NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Single Mom / Janda / Chicklit / Showbiz / Mengubah Takdir
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.

Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.

Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.

Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.

Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?

Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diskualifikasi

#9

Mobil yang membawa Giana dan Ayu tiba di kantor pusat Huda Tex. 

“Bagaimana? Sudah ada jawaban?” tanya Giana. 

“Belum, Bu. Sebaiknya kita tunggu sesaat lagi.” 

Mahar meletakkan beberapa berkas di meja Giana agar diperiksa dan di tandatangani oleh Giana. 

“Mengurus hak cipta memang memerlukan sedikit waktu, tapi sudah kupastikan agar prosesnya bisa dua atau tiga kali lebih cepat sebelum pengumuman.” 

Sementara Ayu, sudah sibuk di depan laptop. Belakangan ia mulai memantau website penjualan online Ls Fashion, setelah Sasti mengajarinya. 

Dan kini, dengan segala kemampuan yang baru saja ia kuasai, ia mulai mengerti, ketika ada pelanggan yang memesan pakaian, atau ada yang melakukan pembayaran. 

Terkagum-kagum rasanya, karena jaman sekarang semua bisa dikendalikan sekaligus di awasi dari jarak jauh, bahkan bila ingin segera ada perubahan dalam sistem penjualan dan pembayaran, cukup dilakukan dengan satu jari tangan saja. 

“Bagus, Mahar. Aku selalu suka hasil kerjamu,” puji Giana. 

Mahar mengangguk sopan setelah mendengar pujian Giana untuknya, sebenarnya tanpa pujian Giana sekalipun, Mahar akan tetap melakukan hal itu.

Karena dulu, Giana pun sangat perhatian pada Mahar dan juga ibunya, sebelum ibunya wafat. Sebab itulah Mahar memberikan seluruh loyalitas tanpa batas sebagai balas budi. 

Di tempat Ayu, wanita itu kembali murung, setelah mendapat jawaban pesan dari Biru. Biru sedang ada urusan pekerjaan di luar kota, jadi ia melarang Ayu datang. Sebaliknya, Biru berjanji akan mampir bila urusan pekerjaannya telah selesai. 

“Ada apa dengan ekspresimu?” tegur Giana dari tempat ia duduk. 

Ayu mencebikkan bibirnya persis seperti anak kecil, “Biru sedang di luar kota, dan dia melarang kita datang. Nanti bila sudah kembali ke Ibu Kota, dia yang akan mengunjungi kita.” 

Giana terkekeh santai, sambil menyerahkan dokumen yang baru selesai ia tandatangani pada Mahar. “Katakan pada Tuan Dandi agar hati-hati. Karena salah sedikit saja, nyawa mata-mata kita bisa melayang sia-sia.” 

“Baik, Bu. Saya permisi.” 

“Mata-mata?” gumam Ayu, karena ia tak pernah mendengar akan hal itu. 

“Aku menempatkan dua orang di dekat Gunawan dan Pak Budi, tapi jangan khawatir, dia agen profesional yang bertugas menjadi asisten Gunawan.”

Mulut Ayu menganga lebar, ternyata Giana sudah sejauh itu menyiapkan segalanya. 

Giana tertawa geli ketika melihat ekspresi Ayu, “Sebelum Gunawan berkhianat aku juga polos dan lugu seperti kau. Semakin ke belakang aku semakin sadar, bahwa melawan Gunawan beserta rezimnya tak akan mudah. Maka aku pun ikut berubah, dengan cara memperbanyak relasi, mengubah pola pikir dari berbagai sudut pandang.” 

•••

Di desa, ternyata juga ada buntut masalah, pasca keributan Bu Halimah dan mantan menantunya. 

Hari ini Bu Halimah datang bersama, Aslan menantunya yang lain. 

Aslan Syamsul adalah suami Rasti adik bungsu Restu dan Karmila, dia juga putra juragan beras dari kampung sebelah. Ketika menikah dengan Rasti, usianya sudah matang, bahkan sudah pernah bercerai dengan istri sebelumnya. 

“Assalamualaikum,” ucap Aslan, mewakili Bu Halimah. 

