maaf, untuk sementara karya ini tidak di lanjutkan dulu dikarenakan authornya sedang sibuk, insyaallah, nanti akan saya lanjutkan kembali🙏🙏
apakah sebuah hubungan rumah tangga akan sakinah mawadah warahmah, jika suami dengan tega mengkhianati istri..??
.
kisah kehidupan yang menguras emosi dan air mata..🥀
Dinda harus menerima kenyataan kalau suaminya harus menikah lagi dengan sahabatnya sendiri karena hubungan terlarang yang mereka lakukan.
Dinda harus menjalani hari harinya dengan penuh kesedihan, ambisi Dewi untuk memiliki kekayaan suaminya membuat Dinda selalu disalahkan, Dewi melakukan segala cara untuk menyingkirkan Dinda dari rumah dia sendiri.
bagaimana ceritanya..?
baca yuk..!!
jngn lupa like, comen n votenya
rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar berduri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penderitaan Hendra
...🌺 1 Minggu kemudian 🌺...
Dinda masih terpuruk dalam kesendirian. malam yang sepi datang silih berganti. hanya bantal guling yang selalu setia menemani kesendirian nya saat ini.
hujan yang deras dengan suara petir membuat Dinda meringkuk ketakutan. Dinda teringat dengan suaminya yang sudah seminggu tak berada di sampingnya.
''kamu lagi ngapain mas, aku kangen kamu'' ujar Dinda sembari mengelus foto Hendra.
setiap pagi Dinda mengantarkan makanan untuk hendra, tapi itu tidak cukup untuk menghilangkan rasa kangennya kepada suaminya itu.
malam yang semakin larut dengan petir yang terus terdengar menggelegaar membuat Dinda takut hingga tak bisa memejamkan mata, Dinda merasa tidak enak hati, dia selalu teringat dengan Hendra yang berada di dalam tahanan.
''mas, aku takut. apa kamu sudah tidur mas?'' tanya Dinda yang terus berbicara dengan foto suaminya, air matanya lagi lagi jatuh tak tertahankan
Dinda benar benar sangat kehilangan. perasaannya benar benar tidak enak, dinda khawatir dengan kondisi dan kesehatan suaminya. Dinda khawatir dengan makannya, minumnya, dan tidurnya selama di dalam tahanan.
...🌺di kantor polisi 🌺...
hujan yang deras membuat hawa terasa dingin menusuk tubuh Hendra. Hendra yang biasa tidur di kasur empuk berselimut sutra, kini terpaksa harus tidur di lantai yang hanya dialasi tikar tipis tanpa selimut.
Hendra nyengir kesakitan ketika tubuhnya bergerak bangkit dari tidurnya. tangannya terasa pegal, karena setiap hari Hendra harus memijat teman yang tinggal satu tahanan dengannya, Hendra tidak pernah menikmati jatah mkn siang dan makan malam nya karena selalu di rebut oleh mereka..
''hey, sini kamu'' ujar si tubuh kekar yang sedang duduk santai
Hendra menggelengkan kepalanya karena merasa tidak enak badan, Hendra diam duduk tanpa menghiraukan perkataan si tubuh kekar itu.
''sini kamu'' ujarnya yang terus memaksa dengan mata yang melotot tajam
''ada apa mas'' tanya Hendra ketakutan
''pijitin saya'' jawab si tubuh kekar itu memukul punggung Henda, hingga Hendra tersungkur ke lantai
Dengan tubuh lemas, Hendrapun terpaksa memijit si tubuh kekar itu. Hendra tidak pernah membayangkan dirinya akan mengalami nasib seperti ini. tinggal di balik jeruji yang penuh dengan ketidak nyamanan.
''kalo mijit yang benar'' ujar si tubuh kekar itu dengan mata melotot membentak hendra
kedua tahanan yang lain hanya tertawa memperhatikan Hendra yang sedang memijit kaki temannya, mereka meledek Hendra karena tubuh Hendra yang terlihat letoy di hadapan mereka, beda Dengan mereka yang bertubuh kekar dengan tato di seluruh tubuhnya.
