Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.
Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.
Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.
Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.
Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?
Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Pertarungan
#18
Tak lama setelah media online dihebohkan dengan berita tentang owner Ls, yang seorang mantan narapidana. Beberapa jam kemudian, media online semakin heboh karena berita yang lebih spektakuler.
Yakni, wawancara para mantan pegawai yang bekerja di MiJa Fashion.
•••Dua tahun aku bekerja di sana, dan selama dua tahun juga, pikiran kreatifitasku dikuras habis, dan setelah itu hasil karyaku, diakui oleh owner MiJa•••
Pihak Ayu dan Giana melalui wartawan, mengunggah video pengakuan puluhan mantan karyawan Anjani yang terpaksa resign. Dengan banyak alasan.
•••Kenapa aku rela membiarkan hasil karyaku diakui orang lain? Karena aku terdesak, ibuku harus menjalani operasi, sementara MiJa tak mau memberikan keringanan bila aku mengambil pinjaman uang•••
•••Aku tak tahu bagaimana yang lain, jika kami tak menyetorkan 5 desain baru setiap bulan, makan 50% gaji kami akan ditahan•••
Itu hanya sebagian kecil cuplikan wawancara, yang lain masih banyak, pasti Giana tak melakukan ini dalam tempo singkat. sepertinya konspirasi ini, sudah direncanakan sejak lama.
Dampak dari wawancara tersebut sungguh dahsyat, hingga dalam waktu singkat mampu menenggelamkan pemberitaan Ls dan ownernya yang mantan narapidana.
Segera saja Anjani menjadi bahan tertawaan para netizen, ejekan, hinaan, bahkan cibiran menyakitkan kembali membanjiri laman web official store MiJa Fashion.
Prak!
Pyar!
“Aaaaarrghhhh!” Jerit Anjani.
Wanita itu melempar asbak yang ada di atas meja hingga menghantam buffet kaca tempat ornamen dan serta beberapa cinderamata berbahan crystal, oleh-oleh dari teman, dan ada juga yang Anjani beli seorang diri ketika sedang bepergian ke luar negeri.
Drrrt!
Drrrt!
Ponselnya bergetar, Anjani menatap jengah layar ponselnya, panggilan dari wartawan, namun, Anjani abaikan. Selang beberapa saat kemudian Vina sang asisten menelepon.
“Bu! Gawat! Server kita down karena diserbu banyaknya komentar netizen!” lapor Vina panik.
“Terserah! Bila perlu tutup saja!” Balas Anjani, suaranya menggelegar seperti petir di pagi bolong, hingga dadanya ikut kembang kempis.
Sesaat kemudian wanita itu mondar-mandir sambil menggigiti kuku tangannya. “Dasar manusia-manusia sial!”
Anjani yang bingung segera menghubungi pengacara MiJa, karena Gunawan tak mungkin mengurusi kasus remeh semacam ini.
“Apa yang harus kita lakukan?!” tanya Anjani tanpa basa-basi.
“Saya akan coba konsultasikan dengan Tuan Gunawan, Nyonya,” sahut pengacara Anjani.
“Lakukan jalan terbaik! Jangan sampai reputasiku hancur hanya gara-gara short video.”
Amarah menyelimuti hati dan perasaan Anjani, kebenciannya pada Ayu dan Giana pun semakin besar karena merasa bahwa dua orang itu telah menghancurkan semua yang sudah ia bangun dari titik nol.
•••
Huda Tex
Satu jam yang lalu, semua orang bernafas lega, mereka bahagia, karena para juri kompetisi, tidak membatalkan keputusan mereka menjadikan Ayu sebagai pemenang.
Alasannya sederhana, karena lomba itu bersifat umum, tidak di patok dari kalangan mana saja para pesertanya. Apakah itu dari pemula, atau dari para desainer profesional. Dan lagi Ayu sudah menyelesaikan masa tahanan, dan tidak lagi memiliki catatan kriminal.
Jadi masalah penjurian sudah clear.
Dan sekarang mereka kembali berucap syukur, karena pemberitaan tentang owner Ls, bisa ditutupi dengan kontroversi MiJa Fashion yang mengakui karya orang sebagai hak cipta mereka.
“Alhamdulillah, terima kasih, Tuhan,” ucap Ayu dengan penuh rasa syukur atas pertolongan tak terduga ini.
