Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Satu bulan telah berlalu, tidak banyak yang berubah dari rumah tangga Bryan dan Kiara. Semua nya hampir sama seperti dari awal Kiara menginjakan kaki di rumah besar seperti Istana ini.
Bahkan, Kiara semakin sering melihat Bryan berbicara dan memandang photo yang terpampang nyata di dalam kamar utama yang di tempati oleh Bryan. Waktu Bryan sekarang full time dengan pekerjaan kantor, bahkan jika di rumah dan hari libur Bryan lebih betah di dalam ruangan kerjanya . Beberapa hari yang lalu bahkan photo Kinan yang di cetak dengan ukuran besar juga terpampang di dinding ruangan tersebut.
" Mbak kiara, kok ngelamun aja? Nanti cantiknya nangis Lo hehehe" ujar bik Sumi, kini dari ibuk telah berganti menjadi mbak, Kiara yang meminta pastinya, Kiara bilang panggilan ibuk untuk nya terlalu tua dan tidak cocok jadi karena bik Sumi tidak mau memanggil dengan sebutan nama saja , bik Sumi menambah kak kata mbak di awal
" Bik Sumi bisa aja" ujar Kiara yang sedang bersantai di ruangan keluarga sedangkan Alana tidur di atas sofa di depan Kiara
" Serius Lo mbak Kiara, nanti kalau mbak Sering melamun, cantik nya ngambek gimana?" Bik Sumi yang mengerti atas kegalauan hati Kiara, selalu berusaha untuk menghibur Kiara
" Aku ngak secantik mbak Kinan bik, toh buktinya hingga sekarang mas Bryan tidak pernah sedikitpun melirik kalau aku ada di sini " ada seperti sembilu tajam yang menusuk hati nya Kiara
" Hmmm almarhumah nyonya Kinan dan mbak Kiara itu memiliki cantik yang berbeda beda. Mbak Kinan itu cantik Versi dia, dan mbak Kiara cantik versi mbak Kiara ' ujar bik Sumi dengan suara wedok nya
" Tetap saja bik, tidak ada artinya bagi mas Bryan? Aku jadi bingung mau di bawa kemana pernikahan ini ' Kiara melirik buk Sumi dengan penuh pertanyaan yang ingin di jawab oleh bik Sumi
" Itu karena mbak Kiara juga tidak berusaha" jawab bik Sumi sambil mendudukkan bokong nya
" Usaha apa lagi bik? Apa tidak cukup aku disini selalu menjaga dan menyayangi Alana dan selalu menemani nya Sarapan sebelum ke kantor" ujar Kiara kepada bik sumi
" Itu belum cukup mbak Kiara , sekarang dalam segi hal kecil dulu ya mbak Ki, coba mbak Ki berdiri " ujar bik Sumi kepada Kiara, dengan kening bertaut dan bingung Kiara tetap saja mengikuti apa yang di inginkan oleh bik Sumi
" Sekarang lihat lah penampilan mbak Ki dari atas hingga ke bawah, apa yang mbak Ki lihat?" Ucap buk Sumi setelah Kiara berdiri
" Ya aku Melihat diriku bik, Kiara yang memakai kaus oblong dengan bawahan celana pendek, santai dan nyaman " ujar Kiara yang tidak terlalu suka berdandan over
" Benar mbak, santai dan nyaman untuk mbak Kiara. Tetapi menurut bibik pakai an seperti ini tidak cocok untuk seorang mbak Kiara yang telah bersuami, apa lagi suami mbak Kiara adalah mas Bryan , salah satu pengusaha termuda di negara ini, yang banyak di segani oleh orang lain " Kiara malah diam sejenak setelah mendengar kan ucapan yang di lontarkan oleh bik suami
Dengan cepat Kiara mengangkat wajah nya lalu mengedarkan pandangan nya ke dinding yang hampir di penuhi oleh photo Kinan. Di dalam semua photo tersebut Kinan sangat cantik dan anggun memakai outfit pilihan yang harganya pasti sangat fantastis
