NovelToon NovelToon
Menikahi Paman Mantan (Pura-pura) Buta

Menikahi Paman Mantan (Pura-pura) Buta

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:305.2k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Menikah dulu... Cinta belakangan...
Apakah ini cinta? Atau hanya kebutuhan?

Rasa sakit dan kecewa yang Rea Raveena rasakan terhadap kekasihnya justru membuat ia memilih untuk menerima lamaran dari seorang pria buta yang memiliki usia jauh lebih tua darinya.

Kai Rylan. Pria buta yang menjadi target dari keserakahan Alec Maverick, pria yang menjadi kekasih Rea.

Kebenaran tanpa sengaja yang Rea dengar bahwa Kai adalah paman dari Alec, serta rencana yang Alec susun untuk Kai, membuat Rea menerima lamaran itu untuk membalik keadaan.

Disaat Rea menganggap pernikahan itu hanyalah sebuah kebutuhan hatinya untuk menyembuhkan luka, Kai justru mengikis luka itu dengan cinta yang Kai miliki, hingga rahasia di balik pernikahan itu terungkap.

Bisakah Rea mencintai Kai? Akankah pernikahan itu bertahan ketika rahasia itu terungkap? Apa yang akan terjadi jika Alec tidak melepaskan Rea begitu saja, dan ingin menarik Rea kembali?

Ikuti kisah mereka....!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Bantu Lepas Baju

"Bisa bantu aku melepas kemejaku?"

"Ya, tentu... Ehh... Apa?"

Seakan baru saja tersadar dengan permintaan yang Kai ajukan, Rea berbalik cepat menatap suaminya yang masih duduk di sofa.

"Entah kenapa tanganku tiba-tiba kram, jadi bisa bantu aku melepaskan kemejaku?" ulang Kai seraya berdiri.

"...."

"Aku tidak akan memaksa," Kai kembali berbicara setelah menunggu tetapi tidak mendapatkan jawaban.

"Jika kamu keberatan, aku bisa meminta bantuan pelayan atau dokter Darina sekaligus untuk memeriksa adakah yang salah dengan kedua tanganku," lanjutnya kemudian.

"Apa?" kedua mata Rea memicing, tidak menyukai gagasan meminta bantuan dokter yang jelas-jelas kedatangannya membuat hatinya terusik.

"Paman akan meminta bantuan pada dokter itu?" tanya Rea sedikit menekan suaranya.

"Bukankah ada bagusnya Darina tinggal di sini? Aku bisa meminta dia untuk memeriksa kondisiku sekaligus membantuku," ucap Kai memasang wajah muram.

Pria itu bahkan sengaja berusaha melepaskan kancing kemejanya yang berakhir gagal.

"Jemariku benar-benar kaku sekarang. Sepertinya aku terlalu lelah bekerja," ucap Kai lagi.

"Tapi..."

Rea menggantung kalimatnya, netranya tak lepas dari Kai yang masih berdiri sembari mengibaskan kedua tangan seakan pria itu benar-benar kesulitan.

"Kalau begitu, tolong panggilkan Darina saja. Aku tahu kamu tidak nyaman dengan permintaanku," pinta Kai.

"Tidak boleh!" Rea menjawab cepat.

"Hanya melepas kemeja saja kenapa harus meminta bantuan dokter? Paman sengaja ingin membiarkan dokter itu melihat Paman telanjang?" sambungnya spontan.

"Apakah menurutmu aku memiliki pilihan? Aku hanya pria buta, Re," sahut Kai, berusaha sekuat tenaga menahan tawa.

"Aku saja," sahut Rea seraya melangkah mendekat.

Rea menuntun suaminya mendekat ke arah pintu kamar mandi, berdiri di depan pria itu dengan kegugupan yang tiba-tiba datang tanpa permisi.

"Padahal setiap hari aku melihat wajahnya dari dekat, tapi kenapa sekarang aku gugup?"

Rea berkata dalam hatinya, perlahan membuka setiap kancing kemeja yang suaminya kenakan sampai kemeja itu terlepas sepenuhnya.

"Sudah. Paman bisa mandi..."'

"Bisakah kamu membantuku dalam hal itu juga?" pinta Kai cepat.

"A-Apa?" Rea melotot, menelan kasar salivanya.

"Atau..."

"Iya... Iya... Baik! Jangan gunakan nama dokter itu lagi!" gerutu Rea memotong kalimat yang akan suaminya katakan.

Kai tersenyum tipis, sangat tipis sampai Rea tidak menyadari senyuman itu sempat ada. Ia bahkan menurut saat Rea menuntunnya masuk ke dalam kamar mandi. Akan tetapi, wanita itu justru berdiri tanpa melakukan apapun setelah menutup pintu.

"Jadi... Aku harus apa?" tanya Rea dengan wajah merah padam, menahan rasa malu dan gugup yang datang.

