NovelToon NovelToon
Mandala Yin Yang

Mandala Yin Yang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Romansa / Penyelamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tian Xuan

Che Tian, seorang Saint terkuat di alam dewa, kecewa ketika kekasihnya, Yuechan, direbut oleh Taiqing, penguasa alam dewa yang dipilih oleh Leluhur Dao. Merasa dihina, Che Tian menantang Taiqing dan dihukum, diturunkan ke bumi untuk mencari kekuatan yang lebih besar. Dengan senjata sakti, Mandala Yin Yang dan Kipas Yin Yang, Che Tian membangun kekuatan baru dan mengumpulkan murid-murid yang setia. Dalam perjalanannya, ia menghadapi pengkhianatan dan rahasia alam semesta, sambil memilih apakah akan membalas dendam atau membawa keseimbangan yang lebih besar bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tian Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Ujian di Gunung Misterius

Semakin jauh mereka berjalan, semakin aneh atmosfer di dalam hutan ini. Udara terasa lebih tebal, seolah-olah ada sesuatu yang mengawasi mereka dari bayang-bayang pepohonan.

Che Tian, dengan Mata Dewa, terus mengawasi lingkungan sekitar. Setelah beberapa saat, ia akhirnya menemukan jalur yang benar.

"Kita akan pergi ke gunung itu," ujarnya santai.

Ye Qingxian, yang masih menyesuaikan diri dengan suasana di hutan ini, hanya mengangguk. Meski wajahnya masih sedikit merah karena kejadian sebelumnya, ia berusaha untuk fokus.

Mereka mulai bergerak menuju gunung, melewati berbagai rintangan. Beberapa monster hutan mencoba menyerang, tetapi bagi Che Tian, itu bukan ancaman. Dengan satu gerakan sederhana, ia bisa menyingkirkan mereka tanpa kesulitan.

Ye Qingxian yang melihat ini dalam hati merasa takjub sekaligus frustrasi. Gurunya ini benar-benar terlalu kuat!

Setelah beberapa saat, mereka akhirnya sampai di kaki gunung. Namun, Che Tian langsung terkejut—ada orang lain di sana.

"Hm? Mereka sudah sampai duluan?" gumamnya sambil menyipitkan mata.

Ternyata, kelompok itu adalah Pangeran Xuan Huo dan para pengikutnya. Mereka tampak terkejut melihat Che Tian dan Ye Qingxian datang ke tempat yang sama.

"Kau lagi?" ujar Xuan Huo dengan nada heran.

Che Tian hanya tersenyum tipis. "Tak kusangka kau juga ingin ke sini."

Xuan Huo menyilangkan tangannya. "Gunung ini memiliki rahasia yang menarik. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mendapatkannya."

Sementara itu, Feng Lian—pengawal perempuan Xuan Huo—hanya menatap dingin ke arah Che Tian, jelas masih tidak menyukainya.

Setelah beberapa saat berdiskusi, mereka akhirnya memutuskan untuk masuk bersama ke dalam gunung itu.

Namun, begitu mereka memasuki bagian dalam gunung, mereka langsung disambut oleh berbagai rintangan berbahaya.

Dinding batu bergerak sendiri, menciptakan jalur yang selalu berubah. Angin tajam berhembus di lorong-lorong sempit, siap menebas siapa saja yang tidak hati-hati. Selain itu, beberapa makhluk misterius mulai bermunculan, seperti Serigala Api Hitam yang memiliki kecepatan luar biasa dan Serangga Batu yang hampir mustahil dihancurkan dengan serangan biasa.

Xuan Huo dan anak buahnya langsung bersiap menghadapi tantangan ini. Namun, Che Tian tetap bersikap santai.

Ia menoleh ke muridnya.

"Kau yang akan menghadapinya."

Ye Qingxian terkejut. "Apa?!"

"Aku tidak akan ikut campur," ujar Che Tian dengan santai. "Gunakan kesempatan ini untuk bertarung dan menjadi lebih kuat."

Ye Qingxian menggertakkan giginya. "Tapi—"

"Aku tahu kau baru saja memasuki ranah Qi," lanjut Che Tian. "Tapi jangan lupa, kau adalah keturunan dari dua tubuh luar biasa."

Ye Qingxian terdiam.

"Ayahmu, Ye Chen, memiliki Tubuh Kuno Purba," ujar Che Tian. "Dan ibumu memiliki Tubuh Suci."

Semua orang yang mendengar itu terkejut, termasuk Xuan Huo dan Feng Lian.

"Tunggu… dia keturunan dari tubuh legendaris itu?!" tanya salah satu bawahan Xuan Huo.

Feng Lian juga tampak kaget, tetapi ia cepat menutupi ekspresinya.

Ye Qingxian sendiri tidak bisa berkata-kata. Ia tahu tentang garis keturunannya, tetapi mendengar gurunya mengatakannya seperti ini membuatnya semakin sadar bahwa ia memang memiliki potensi luar biasa.

Che Tian melipat tangannya. "Jadi, hadapi tantangan ini. Tunjukkan padaku seberapa jauh kau bisa melangkah."

Ye Qingxian menggertakkan giginya, lalu menarik napas dalam-dalam.

"Baiklah, aku akan melakukannya!"

