NovelToon NovelToon
Pelampiasan Hasrat Suami Kejam

Pelampiasan Hasrat Suami Kejam

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia / Duda / Ibu Pengganti
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.7
Nama Author: Kacan

Dijual oleh ibu tiri ke pada seorang duda kaya berumur 40 tahun tidak serta merta membuat Citara bahagia.

Kekejaman pria beranak dua itu menjadikan Citara sebagai pelampiasan hasratnya.

Sampai sebuah fakta mengejutkan diketahui oleh Citara. Jika, pria yang dinikahinya bukan pria biasa.

Sisi gelap dari pria itu membuat Citara menjulukinya dengan sebutan Monster Salju. Pemarah, dingin, misterius dan mengerikan.

Akankah Citara mampu meluluhkah hati ayah dan anak itu? Simak kisahnya hanya di "Pelampiasan Hasrat Suami Kejam "

Author : Kacan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PHSK 8

Citara menghela napas lega, ternyata Monster Salju itu hanya mengeluarkan smartphone dari saku celananya.

Varen menghubungi seseorang yang tengah berada di markas. "Arya sudah memberi tahu mu kan? Hm. Siapkan semua alatnya tanpa kekurangan apapun!" Pria itu mematikan panggilannya begitu ia selesai bicara tanpa menunggu jawaban orang di seberang sana.

Mata Citara spontan beralih ke arah lain disaat Varen memergokinya saat ia memperhatikan pria itu.

Citara melangkah mundur saat Varen mulai menipiskan jarak diantara mereka.

"Kau tau apa hukuman yang akan kuberikan pada maid tadi?" Mata Varen mengintimidasi wanita yang kini keberaniannya menciut.

Wanita berlesung pipi itu tak menjawab, ia hanya diam.

Takut bila ia menjawab malah membuat semakin runyam, karena ia tahu Monster Salju di depannya sulit ditebak dan mengerikan.

"Cih! Dasar wanita munafik! Awalnya kalian bertingkah seperti kucing jalanan. Tapi disaat orang yang memungut kalian lengah, kucing jalanan itu malah berubah menjadi rubah betina yang licik." Varen berdecih di hadapan Citara yang tertunduk takut.

Mata wanita itu membelalak lebar saat tiba- tiba tangan Varen mencengkram lehernya.

"L-lepas! T-t ... t-tuan." Citara berusaha melepaskan tangan Varen dari lehernya.

Wajah dan mata Citara memerah serta mengeluarkan bulir bening karena pasokan diudaranya seperti terhambat.

"Hah, hah ...." Dada wanita itu naik turun begitu tangan Varen melepas cengkraman tangannya dari leher Citara.

"HA-HA-HA!" Pria itu tertawa kencang dengan tatapan yang tidak terbaca.

Citara mundur ketakutan, rasanya ia ingin berlari dari hadapan Monster Salju di depannya.

"Awalnya aku ingin memberimu hukuman cambuk. Tetapi ... karena aku sedang berbaik hati hari ini, maka aku akan menghukummu dengan sesuatu yang mampu membuatmu berteriak nikmat dan sakit secara bersamaan." Varen mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Citara.

Pria itu meniupkan napasnya ke depan wajah sang istri.

Spontan Citara memejamkan mata, ia dapat merasakan hawa napas Varen yang beraroma tidak sedap. Yaitu, bau cerutu.

Citara tidak tau hukuman apa yang Monster Salju ini maksud.

"Time to play b!tch!" desis Varen.

"Aa!!! Lepas, Tuan! Saya tidak mau." Citara memberontak.

Wanita yang kini wajahnya berubah pias berusaha melepas diri dengan menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri.

Tangan Varen merobek pakaian Citara dengan sekali hentakkan.

Citara yang awalnya menggunakan baju tidur model baby doll, kini hanya tersisa segi tiga serta kacamata yang menutupi tubuhnya.

"Tuan, lebih baik saya dicambuk saja. Jangan seperti ini, Tuan." Kepala Citara menggeleng-geleng saat Varen menyeringai ke arahnya.

Wanita itu hendak berlari dari hadapan Monster Salju yang tengah menggila. Namun, gerakan Citara kalah cepat dengan sang suami. Varen mengangkat Citara ala karung beras, lalu menghempaskan tubuh wanita itu ke atas ranjang dengan kasar.

"Hiks jangan, Tuan." Citara menangis ketakutan saat Varen merangkak ke atas tubuhnya.

"Aku ingin bermain denganmu, sebelum tengah malam datang," desis Varen yang kini berada di atas tubuh istrinya.

Citara semakin ketakutan saat tangan Varen hinggap di atas bukit kembar miliknya.

"Arhg! Berhenti, Tuan." Teriak Citara kesakitan karena tangan pria itu mencengkram asetnya dengan kuat.

"Kita bahkan belum memulainya, dan kau tidak bisa menolakku! Karena aku T-U-A-N MU! Pemilik tubuh ini!" Pria berusia 40 tahun itu menekan ucapannya agar wanita yang kini berada di bawah kungkungannya sadar jika dirinya memiliki hak penuh atas tubuhnya.

"KAU MONSTERRR!" teriak Citara dengan suara lantang.

Bukannya marah, Varen malah menyeringai. "Yes, I am."

Citara meraung kesakitan saat gigi Varen menyentuh bahunya yang polos. "K-kau memang Monster kejam!" hardik wanita itu dengan tatapan benci.

Varen tidak memperdulikan tatapan nyalang dari Citara. Ia beralih menjelajah ke atas dua gundukan yang terlihat menggoda di matanya.

Citara mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk mendorong tubuh Varen dari atas tubuhnya.

