NovelToon NovelToon
Who Is My Husband

Who Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ayah tiba-tiba datang

Makan siang ini di kantor Javier yang pertama kali Nella datangi ini kantor yang berkerja di bidang bahan baku bangunan. Besi dan semuanya di produksi disini. Hanya sekarang kantor Javier dekat dengan gudang bahan yang siap di jual dari lempengan batang berbagai bentuk lainnya.

Banyak sekali mobil dengan box panjang berwarna hijau dan warna lainnya disini.

"Ini kantormu?" Tanya Nella basa basi tapi, Javier justru tidak ada di tempat, wadah makannya juga sudah rapi. Nella melihat lagi keluar jendela kaca yang langsung mengarah dimana para pekerja di bawah sana mengangkat menghitung dan membantu mobil parkir untuk memasukkan semua barang yang mau di bawa mobil pengangkut itu.

Saat di tempat nya berdiri Nella melihat Javier disana tanpa jas hanya dengan kemeja dan lengannya di gulung tanpa ekspresi juga. Javier yang Nella tahu selalu banyak bicara selalu banyak tingkah dan tertawa tersenyum bahkan seperti anak kecil tapi, saat tidak bersama Nella di luar ia terlihat seperti pria yang sangat dewasa.

Sikap lucu itu lewat di ingatannya saat Javier berkelahi dengan Kak Raka. Javier mundur terus saat Raka bertanya mau ikut pulang dengannya atau tidak dan Javier menoleh terus ke lain arah seperti takut ia akan di marahi padahal situasinya sedang kak Raka membujuk Nella untuk pulang bersama. Saat Nella berteriak namanya dan memintanya masuk saat itu sikap anak-anak yang aneh tapi, Nella juga gemas rasanya ingin tertawa tapi, situasinya lagi-lagi tidak bisa untuknya tertawa, kalo kelepasan tertawapun itu jadi aneh dan malah tambah canggung.

"Kau mau keluar? Bersama?" Nella diam ia melamun tidak sadar kalo ada orang masuk dan suaranya Javier berdiri di belakangnya.

Berbalik badan Nella melihat Javier menggerakkan kepalanya untuk, ayo mau keluar tidak?

"Iya." Keluar bersama Nella dan Javier turun ke tangga menjadi pusat perhatian mereka yang bekerja beberapa langsung berpaling sempat terdiam.

"Nyonya, anda sudah lama di sini?"

"Oh tidak lama juga kok." Jawab Nella ramah dan Javier terus terlihat diam kaku bahkan menoleh lain arah, seperti berdiri bersama pengawal bukan suami.

"Mau berkeliling saya pandu." Tawaran dari salah satu pekerja yang umurnya hampir sama papa Nella.

"Boleh."

***

Jalan-jalan keliling tempat kerja terasa sangat lumayan asik juga walaupun ini kurang dengan perhatian keselamatan.

"Kamu gak nyiapin klinik atau tempat periksa terdekat?"

"Buat apa Seam Daman juga bisa mereka bisa melakukannya semua penyelamatan kalo ada kecelakaan kerja di sini, ruangan di bawah kantorku bisa di pakai."

Menghela nafasnya Nella.

"Lalu bagaimana dengan..." Niatnya mau membahas izinnya bekerja dan kontrak pernikahan walau rasanya ia tidak mau membahas ini, kejadian apapun bisa saja mengubah hati seseorang kan. Makanya Nella butuh persiapan.

"Nella..." Javier tahu apa yang mau Nella bahas saat mereka berbaikan dan hanya berdua, Javier tak mau membahasnya apapun itu menyangkut batas pernikahan, Javier menolaknya sangat tegas. Dalam hidupnya pernikahan sekali dan tidak ada kadaluwarsa nya kecuali,salah satu tiada tapi, jika itu Javier ia tetap memilih Nella apapun yang terjadi walau Nella sudah tidak bernyawa.

Tatapannya dalam sekali, Nella rasa canggung tapi, ia harus melanjutkan maksudnya, di potong ucapannya itu tidak enak.

Wajah Javier dan mata itu tidak tega juga mau bilang.

"Aku dulu!" Wajah memerah malu kedua tangan terkepal kuat diatas pangkuan pahanya yang barusan duduk di kursi panjang.

