Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Setelah presentasi, Luella kembali duduk. Edric memperhatikan dengan seksama desain yang telah dibuat oleh mantan istrinya tersebut.
Sementara Alex dan Cal hanya bisa menunggu. Alex pun merasa sedikit aneh dengan Edric, karena sebelumnya dia tidak pernah ikut dalam pemutusan hal sepele seperti ini.
Tapi tidak ada yang bisa di lakukan oleh Alex, karena Edric adalah atasannya. Berbeda dengan Alex, Cal justru menikmati presentasi yang disajikan oleh Luella. Selain terlihat profesional, Luella juga terlihat begitu cantik saat sedang serius.
“Oke, saya setuju” ucap Edric.
“Terimakasih Pak Edric” jawab Luella dengan lembut.
“Pak Cal, ternyata selama ini anda menyembunyikan staff berbakat” ucap Edric.
“Hahaha Pak Edric bisa saja” jawab Cal santai.
Semua orang meninggalkan ruang rapat, menuju ruangan yang akan segera di renovasi dengan menggunakan desain karya Luella.
Luella berjalan di samping Alex, sementara Edric dan Cal berada di depannya.
“Ini ruangannya” ucap Alex dengan berbisik.
Luella hanya menjawab dengan anggukan kecil. Kemudian mendengarkan arahan dari Edric dan Cal.
Tidak sendirian, Luella bersama dengan beberapa orang dari tim lain untuk melakukan renovasi.
Edric memperhatikan Luella dengan seksama, melihat wanita yang dulu sangat ia benci, saat ini justru berada di kantornya sebagai desaigner interior.
“Pak Edric, Pak Alex, saya sudah selesai. Dan ini akan di kerjakan mulai besok” ucap Luella.
“Thank you, Luella” jawab Edric.
“Sama-sama Pak” ucap Luella.
“Pak Edric, Pak Alex, kalau begitu kami permisi dulu. Karena tadi saya membawa paksa Luella tanpa izin dari HR. Mungkin setelah ini Luella akan mendapat masalah di kantor” ucap Cal yang kemudian dijawab dengan tawa oleh Edric dan Alex.
Cal dan Luella segera meninggalkan kantor Edric, kemudian kembali menuju kantornya. Dalam perjalanan, Cal sudah menyiapkan langkah untuk menegur HR karena menghalangi karyawan untuk bertemu klien.
“Luella, kalau HR menegur kamu. Saya harap kamu bisa menyampaikan ke saya” ucap Cal.
“Baik Pak” jawab Luella singkat.
“Jangan iya-iya. Kamu tadi siang bahkan tidak mengaku saat HR menghalangi kamu”
“Hehehe… maaf ya Pak”
“Gak apa-apa Luella, saya tahu kamu juga pasti tidak nyaman direct ke saya untuk melaporkan HR”
“Terimakasih banyak Pak, sudah membantu saya hari ini”
“Sama-sama Luella, saya juga senang bisa bantu kamu”
Cal kembali fokus dengan mobilnya, ia memperhatikan sekeliling di jalan tersebut. Dan ternyata Cal tidak berbelok kearah kantor melainkan menuju tempat lain.
“Pak Cal, kita mau kemana?” tanya Luella
“Makan siang. Kita belum makan Luella dan saya lapar” ucap Cal dengan santai.
“Oh, baik Pak. Maaf ya, karena saya Pak Cal melewatkan makan siang”
“Gak apa-apa Luella, santai saja. Kita akan makan di restoran favorit saya”
“Baik Pak”
Begitu sampai di tempat, Cal begitu antusias mengajak Luella untuk turun kemudian masuk kedalam restoran tersebut. Mereka memilih ruangan VIP untuk menikmati makanannya.
“Luella, ini menu best seller mereka. Pedasnya benar-benar luar biasa” jelas Cal antusias.
“Baik Pak, saya akan memesan ini. Dan Pak Cal?”
“Saya sama dengan kamu, lalu tambah dessert ya. kamu mau apa?”
“Mungkin ini saja Pak, sepertinya yang lain terlalu manis”
“Oke, samakan saja pesanannya. Untuk minumnya?”
“Air mineral”
“Good girl. Saya juga”
Luella kemudian memesan beberapa menu melalui tablet yang ada di meja tersebut. Dan mereka tinggal menunggu makanan datang diantar oleh karyawan restoran tersebut.
“Luella, kamu tinggal bersama orangtua?” tanya Cal
“Tidak Pak, orangtua saya diluar kota. Saya tinggal sendiri”
“Hmm, saya mendengar banyak gosip tentang kamu. Tapi setelah saya tahu kamu, saya rasa gosip itu hanya muncul dari orang yang tidak menyukai kamu”
“Mungkin begitu Pak”
“Apapun yang terjadi, jangan pernah hiraukan apa kata orang. Apalagi mereka tidak memiliki kontribusi di hidup kamu”
“Terimakasih banyak Pak”
Ting! Ponsel Luella berdering. Nama Henry terpampang jelas pada layar ponsel tersebut, seketika Cal menyenderkan tubuhnya pada kursi. Ada perasaan tidak suka, namun Cal harus bersikap santai.
“Angkat saja dulu. Tidak apa-apa Luella” ucap Cal.
Luella mengangkat telepon dari Henry, tanpa meninggalkan Cal.
“Luella, kamu dimana? Kenapa tidak merespon sama sekali?” – Henry
“Tadi aku presentasi, sekarang makan sama Pak Cal” – Luella
“Cal? Makan sama kamu?” – Henry
“Iya, karena Pak Cal yang bantu aku. Aku sempat tidak diizinkan keluar sama HR” – Luella
“Hmm, oke. Nanti aku kerumah kamu” – Henry
“Kayaknya gak bisa, nanti akua da janji sama Sarah” – Luella
“Oke, besok?” – Henry
“Oke” – Luella