NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:26
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Keyvandi dan keluarganya menuju salah satu restoran mewah yang ada di ibukota. Restoran itu merupakan salah satu usaha dibawah naungan Eduardo Company milik keluarga Keyvandi.

Sedari tadi, Keana.terus saja menggandeng Despina, wanita pauh baya itu sangat antusias dengan adanya calon menantu barunya itu. Namun di keluarga mereka memang tidak ada rasa iri sedikitpun, meskipun ada Bianca Galensea yang juga merupakan kekasih dari kembaran Keyvandi yaitu Keyvando.

Awalnya, Despina memang canggung dengan keluarga sang kekasih itu, namun lama kelamaan gadis itu mulai terbiasa, ia menikmati karena memang keluarga Keyvandi adalah keluarga yang sangat hangat.

Keluarga itu memasuki salah satu ruangan VIP yang sudah dipesan oleh Kelvin selaku kepala keluarga.

"Ayo semuanya duduk ya, kita malam ini akan merayakan suksesnya acara promosi drama yang dimainkan oleh Keyvandi."

Semua orang yang ada di sana bersorak senang, bahkan Siera anak bayi yang berumur 2 tahun itu juga ikut bertepuk tangan sehingga membuat orang-orang di sana gemas.

"Anak Mommy sangat pintar, apa Siera senang nak?" Tanya Keyvara pada sang putri yang saat ini ada di gendongan suaminya, Sean.

"Sepertinya cucuku ini memang sedang senang karena acara unclenya itu berhasil," ujar Kelvin, lelaki paruh baya itu tersenyum sambil melihat ke arah sang cucu.

"Benarkah begitu Princess, apa kau juga ikut senang karena Unclemu ini sukses mempromosikan drama?"

Keyvandi yang gemas pada keponakan cantiknya itu langsung menghampirinya dan mencium bayi itu.

Setelahnya, semua orang yang ada di sana duduk bersama dengan mengelilingi meja panjang yang lebar itu.

"Sayang, apa kau lelah?" Tanya Keyvandi pada Despina yang kini duduk di samping lelaki itu.

Despina tersenyum, ia menggelengkan kepalanya.

Keyvandi yang melihat itu bernapas lega, ia sudah sangat khawatir jika sampai Despina kelelahan, hadis itu baru saja sembuh lalu sekarang harus mengikuti kegiatan yang cukup lama.

"Jangan khawatir kak, aku baik-baik saja."

Keyvandi mengusap kepala sang kekasih dengan lembut, "Bagaimana aku tidak khawatir, kau selalu membuatku cemas sayang, untuk itu aku harus menjagamu dengan baik agar kau tidak kenapa-kenapa."

"Papi sudah memesankan semua menu yang ada di restoran ini, nanti kalian tinggal pilih saja, malam ini yang akan menraktir kita adalah Vandi ya."

Keyvandi yang mendengar namanya itu di sebut membelalakkan matanya, "Hah? Kok Vandi Pi?" Tanya lelaki itu, tadi katanya sang papi yang akan menraktir mereka, sekarang kenapa sang Papi justru membebankan padanya.

"Iyalah, kan yang baru banget promosi drama kamu, masa iya papi yang nraktir, nggak mungkin dong." Nahkan, bahasa gaul Kelvin sudah keluar, itu berarti lelaki paruh baya itu sedang dalam mode santai, secara memang di keluarga mereka lebih banyak menggunakan bahasa formal, tapi tidak jarang juga mereka menggunakan bahasa santai di kehidupan sehari-hari.

Keyvandi mengusap wajahnya kasar, lelaki itu merasa sudah dijebak oleh Papinya itu, "Huh, untung duitku banyak, kalau duitku sedikit, bisa-bisa besok aku nggak akan makan," gumam Keyvandi yang dapat di dengar oleh Keyvando yang ada di sampingnya juga Despina.

Keyvando yang ada di samping Keyvandi hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar saudara kembarnya itu.

"Baiklah, semua ini Vandi yang bayar, besok Vandi nggak akan terjebak lagi, papi mah sukanya gitu." Keyvandi, lelaki itu cemberut mengingat ia sedang dikerjai, Despina yang melihat kehangatan keluarga Eduardo itu hati kecilnya merasa tersentuh.

"Andai keluargaku juga seperti ini, aku pasti akan bahagia," batin gadis itu.

"Despina, kamu harus terbiasa dengan sifat kekanakan Keyvandi ya, dia memang seperti itu, dasar anak manja."

