Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syok
Lastri berdiri mematung dengan tubuhnya yang gemetar. Ia sama sekali tidak membayangkan jika melihat suaminya yang ia percaya dan setia, ternyata beradu mesra dengan gadis muda.
Ia mencoba sekuat tenaga menahan gejolak emosi yang hampir meledak.
"Dasar, Gadis Jalang!" maki Lastri dengan kesal. Dadanya bergemuruh.
"Maaf, Bu Lastri. Saya tidak menggoda suami ibu, tetapi beliau sendiri yang datang pada saya, karena dia ketagihan dengan apem yang saya sajikan. Sebab rasanya lebih asem manis dan lembut," jawab Kiara tanpa rasa sungkan.
Ia seolah ingin memanasi hati wanita itu agar lebih terbakar. Entah mengapa, melihat kemarahan Lastri, justru membuatnya semakin bersemangat.
"Kau wanita tak tau maulu! Bagaimana jika ibu dan ayahmu mengetahui prilakumu?! Dasar, gak punya harga diri, jualan apem murahan dan merebut laki orang!" ucapnya dengan lugas.
"Apem saya gak murahan, Bu Lastri. Bapak rela membayar lima sampai tiga puluh juta untuk sekali cicipi saja. Maka saya tegaskan sekali lagi, apem saya gak dijual murah, tapi harga mahal dengan kualitas premium, dan bisa buat nagih. Jadi jangan salahkan saya, tetapi tanya bapaknya kenapa datang kemari," Kiara mencoba membela dirinya.
Sontak saja hal utu membuat telinga dan hati Lastri serasa terbakar.
Bagaimana tidak? Ia meminta uang berobat ke rumah sakit saja ditolak Tarman dan mengatakannya boros dengan uang belanja dua juta sebulan.
Sedangkan kepada Tiara, Tarman dengan mudahnya memberikan uang puluhan juta kepada Kiara.
Hatinya diliputi amarah, membuatnya meringsek masuk ke dalam kamar, sembari melayangkan helm yang dipegangnya dan ingin menghantam Kiara yang ia anggap tak tau malu.
Sedangkan Tarman yang belum sempat mengenakan pakaian dan rudalnya masih berdiri tegak, terpaksa menyerahkan punggungnya untuk menerima hantaman helm dari istrinya. Ia tak rela jika gadis itu menjadi sasaran amukan sang istri.
Buuuuggh
"Aaaaarrgh..." Tarman meringis kesakitan, dan ia dengan gerakan cepat memutar tubuhnya, lalu merampas paksa helm tersebut, dan membuangnya ke sudut ruang kamar.
Braaaak
Lastri tersentak kaget. Nafasnya tersengal, dengan dadanya yang turun naik dalam gerakan tak teratur, sedangkan tatapannya penuh amarah.
"K-Kau pengkhianat, Bang! Kau memilih gadis jalang ini untuk memuaskanmu sedangkan istrimu ada dirumah!" Lastri menekan ucapannya, dan saat bersamaan Kiara hanya mengulas senyum sinis, dan tatapannya seolah mengejek pada Lastri, bahwa ia adalah pemenangnya.
Plak
Plak
Dua buah tamparan mendarat dipipi Lastri, dan itu dilakukan oleh Tarman. "Jaga ucapanmu! Dia akan menjadi istri keduaku maka hormati dia. Dan aku masih mempertahankanmu saja itu sudah bersyukur!"
Lastri memegang pipinya yang perih dan panas akibat tamparan Tarman barusan, didepan Kiara, itu sama saja dengan mempermalukannya, dan harga dirinya bagaikan diinjak, ia tidak terima akan hal itu.
"Oh, begitu?" Lastri menahan bulir bening yang hampir jatuh disudut matanya, ia tak ingin menangis dihadapan kedua pecundang itu. "Aku ingin kita bercerai. Aku tak sudi berebut pisang milikmu!" ucap Lastri dengan nada gemetar.
"Terserah, kalau meminta cerai, jangan coba meminta harta apapun, sebab aku tak akan memberikannya sepeserpun. Karena itu akan aku berikan pada Kiara." Tarman menegaskan ucapannya.
Lastri tersenyum miris, dan ia meninggalkan rumah tersebut dengan membawa luka dan dendam yang teramat dalam.
Melihat kepergian Lastri, bukannya merasa bersalah justru Tarman bersikap biasa saja. Ia merasa jika Kiara adalah hidupnya dan tak afa yang dapat menggantikan gadis itu dari hatinya.
