Lily Light Kato, yang terlahir dengan limpahan materi dan kemewahan, lebih memilih hidup mandiri dan jauh dari keluarganya.
Lily menyembunyikan status aslinya juga menutupi kecantikannya dengan berpenampilan culun dan berwajah buruk rupa.
Lily lebih memilih menjadi, tenaga relawan di salah satu panti sosial.
Niat hati ingin menolong sepasang suami-istri yang mengaku terlantar, malah menjerumuskan Lily pada sebuah pernikahan kilat, dengan putra semata wayang pasangan suami-istri itu.
bagaimana kisah Lily, putri Kimberly dan Arthur selanjutnya?
saksikan terus kisah mereka hanya di sini!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uma_bhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
Malam semakin larut, Brian yang baru saja menyelesaikan urusan pekerjaan di ruangannya, kini berjalan menuju kamar pribadi.
Ia berjalan sambil merenggangkan otot-otot di bagian leher dan punggungnya.
Suasana Mansion megah itu sudah tampak sunyi, sebelum memasuki kamar, Brian mendekati mini bar yang berada di sisi lain Mansion.
Pria rupawan itu mengambil sebuah gelas mewah berwarna putih dan sebotol minuman mahal. Brian menyesap sedikit demi sedikit minum tersebut, untuk menikmati setiap tegukan minuman yang akan membuat seluruh tubuhnya menghangat.
Ia sejak tadi memeriksa ponselnya dan berharap sang kekasih memberikan kabar. Namun beberapa hari ini sang kekasih tidak mengabarinya sedikitpun.
Brian menghela nafas panjang dan membuangnya perlahan, lantas, menyesap minumannya dengan sekali tegukan.
Ia pun berlalu dari mini bar dan melanjutkan langkah menuju kamarnya.
Brian membuka pintu kamar, berjalan ke arah ruangan ganti, membuka kemeja yang seharian ia kenakan.
Tanpa mengenakan pakaian dan hanya memakai celana pendek ketat, Brian berjalan ke arah ranjang super mewah yang terletak di tengah-tengah kamar.
Tanpa Brian sadari, dua kelopak mata kini menatapnya lebar. Mulut menganga dan wajahnya terlihat syok.
Lily yang baru saja keluar dari kamar mandi, begitu spot jantung saat melihat pemandangan yang membuatnya melongo.
Ia melihat punggung seksi suaminya dan bagian bawah yang begitu montok juga kekar.
Lily masih mematung di tempatnya, tanpa sadar benda yang berada di tangannya terjatuh.
Brian yang mendengar suara benda terjatuh di belakangnya, terkejut, ia pun segera membalikkan badan dan seketika ….
"Akhh!" Brian dan Lily bersamaan berteriak kencang.
Membuat nyonya Alice dan suaminya yang sedang berjalan di depan kamar Brian terkejut dan seketika raut wajah mereka terlihat penasaran.
"Bukti, kalau mereka masih original," bisik nyonya Alice, menarik lengan suaminya untuk mendekati pintu kamar putra mereka.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya tuan Jeremy dengan berbisik.
"Hust, diamlah, aku hanya ingin mendengar mereka melakukan malam pertama." Nyonya Alice menyahuti pertanyaan suaminya sambil menempelkan sebelah cuping telinganya di daun pintu.
Tuan Jeremy dengan konyol nya mengikuti tingkah sang istri, wajah keduanya begitu penasaran dan antusias.
…….
"Hey, apa yang kamu lakukan di kamarku!" Pekik Brian yang baru saja bangkit dari atas lantai.
Pria itu begitu terkejut melihat penampilan Lily, hingga ia refleks bersembunyi di bawah ranjang mewahnya.
Bagaimana tidak, penampilan Lily begitu membuat bulu kuduk Brian berdiri. Dengan memakai gaun tidur panjang berwarna putih dan wajahnya ditutupi masker berwarna putih dan di bawah matanya diberi masker mata, berwarna hitam.
Jelas saja Brian begitu ketakutan, apalagi keadaan kamarnya yang pencahayaan remang-remang. Membuat Brian gemetar ketakutan.
Lama ia bersembunyi di bawah ranjang, hingga pria itu mendengar decakan sinis dari Lily dan cibiran.
"Ck, pria kaku yang penakut!" Lily berjalan mendekati suaminya dengan perkataan sinis.
