" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria penguntit
Zea hari ini berniat untuk mencari rumah baru . Zea tudak mungkin tinggal di rumah Kikan . Meskipun Kikan dengan senang hati jika Zea mau tinggal bersamanya . Tapi Zea tidak ingin merepotkan Kikan .
Zea juga sudah menyiapkan semua persyaratan cerainya . Dan juga bukti perselingkuhan Billy . Tidak ada gunanya mempertahankan rumah tangga . Ibu mertuanya saja mendukung perbuatan buruk anaknya .
" Bu Zea ini data yang di minta pak Kevin " ucap Rere .
" Makasih ya Re" ucap Zea .
Zea segera menyerahkan laporan yang di minta Kevin . Laporan hasil meeting juga Zea kerjakan sampai tengah malam . Hingga Zea kurang tidur . Kevin jika sudah meminta laporan saat itu juga dan harus . Tapi lebih tepatnya bukan Kevin . Arron yang meminta laporan itu .
" Permisi Pak ini data yang anda minta " ucap Zea .
Kursi itu berbalik . Dan Arron yang sedang duduk di kursi Kevin .
Arron lalu berdiri . Lalu berjalan mendekati Zea .
" Taruh di meja " ucap Arron .
" Baik pak " ucap Zea waspada
" Jangan panggil aku seperti itu . Panggil Arron atau kamu ku pecat " ucap Arron .
" Tapi ini di kantor Pak . Tidak mungkin saya memanggil anda hanya menyebut nama . Nanti pasti akan menjadi gosip . Maaf saya permisi " ucap Zea .
" Siapa yang menyuruhmu keluar . Ya kamu bisa memanggil ku begitu kalau berdua . Kalau ada Kevin biarkan saja " ucap Arron .
" Terserah anda . Saya permisi " ucap Zea menuju pintu .
" Kamu nanti malam ada acara ?" tanya Arron .
" Maaf saya sibuk " ucap Zea .
" Sibuk dengan suami mu itu " ucap Arron .
" Jangan mencampuri urusan saya " ucap Zea .
" Tapi aku mau " ucap Arron .
Tol tok tok
" Permisi Pak . Ini laporan yang bapak minta " ucap Sarah masuk dengan baju yang bisa di bilang terbuka .
Zea merasa risih melihat penampilan Sarah yang di bilang berlebihan .
Arton sama sekali tidak melihat Sarah . Tipe wanita yang sering di temui Arron . Mata Arron tetap tertuju pada Zea .
" Letakkan di meja " ucap Arron.
" Sudah pergi mau apalagi kamu " ucap Arron .
" Baik pak saya permisi dulu " ucap Zea dengan senang hati .
" Bukan kamu tapi dia " ucap Arron .
Sarah menatap Zea kesal. Usahanya untuk menggoda Arron tidak berhasil .
" Tolong buatkan saya kopi " ucap Arron kepada Zea .
Arron juga tidak ingin membuat Zea jadi bahan gosip di perusahaan . Apalagi ada Sarah di sana .
Sarah menghentakkan kakinya . Membanting tubuhnya di kursi .
" Aku sangat kesal sekali . Istrimu itu selalu saja membuat masalah " ucap Sarah .
" Ada apa ?" tanya Billy lalu mengangkat kepalanya menatap Sarah .
" Tadi aku mengirim laporan kepada Par Arron. Tadi istrimu itu ada di sana dan terlihat menggodanya " ucap Sarah bergelayut manja di lengan Billy .
" Tidak mungkin Zea seperti itu " ucap Billy .
" Tapi aku melihatnya sendiri Billy . Apa kamu tidak mempercayai ku?" ucap Sarah .
" Aku mohon Sarah . Jangan ganggu aku . Kita juga sedang bekerja " ucap Billy .
" Tapi aku ingin Billy . Ada anak kamu di sini Billy" ucap Sarah .
Sarah menuntun tangan Billy ke perut Sarah yang masih rata .
Billy meraup wajahnya kasar . Billy saat ini sedang mencoba untuk menjauh dari Sarah . Tapi sudah terlambat . Sarah telah mengandung anaknya . Seorang anak yang sebenarnya dia dambakan dan kedua orang tuanya . Tapi Zea juga sangat berarti bagi Billy . Di satu sisi Billy tidak ingin kehilangan Zea .
