Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang .
Sebagian cukup hanya dengan meninggalkan jejak pedang nya.
Nama Prabu Munding Jayananta mencuat melebihi puncak gunung.
Di jaman para raja berkuasa,nama itu membuat darah bergejolak.
Para raja datang ke hadapan nya , ada yang menantang banyak pula yang memohon perlindungan.
Jejak Sang Raja adalah kisah tentang penaklukkan dengan sedikit perang, bagaimana kekuatan di tangan orang yang tepat membawa keberkahan.
Kekuatan yang menjadi legenda tanpa diminta. sebab Legenda itu adalah keyakinan...
Jejak sang raja juga seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;
Tahta berdarah sang pangeran
Pendekar mesum berambut perak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuan..Ada Harimau
Pagi itu langit nya cerah, di Kaliabu sepuluh orang pemuda sudah bermandikan peluh.berlatih jurus silat harimau dari nyai gendis semenjak Matahari baru bersinar.
Mereka berlatih hingga matahari benar benar telah sepenuhnya keluar dari peraduannya, kira kira 1 jengkal tangan
Setelah berlatih, semua orang berpencar, mengerjakan urusan masing masing.
Yang ke ladang akan ke ladang, yang kebagian mencari kayu akan ke hutan, yang kebagian tugas memasak pergi ke dapur.
Begitu lah keseharian hidup di Kaliabu ini, hingga tidak terasa sudah tiga bulan waktu berlalu begitu saja
Kampung Kaliabu masih sepi , hanya ada 12 orang disini, akan tetapi kampung sepi ini telah menggeliat, hari hari di sini penuh keceriaan dan gelak tawa
Hari ini Kaliabu kedatangan orang luar, mereka empat orang pria berbadan kekar,bertampang kasar, dilihat dari tongkrongan nya, mereka ini pastilah seorang pendekar.
Ekalaya, pemuda tertua yang saat itu kebagian tugas menjaga terlihat tengah di maki maki .
" panggil ketua kampung kalian ..
" kampung ini kampung mati tuan, tidak ada ketua kampung nya ."
" sebodo amat...siapa yang bertanggung jawab disini hah?"
" ya tidak ada tuan ..kami hanya 12 orang
" ...hei jang ...kami lapar ..masa kalian tidak punya makanan??"
" makanan ada tuan, tapi maaf hanya cukup untuk kami saja...maaf..kami tidak bisa menyediakan untuk tuan.."
" setan....aku tidak mau tau...cepat sajikan makanan...aku sudah kelaparan ...!!
" hik..hik...hik....tuan memang nya ini rumah makan?? Ini kampung mati tuan, ...ngapain maksa kami buatkan makanan untuk kalian..."
nyai gendis datang, langsung menyela omongan orang orang ini
" keparat ..sialan dasar set....eh...cantik..."
Empat orang memaki tetapi begitu berbalik badan , mata besar mereka melotot, melihat nyai gendis berjalan melenggak lenggok genit
" Tuan tuan lapar ya?? Kasian....tapi kami memang tidak punya makanan...jadi bagaimana dong .??"
" ehh..ehh cantik ..tidak apa apa ..kalau tidak punya makanan ya tidak apa apa ..
Salah seorang dari mereka maju sambil menggosok gosok kan telapak tangan, tatapannya liar, menyelusuri setiap jengkal bagian tubuh nyai gendis.
' aih...siapakah tuan tuan yang gagah perkasa ini?? Datang darimana?
" duh... merdunya...empat orang sama menelan ludah...suara nyai gendis begitu memikat.
' cantik...kami empat saudara dari gunung batok..mau mendaki ke puncak gunung gora..tak sengaja salah ambil jalan..malah sampai ke mari.. "
" aih...mau ke puncak gunung gora ya.. sebenarnya dari sini juga bisa sih...hanya saja jadi tambah jauh ya..."
Sudah begitu tuan tuan salah tempat, ini hanya kampung mati, kami tidak punya persediaan makanan..maaf tuan tuan"
Nyai gendis membungkuk kan badannya, sengaja memperlihatkan bagian bukit menonjol nya yang terbalut pakaian tipis dan berbelahan rendah.
" glek..glek .."
Mata empat orang seperti akan keluar, melihat belahan dada putih mulus dan kencang di depan mereka..
" ahhhh...tidak apa apa cantik...melihat nyai cantik saja , rasa lapar dan lelah kami sudah hilang...!"
" benarkah?? Aih... terimakasih atas pujian tuan tuan gagah ini..
tapi tuan... karena tuan tuan sudah ada disini, bisakah saya minta tolong??"
" bisa...bisa...tentu bisa banget...mau minta tolong apa..?"
" Begini tuan, kami hanya ada 12 orang, semua lemah, mengandalkan makan dari hutan, akan tetapi di hutan itu sekarang ada se ekor harimau....kami tidak berani masuk hutan lagi .."
" ha.. harimau!! "
Empat orang berteriak dengan suara tercekat, rupanya mereka takut juga..
" aduh. .maaf ..maaf ..tidak apa apa jika tuan tidak berani, lupakan saja ... tapi sebenarnya jika ...
nyai gendis mendekati salah seorang,dia berbisik manja di telinganya
" jika tuan bisa membunuh harimau itu, saya akan sangat berterima kasih, saya siap melayani tuan sepenuh hati ....!"