"Sudah, Sayang. Jangan takut aku akan membahagiakanmu, saat ini tak ada yang dapat mengusik kita," ucapnya dengan senyum bahagia, sebab merasa penghalang dalam hidupnya sudah pergi dengan sendirinya.
Kiara menanggapinya dengan datar. Baginya adalah uang, dan dapat menaklukkan pria itu adalah sebuah kebanggaan, dan merupakan kepuasan tersendiri baginya.
"Terimakasih, Pak Kades, sudah membelaku." Kiara membenahi rambutnya, lalu menggelungnya.
Ia tak begitu peduli dengan pertengkaran keduanya, baginya itu bukan urusannya, apakah rumah tangga Tarman dan Lastri hancur, semua menjadi masalah mereka sendiri.
"Kiara, kamu jangan merasa sedih dengan ucapan Lastri barusan. Saya akan menceraikannya, kamu tenang saja," Tarman mencoba menenangkan Kiara, ia menggap gadis itu terusik dengan pertengkaran barusan.
Nyatanya, Kiara sama sekali tidak terpengaruh sedikitpun.
"Tak masalah, Pak Kades. Sebaiknya bapak pulang saja, saya takut jika Bu Lastri mengadu ke warga dan kita digrebek, maka dana desa yang bapak janjikan tidak akan terealisasi," ucap Kiara yang beranjak dari ranjang dan akan pergi mandi.
"Sebenarnya saya belum puas, saya mau minta sekali lagi. Soalnya rasa apem kamu legit sekali, saya gak bisa tidur setiap kali membayangkannya seperti candu yang tak berkesudahan. Semakin dimakan maka semakin ingin lagi dan lagi," Tarman mencoba menahan tubuh Kiara agar tidak keluar dari kamar.
"Percaya apa kata saya, Pak. Bu Lastri sedang memanggil warga, bapak gak mau digebukin--Bukan?" ucap Kiara menegaskan.
Semenjak kejadian dimakam malam itu, ia seperti memiliki sebuah penglihatan lain, dimana dapat mengetahui sebuah peristiwa yang akan terjadi.
Tarman sedikit merasa kecewa, ia terpaksa mematuhi ucapan gadis tersebut, lalu mengenakan pakaiannya.
"Malam nanti kita ketemuan diujung desa, saya masih ingin jatah saya, rasanya cenat-cenut kalau gak dituruti.
Kiara hanya tersenyum datar, sebuah ambigu dalam jawaban verbalnya.
Dengan perasaan yang tak puas, Tarman berpamitan, lalu meninggalkan rumah Kiara.
Baru lima ratus meter perjalanan, ia melihat ada beberapa warga yang berkumpul dan sepertinya akan melakukan pergerakan ke rumah Kiara.
Saat melihat Tarman mengendarai motornya ke arah pulang, mereka mencoba menghadangnya. "Pak Kades, tolong berhenti dulu." hadang Jono dengan merentangkan kedua tangannya menghalangi jalan perangkat desa tersebut.
Tarman menghentikan motornya, dan bersikap tenang, demi mengecoh para warga.
Ia teringat ucapan Kiara, benar jika warga sedang berkumpul ingin menggrebek mereka.
"Bapak darimana?" tanya Jono dengan penuh selidik.
Tarman mengulas senyum licik. Ternyata Lastri benar mengadu. "Saya ada urusan pekerjaan, dan mengapa kalian berkumpul disini? Apakah tidak yang bekerja?" tanya Tarman dengan santai.
"Bagaimana kami mau kerja, kalau Kepala Desanya asyik dirumah gundik," sindir Seto dengan sinis.
Sontak.saja hal itu membuat Tarman tersinggung. "Wah, Pak Seto. Jangan mengatakan begitu, sebab saya punya banyak kerja, kalau kalian tidak punya kerja, saya akan berikan kalian pekerjaan," Tarman mencoba bernegosiasi.
Jono, Seto, Karyo, dan juga Dono saling pandang. Sepertinya tawaran Tarman barusan mengubah niat mereka.
"Pekerjaan apa untuk kami?" tanya Jono dengan cepat.
"Ada pembangun drainase diujung desa, pergilah ke sana, katakan pada kontraktornya, jika saya yang masukkan kalian." Tarman merogoh saku celananya, lalu membuka dompetnya.
"Nih, saya bagi kalian dua ratus ribu per orang, pergilah."
Keempatnya dengan cepat menyambar uang pemberian Tarman, dan ternyata itu cukup berhasil membuat mereka bungkam.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