"Kamu lebih dari tahu apa yang harus kamu lakukan, Re," sahut Kai tanpa beban.

Rea kembali menelan kasar salivanya, mengulurkan tangan sembari memalingkan wajah saat tangannya melepaskan celana suaminya.

Hening...

Hanya suara gemericik air shower yang terdengar, seakan ingin menyamarkan suara degup jantung yang kini Rea rasakan. Kehangatan kulit suaminya di bawah guyuran air saat ia menggosok dada suaminya meningkatkan kegugupan yang sudah tercipta.

Di saat yang sama, Kai berdiri dalam diam, membiarkan air menyapu tubuhnya. Tatapan yang seharusnya kosong itu kini hanya terkunci pada wajah istrinya, memperhatikan setiap ekspresi yang muncul di wajah istrinya.

Wajah merah itu, gerakan sederhana saat Rea menggigit bibir bawahnya dengan wajah menunduk seakan takut untuk menatap dirinya, serta gerakan canggung yang Rea lakukan, membuat Rea terlihat menggemaskan di matanya.

Tanpa peringatan, Kai meraih pergelangan tangan istrinya, menarik dengan sentakan ringan yang membuat Rea terhuyung maju dan masuk ke dalam pelukannya.

"Paman!" Rea memekik kaget, kesempatan yang justru Kai gunakan untuk melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.

"Aku baru saja mandi, dan sekarang pakaianku basah," sambung Rea setengah menggerutu.

"Maaf..." ucap Kai tanpa penyesalan. "Aku hampir terjatuh."

"Terjatuh? Yang benar saja! Dia bahkan tidak bergerak sama sekali." gerutu Rea dalam hati.

Rea mendongak, menatap lekat wajah suaminya dengan dahi berkerut. Pertanyaan tentang bagaimana suaminya bisa melakukan hal yang baru saja terjadi mengusik hatinya.

"Kadang aku merasa... Paman terlalu peka untuk ukuran seorang pria buta,"

Alis Kai terangkat, "Apa maksudmu?"

Rea tidak memberikan jawaban, tetapi satu tangannya terangkat, melambai tepat di depan wajah suaminya, tetapi tidak ada reaksi apapun. Diam, tak berkedip, tatapan suaminya tetap kosong seperti biasa.

"Maaf..." Rea menunduk, merasa bersalah.

Kai kembali tersenyum, mengeratkan pelukannya saat Rea berniat untuk melepaskan diri. Mendorong pelan tubuh istrinya dan mengurung tubuh sang istri menggunakan kedua tangan saat punggung itu sudah menempel pada dinding.

"P-Paman kenapa?"

Rea bertanya gugup, terutama saat wajah Kai semakin mendekat di saat ia tidak bisa lagi menghindar.

"Kamu meragukanku, Re?" tanya Kai, suaranya berubah serak.

"B-Bukan... Aku hanya..."

"Penasaran apakah aku benar-benar buta atau tidak? Atau kamu ingin menguji seberapa peka pria buta yang ada di depanmu ini?" potong Kai.

"Aku tidak bermaksud untuk..."

"Re... Kurasa... Kesabaranku tidak sebesar yang aku kira," Kai memotong lagi.

"Aku... Mulai kesulitan untuk terus menunggu,"

Rea membeku, otaknya segera menangkap apa maksud kalimat yang diucapkan pria di depannya.

"Tapi, bagaimana Paman melakukannya? Bukankah Paman...Uhm..." Rea terbata, berusaha mencari celah untuk menghindar.

"Aku kehilangan penglihatanku, Re. Bukan kemampuanku sebagai seorang pria," sahut Kai menahan tawa.

"Jika kamu tidak percaya, kenapa tidak kita uji saja? Atau kamu ragu karena aku buta?" sambungnya kemudian.

"Tidak... Bukan itu... Aku hanya..."

Suara Rea tenggelam ketika Kai tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada Rea, menyatukan bibir mereka di bawah guyuran shower yang masih mengalir.

Rea terkesiap, tetapi tidak melakukan perlawanan. Seiring berjalannya waktu, kedua matanya terpejam, menyerah pada sensasi yang baru pertama kali ia rasakan. Sentuhan halus nan hangat yang Kai lakukan seakan menghipnotis Rea hingga ia tidak sadar Kai sudah menanggalkan setelan berlengan pendek yang sebelumnya Rea kenakan.

Kai melepaskan ciumannya sesaat. Meraba punggung basah istrinya untuk melepaskan penghalang terakhir.

"Aku menginginkanmu, Re," bisik Kai

Jantung Rea berdetak keras, wajahnya memanas, dalam hatinya berulang kali mengatakan 'aku belum siap!' tetapi, mulutnya terkatup rapat.

Tak mendapatkan jawaban, Kai kembali menyatukan bibir mereka, tersenyum saat tidak mendapatkan penolakan hingga ia mengangkat tubuh istrinya menuju tempat tidur. Membaringkannya sekaligus mengukungnya sembari meraba wajah Rea dan menyapukan ibu jarinya di bibir Rea. Tersenyum.