Keyvandi memelototkan matanya, "Eh, enak aja ngatain aku manja, inget ya, aku itu tinggal di apartemen loh bertahun-tahun, masa di katain manja, terus sekarang aku punya rumah sendiri, enak aja dikatain manja."

Lihat, Keyvandi memang sangat tidak suka jika ada yang mengejeknya.

"Iya sih tinggal di apartemen, iya sih beli rumah, tapu kalau capek nyarinya Mami, huuu, kalah sama Siera." Itu Keyvara, wanita dengan satu anak itu juga memang sangat suka menggoda sang kakak.

Keyvandi semakin cemberut, lelaki itu sekarang merasa sangat kesal karena seluruh orang yang ada di dalam ruangan itu menistakannya. "Gini nih kalau manusia-manusia nggak bersyukur, masa yang nraktir dinistakan," balas Keyvandi.

"Biarin, siapa suruh jadi Keyvandi,"

"Loh, emang aku mau jadi Keyvandi? Kalau bisa aku mau jadi Keyvando aja enak, diem terus."

Keyvando yang.merasa namanya disebut menoleh ke arah Keyvandi, lelaki itu memasang wajah datarnya.

"Eh Bang Vando, bercanda doang bang, jangan baper."

"Emang manusia, semenjak ada kata baper jadi seenaknya," ujar Keyvando membalas.

Seluruh keluarga Eduardo yang ada di sana termasuk Bianca Galensea dan Juga Despina ikut tertawa mendengar jawaban Keyvando yang kalau bicara suka irit banget itu.

"Emang beda ya, kalau orang yang kalau bicara sedikit banget itu sekalinya bersuara pasti deh kayak ada cekit-cekitnya."

"Loh Kiel kok nggak bicara?"

Kiel yang sedari tadi menyenderkan tubuhnya pada sang ibu itu langsung menegakkan tubuhnya. "Kenapa nyariin aku, kak Vandi kalau kangen bilang,"

Keyvandi menepuk jidatnya pelan, "Duh, salah kayaknya aku ngomong, bagus tadi dia diem, kalau mulutnya nanti cerewet aku yang repot," gumam Keyvandi pelan, namun masih dapat di dengar oleh yang lain.

"Dih, kok ngatain, tadi aku diem dipanggil, giliran bicara kakak takut, haduh, capek deh, aku diem itu karena laper kak, mana nih makanannya lama."

"Sabar Kiel, jadi orang nggak sabaran, masih muda kok nggak sabar."

Tidak lama setelahnya, makanan yang mereka pesan telah datang dibawa oleh para pelayan restoran itu. Semua makanan disusun rapi atas meja itu.

Semua orang yang ada di sana terlihat sangat antusias melihat berbagi hidangan makanan yang tampak menggoda.

"Itu makanannya, siapa tadi yang diem gara-gara laper, jangan banyak bicara ayo kita makan. Ingat, kalau makan berdoa dulu biar nan---"

"Kelamaan nunggu si Vandi, mending langsung aja makan," Ujar Kelvun,.lelaki itu sudah menyantap makanannya, begitupun yang lain membuat Keyvandi menganga dan memandang mereka tidak percaya. Setelah ya lelaki itu juga ikut embyantap makanannya, tidak lupa ia juga berdoa.

"Sayang,akan yang banyak biar kamu nggak kurus, masa iya punya pacar kayak aku tubuhmu kurus, kan nggak enak."

Seluruh mata keluarga Eduardo menyorot tajam pada Keyvandi, mereka menghentikan aktivitas makannya.

"Heh, ngomong apa tadi!?" Tanya Keana.

"Eh Mami, nggak Mi, tadi itu Vandi cuma ngomong kalau Despina makannya harus banyak, biar nggak kurus, pacarnya tajir gini masa makan aja dikit banget, tenang semua makanan ini kan Candi yang bayar."

"Idih, tadi aja ngomel-ngomel disuruh bayar makanan, giliran sekarang malah PD banget ngomong kalau dia yang bayar makanannya, ada ya cowok begini, kalau aku jadi Despina mending skip aja deh," ejek Kiel pada Keyvandi dan diangguki yang lain.

Begitulah kehangatan yang ada di keluarga Eduardo, keluarga dari seorang selebritis terkenal di dunia khususnya Asia yang lebih dikenal dengan Orion Key, kehangatan itu pastinya akan membuat siapa saja iri melihatmya.

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!