NovelToon NovelToon
KINAN DAN RADIT

KINAN DAN RADIT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Tamat
Popularitas:649.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Armasita Wardhojo

Hidup Kinan berubah ketika pergantian CEO terjadi di kantor ia bekerja. Walaupun ia hanya seorang office girl, namun CEO yang baru tampak tak menyukainya. Berbagai alasan dibuat sang CEO untuk membuat kerja Kinan menjadi sulit. Hingga pada saat ia melakukan kesalahan sepele namun berdampak hingga ia dipecat. Kebenciannya kepada sang CEO pun semakin menjadi.

Raditya Abhimanyu, CEO tampan dan (tentunya) kaya raya kembali pulang dari Amerika dan menjadi pimpinan perusahaan konstruksi besar milik ayahnya. Raditya adalah pria dingin yang "mati rasa". Segala hal bisa ia dapatkan membuatnya ingin mencari hal baru untuk hidupnya. Untuk itu ia memulai sebuah petualangan. Petualangan yang membuat ia mengetahui sebuah rahasia yang sangat penting untuk hidupnya.

Bagaimana pertemuan Raditya dan Kinan terjadi?

Apakah mereka berakhir saling jatuh cinta?

Ini novel romantis komedi pertama saya. Semoga banyak yang suka dan menikmatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armasita Wardhojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PRIA KEMARIN

Sebuah mobil Lamborghini biru terparkir di depan Kedai Mie Kinan. Raditya bersandar pada mobilnya, menunggu seseorang. Kedai Mie itu masih tertutup. Raditya menyesap rokoknya sembari beberapa kali melihat jam tangannya. Biasanya Kinan sudah membuka kedainya di jam-jam ini, namun ia bahkan belum nampak muncul.

Raditya mengambil ponselnya lalu mencoba untuk menelepon Kinan. Nihil. Wanita itu selalu tidak bisa dihubungi. Dalam kekhawatiran yang membuatnya merasa gusar, tiba-tiba seorang wanita muncul tepat di depan wajahnya.

"Kau menungguku Tuan Muda?" Kinan tersenyum lebar sembari menggoda Radit yang masih dengan wajah datar.

"Kenapa kau tak mengangkat teleponku?"

"Oh, kau meneleponku?" Kinan mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya. Ia lalu menunjukkan layar ponselnya yang mati.

"Ponselku sering sekali tiba-tiba mati. Aku belum sempat untuk membetulkannya" ujar Kinan sambil membuka kunci pintu kedai. Mereka berdua lalu masuk bersamaan.

Sisa kekacauan kemarin masih belum dibersihkan. Kursi yang berjatuhan, bahkan ada yang patah. Meja-meja bergeser tak beraturan. Raditya mengamati setiap detil kerusakan di dalam kedai.

"Padahal kita hanya berciuman, kenapa bisa porak poranda seperti ini? gumamnya santai.

"Hei! Kekacauan ini bukan karena kita berciuman. Kau berkelahi dengan Shandy, apa kau lupa?"

"Aku sangat ingin membunuh bedebah itu. Bagaimana punggungmu? Kau baik-baik saja?" Raditya menghampiri Kinan yang sibuk mengeluarkan barang belanjaan. Ia lalu membuka jaket wanita itu.

"Kau mau apa?" tanya Kinan menurut saja.

"Aku mau lihat apakah ada memar"

"Sudah kubilang aku baik-baik saja"

"Kau tak lihat kursi itu? kalau kursinya saja patah, apa kau masih yakin tulang punggungmu baik baik saja."

Raditya menyingkap kaos putih yang dikenakan Kinan. Punggung wanita itu kini terlihat dengan jelas. Dan memang ada bekas memar sepanjang 10cm di punggung sebelah kanan. Raditya menyentuh luka memar itu.

"Aw" refleks Kinan.

"Ada memar di punggungmu. Ayo kita ke rumah sakit"

"Kenapa ke rumah sakit?"

Raditya dan Kinan serempak menoleh ke belakang. Raditya segera menutup punggung Kinan, namun agaknya Bima terlanjur mengetahui apa yang mereka lakukan. Ia segera meraih tubuh adiknya lalu membuka kaosnya.

"Siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Bima. Kinan masih belum menjawab. Bima melihat sekeliling kedai.

"Ceritakan padaku apa yang terjadi!"

"Kakak.. aku.."

"Aku tak bertanya padamu, aku bertanya pada Raditya"

Raditya menghela nafas panjang. Kinan memberi isyarat untuk diam saja namun Bima terlanjur menatap penuh curiga.

"Shandy semalam datang menemui Kinan. Aku langsung emosi ketika melihatnya, kami berkelahi. Luka di punggung Kinan karena dia melindungiku ketika Shandy melempari ku kursi"

Bima menatap Kinan, seolah menyuruh adiknya untuk berkata iya. Namun Kinan tak berbicara sepatah katapun setelah itu. Ia hanya kembali sibuk mengeluarkan barang belanjaan.

"Kau tahu dimana Shandy?" tanya Bima kepada Radit. Ia hanya menggeleng.