Sontak Brian segera bangkit dan menatap intens sosok putih-putih di depannya, meskipun harus menahan rasa takutnya.
"Kamu bertanya kenapa aku disini?" Lily balik bertanya. Brian refleks menganggukkan kepalanya.
"Ck, pria kaku yang konyol," gumam Lily pelan. Ia semakin berjalan mendekat ke arah suaminya.
"Stop, jangan mendekat!" Pinta Brian dengan wajah yang terlihat ngeri.
Lily tidak menghiraukan suaminya, ia kini berdiri di sisi sebelah ranjang mewah itu, Brian lagi-lagi bergidik ketakutan. Melihat wajah Lily yang begitu mirip dengan sosok karakter film horor.
"Ck, siapa yang ingin mendekati kamu," sinis Lily yang bersiap untuk menaiki ranjang namun tiba-tiba ….
"Stop!" Pekik Brian.
Lily yang sudah bersiap untuk menaiki ranjang terhenti, ia menatap suaminya dengan penampilan mengerikan.
"Ada apa?" Tanya Lily yang kembali berdiri tegak.
Dengan wajah datar dan kakunya, Brian berjalan ke arah lain. Lalu menyalakan lampu kamarnya yang terang dan mengaktifkan kedap suara di dalam kamar itu.
"Kenapa sunyi?" Gumam nyonya Alice yang menekan telinganya.
"Putra kita sadar kita sedang berada di sini," jawab tuan Jeremy. Menarik sang istri agar segera ke kamar mereka.
"Kenapa putra kita seperti tukang parkir?" Tanya nyonya Alice.
"Ia mengatakan, stop, stop," lanjut wanita itu dengan penasaran.
Tuan Jeremy tidak mengindahkan pertanyaan istrinya, ia sekarang ini dalam keadaan darurat.
"Maklum, mereka masih original. Perlu edukasi sebelum melakukan dengan baik," sahut tuan Jeremy seadanya.
"Kamu mau apa suamiku?"
"Melakukan edukasi dengan baik," jawab tuan Jeremy dan segera mendorong tubuh istrinya di atas ranjang.
……
Sedangkan di kamar pengantin baru. Kini pasangan itu sedang dalam mode perang dingin.
Di mana tatapan mata Brian penuh ancaman, namun hanya di tanggapi tatapan jengah oleh Lily.
"Beraninya kamu masuk di area pribadiku!" Brian begitu murka, saat Lily berada di kamarnya.
"Siapa yang memberikan kamu akses untuk berada di kamarku, hah!" Bentak Brian lagi dengan wajah tampannya berubah merah.
Lily hanya memandangi suaminya dengan senyum miring dengan gaya santainya. Kedua tangan terlipat di dada dan sesekali mengorek kupingnya, mendengar teriakan — Brian.
komen
sub
iklan
bintang
kenapa selalu kak uma ga nuntasin ampe ending sih
ntar akhir jalanny ga klop
alurnya di chap 1 n lainya
kayak q nya protes
dphal nt kk bagus
spt mengantung deh..
maafkan jd curhat
tp ttp asyik kog, hny endingnya yg selalu terpotong kasar
/Facepalm//Grimace//Facepalm//Grimace//Facepalm//Grimace//Facepalm//Grimace/
biar aje org yg komen ga sesuai expect nya.
namany manusia, pastiny pemikiran beda.
kita tinggal nikmati ga usah mikir, yey..
tetap semangat.. aplg visual yg always bikin melting
cha yo kak umma bee
siapa..kau siap honey
hmmm..
bayangin
kan bobok
hmmmm
makanya dlm islam, sbg muslimah kita disuruh menutup aurot hany tampak wajah n pergeangan saja.
lakik sejati yo ngono, posesif
ga mau miliknya di maksa mata2 buaya lihat miliknya.
agar hany dia saja yg bs menikmati.
itulah indahnya islam, quran dan sunnah adlaah buku panduan lgs dr si pembuat manusia.
spt elektronik, ada buku panduan pemakaian.. logikanya begitu s n k
jd harap jgn disalah artikan para ukhty yg menutup hingga niqop wajahnya.
krn hujah marwah suaminya dipertaruhkan. agar tidak ada macam psikopat yg teropsesi jahat macam itu.
cha uo umma bee/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
gila nt k uma bee, x ini, ambil bbrp chap
action
culun bin bego
psikopat
drama ala pelakor harta
mafia underground