NovelToon NovelToon
FORBIDDEN PASSION

FORBIDDEN PASSION

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Bad Boy / Barat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lyraastra

Juru masak di bistro bernama Ruby River yang diminta bekerja di mansion milik keluarga kaya. Di mansion mewah itu, Ruby bertemu dengan pria dingin, arogan, dan perfeksionis bernama Rhys Maz Throne, serta si tengil dan rebel, Zade Throne. Zade jatuh hati pada Ruby pada pandangan pertama. Rhys, yang selalu menjunjung tinggi kesetaraan dan menganggap hubungan mereka tidak pantas, berupaya keras memisahkan Ruby dari adiknya. Ironisnya, usaha Rhys justru berbuah bumerang; ia sendiri tanpa sadar jatuh cinta pada Ruby, menciptakan konflik batin yang rumit.


Perasaan Rhys semakin rumit karena sifatnya yang keras kepala dan keengganannya mengakui perasaannya sendiri. Sementara itu, Ruby harus menghadapi dua pria dengan kepribadian yang sangat berbeda, masing-masing menawarkan cinta dengan cara mereka sendiri. Di tengah dilema ini, Ruby harus memilih: mengikuti kata hatinya dan menerima cinta salah satu dari mereka, atau menjaga harga dirinya dan memendam cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyraastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TRAUMA MASA LALU

"Ayah, cepatlah. Aku tidak sabar mendapatkan boneka beruang baruku!"

Aria menoleh ke kursi belakang, tersenyum lembut pada Ruby yang masih berusia 8 tahun. "Sayang... jalanan sekarang licin karena hujan. Tidak mungkin ayah mengemudi mobil dengan cepat."

"Tapi, aku takut boneka beruangku menjadi milik orang lain, bu..."

"Tidak akan, penjual tidak mungkin memproduksi barang hanya satu, Ruby." Chris kini menyahut, namun tetap berfokus ke depan.

Ruby kecil menjadi kesal, bibir bawahnya menonjol ke depan, membentuk lengkungan kecil yang lucu sekaligus menyedihkan. Di tangannya, menggenggam erat-erat sebuah brosur mainan. Gambar boneka beruang teddy bear besar dengan pita merah muda terpampang di sampul. Itulah yang di inginkannya. Chris dan Aria sudah berjanji sejak beberapa minggu lalu, tapi karena sebuah pekerjaan penting, akhirnya keinginan putri semata wayang mereka di tunda dan baru terwujud sekarang.

Aria tak tega melihat wajah sedih putrinya. Ia mengelus bahu Chris, membuat sang suami sedikit mengalihkan atensi dari jalanan.

"Ini sudah malam, mungkin toko boneka sebentar lagi akan tutup. Cepatkan saja Chris, aku tidak tega mendengar rengekan putri kita kalau dia tidak mendapatkan boneka beruangnya lagi."

Chris menarik nafas panjang, kemudian membuangnya cepat. "Baiklah," putusnya.

Pria dewasa itu menambah kecepatan, menerobos hujan yang semakin deras. Akan tetapi, dari arah berlawanan sebuah mobil pengangkut barang muncul dari balik tikungan tajam, lampu jauhnya menyilaukan. Chris panik, spontan mengerem mendadak. Namun sayangnya, mobil mereka berputar tak terkendali. Mobil tergelincir, ban berdecit, menabrak pembatas jalan lalu terpental cukup jauh di sisi jalan.

Dunia Ruby menghitam. Suara benturan keras menyakiti telinganya. Gadis kecil itu merasakan tubuhnya terhempas ke depan, dan kembali terdorong kuat kebelakang. Segalanya menjadi gelap. Ketika membuka mata, kaca pecah bertaburan di sekitarnya, keadaan mobil pun sudah penyok parah. Ruby mencoba begerak, namun tubuhnya terasa sakit dan berat.

"A...ayah...i...ibu... sakit..." Ruby merintih, bahkan ia sudah menangis terisak. Kepalanya terasa berputar, darah segar membanjiri pelipisnya. Tetapi ia masih melihat samar Chris yang terbaring di kursi kemudi, kepala dan tubuh terluka parah. Darah mengalir deras membasahi bajunya. Sedangkan, Aria tidak bergerak, tubuhnya ditopang oleh dashboard mobil.

Ruby kecil menangis keras, bersama suara sirene ambulans yang terdengar dekat.

"Tolong..."

"Kecelakaan ini karena dirimu. Kau penyebab atas kematian ibu dan ayahmu. Karena kau..."

"Tidak! Ibu... Ayah..." Ruby kecil menggeleng, ia tutup kedua telinganya rapat-rapat dengan tangannya, berupaya menghilangkan suara itu.

"Kau yang membunuh mereka." Suara itu kembali datang dan terus berulang.

"Ruby!"

"Hentikan! Tolong hentikan!" Ruby seakan diambang bawah sadar. Ia terus menutupi telinganya, menarik rambut kuat dan menggeleng kepalanya seakan berputus asa.

"Ruby!" Suara itu keras, semakin dekat. Namun kali ini, suaranya seperti nyata, bukan suara halus yang menakutkan. Ruby sontak membuka mata lebar, dan melihat wajah galak Clarissa dari cermin matanya yang berkabut. Nafasnya tersegal, seolah berlari berpuluh-puluh meter. Ia mengedarkan pandangan ke segala penjuru, ini kamar kecilnya dan kejadian mengerikan itu... kembali terulang lewat mimpinya yang nyata.

"Kau tidak tahu ini tengah malam, huh?! Berhentilah berteriak Ruby, aku juga ingin tidur."

Ruby tak merespon, ia tetap berbaring di ranjang. Bekas air mata membasahi bantal, meninggalkan jejak basah yang semakin meluas. Sisa-sisa mimpi buruk itu masih terasa begitu nyata. Reaksi yang dikeluarkan Ruby, membuat Clarissa terdiam, merenung. Mencoba memahami perilaku aneh Ruby yang serupa dengan beberapa tahun lalu.

"A—apa kau memimpikan kejadian itu lagi?" Clarissa melemahkan suaranya, dan berselang berapa detik Ruby mengangguk samar.

"Ada apa? Kau terguncang lagi karena masalah pamanmu?"

"Bukan," jawab Ruby lirih, menghindari tatapan Clarissa. Ia menarik selimut hingga menutupi dada, lalu berkata, "Bibi bisa kembali ke kamar. Aku baik-baik saja sekarang. Maaf telah mengganggu tidur nyenyak Bibi."

Clarissa mengangguk saja. "Baiklah. Jangan berteriak lagi seperti tadi," tegurnya, lalu meninggalkan kamar Ruby.

Kesunyian kamar memperparah pikiran kalut Ruby. Ia menghapus air mata, memeluk selimutnya erat-erat. Berharap bahwa itu adalah pelukan hangat yang mampu meredakan rasa takut, trauma, yang mengakar dalam hatinya. Bayangan kecelakaan, rasa bersalah yang tak tertahankan, menghancurkan jiwanya. Meskipun ia selamat dari kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya, trauma yang dialaminya akan menjadi beban yang akan ia pikul seumur hidup.

Dan kini, luka yang baru saja mengering, kembali terbuka. Seseorang justru tahu tentang dirinya dulu, yang mana kala ia tutupi rapat-rapat. Itu yang membuat Ruby kembali terguncang. Mimpi megerikan kembali muncul, dan mungkin saja akan terulang lagi.

. . . . . . . . .

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!