mau cari solusi, eh ga taunya saya malah denger hal-hal yang ga terduga yang terbilang aneh dan ga masuk akal," sahut Sastro dengan wajah yang lelah.

"Yang sabar ya. Kalo udah ga ada yang perlu dibahas lagi, sebaiknya kita pulang sekarang," kata ustadz Firman sambil melangkah keluar.

Semua orang mengangguk lalu satu per satu mengikuti ustadz Firman.

Melihat semua orang meninggalkannya seorang diri Padmi pun panik. Dia meminta salah seorang diantara mereka mau tinggal untuk menemaninya. Rupanya Padmi takut menghadapi pocong Ginah sendirian. Namun sayang, tak seorang pun menggubris ucapannya. Mereka memilih pergi meninggalkan Padmi begitu saja.

Mengetahui tak seorang pun peduli padanya Padmi pun sedih. Dia bersimpuh di lantai lalu menangis dan memohon.

"Tolong jangan kaya begini. Aku nyesel, sungguh. Aku takut, tapi aku ga mau anakku ikutan takut. Aku khawatir dengan keselamatan anak-anakku. Kalo kalian ga kasian sama aku, tolong kasihani saja anakku. Mereka masih kecil dan ga tau apa-apa. Tolong selamatkan mereka dari pocong Ginah," pinta Padmi sambil menangis.

Ucapan Padmi membuat semua orang iba. Mereka menghentikan langkah masing-masing lalu saling menatap sejenak.

"Baik lah, kami akan menyelamatkan anakmu. Ingat, hanya anakmu Padmi. Dan kamu, kalo ingin anakmu aman, menjauh lah dari anakmu untuk sementara waktu. Jangan temui mereka sampe aku ijinkan. Apa kamu paham Padmi?" tanya ustadz Firman.

"Iya Ustadz, saya paham. Terima kasih," sahut Padmi sambil mengusap air matanya.

Setelahnya ustadz Firman memberi isyarat pada Sartika, Lia dan Ruwina untuk membantu Padmi mengemasi pakaian anak-anaknya sekaligus membawa mereka keluar dari rumah itu.

sementara para wanita berkemas di dalam, Rama, Sastro dan ustadz Firman nampak berdiri menunggu di depan rumah.

"Apa kita akan membiarkan Bu Padmi menghadapi pocong Bu Ginah sendirian Ustadz?" tanya Rama.

"Tentu tidak. Aku hanya memberi sedikit pelajaran biar Padmi sadar dan ga mengulangi perbuatannya lagi. Hukuman menyakitkan untuk seorang ibu adalah jauh dari anaknya atau melihat anaknya disakiti. Aku telah memilih salah satunya. Aku harap itu akan membuat Padmi kapok dan ke depannya bisa lebih berhati-hati bertindak. In syaa Allah kita akan membantu Padmi setelah membantu Bu Ginah nanti," sahut ustadz Firman.

Jawaban ustadz Firman membuat Rama dan Sastro tersenyum. Mereka lega karena ustadz Firman mau membantu Padmi lepas dari teror pocong Ginah.

Di dalam rumah Padmi terlihat Sartika yang sedang mengemasi pakaian anak-anak Padmi. Meski raganya sigap bergerak, tapi pikiran Sartika melayang entah kemana. Dia ingat ucapan ustadz Firman yang mengatakan semua aksi minus Ginah bermuara pada dirinya.

"Aku ga pernah tau kalo mbak Ginah mencintai suamiku. Pantas aja dia selalu menolak berada satu ruangan sama kami dulu. Pasti dia merasa ga nyaman ngeliat laki-laki yang dia cintai justru bermesraan dengan wanita lain yang juga adik iparnya. Tapi kayanya ayahnya Azam ga tau sama sekali soal ini. Kalo bener begitu, artinya mbak Ginah mencintai sepihak dan aku ga salah karena aku emang ga tau apa pun," batin Sartika gusar.

"Ga perlu merasa bersalah Bu Tika. Kesalahan Bu Ginah ga ada sangkut pautnya sama Bu Tika. Bagaimana pun, orang jahat tetap akan jahat dengan siapa pun dia berjodoh," kata Lia tiba-tiba.

Ucapan Lia membuat Sartika merasa jauh lebih baik. Dia pun tersenyum lalu menganggukkan kepala pertanda setuju dengan ucapan Lia barusan.

\=\=\=\=\=

1
falea sezi
uda end kah
any Sulistiani: iya. mampir jg ke karya aq yg lain yuk.. mksh supportnya kak 🙏😊
total 1 replies
falea sezi
🤣 songong kayak bapak nya harusnya di buat mati aja ini bajingan😒
any Sulistiani: he he ... jadi ikutan kesel ya kak😆
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahh itu dia mkne jgan sok dlu kan keblik s dri mkne klo gmg di rem
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ngeri nya ya klo bersekutu dgn iblis bukan menjajikan mlh menjerumuskan iya
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ya dibawa pwrgi sm mahkluk itu tooo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
kapok mu kapan
mkne pikir dulu sblm bertindak
guntar Nugraha
Bintang Yang Bicara Ok BossQu ⭐⭐⭐⭐⭐👍🙏🙏
guntar Nugraha
Lanjutkan Thor...👍👍🙏...
Siti Yatmi
kerennnnn....mantappplpp
any Sulistiani: Alhamdulillah ... mksh supportnya kak 🙏😘
total 1 replies
Siti Yatmi
cerita yg bagus...saya suka banget. terimakasih yah Thor....semoga makin bersinar dengan karya 2 nya....semangat....
any Sulistiani: Alhamdulillah, aamiin yaa Robbal'alamiin...
mksh doanya KK 🙏😘
total 1 replies
Nurr Tika
akhirnya laras hidup bahagia
any Sulistiani: Alhamdulillah. mksh supportnya KK 🙏😘
total 1 replies
Yeni Yeni
yah.... udah end... aja😄
any Sulistiani: iya kak. in syaa Allah ke judul lain ya kak. Mksh 🙏😘
total 1 replies
Nurr Tika
akhirnya laras bebas
any Sulistiani: iya kak 😊
total 1 replies
Yeni Yeni
selesai juga kasusnya☺
any Sulistiani: iya kak 😊
total 2 replies
Nurr Tika
apakah narsih di bawa ke alam gaib dan iblis itu ga akan incar laras
any Sulistiani: lanjut dlu ya kak, mksh 🙏😊
total 2 replies
Nurr Tika
mga ja laras selamat
any Sulistiani: aamiin ... 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
kasian kinar di jadikan tumbal oleh ibunya
Yulay Yuli
ceritanya seru tapi up nya lama
Yeni Yeni: betul otor lagi cari ilham
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aduh kasihan juga ya
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : hmguantuk pol wis lah komen e ssk wae
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wehh jd gmb skrg ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!