" Kita sedang bekerja Sarah . Tolong jaga sikap mu . Tidak akan baik jika ada yang melihat kita tidak seperti partner kerja " ucap Billy .
Sarah menuju meja kerjanya dengan kesal .
Seperti yang sudah di rencanakan oleh Zea . Sepulang kerja Zea akan mencari rumah untuk dirinya . Tidak perlu terlalu besar . Sebenarnya Zea bisa saja pulang ke rumahnya . Tapi Zea takut jika Papa Zea masih marah kepada Zea .
Simbok juga menghubungi Zea untuk menanyakan keberadaan Zea . Dan semua itu juga atas keinginan Mama Zea . Simbok juga akan pergi dari rumah itu. Jika Zea tidak lagi tinggal di sana .
Zea meminta Simbok bersabar . Zea akan membawa simbok bersamanya . Jika Zea sudah mendapatkan rumah untuk di tempati .
" Hai cantik " sapa Arron yang berdiri di sebelah Zea .
Zea mengedarkan pandangannya . Melihat di sekitar mereka . Memastikan tidak ada orang yang melihat mereka di sana .
" Ada apa ? Kamu takut suami mu melihat mu ?" tanya Arron .
" Bukan urusan anda . Permisi " ucap Zea .
Zea berlalu dari sana . Namun tangan Zea lebih dulu di cekal Arron .
" Anda sudah gila " ucap Zea kesal
" Ya, aku gila karena mu " ucap Arron .
" Lepas atau aku akan teriak " ucap Zea .
" Teriaklah . Kalau kamu ingin mereka melihat kita sedang " ucap Arron menatap lekat wajah Zea .
Zea memalingkan wajahnya.
" Jaga sikap anda Tuan " ucap Zea .
" Apa kamu tidak mau bercerai dari suami mu itu ?" tanya Arron .
" Urusi urusan mu sendiri Tuan . Saya rasa masalah saya bukan urusan anda " ucap Zea lalu melepas cekalan Arron .
Arron tersenyum melihat Zea .
" Mungkin sekarang bukan urusan ku . Tapi kita lihat saja nanti " ucap Arron .
Zea berkeliling seperti yang sudah Zea cari sebelumnya . Tak lupa Zea memberi tahu Kika. Jika pulang terlambat .
" Ini sepertinya pas " ucap Zea ketika menatap rumah dua lantai di depannya . Rumah tidak terlalu besar . Namun ada taman dan nyaman untuk di tempati .
" Permisi Non , ada yang busa saya bantu ?" tanya penjaga rumah itu .
Zea terlonjak kaget . Tiba-tiba ada suara yang menghampirinya .
" Astaga bapak. Maaf saya terkejut " ucap Zea .
Bapak itu menggaruk kepalanya yang tidak ga.
" Iya non . Maaf ya, saya sudah membuat nona terkejut " ucap Bapak tersebut .
" Saya mau tanya pak . Apa benar rumah ini di jual ?" tanya Zea .
" Iya non . Ayo kalau mau lihat boleh " ucap pria tua itu.
" terima kasih bapak " ucap Zea dengan senang hati "'
Setelah selesai melihat rumah .Zea pergi ke rumah Kikan .Namun saat di jalan Zea melihat seseorang yang selama ini Zea rindukan .
Mama Zea sedang membeli kue . Zea menghentikan mobilnya . Zea hanya berani melihat Mamanya dari kejauhan . Zea takut jika kedua orang tua Zea mengusirnya .
" Zea rindu Ma , Pa " ucap Zea dengan air mata yang membasahi pipi Zea .
ting
" Kirimkan laporan hasil meeting tadi " isi pesan dari Arron .
" kenapa dia tahu nomor ponselku . Tidak penting Zea . Dia bosnya dan aku bawahannya " ucap Zea .
ting
" Apa yang kamu lakukan disana? "tanya Arron .
Zea mencari Keberadaan Arron .
" Tidak perlu mencariku "
Zea semakin penasaran dengan Arron.
" Kamu menguntitku " balas Zea .
" Hahaha , untuk apa menguntit mu . Aku bukan pria pengangguran " ucap Arron .
" Terserah anda saja Tuan " ucap Zea lalu pergi dari sana . Setelah mencari keberadaan Mamanya . Namun sudah tidak terlihat lagi .
" Semua gara-gara pria menyebalkan itu " ucap Zea .