"Lepas!" teriak Citara yang mendorong suaminya dengan sekuat tenaga.

Tubuh pria yang tidak siap itu terdorong ke belakang. Citara telah menyulut emosi Monster Salju di depannya. Kini tatapan dingin pria itu mampu membekukan siapa saja hingga pecah berkeping-keping.

"Kau memang wanita tidak tau diuntung!"

Varen mencengkram kedua pipi Citara. Wanita berlesung pipi itu terisak takut saat bibir Monster Salju meraup bibirnya.

Citara merapatkan bibirnya agar lidah Varen tidak memiliki akses untuk masuk. Namun pria berwajah dingin itu tidak kehabisan akal, dirinya menyentuh aset atas Citara dengan sedikit menekan.

"Engh ...."

Varen langsung menjulurkan benda tak bertulangnya untuk membelit benda tak bertulang milik istrinya.

Dengan kasar Monster salju itu melu-mat bibir sang istri yang masih amatir dalam berciuman, sehingga Citara tidak mempu mengimbangi pergerakkan suaminya.

Kepal tangan Citara memukul-mukul dada suaminya saat ia membutuhkan oksigen untuk bernapas.

Varen melepas pergulatan benda tak bertulang itu sejenak, ia meraup udara sebanyak-banyaknya dan kembali melakukan hal yang sama ke pada istrinya.

Citara yang sudah lemas tidak dapat memberontak, ia hanya bisa menangisi nasibnya yang malang.

Tubuh Citara tersentak kaget saat tangan Varen mulai merambat ke bawah. Mata wanita itu menatap bola mata suaminya dengan tatapan memohon.

Ia berharap Monster Salju di depannya masih memiliki hati dan melepaskannya. Namun, semua hanya harapan semu karena didetik berikutnya, pria yang masih gagah dan tampan diusianya yang tak lagi muda itu menggagahinya dengan kasar.

"HARGGG!!! S-SAKIT!" jerit pilu Citara merasakan sesuatu yang menyakiti miliknya.

Pria itu tidak memperdulikan teriak kesakitan istrinya, Monster Salju itu hanya perduli dengan kepuasannya sendiri. Ia terus memacu gerakkannya tanpa ampun, membuat Citara tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah menerima setiap gerakan brutal suaminya.

"Ah— kau ... berguna juga rupanya," ucap Varen di selah-selah aktivitasnya.

Citara tidak ingin melihat wajah pria baji-ngan yang sedang menikmati tubuhnya. Ia memejamkan matanya dengan kuat dan menutup mulut rapat-rapat.

Namun, bukan Varen namanya jika tidak mampu membuat wanita berteriak dan melenguh.

"See! Kau juga menikmatinya b!tch!"

Pria yang umurnya sudah kepala empat itu terus memacu tiada henti sebelum ia puas dengan permainannya.

Tidak dapat dipungkiri, jika Varen tidak terlihat seperti pria berumur 40 tahun. Tubuhnya yang atletis, serta wajahnya yang tampan membuat pria itu terlihat seperti pria berusia 30 tahunan.

Tetap saja Citara tidak menyukai Varen karena sikap pria yang disebutnya sebagai Monster Salju itu benar-benar keterlaluan.

"Ahh ... aku selesai," ucap pria itu tanpa rasa bersalah.

Ia menggeser tubuhnya menjadi di samping Citara yang terbaring lemah dengan mata sembab.

"Kau memiliki sedikit nilai tambah karena kau masih virgin."

Citara mebalik tubuhnya menjadi membelakangi tubuh Varen dengan wajah meringis menahan sakit.

Wanita itu terus menitihkan air matanya. "Tapi sekarang tidak lagi," ucap wanita itu dengan suara yang lemah.

"Aku yang mengambilnya, dan aku bangga akan hal itu," sahut Varen tanpa beban.

Citara semakin merasa terpukul, kini ia benar-benar berada di ambang perasaan yang tidak memiliki arti hidup.

Ia tak lagi punya kebebasan atas tubuhnya. Citara merasa harga dirinya telah dinodai oleh perbuatan bejat Varen.

Bersambung ....

Satu kata untuk Varen?

Sesuai dengan judul novelnya ya zeyeng. Jadi, ya begitu deh🙈

1
Dewi Anggya
udh tamat aja gk kerasaaaa pdhl tu monster blum tobat masih suka ngancem² citara 🤭🤭🤭
Ilham Bay
Luar biasa
angel novitasari siregar
Thor bonus nya tambah kan lagi DONK,seru nih🥴🥴
Kacan: ada dong zeyeng, udah othor up😘😘😘😘
total 1 replies
Merica Bubuk
🤣🤣🤣 kuda x ah
Dewi Anggya
hampir lupaaa sm ceritanya 🤭🤭✌🏻
Kacan: wes kelamaan yo othor gak update🙈😩
total 1 replies
Miyagi Mitsui
semoga kau menyesal..kerana kesalahan isteri jalangmu,gadis lain jadi mangsa..
Miyagi Mitsui
bodoh betul
Miyagi Mitsui
kesian
Miyagi Mitsui
iya.jngan suka melawan..sudah kejam begitu..kau pulak keras kepala
Miyagi Mitsui
tidak jerak
Miyagi Mitsui
benci.dengan kebodohan si Ara ni
ALNAZTRA ILMU
gila
yanto parti
citara terlalu goblok n lemah
echa purin
👍🏻👍🏻
Nur Adam
hots bgt thoor visual varen hehe
Esti Jumaryati
Luar biasa
Takdir Hidupku
Suami setres
Takdir Hidupku
awas jatuh cinta lu varen
Farika Willesden
Luar biasa
hendi wijaya
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!