Sekuel Suamiku Tuan Cacat
Semua orang mendambakan pernikahan. Dimana dua insan menyatu dalam satu ikatan sakral yang sah untuk membentuk keluarga kecil yang bahagia.
Namun nyatanya hal itu tidak berlaku untuk Flora. Wanita berusia 25 tahun itu terpaksa menikah dengan Kevin Dirgantara, pria kaya yang terkenal arogan dan kejam hanya karena kesalahpahaman.
Mereka di pergoki keluarga Kevin saat berdua di dalam kamar. Dan sialnya kondisi Flora saat itu membuat mereka berfikir yang tidak-tidak hingga akhirnya mereka seenaknya memutuskan untuk menikah mereka tanpa mau mendengarkan penjelasan Flora.
Menikah dengan orang yang tidak kita cintai, apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Tersiksa
Sesampainya di apartemen, Kevin meminta Alan untuk beristirahat. Dia juga berpesan agar pria itu menyiapkan berkas yang akan mereka bawa ke perusahaan besok. Ia juga meminta pria itu untuk memesankan sarapan untuk mereka.
Setelahnya, ia membawa Flora ke kamar untuk beristirahat. Ia membaringkan Flora di tempat tidur dan melepas mantel dan juga sepatu milik wanita itu. Dia tidak hentinya menggerutu karena dibuat repot oleh wanita itu. Namun walaupun begitu, bibirnya terus menyunggingkan senyum yang menawan mengingat ia akan menghabiskan waktu bersama istri cerewet nya itu.
"Lebih baik aku mandi," gumam Kevin. Ini sudah hampir tengah malam dan Kevin sangat lelah. Ia ingin segera beristirahat agar besok tidak terlambat bangun karena ia yakin melihat keadaan Flora saat ini, sangat tidak memungkinkan jika wanita itu bisa menyiapkan keperluannya untuk besok.
Kevin segera menyelesaikan ritual mandinya. Dia melilitkan handuk di pinggangnya dan keluar dari kamar mandi. Namun kedua matanya melihat Flora yang masih tertidur dengan baju kotornya.
"Aish, aku lupa mengganti baju Flora. Tapi apa aku harus melakukannya? Bagaimana jika wanita itu salah paham dan mengira aku mau melecehkannya?" Gumam Kevin. Dia segera memakai kaos tipis dan celana boxer nya. Dia mendekati Flora yang masih memejamkan matanya.
"Ish ... Bau sekali." Kevin menutup hidungnya mencium bau di baju Flora. Saat di pesawat, Flora beberapa kali muntah dan mengenai bajunya dan itu sangat menjijikkan. Dia tidak mungkin bisa tidur dengan bau busuk seperti ini.
"Hei ... Bangun!! Kau tidak mau mandi? Tubuhmu bau sekali. Aku tidak akan bisa tidur jika kau bau seperti ini." Kevin menggoyangkan bahu Flora pelan. Namun, wanita itu tidak memberikan reaksi apapun.
"Hei ... Bangun!!" Kali ini Kevin membangunkan Flora dengan menepuk pelan pipi wanita itu. Namun tetap saja, Flora begitu terlelap dalam tidurnya.
"Kau tidur atau mati sih " gerutu Kevin. Tidak ada pilihan lain, dia terpaksa mengganti baju wanita itu.
Kevin membuka satu persatu kancing baju Flora sehingga terlihat dua gundukan yang masih terbungkus dengan rapi. Dia menelan ludahnya kasar dan perlahan melepas baju dan juga penutup bukit wanita itu.
"Astaga, kenapa aku harus mengalami nasib sial seperti ini?" Batin Kevin frustasi. Dia menelan ludahnya berkali-kali dengan mata yang terus menatap ke arah dua gundukan milik Flora.
"Indah sekali." Tangan Kevin terangkat dan hendak menyentuhnya. Namun ia segera tersadar. Dia menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan pikiran mesumnya itu.
"Tidak, ini salah. Aku bukan pria mesum," batinnya. "Tapi, dia kan istri ku. Jadi tidak apa-apa jika aku melakukannya, bukan?" Kevin bergelut dengan batinnya. Dia sangat ingin menikmati dua sumber kehidupan yang seharusnya menjadi miliknya. Namun karena perjanjian sialan itu, ia tidak bisa melakukannya.
"Huft ... Kau harus bersabar Vin!! Jika kau melakukannya, kau sama saja seperti bajingan di luaran sana. Walaupun dia istri mu, walaupun itu hak mu. Tapi kau tidak ingin Flora membencimu, bukan. Jadi kau harus bersabar," ujarnya bermonolog . Kevin berjuang membersihkan tubuh Flora dengan handuk basah. Dia menahan diri untuk tidak menerkam istrinya yang sedang tidak sadarkan diri itu. Namun justru hal itu membuatnya tersiksa karena belalainya sudah berdiri tegak.
"Rasanya tidak nyaman." Kevin bergerak gelisah, merasakan celananya yang mulai sesak. "Awas saja saat kau bangun nanti. Aku akan membalas mu," gerutu Kevin. Dia memakaikan baju untuk Flora dan membuang air kotor ke kamar mandi. Ia sengaja tidak mengganti bawahan Flora karena ia sudah cukup tersiksa dengan dua gundukan wanita itu yang seolah menantangnya. Jika dia juga membuka bawahan Flora, dia takut tidak bisa mengontrol hasratnya.
"Huft, akhirnya selesai juga." Kevin menarik selimut, menutupi tubuh Flora. Dia melihat belalainya yang masih berdiri tegak dan menghela nafas berat. "Tidak ada senam lima jari. Aku, Kevin Dirgantara anti melakukan hal itu." Dia berbaring di sebelah Flora dan berusaha untuk memejamkan matanya. Besok, Ia harus bangun pagi-pagi dan berangkat ke perusahaan milik kakeknya. Dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa bersantai dengan Flora. Tidak, bukan bersantai. Tapi ia akan memberi pelajaran pada wanita itu karena sudah menyiksanya.