"Apakah kamu tidak pernah berciuman sebelumnya?" tanya Kai.

"Paman yang mengambil ciuman pertamaku di pernikahan kita waktu itu," Rea menjawab polos, sedikit terengah.

Kai tertegun sesaat, ia sempat berpikir Rea dan Alec pernah melakukannya mengingat hubungan mereka terjalin cukup lama. Tetapi, kekakuan Rea saat ia mencium bibir itu adalah kejujuran yang nyata, cukup untuk membuat ia kembali tersenyum. Jemari tangannya bergerak turun, menyusuri garis leher Rea seakan ingin menghafalnya. Kemudian kembali mendekatkan wajah.

Bibir mereka kembali bertemu, kali ini lebih dalam dan lama. Sementara tangan Kai tak tinggal diam. Meraba, menekan, bahkan meninggalkan jejak hangat di kulit istrinya yang terbuka saat bibirnya bergerak turun hingga mendatangkan getaran dan denyut misterius di rongga bawah perut Rea.

"P-Paman..." Rea terbata. Tak mengerti dengan getaran aneh yang baru saja ia rasakan.

Kai tersenyum, bibir dan jemarinya tak ragu bermain yang membuat suara indah itu kembali lolos dari mulut Rea. Dan ketika penyatuan itu terjadi, saat itu jugalah Rea sadar dirinya sudah menjadi milik Kai sepenuhnya. Dan itulah yang menjadi keinginannya.

Rea tidak tahu, jika keputusannya saat ini akan mengubah kehidupannya sepenuhnya.

. . . .

. .. .

To be continued...

1
@Al**
/Good/
Ghiffari Zaka
siapa LG Betti itu Thor???
Ghiffari Zaka
oooh....begitu rupanya ....maaf ya re AQ ud berkata kasar dan menuduh Kam yg tidak2🙏🙏🙏
sampaikan maaf q pada rea ya Thor...AQ nyesel deh sampai ngatain dia yg TDK baik🙏🙏😓😓😓😓🤭🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: Rea nangis dipojokan sambil guling guling habis diomelin massa kak/Facepalm/
total 1 replies
Ghiffari Zaka
bab ini no coment Thor🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
re re b**** nya km....sekarang tau rasa km kan....ah emboh lah Thor.....
asal author tau AQ panas dingin baca di 2 bab ini😱😱
Ghiffari Zaka
ah..mboh lah Thor...AQ GK mau komen lah gara2 rea yg g*****,😡😡
Ghiffari Zaka
huuuuhh.....panas dingin AQ Thor.....
itu knp si rea kok mau ya???
padahal dia ud tau lok Alec sm semua keluarganya jahat.tp kok masih nurut aja.
plis tlng lah dia Thor🙏🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: tolongin bareng bareng yok kak/Joyful/
total 1 replies
Ghiffari Zaka
duuh..gemez AQ sm si dokter jadi2 an itu.pengen Jambak aja😡😡
〈⎳ FT. Zira: dipersilakan kak😅😅
total 1 replies
Ghiffari Zaka
aish...si tukang modus ini ganggu moment aja...
Ghiffari Zaka
hadduh...LG seru Thor....mlh di jeda😭😭😭
Ghiffari Zaka
nah loh.....lanjut Thor,ud GK sabar AQ Thor💪💪💪
Ghiffari Zaka
penyakit iri memng gak ada obatnya laa
mungkin ini saatnya rea menang ya Thor🙏🙏
〈⎳ FT. Zira: betul kak..🤧
total 1 replies
Ghiffari Zaka
di part ini AQ blm komen la thot,cmn satu kata....MANTUL👍👍
Ghiffari Zaka
waaaah akhirnya.....akhirnya author bs mengobrak Abrik hati pembaca😂😂
Ghiffari Zaka: jangan Thor...nnt AQ merinding disko😂😂😂
total 2 replies
Ghiffari Zaka
ehem ehem.....jadi serak ni tenggorokan😬😬😬
moga lekas saling cinta ya Thor.....😍😍
Ghiffari Zaka
jangan2 ud mulai curiga tu kakaknya,kok org buta bs sukses bngt,tp semangat kami.....buktikan km bs💪💪💪ssemangat jg buat author tentunya😍😍
Ghiffari Zaka
duh apa kaitannya rea sama perusahaan itu ya???🤔🤔🤔
lanjut aja lah Thor.....Moh mumet AQ mikirnya,ud di atur kok sm author q ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
laaaa apa yg jatuh ya Thor???
Ghiffari Zaka
oh...paman yg berhati lembut tp tegas ...ud gt dewasanya.....uuuh...AQ padamu paman KAI....😍😍😍
Ghiffari Zaka
😂😂😂😂😂di gantung lagi sm author.....haddeh...jadi ambyar ni😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!