NovelToon NovelToon
Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Fantasi / Tamat
Popularitas:282.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Dijuluki "Sampah Abadi" dan dicampakkan kekasihnya demi si jenius Ma Yingjie tak membuat si gila kekuatan Ji Zhen menyerah. Di puncak dinginnya Gunung Bingfeng, ia mengikat kontrak darah dengan Zulong sang Dewa Naga Keabadian demi menjadi kultivator terkuat.

"Dunia ingin aku merangkak? Maka aku akan menaklukkannya lebih dulu!"

[Like, vote dan komentar sangat bermanfaat bagi kelanjutan cerita. Selamat membaca]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Misi dari Rumah Pohon

“Masuklah ke gua di lereng utara. Di sana ada binatang roh yang sudah terlalu lama memakan energi bumi tanpa izin. Ambil satu tanduknya sebagai bukti kau sudah menyelesaikannya. Lalu sisanya? Jika kau menemukan artefak di dalam perut atau sarangnya, itu milikmu.”

Han Kong berdiri membelakangi Ji Zhen, menatap hamparan hutan dari teras rumah pohonnya. Suaranya tanpa emosi, namun setiap katanya mengandung perintah yang tidak bisa dibantah. Pria misterius itu bahkan tidak menoleh saat Ji Zhen mencoba mencari celah untuk bertanya lebih lanjut.

Ji Zhen merapatkan jubahnya, matanya berbinar mendengar kata ‘artefak’. “Hanya tanduknya? Guru tidak butuh inti energinya?”

“Aku tidak butuh sampah semacam itu. Pergilah sebelum matahari tepat di atas kepala,” jawab Han Kong.

Ji Zhen pun tidak ingin membuang banyak waktu lagi. Dengan bantuan Zulong yang terus mengoceh di dalam kepalanya, ia segera melesat menuju arah utara. Kali ini, ia sengaja meninggalkan Yang Huiqing di penginapan karena butuh fokus, dan kehadiran gadis itu hanya akan memperlambat gerakannya di medan yang belum ia kuasai.

“Dengarkan aku, Bocah,” suara Zulong bergema, penuh nada antusiasme. “Han Kong mungkin memberimu misi ini untuk melatih mentalmu, tapi aku tahu apa yang sebenarnya ada di sana. Jika firasatku benar, binatang itu menjaga bongkahan kristal es inti yang bisa mempercepat pemulihan meridianmu. Jangan pedulikan tanduknya, incar apa yang ada di balik sarangnya.”

“Menarik.” Ji Zhen menyeringai lebar. “Tapi selama kau tidak salah memberikan koordinat, Ular Sawah. Aku tidak ingin mati konyol karena masuk ke lubang yang salah.”

Sementara itu, di Penginapan Awan Merah, suasana terasa lebih melankolis. Yang Huiqing duduk di kursi bambu dekat jendela, menatap jalanan Nancheng yang mulai dipadati warga. Yun Xia datang mendekat, membawa nampan berisi teh hangat, lalu duduk di hadapannya.

“Dia pergi sendirian lagi?” tanya Yun Xia, suaranya mengandung nada cemas yang tidak bisa disembunyikan.

Huiqing mengalihkan pandangannya, tersenyum pahit. “Ji Zhen selalu punya jalannya sendiri. Aku hanya… pengikut yang belum berguna.”

“Kau terlalu keras pada dirimu sendiri, Huiqing,” Yun Xia meletakkan cangkir teh itu, lalu menghela napas panjang. “Sebenarnya, aku juga sedang dalam posisi yang sulit. Keluargaku di kota asal sudah mengirim surat lagi. Mereka ingin aku segera kembali untuk memenuhi janji perjodohan dengan salah satu kultivator tua dari Klan Zhongwei yang pernah aku ceritakan sebelumnya. Mereka bilang itu demi keamanan finansial keluarga.”

Huiqing menatap Yun Xia, melihat gurat kesedihan di wajah temannya itu. “Tapi kau masih punya jalan panjang di depanmu, Yun Xia. Itu bukan perjodohan, itu transaksi.”

“Aku tahu. Tapi apa dayaku? Aku tidak punya kekuatan untuk melawan otoritas keluarga,” gumam Yun Xia.

Huiqing terdiam sejenak, teringat kata-kata Han Kong tentang hakikat menjadi manusia. Ia menggenggam tangan Yun Xia dengan erat. “Jika kau tidak keberatan, biarkan aku membantumu bicara dengan mereka nanti. Aku mungkin tidak sekuat Ji Zhen, tapi aku akan melakukan apa pun agar kau tidak terjebak dalam nasib seperti itu. Bukankah manusia memang dilahirkan untuk melakukan kebenaran?”

Yun Xia tertegun. Ia melihat binar ketulusan di mata Huiqing yang biasanya selalu penuh keraguan. Ketegangan di wajahnya sedikit mencair. Ia hanya memberikan senyuman tipis, merasa ada beban yang sedikit terangkat dari pundaknya karena dukungan sederhana itu.