Karmila dan Ismail yang tengah bersiap ke pasar untuk berdagang, tergopoh-gopoh muncul dari arah belakang rumah. 

“Waalaikumsalam warahmatullah, Mak, Aslan,” ismail menjawab ucapan mulia sarat akan doa tersebut. Kemudian mencium punggung tangan Bu Halimah seperti biasa kala mereka bertemu. 

“Mana istri kau?” 

“Ada, Mak. Di belakang sedang membersihkan meja makan, Mamak sudah sarapan? Kalau belum—”

“Tak usah basa-basi, Mamak tak selera makan.” Dengan gaya arogan seperti biasa Bu Halimah menolak tawaran Ismail. 

Tak perlu diulang dua kali, Ismail sudah paham, karena jika diulang lagi, Bu Halimah pasti marah. 

“Emm, silahkan duduk, Mak.” Dengan sopan Ismail mempersilahkan Bu Halimah dan Aslan untuk duduk. 

Beberapa saat kemudian, Karmila datang dari dalam rumah, “Mak,” sapanya pada Bu Halimah dan juga Aslan. 

Karmila duduk di sisi Ismail, ia mulai merasakan ada hawa tak enak di wajah ibu kandungnya tersebut. 

“Mulai sekarang, kau tak perlu lagi datang ke sawah.” 

Suara Bu Halimah terdengar dingin, tegas, dan tanpa rasa sedikitpun. Karmila yang sudah menduga akan terjadi demikian, tak lagi terkejut. Sudah mafhum dengan tabiat ibu kandungnya. 

Bahkan ketika menikahkan Rasti dengan Aslan pun, Bu Halimah tak meminta pendapatnya. Jadi ketika hari ini akhirnya tiba, Karmila tak lagi heran, malah sudah menanti. 

Karena itu berarti ia dan suaminya akan segera bebas dari rentetan pertanyaan, serta kecurigaan Bu Halimah soal pendapatan sawah yang naik turun setiap kali musim panen tiba. 

“Iya, Mak. Silahkan, sawah peninggalan bapak itu punya Mamak dan Bang Restu, kan? Kami sama sekali tak berhak atas apapun, meski bertahun-tahun sudah membantu Mamak mengelola,” sindir Karmila ketus, hingga Ismail menggenggam tangannya agar ia menjaga nada bicaranya. 

Lagi pula siapa yang tidak uring-uringan, bila selalu mendapat perlakuan tak mengenakkan, padahal sudah bertahun-tahun berusaha membantu dengan segala macam daya upaya. 

Seolah buta hati dan rasa sebab seonggok harta, Bu Halimah kembali melanjutkan kalimatnya. 

“Mulai sekarang, Aslan yang akan mengurus sawah, dan segala keperluannya.” 

Di samping Bu Halimah, Karmila bisa melihat Aslan tersenyum tipis, tapi, ya, sudahlah. 

“Tidak apa-apa, Mak. Alhamdulillah, jika Mamak sudah menemukan penggantiku, karena kini aku bisa fokus mengurus toko di pasar.” 

Tanpa emosi dan kemarahan sedikitpun, Ismail menjawab santun, setiap tutur kata Bu Halimah. Hal itulah yang kadang membuat Karmila gemas pada sikap suaminya, yang menurutnya terlalu baik, padahal sudah sedemikian dzolim sikap Bu Halimah pada mereka. 

•••

Hari yang ditunggu pun tiba, pengumuman pemenang kompetisi akan segera berlangsung, setelah melalui proses penjurian selama empat belas hari kerja. 

Dua hari lalu, pendaftaran lisensi produk juga sudah ada kabar. Dan kali ini mereka tinggal menikmati hasil. 

Kedua tangan Ayu kembali berkeringat dingin, layar monitor masih menampilkan hitungan mundur sebelum pengumuman pemenang berlangsung. Sebenarnya, Ayu sudah mengatakan pada dirinya sendiri, bahwa tak menang pun tak apa. 

Karena ia baru sekali mencoba, masih ada kesempatan-kesempatan lain untuk kembali mencoba. Sambil terus mengasah kemampuan dan keterampilan. 