" Apa aku harus berpakaian seperti mbak Kinan bik?" Tanya Kiara polos ke pada bik Sumi
" Tidak mbak Ki, mbak Kiara hanya perlu memakai pakaian yang cocok dengan status mbak Ki sekarang tapi tidak mengubah jati diri mbak Kiara sendiri, jangan menyamakan diri mbak Ki dengan nyonya Kinan, apa lagi membandingkan nya " bik Sumi sudah seperti orang tua bagi Kiara
" Bibik benar, setelah ini aku akan melakukan apa yang bibik saran kan, terimakasih untuk saran nya bik , bibik terbaik " ujar Kiara terharu
" Sama sama mbak Ki, satu lagi buk , selain merubah tampilan, ibu juga harus mengubah perhatian ke pak Bryan. Salah satu contoh nya , mengantarkan makan siang ke kantor nya bapak. Ibu belum pernah bukan ke jantung nya pak bos?" Ujar bik Sumi , sesuka hatinya memanggil mbak atau bik
" Tapi aku belum pernah menginjakkan kaki di kantor nya mas Bryan bik" keluh kiara ke pada bibik Sumi
" Makanya dari itu buk, mulai saja dari siang ini. Begini saja ibuk pergi naik ke atas dan cari pakaian terbaik ibuk. Dan bibik akan menyiapkan bekal yang akan ibuk Bawak ke kantor bapak dan masalah alan tidak usah kwatir, bibik akan panggil yang lain untuk menemaninya non Alana di sini
" Tapi tapi bik , aku ...."
" Tidak ada tapi tapi buk, jika ibuk ingin mempertahankan dan memperbaiki rumah tangga ibuk dan bapak jalani untuk sekarang ini " ujar bik Sumi memotong bicara nya Kiara
" Baikkah bik , kali ini akan saya turuti semua masukan dan ide dari bibik" Kiara bangkit dari kursi nya
" Sayang mama tinggal sebentar ya, alana sama bibik dulu " Kiara berlalu pergi menuju masuk kamar Alana karena kiara telah memindahkan semua pakaian nya ke dalam kamar Alana
Sudah hampir setengah jam lamanya Kiara mencoba semua pakaiam yang dia bawa dari Bandung. Tapi tidak ada yang cocok satu pun, karena kebanyakan baju yang di bawa Kiara adalah baju santai kaos dan celana jeans pendek maupun panjang
"Kenapa tidak ada satu pun pakaian ku yang terbawa ke sini, ini karena hati dan pikiran ku tidak ingin ke dini jadi waktu packingan aku hanya asal mengambil pakaian" Kiara berbicara sendiri
Tidak ada cara lain , kiara memasukku kamar utama dan tujuan awal nya adalah walk in closet milik almarhumah Kinan.
" Maaf ya mbak, aku izin untuk masuk dan minjam baju mbak ya " ujar Kiara sesaat sebelum masuk ke sana
Tidak sampai sepuluh menit, mata Kiara berhenti di dres motif bunga sepanjang lutut dengan kembang di bawah nya.
" Cantik, mbak aku minjam yang ini ya " Kiara mengambil pakaian tersebut lalu matanya berhenti di heels milik nya Kinan
" Mbak aku minjam yang ini ya , Syukur nomor high heels kita sama ya mbak " ujar Kiara tersenyum mengambil heels tersebut
Kiara bercermin di kaca yang besar di kamar utama " aku baru tahu , jika memakai baju cantik dan mahal ini membuat seseorang bertambah cantik" Kiara bergumam sendiri sambil berkaca
Kiara Sangat anggun dan cantik plus elegan dengan memakai dres motif bunga berwarna pink sepanjang lutut dan memakai high heels yang senada . Sedangkan di kepala nya Kiara memakai bandana cantik yang di hiasi dengan sedikit mutiara cantik
" Perfect" ujar Kiara tersenyum manis