Hendra yang mulai pusing dan mual menghentikan pijatannya lalu duduk kembali di tempatnya. Hendra memberanikan diri untuk tidak mendengar perkataan mereka.
situbuh kekar itu memberi kode menggerakkan alisnya menunjuk ke Hendra, ke dua temannya menganggukkan kepala mereka seperti tidak terima karena Hendra tidak mematuhi perintah bos nya yang sedang duduk santai.
si tubuh kekar itu menghampiri Hendra lalu menjingjing tubuh Hendra
bruuuuggg
jeledaaakkk
tangan yang kuat itu memukul wajah Hendra yang terlihat sangat lelah
brakkkkk
tubuh Hendra jatuh terrbaring tak berdaya. Hendra tidak bisa melawan mereka yang sudah biasa bertempur di jalanan. Hendra hanya pasrah tanpa perlawanan apapun.
cekakak mereka ''hahaha, rasain lu. makanya kalo disuruh sama bos harus nurut'' ujar si tubuh hitam pekat itu
''maaf mas, saya lagi gak enak badan'' ujar hendra meminta maaf, Hendra menutup muka dengan ke 2 tangannya ketakutan
''alesan aja lu'' ujar pria cungkring yang penuh dengan tato. dia berdiri mendekati temannya yang hitam pekat itu
bllluuuugggg
tubuh Hendra terpental jauh setelah mereka menendang tubuhnya.
cekakak ''hahahaha'' tawa mereka terdengar hingga depan ruangan penjaga
Hendra hanya diam meringkuk kesakitan. bibirnya memerah dengan sedikit darah akibat tonjokan laki laki sadis itu.
''hey ada apa ini, kenapa kalian ribut ribut?'' tanya polisi penjaga yang mendengar keributan dari dalam tahanan Hendra
melihat Hendra yang babak belur karena perbuatan ke tiga preman itu, polisi penjaga itu akhirnya membawa hendra pindah dari ruang tahanan itu menuju ruang tahanan lain.
...🌺di rumah 🌺...
prakkkkk
foto Hendra jatuh hingga pecahan kacanya berserakan dimana-mana.
"ya Allah apa itu ?" batin Dinda
Dinda kaget, dia bangkit dari tidurnya duduk di ranjang ketika mendengar foto suaminya tiba tiba jatuh ke lantai.
deg.
hatinya merasa tidak enak ketika melihat foto Hendra yang berserakan dimana-mana.
"ada apa ini ya Allah, kenapa perasaanku merasa tidak enak seperti ini. semoga tidak terjadi apa-apa dengan mas Hendra" ujar Dinda menjatuhkan air matanya
Dinda turun dari ranjangnya untuk membersihkan serpihan kaca yang berserakan, Dinda mengambil kantung plastik lalu memasukkan satu persatu serpihan kaca itu ke dalam kantung plastik.
seeeet. kaca itu menusuk tangan Dinda hingga mengeluarkan darah.
''ya allah. ada apa lagi ini. kenapa perasaanku tidak enak sekali'' ujar Dinda dengan perasaannya yang tidak karuan
karena perasaannya yang tidak enak, Dinda melanjutkan bersih bersihnya hingga tak ada satupun serpihan kaca yang tersisa.
Dinda membuang sampah itu ke tempat sampah lalu dia berjalan masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Dinda menggelar kan sajadah menuju kiblat untuk melaksanakan shalat malam. hanya sholatlah yang bisa membuat Dinda merasa tenang karena selepas salam, dia bisa mencurahkan keluh kesahnya kepada sang pencipta-allah.
setelah halat, Dinda merebahkan tubuhnya kembali untuk istirahat
...bersambung...
....itu pembantunya hendra...suruh peka dikit lah.....jgn oon2 amat....
yg ambilnperhiasan Dinda blum tau emg rumah org kaya gk da cctv