"Kenapa si brengsek itu datang kembali? Apa yang dia inginkan" gumam Bima penasaran. Sejenak mereka terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Dalam pikiran Raditya, ia sangat ingin membunuh Shandy. Mengingat apa yang terjadi kepada kakaknya, rasanya ia tak mampu untuk mengampuni lelaki itu. Dendam yang mengendap selama bertahun-tahun bahkan semakin membara ketika tahu Shandy mendatangi Kinan secara diam-diam dan membuat kekasihnya terluka. Ia hanya ingin mengenyahkan lelaki yang dulu sempat ia anggap kakak itu.

Sama halnya dengan Raditya, di dalam pikiran Bima, ia pun ingin menghajar Shandy. Teringat bagaimana lelaki itu meninggalkan Kinan sendirian ketika ia harus berjuang menghidupi Shanju, meskipun Shanju bukanlah anak kandungnya. Bahkan selama pernikahannya, ia tak pernah melihat raut wajah bahagia adiknya. Shandy adalah pria pengecut yang selalu melarikan diri dari masalah. Bima sungguh menyesal pernah menganggapnya seperti adik sendiri.

Lain halnya dengan Kinan, ia sama sekali tak sakit hati ketika melihat Shandy kembali. Hatinya bahkan sudah tak bergetar sama sekali. Raditya telah memenuhi setiap sudut di relung hatinya hingga ia bisa benar-benar melupakan mantan suaminya itu. Namun ada hal yang sangat mengganjal benaknya, tentang alasan Shandy untuk kembali. Dia sangat yakin lelaki itu tak akan kembali tanpa maksud apapun. Shandy adalah seorang yang licik dan pengecut, satu-satunya hal yang bisa dilihat darinya adalah wajah tampannya. Selebihnya ia hanyalah pecundang.

"Kau sungguh tak apa?"

Kinan mengangguk, "Aku baik baik saja, Kak."

"Ngomong-ngomong, kalian benar berpacaran?" tanya Kak Bima.

"Iya" jawab Raditya singkat.

"Apa kau serius?"

"Sangat serius"

"Bukankah kau bercerita padaku kalau kau sedang dijodohkan? Apa orang tuamu sudah tahu status Kinan?"

Raditya tak mampu menjawab.

"Ah aku mengerti. Mereka pasti sudah tahu ketika mereka datang kerumah dulu, kan?"

Kinan mengangguk pelan. Melihat ekspresi adiknya itu Bima langsung paham dengan situasinya. Kinan sudah jelas tak mendapatkan restu. Melihat kisah hidup Juliana pun Bima telah menduga jika kedua orang tua Raditya tak mungkin bisa menerima Kinan yang hanya wanita biasa.

"Kau ada waktu nanti malam?" tanya Bima.

"Kakak mau mengajakku kemana?" timpal Kinan penasaran.

"Aku tak mengajakmu. Aku bertanya pada Raditya"

"Ada. Mau kujemput dirumah?"

"Hmm. Tapi pastikan kau jemput aku dengan mobil itu" jawab Bima sembari menunjuk mobil Raditya yang terparkir di depan kedai. Kinan meninju lengan kakaknya.

"Cih! Kau mudah sekali ditebak"

Bima tersenyum lalu melangkah pergi.

...***...

Nuri sedang tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Kepalanya pusing, pikirannya kacau, hatinya pun tak karuan. Seorang suruhannya mengirim beberapa foto dimana nampak mobil Raditya terparkir di depan kedai Kinan.

Ia pun berpikir keras bagaimana cara agar Raditya tak mengunjungi Kinan sesering ini. Raditya memang telah kembali bekerja di perusahaan, namun jika Raditya sering di luar, ia tak akan bisa mengawasinya secara langsung. Ia ingin selalu berada di dekat Raditya sehingga bisa merayu laki-laki itu kembali.

Tiba-tiba ponsel hitam milik laki-laki misterius itu berbunyi. Nuri mengambil ponsel itu dan masih ragu untuk menerimanya atau tidak. Namun rasa penasarannya memaksa ia untuk segera menjawabnya.

"Halo" suara Nuri terdengar pelan.

"Oh hai! Kau Nuri?"

"Ya"

"Kurasa ponselku benar terjatuh di mobilmu.."

"Oh kau pria di bar kemarin?" sahut Nuri.

"Iya. Aku minta maaf merepotkan mu, tapi aku sangat membutuhkan ponsel itu, bisakah kuambil sekarang?"

"Aku sedang bekerja"

"Baiklah aku akan mengambilnya di kantormu"

"Kau tahu dimana kantorku?"

"Ya"

"Jangan..jangan...jangan pernah ke kantorku. Ayo bertemu di luar. Ku tunggu di Sonumi Cafe"

"Baiklah"

Telepon ditutup. Nuri tiba-tiba ingin membuka ponsel milik lelaki itu. Ia lalu membuka galeri, melihat foto-foto yang hanya beberapa saja. Tidak ada foto laki-laki itu, hanya foto anak laki-laki.

"Kurasa ia mempunyai anak" gumam Nuri. ia kemudian menyambar tas nya dan segera pergi menemui pria itu.