Kembali ke lereng utara, Ji Zhen sudah berdiri di depan sebuah lubang gua yang tertutup jalar-jalar akar besar. Hembusan angin yang keluar dari dalam gua terasa lembap dan membawa bau anyir yang tajam.

“Yakin ini tempatnya?” bisik Ji Zhen, tangannya sudah diperkuat dengan qi es.

“Jangan banyak tanya! Firasat Naga Keabadian tidak pernah meleset. Masuk saja, ambil apa yang kau butuhkan, dan keluar sebelum makhluk itu sadar,” perintah Zulong.

Ji Zhen pun segera mengendap-endap masuk. Baru sepuluh langkah ke dalam kegelapan, suhu udara mendadak turun drastis. Ia bisa melihat tumpukan tulang belulang binatang hutan yang berserakan di lantai gua. Namun, perhatiannya teralihkan pada sebuah cahaya biru pucat di ujung lorong gua.

“Zulong, kau benar!” ucap Ji Zhen kegirangan. “Itu kristalnya!”

Namun, kegirangannya hanya bertahan dua detik. Saat ia melangkah maju, sepasang mata besar berwarna merah darah terbuka tepat di depan cahaya biru itu. Sebuah auman maha dahsyat meledak, menggetarkan dinding-dinding gua hingga bebatuan mulai berjatuhan.

GROOAAAAAARRRRRR!

“K-k-kau bilang dia akan tetap tidur, Ular Sawah!” teriak Ji Zhen.

Tanpa pikir panjang, Ji Zhen berbalik arah dan lari tunggang-langgang keluar dari gua. Kakinya bergerak secepat kilat, melompati akar-akar pohon yang melintang. “Guru gila! Naga gadungan! Kalian berdua ingin membunuhku hari ini!”

Di belakangnya, suara entakan kaki yang sangat berat membuat tanah yang diinjak Ji Zhen bergetar hebat. Auman kedua terdengar lebih dekat, lebih marah, dan membawa hawa panas yang membakar segala tumbuhan di sekitar mulut gua. Sesosok bayangan raksasa mulai muncul dari kegelapan, siap menghancurkan apa pun yang berani mengusik tidurnya.

Ji Zhen terus berlari tanpa berani menoleh, menyadari bahwa apa yang ia hadapi bukan sekadar binatang roh biasa, melainkan banteng roh raksasa yang sudah mencapai ranah Pembentukan Fondasi Lapis Satu.

1
Zhumadhi Sure
"Tapi kau tetap perlu mendengarnya."
"Karena ada bedanya, antara tahu sesuatu hanya mendengar dan menduplikasikan dantaju sesuatu dari mengalaminya secara langsung
Daniel Roni
eng ing eng
Roni Sakroni
orang licik biasanya mudah mati
Roni Sakroni
sisi kemanusiaannya harus ada.... jangan jadi makin sombong karena sudah merasa kuat.
Solardy Lardy
lanjutkan👍
Wisnu Mahendra
ayahnya nunggu ribuan tahun di gerbang, maksudnya apa? ji zhen berumur ribuan tahun?
Jojok Supriyanto
Padahal Ma Yingjie tidak tahu kalau Ji Zhen punya kekuatan Naga. Trus ngapain dia sabotase batu penguji. Dengan kekuatan Ji Zhen sebelumnya , meski tidak disabotase juga akan gagal.
Bagas Dity
jadi malas baacanya
ga sesuai judul
Bagas Dity
alurnya jelek dan udah pasti mcnya nanti di akhir mati
Lintang_Tara✨
iutghjjj
sabian andri
layak
DanaBrekker: Terima kasih bintang limanya 👍👍 boleh dibaca juga jika tertarik dengan karya terbaru author yang berjudul "Pendekar Pedang Samudera" dan "Kembalinya Yang Mulia Petir Abadi"
total 1 replies
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Abdul Muis
percuma menyamar meskipun seluruh tubuhnya berubah tetapi tetap memakai jubah nelayannya tetap saja ada kemungkinan dikenali orang😭
Abdul Muis
plinplan katanya setelah mendapatkan cawan suci maka pedang pengontrol qi sdh tdk berguna cukup dgn kristal es dan cawan suci🤣🤣😭
sigit pratama
ga jelas ni nopel mohon maaf kurang tegas..
DanaBrekker: Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Rusdi Bintang
buruk
DanaBrekker: Siap, semoga author bisa belajar lebih banyak untuk dunia penulisan
total 1 replies
Rusdi Bintang
aku sudah tandai nama authornya gak lagi2 mau baca novelnya🤣
DanaBrekker: Terima kasih sudah mampir 👍
total 1 replies
Rusdi Bintang
sumpah jadi nyesel baca novel ini,mungkin watak author digambarkan dalam diri mc, sudah sombong keras kepala jg tdk punya adab bagi naga es yg telah menolongnya,bener2 novel sampah👎skip🤭
Rusdi Bintang
pantas sj peminat cerita ini kurang,dilihat dari koment dan like beda ama yg disebelah komentnya sampe belasan bahkan puluhan ribu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!