Harum nafas nyai gendis tercium , membuat bulu kuduk merinding, darah seperti terbakar, jantung pun berdebar kencang.
" Hahaha ...hanya se ekor harimau...perkara mudah...nyai tenang saja...aku pasti akan membunuh harimau itu ..!!"
" aihh... benarkah?? Aduh... terimakasih tuan.."
nyai gendis mencium pipi orang itu, membuat dia blingsatan, tangannya ingin merangkul pinggang nyai gendis, akan tetapi dengan mudah nyai gendis menghindar...
" ayoo.. tunjukkan dimana adanya harimau itu nyai...!"
" tidak mau ..saya takut tuan...itu loh .di hutan belakang sana .tuan saja ya yang kesana .."
Nyai gendis memegang tangan orang itu, sengaja bersikap manja pada nya..
" Hahaha ...baik cantik...akang yang akan kesana...cantik tunggu saja...
" ayok..kalian ikut aku..kita bunuh harimau itu..biar sekalian nyai cantik ini tau kehebatan kita...!!"
" I..i..iya kang ..!"
Empat orang berjalan menuju hutan ,sampai di pinggir hutan,ke empatnya berhenti
" kang...jangan gila...ini harimau kang...bukan kambing...!!"
" bener kang..!!"
" Ais kalian itu...siapa yang mau cari mati sih?? aku hanya pura pura tau..!! "
" kalian bodoh... wanita itu cantik...masa kalian tidak mau?? Kita pura pura masuk hutan...saat menjelang sore, kita keluar, kita bilang saja belum ketemu harimau nya..lalu...kita...hehehehe....!
" kenapa mesti repot repot begitu sih kang.. langsung gass aja kan bisa ,mana mungkin mereka bisa mengalahkan kita ...!"
Orang yang berkata ini membalikan badan ,dia ingin kembali, tapi tangan nya ditarik.. hingga dia berbalik kembali.
" setan ...jangan sembarangan...memaksa tentu bisa bisa saja... tapi aku ingin yang lebih memuaskan...coba kalian bayangkan...wanita secantik dia ,merangkak dibawah kaki dan mau mengikuti apa saja yang kita minta..
walah...toubat...jika mati pun mataku akan tertutup rapat...!!
Tiga orang lain nya terhasut perkataan itu, benak mereka membayangkan adegan khusus 18 tahun ke atas...mulut mereka meneteskan air liur... seperti anjing lapar..!!
" aghhhh...sialan...sialan...aku tidak tahan..!!
"ohhhh...begitu....siap..siap...akang memang pintar'...!!"
Ke empat orang ini ternyata licik..mereka hanya berpura pura, sebelum masuk hutan dengan kompak mereka berteriak .
" nyai... tunggu kami...kepala harimau nanti akan kami bawa ke hadapan nyai...!!
Dengan langkah dibuat gagah ke empat nya masuk hutan.
Mereka berjalan menyusuri hutan, sampai merasa ke adaan aman, lalu duduk se enak nya di batang pohon yang tumbang.
" Ingat...nanti jangan berebutan...aku yang duluan ya..Hahaha..."
" Sialan... sebenarnya aku sudah tidak tahan kang..aduh.. kulit nya putih mana mulus banget.. dia perempuan paling cantik yang kita temui ...ahhh sial..sial..aku tak tahan..!
Ke empat orang kembali berimajinasi liar, membayangkan nanti malam dapat membelah "Durian" nyai gendis
Ke empat nya tidak menyadari, dua pasang mata berwarna kuning campur hijau sedang mengawasi mereka..
dua pasang mata ini, perlahan lahan berjalan mendekati mereka yang sedang melamun jorok..
" Gerrr...!!" geraman halus menyadarkan mereka.. cukup untuk membuat mereka jatuh terguling dari batang pohon.
Dua ekor harimau loreng sebesar anak sapi sudah berdiri dihadapan mereka,
Geraman dan taring runcing nya sudah membuat mereka bergidik ngeri, tatapan mata sang raja hutan sudah membuat mereka kaku saking takut nya
" Aum...."
Ketika sang raja hutan mengaum, ke empat nya lemas tidak punya tenaga sedikit pun,bahkan hanya untuk berteriak !
" tolong.....!!"
Teriakan itu baru terdengar ketika salah satu dari mereka sudah diterkam,
Yang tersisa baru bisa bergerak dan kabur melarikan diri ketika orang kedua telah dicabik perutnya.
Sayang... langkah kabur mereka tidak bisa jauh, sang raja hutan, dengan mudah menerkam mereka satu persatu...
Di luar hutan, tepat nya di kampung kaliabu ,nyai gendis dan yang lainnya telah bubar,mereka kembali pada kesibukan masing-masing.
Mereka sudah tau nasib apa yang akan menimpa ke empat orang itu , mereka tidak perlu menunggu empat orang yang tadi masuk hutan , datang sambil menenteng kepala harimau...
Saat malam tiba, mereka duduk berkeliling di depan api unggun sambil menyantap makanan dan minuman hangat.
Mereka bersenda gurau sambil memikirkan masa depan kampung Kaliabu
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....