"Tidak!" Tolak Javier sambil ikut duduk disebelah Nella sedikit miring menghadap Nella.

"Kan selalu seperti ini !" Kesal sudah tidak ada niatan mau membahas itu sekarang.

"Ehem!" Suara seorang laki-laki lain terdengar Javier bersamaan Nella menoleh.

"Kalian seharusnya tidak bersama disini." Charlie pria yang sama yang ada di aula pesta waktu itu, Nella sempat melihatnya saat akan masuk keruang istirahat, tak sengaja berpapasan.

Javier bangun dari duduknya lebih dulu berdiri tegap besar didepan Nella.

"Aku kemari hanya untuk bilang jika Tuan ingin bertemu dengan Nyonya."

Aku? Nella menunjuk dadanya menatap Charlie yang menganggukkan kepalanya.

Javier berdiri lagi dengan gaya soknya.

"Aku yang harus datang Nella tak perlu." Menegaskan kalo Nella sama sekali tak boleh bertemu dengannya.

Charlie mendekat selangkah melihat ujung sepatunya jangan sampai menyentuh ujung sepatu Javier, matanya terangkat menatap tajam balik kedua mata Javier.

"Aku tidak ada urusan dengan anda Tuan, nyonya muda saja."

Javier mendekat selangkah tapi, telponnya berdering nama sekretarisnya.

Javier menganggap Seam juga sekretarisnya jadi yang menelponnya dengan nama Sekertaris Seam itu tiba-tiba ada apa ini.

"Aku akan menemuinya, kapan?" Berani Nella berbicara dan berdiri dengan tegap didepan Charlie yang badannya besar sama besar dan tingginya seperti Daman ataupun Seam. Tinggi Nella yang hanya seratus tujuh satu dan Seam atau Charlie lebih diatas Nella tapi, di bawah Javier.

"Sekarang Nyonya, di ruangan Tuan." Javier melirik Nella.

"Ayo bersama." Berbalik memberikan tangannya untuk Nella. Charlie memperhatikan sikap mereka berdua Nella meraihnya dan keluarnya berjalan lebih dulu.

Di saat ini duduk di hadapannya dan hanya Ethan yang didepan Javier dan Nella.

"Kau gadis cantik bahkan duduk berhadapan seperti ini membuatku teringat dengannya, ia pasti sudah menceritakan bagaimana masa kecil, ibunya atau keluarganya, kau kesayangannya bukan?"

Javier melirik Nella, sibuk tangan diatas pangkuannya terus mengusap saling telungkup dan menimpa satu sama lain.

"Iya." Singkat saja jika terlalu banyak mungkin nyawanya akan tinggal disini.

"Kau berbohong." Senyuman licik setelah menyeruput teh dan memperhatikan bahu Nella yang bergetar halu, Javier mengawasi keduanya.

"Aku hanya bicara dengannya, salahku dimana?" Melirik putranya tak suka. Javier malah menatap lebih tak suka sikap ayahnya yang malah menganggapnya pengganggu.

"Kau selalu mengincar gadis muda kau gila mau mengincar istri putramu kan?" Sindir keras itu sangat terasa.

Seperti sedang di tusuk pisau dadanya nyeri sedikit. Tapi, wajah sang ayah tersenyum dan matanya jelas menatap suka kemarahan itu pada putranya sendiri.

"Aku waras dan kadang gila." Jawaban Ethan sangat aneh Nella paham maksudnya. Javier sudah gerah melonggarkan sedikit darinya dari kerah yang masih di pasang pin, di lepas kasar.

Lebih baik mereka cepat mengusir Nella dari sini. Suasana nya canggung banget, Nella sudah mulai pusing dan mual.

"Kau belum di lepas ia, aku memintanya kemarin melepaskanmu dan memilih putri keluarga Matthew untuk menikah, aku mau menyelamatkannya dari penyakit atau paling jadi pria yang bodoh.." Menatap Nella dengan wajah manis dan tersenyum, perintah dengan nada suara halus dan penuh sendirian.

Tersedak tiba-tiba Nella segera menelan ludahnya perlahan menahan nafas dan menghembuskan nya pelan.

"Aku setuju."

"Mau aku bunuh sekarang!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!