00.00.50

Semakin dekat sang waktu, semakin Ayu semakin menunduk dalam, kedua kakinya terus bergerak di tempat, gugup, grogi, takut. Tapi jika menang, ia pun tak tahu harus apa. 

Hingga akhirnya—

Deretan nama pemenang terpampang di layar. 

Ayu bahkan harus berkedip dan mengucek matanya berulang kali, karena desainnya mendapat tempat di posisi pertama. 

Sorak sorai bahagia orang-orang yang selama ini bekerja di bawah brand Ls Fashion menggema di ruangan tersebut. Akhirnya, kerja keras mereka semua membuahkan hasil. 

“Selamat, Bu Ayu.”

“Anda luar biasa, Bu Ayu.”

Begitulah ucapan selamat dari para karyawan, tentu buka ucapan asbun, karena mereka tahu pasti latar belakang Ayu, ketika memulai debut. Yakni, ketika ia masih berada di dalam penjara. 

Tak lupa, Giana memberikan pelukan erat, penuh rasa bangga. “Selamat, Dek. Akhirnya kamu bisa membuktikan, bahwa di balik jeruji, tak mampu menghalangi imajinasi.” 

Ayu menangis haru di pelukan Giana, tak mampu berkata apa-apa, ini terasa seperti mimpi baginya. Dimana ia mendapatkan apresiasi luar biasa dari hasil kerja kerasnya. 

Dan satu nama di deretan terakhir adalah MiJa Collection dengan label, DISQUALIFIED. 

1
Reni
weeee mbak Jani makin lengket sama mas Jono
Rahmawati
semakin seru ini, lanjutttt
MomRea
kenapa gak langsung kena OTT saja Gunawan dan antek-anteknya 😡
MomRea
jgn jgn si Miranda adik kandung Biru lain ibu ?
Esther Lestari
tidak bisa dibiarkan karena Miranda dan Biru satu ayah, begitukah Anjani
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan beneran udah tua tuh 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yakin dia putrimu 🤭
Meliandriyani Sumardi
nah kan...ini nih tanda nya kalau biru sama miranda sebenarnya saudara satu ayah....😄anjani bisa ngelak tapi pasti fakta berbicara🤣🤣 lanjut kak
Agus Tina
Semakin penasaran ...
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh ketahuan nih😒
Cindy
lanjut
Eva Karmita
kecewa banget sama sikap Biru berasa kayak Malin Kundang... kenapa Ngada sopan"nya sama ibunya 😩 biar bagaimanapun Ayu tetaplah ibu kandungnya biar di cuci seluas air laut an Ayu tetaplah ibu kandungnya Biru
kayaknya Biru sudah lupa dengan ajaran" bapak Ismail sama mamak Karmila tentang sopan santun dgn yg lebih tua 🥺😤 .., apa mungkin si Biru nurut sikapnya kayak neneknya yang sikapnya kayak Mak lampir 😏
Esther Lestari
Tian sepertinya berbahaya ini buat Ayu dan Biru. Punya rencana apa kamu Tian.

Biru mendekati Miranda dan sekarang magang di firma Gunawan, mungkin sambil menyelidiki Gunawan
Reni
biru sengaja ya sedikit menjauh dari mama ayu dia bertindak sendiri aduhhhh sayang ketahuan Tian 🤧
Reni
biru g secerah namamu kau bikin kelabu ayu lagi dan lagi pola pikirmu melukai mamamu miris
Nar Sih
semoga biru bisa memberi kejutan pada mama ayu dgb segaja msuk firma hukum punya si gunawan
Siti Siti Saadah
asyyyyyyiiiiiikkkkk
Rahmawati
hmmm apa biru sengaja deketin Miranda biar bisa mencari bukti bukti ttg kebusukan gunawan ya
Rahmawati
kok gedeg ya sama biru😡
🌷Vnyjkb🌷
akuuuuu nungguin sampai ngilerrr,torrr,🤭🙏🙏🙏🤣🤣🤣😍😍💪💪💪💪💪
🌷Vnyjkb🌷: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!