Saat ini para pegawai Ls kembali fokus mengerjakan dan mengirim pesanan yang tidak dibatalkan oleh para customer. Tak masalah walau sedikit, daripada tidak ada sama sekali.
“Masalah selesai! Semuanya mari kita kembali bekerja, semangat menjemput rezeki halal!” seru Ayu penuh semangat, wajahnya tersenyum lega. Para pegawai pun kembali bekerja tanpa dirundung rasa was-was.
Tapi tak lama kemudian senyum mereka dibuat memudar, setelah mendapat kabar dari seseorang.
•••
“Mir, ngantin, yuk, belum sarapan, nih.” Salah seorang circle Miranda menyeret gadis itu ke kampus, karena tak ada yang ingin Miranda lakukan, dan jadwal kelas berikutnya masih 2 jam lagi, maka Miranda pun menyetujuinya.
Perut melilit setelah di hajar 2 jam nonstop materi dari dosen killer, membuat mereka kelaparan. “Gila, Pak Iqbal gak kira-kira kalo ngasih materi. Langsung ngebul pala gue.”
“Gue juga,” imbuh Miranda, wajahnya pun terlihat kusut.
Tiba di kantin, segera bergabung dengan geng mereka yang sudah menempati salah satu meja.
“Eh, gila ya, leo pada lihat gak yang lagi heboh banget di Tek Tok.”
“Apaan? Udah berapa minggu gak buka Tek Tok.”
“Ish, itu loh tentang plagiat, ini lebih heboh lagi, ternyata plagiatnya tak hanya sekali, melainkan sudah berlangsung lama dan sudah banyak korbannya.”
Semua wajah mendadak kepo dan penasaran, “Wah, gila, ya. Brand sebesar MiJa?! Padahal gue demen, loh, sama baju-baju mereka.”
“Iya, kata nyokap, sejak jaman baru punya anak satu beliau udah langganan merk MiJa.”
“Kalo nyokap gue, sih, tetep Madame Gi. Katanya lebih berkelas.”
“Iya, nyokap gue beli merk Madame Gi kalo buat lebaran dan acara penting aja. Memang mencolok, sih perbedaannya.”
“Mir, kalo nyokap lo?” Mereka yang belum tahu bahwa MiJa adalah singkatan dari Miranda Anjani, malah bertanya akrab. Kepo sesama teman bukan hal aneh.
“Yang penting pake baju, bodo amat merk apa.” Kelakar Miranda menerbitkan tawa renyah.
“Ya, iya, lah, loe yang bener aja, dong.”
Diantara obrolan teman-temannya Miranda diam dan memendam rasa malu, walau hubungan Miranda dengan maminya sama sekali tak akrab. Tapi skandal ini ada sangkut pautnya dengan dirinya, karena teman-temannya yang lama sudah tahu siapa dirinya.
Beberapa saat lalu, rentetan chat di grup mereka sudah heboh. Dan dirinya yang menjadi bahan perbincangan di grup chat circle SMA tersebut. Tentu saja henoh bertanya pada Miranda, tapi ada juga yang prihatin, dan berharap ini hanya terpaan isu sesaat.
•••
“Apa?!” pekik Giana. “Jadi mereka sudah siap menabuh genderang peperangan,” imbuhnya.
“Haruskah kita bersiap juga, Bu?” tanya Mahar.
“Pasti! Katakan pada Tuan Dandi untuk menyiapkan diri. Karena lawan kita kali ini tidaklah mudah.”
Giana mengepalkan tangannya erat-erat, pertarungan akan segera di mulai, dan Giana yakin hal ini tak akan mudah. Tapi bila pihak mereka menang, maka nama Ayu akan bersih dari label mantan narapidana.
Namun, untuk mencapai kesana, dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas. Karena lawan mereka memiliki akar dan cabang yang sangat kuat di ranah hukum, jadi sangat mungkin bila kebenaran akan kalah, dan kekuasaan lah yang akan memenangkan pertarungan.
###
Maafkan gaes, kemarin sedikit repot, mau nulis tak bisa fokus. 🙏🏻🙏🏻
kayaknya Biru sudah lupa dengan ajaran" bapak Ismail sama mamak Karmila tentang sopan santun dgn yg lebih tua 🥺😤 .., apa mungkin si Biru nurut sikapnya kayak neneknya yang sikapnya kayak Mak lampir 😏
Biru mendekati Miranda dan sekarang magang di firma Gunawan, mungkin sambil menyelidiki Gunawan