Sonumi Cafe tak berada jauh dari kantornya. Ia cukup berjalan kaki untuk kesana. Cafe bernuansa minimalis dan terbuka itu masih sepi. Ini memang masih jam 11 siang, belum waktunya makan siang. Hanya ada tiga pengunjung di cafe ini. Dua orang yang --sepertinya sedang meeting, dan Nuri yang sedang menunggu seseorang.

Seorang pria dengan jaket kulit hitam tiba-tiba duduk di depan Nuri. Ia membuka masker hitamnya lalu tersenyum sambil mengulurkan tangan. Nuri terdiam --lebih tepatnya melongo-- melihat pria dihadapannya.

"Ah, kau terpesona dengan wajahku?"

Nuri tersadar lalu memberikan ponsel milik pria itu.

"Bagaimana kau bisa mengantarkan ku malam itu?"

"Bisakah aku memesan makanan terlebih dahulu. Aku sangat lapar" ujar pria itu sambil mengangkat tangan memanggil pelayan cafe. Ia lalu memesan beberapa makanan. Tak lama kemudian pesanan datang, dan Nuri terpana melihat banyaknya makanan yang dipesan pria tampan itu. Ia nampak makan dengan sangat lahap.

"Kau seperti belum makan dari kemarin"

"Aku memang belum makan dari kemarin"

"Kenapa?"

"Aku tak punya uang. Itu sebabnya aku mengambil ponselku kembali. Itu harta satu-satunya yang kupunya" jawabnya sembari terkekeh.

Nuri mengamati lelaki itu dari atas hingga bawah. Baju dan celana yang ia kenakan tak berubah satupun dari kemarin. Benar kata Pak Satpam, lelaki itu sebenarnya tampan namun penampilannya yang acak-acakan memudarkan segalanya.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang"

"Kau jangan pernah lagi minum di bar itu sendirian. Disana banyak laki-laki hidung belang"

"Apa kau juga termasuk?"

"Hahaha.. mana ada pria hidung belang miskin? untuk makan saja aku susah"

"Tapi tampangmu tidak seperti orang miskin?"

"Ah, apa kau baru saja ingin bilang kalau aku tampan?"

"Bukan begitu! Ah sudahlah. Aku harus kembali bekerja" Nuri beranjak dari duduk. Ia hendak melangkah pergi namun pria itu menahannya.

"Kau yang bayar tagihan ini semua, kan?"

Nuri tersenyum sinis lalu mengangguk ketus. Ia lantas melepaskan tangan pria itu. Baru saja beberapa langkah meninggalkan meja, ia teringat akan sesuatu. Ia berbalik badan dan berseru,

"Namamu siapa?"

"Shandy" jawab pria tampan itu sambil melambaikan tangan.

...***...

1
💦tiatiandra💦
bagus banget... singkat tapi mengena di hati... Alhamdulillah sejauh ini tidak ada istilah yg menjengkelkan seperti "mension" dan "hiks"... /Joyful/ sukses selalu Thor...
Armasita Wardhojo: thank you yaa❤️❤️
total 1 replies
💦tiatiandra💦
benar2 kisah masa lalu yang tak terduga...
Kusmia Mia
ini lanjutan ke episode selanjutnya ko jyk diputuskan HD dak nyambung
Riyantie Yanzz
🤣🤣🤣🤣🤣 sirik Bosque
Armasita Wardhojo
Terimakasih mbak untuk semua komentar komentarnya ❤️
Hesty Mamiena Hg
Selamat Kinan.. hidupmu berubah drastis dlm semalam 🤭
Hesty Mamiena Hg
Akhirnya Bu Merliana sadar juga, sebelum kehilangan anak utk kedua kalinya 🙂
Hesty Mamiena Hg
ikutan sedih 😔
Hesty Mamiena Hg
Ternyata Shandy pria yg tampan, baik dan setia.. hanya nasibnya aja yang buruk ☹️
Hesty Mamiena Hg
Kasih sayang Kinan melebihi nenek kandung Shanju sendiri 😔
Hesty Mamiena Hg
Kirain nyonya besar ini udah berubah. Gk taunya 😒
Mau ngorbanin anakmu yg tinggal satu2nya ini ya Nyonya, demi status dan gengsimu?
Hesty Mamiena Hg
Mau dipecat kayaknya nih /Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
wkwkwk 😂🤭
Hesty Mamiena Hg
Siapa tuh Dahlia? Jangan2 ibunya Kinan 🤔
Hesty Mamiena Hg
Begitupun Radit akan memperjuangkan cintanya..
Hesty Mamiena Hg
Oo.. Jadi Shandy itu licik, pengecut dan pecundang..
Apa Shandy ingin memanfaatkan Shanju, utk mendapatkan uang dari orang tua Juliana?
Hesty Mamiena Hg
Mungkin Shandy nih?
Hesty Mamiena Hg
Untung Nuri bertemu orang baik, syukurlah.. Mungkin itu Bima abangnya Kinan?
*k🎧ki€*
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Hesty Mamiena Hg
Shanju nya nangis krn apa nak? Krn bahagia atau sedih? 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!