Tanpa ragu lagi, ia melangkah maju dan bersiap menghadapi makhluk-makhluk yang menunggu di depannya.

Ye Qingxian maju dengan waspada. Di depannya, Serigala Api Hitam melangkah perlahan, matanya yang merah menyala memancarkan keganasan. Taring-taringnya berkilat tajam, dan tubuhnya yang besar dikelilingi oleh api kehitaman yang bergejolak.

Di belakang serigala itu, beberapa Serangga Batu merayap di dinding gua. Tubuh mereka keras seperti baja, hampir mustahil ditembus dengan serangan biasa. Selain itu, di langit-langit gua, Kelelawar Bayangan bergelantungan, menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

Ye Qingxian merasakan tekanan luar biasa, tetapi ia menggertakkan giginya. "Aku harus melewatinya!"

Tanpa ragu, ia mengaktifkan energi dalam tubuhnya. Cahaya lembut mulai bersinar di sekujur tubuhnya—tanda bahwa Tubuh Suci miliknya telah bangkit. Dalam sekejap, ia melompat ke depan dan menyerang serigala itu dengan pukulan yang mengandung energi suci.

BOOM!

Serigala Api Hitam melompat mundur, tetapi tidak terluka parah. Ia menggeram, lalu menerjang ke arah Ye Qingxian dengan kecepatan luar biasa!

Ye Qingxian nyaris tak bisa bereaksi. Namun, pada detik terakhir, ia mengaktifkan teknik pergerakan kilatnya, "Langkah Angin Suci", dan berhasil menghindari serangan itu.

Di sisi lain, Pangeran Xuan Huo dan anak buahnya juga sibuk menghadapi Serangga Batu yang menyerang mereka.

"Serangga ini keras sekali!" seru salah satu pengawal Xuan Huo setelah pedangnya patah akibat menebas tubuh Serangga Batu.

Feng Lian maju dengan ekspresi dingin. "Minggir."

Ia mengangkat tangannya, dan api biru mulai berkobar di sekelilingnya. Dalam sekejap, ia melontarkan api itu ke arah Serangga Batu.

"Api Pembakar Jiwa!"

FWOOOSH!

Api itu melalap serangga-serangga itu dalam hitungan detik. Meskipun tubuh mereka keras, api tersebut membakar langsung ke inti spiritual mereka, menghancurkan mereka sepenuhnya.

Xuan Huo tersenyum puas. "Bagus, Feng Lian."

Di sisi lain, Ye Qingxian masih bertarung melawan Serigala Api Hitam. Setelah beberapa kali serangan, akhirnya ia menemukan celah dan menyerang langsung ke mata serigala itu.

"HAAH!"

CRACK!

Serigala itu meraung kesakitan sebelum akhirnya ambruk.

Che Tian, yang sejak tadi duduk santai, tersenyum kecil. "Lumayan."

Setelah beberapa saat, mereka akhirnya berhasil melewati rintangan itu dan melangkah lebih dalam ke gunung.

 

Ruangan Misterius & Keluarga Yin

Setelah berjalan beberapa saat, mereka tiba di sebuah ruangan besar yang dipenuhi ukiran aneh di dinding. Di tengah ruangan, terdapat altar batu hitam yang memancarkan aura mengerikan.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah mereka tidak sendirian.

Di sisi lain ruangan, sekelompok pria berbaju hitam berdiri dengan ekspresi dingin.

"Itu… anggota Keluarga Yin!" bisik salah satu pengawal Xuan Huo.

Pangeran Xuan Huo menyipitkan mata. "Apa yang mereka lakukan di sini?"

Pemimpin kelompok itu, seorang pria tampan dengan wajah angkuh, melangkah maju. Ia adalah Yin Zhiping, salah satu pewaris Keluarga Yin yang terkenal licik dan penuh tipu daya.

Di belakangnya, berdiri beberapa pria lain yang tampaknya adalah kakak-kakaknya.

Yin Zhiping menyeringai. "Sepertinya kita punya tamu tak diundang."

Che Tian tetap tenang, tetapi ia bisa merasakan sesuatu yang tidak beres.

Tiba-tiba, sebelum siapa pun bisa bereaksi, Yin Zhiping dan kakak-kakaknya mengangkat tangan mereka secara bersamaan.

"Teknik Pengendali Jiwa!"

Dalam sekejap, gelombang energi aneh menyebar ke seluruh ruangan.

"Ugh!"

Satu per satu, orang-orang di kelompok Xuan Huo dan Ye Qingxian jatuh pingsan. Bahkan Pangeran Xuan Huo sendiri tidak bisa menahan efeknya dan langsung tumbang.

Namun, ada dua orang yang masih berdiri—Che Tian dan Feng Lian.

Yin Zhiping terkejut. "Oh? Kalian berdua bisa menahan teknik ini?"

Che Tian tersenyum tipis. "Aku sudah memprediksi trik murahan ini."

Feng Lian tetap diam, tetapi tatapan matanya dipenuhi kewaspadaan.

Yin Zhiping tertawa kecil. "Menarik… Sepertinya aku harus sedikit lebih serius dengan kalian berdua."

Che Tian menyeringai. "Coba saja kalau berani."

—Bab 16 Tamat—

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!