"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 16
Rara terbangun dari tidurnya, menapati Adam yang kini berada di sampingnya dengan mata tertutup, Rara menatap Adam dengan sangat detail. Hidung Adamnya mancung, bibir Adam tipis dan agak berwarna ping, bibir itu belum sama sekali mengenal rokok membuatnya berwarna pink seperti bayi, mata Adam yang agak sipit bercampur dengan warna kulit yang tidak putih dan tidak hitam, membuat Adam begituh menawan.
sejak pertama Rara bertemu adam di Supermarket, sejak saat itulah Rara telah mencintai Adam, senyum Adam yang tak bisa dia lupakan, perhatian Adam yang selalu meprioritaskan dirinya dari pada apapun membuat semakin mencintai Adam.
Rara menghempuskan nafasnya semakin dia mengingat Adam semakin dadanya merasakan sakit akibat perlakuan Adam, Rara bisa memaafkan Adam tapi Rara tak bisa untuk melupakan, bayang bayang bagaimana Adam memukulnya dengan kasar membuatnya semakin takut untuk melakah kedepan bersama Adam. pikiranya merasa tidak yakin Adam akan berubah, akalnya menolak untuk bersama Adam, tapi hatinya masih mencintai Adam, bagaimana pun Adam hatinya tak bisa untuk melepaskan cinta di hatinya, mengapa akal dam hati selalu bertetangan ? mana yang harus dia pilih ? akal tau hati ?
" udah puas memadang wajah suami mu yang tampan ini " ucap Adam membuyarkan semua pikiran di otaknya
" ih kamu ngagetin aja " Rara
" lagian kamu ngeliatin aku sampai gak kemedip, aku tampan ya " GR Adam
" PD kali kau ujang " canda Rara
" hahaha " Tawa Adam yang medelegar seisi Kamar Rara
" kamu dari tadi udah bagun ? " tanya Rara
" udah tapi aku males buat bangun, aku terlalu rindu sama kamu " ucap Adam dengan sangat manja
" ih apa sih lebay tau gak, kamu gak kerja ? "
" kamu lupa hari ini hari minggu "
" oh iya aku lupa "
" emang istriku ini oon banget "
" oon oon juga kamu cinta "
" cinta banget malah " ucap Adam sambil memeluk tubuh Rara dengan sangat erat
" aku lapar Mas "
" tapi aku gak mau lepasih kamu " Adam sambil memperat pelukanya
" Mas, Adam junior lapar, kamu tega liat anak kamu kelaperan "
" iya iya sayang, mau aku masakin " tanya Adam sambil melepaskan pelukanya
" gak mau ntar gak enak lagi " ucap Rara langsung bangkit dari kasurnya, mengucir rambutnya panjang dengan asal asalan melangkah pergi meninggalkan Adam yang masih malas untuk bangun dari tidurnya, menuju Dapur untuk memasak makanan untuk dirinya dan suaminya Adam.
Saat Rara sedang memasak, Adam menghampirinya dengan seyuman
" nanti abis makan ke rumah sakit yuk "
" ngapain ? " tanya Rara
" mau periksa kadungan kamu, Mas khawatir sama kadungan kamu "
Rara hanya mengangguk, dan kembali fokus dengan masakanya
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
" Gimana Dok, Anak saya " tanya Adam menatal layar USG
" janin baik baik saja pak " jawab Dokter itu sambil menatap layar USG
" syukur Dok, saya takut kenapa kenapa Anak saya " jawab Adam
Rara hanya terdiam bersyukur karena Anaknya baik baik saja dalam perutnya
" ini pak resep obatnya silahkan Bapak ke Apotik untuk mengambilnya " ucap Dokter itu sambil memberikan secarik kertas kepada Adam
Adam pun menerimnya dan langsung pergi dar hadapan Dokter dan Rara
" kamu gak papa " ucap Dokter manatap Rara dengan ibah
Rara hanya diam tak mengerti dengan pertayan dokter
" kamu baik baik saja, apa perlu saya panggilkan polisi"
" maksud Dokter "
" saya tau memar di wajah dan badan kamu itu adalah bekas pukulan "
Rara hanya terdiam sambil menunduk lalu berkata " gak Dok saya tidak di pukul, ini murni kesalahan saya bukan Suami saya "
" kamu tidak perlu berbohong kepada saya, saya tau itulah adalah memar pukulan dari Suami kamu, kamu harus melaporkanya ke polisi, jika tidak saya takut ini akan semakin parah dan membuat kamu dan janin kamu kenapa kenapa "
"tidak dokter, saya tidak mau melaporkan Suami saya kepada polisi, saya mencintainya dan dia telah berjanji akan berubah, saya yakin dia akan berubah "
Doker itu hanya terdiam menatap Rara,ingin sekali dia menyadarkan Rara tapi dan melaporkan Suami ke polisi atas tidakan KDRT, tapi ini bukan wewenangnya sebagai Dokter.
" Tapi ini adalah sebuah kejahatan "
Rara memotong pembicaran Dokter tersebut " plis Dok, jangan campuri urusan pribadi saya tugas anda hanyalah memeriksa kadungan saya "
Dokter itu kembali terdiam, menghembuskan nafas, cinta memang membutakan, menganggap hal buruk adalah sesuatu hal yang baik, menganggap sesorang yang di cintai adalah malaikat padahal malaikat itu adalah iblis.
" saya pamit " ucap Rara langsung turun dari tempat tidur pasien " terimakasih atas pemeriksanya "
Rara pun mengambil Tasnya dan melangkah pergi dari ruangan Dokter tersebut, melangkah mencari keberadaan Adam
" Ra " Ucap Adam mengahampiri Rar " udah selesai emang "
" udah koh Mas, semuanya baik baik aja " jawab Rara
" oh gitu syukur deh Anak kita baik baik aja " Adam dengan senyuman
" hmmn aku lapar mas " ucap Rara
" iya udah ayok kita cari Restoran, kamu mau makan di mana ? "
" aku pengen ke Restoran deket KFC itu loh Mas, tempat pertama kali kamu ngajak aku makan "
" oh situ, iya kita udah lama gak kesitu, iya udah ayok " ucap Adam sambil mengandeng tangan Rara untuk meninggalkan Rumah Sakit
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
Rara dan Adam kini sedang asik menikmati makananya sambil bergurau dengan Asyik
" Mas itu bukan Seketaris kamu " ucap Rara menujuk perempuan berbaju sedikit seksi sedang duduk sendiri
" iya itu Alvi " ucap Adam terdiam
tiba tiba Alvi menatap Adam dan Rara dan langsung menghampirinya
" Pak Adam " ucapnya dengan seyuman yang mengoda
" eh Alvi kamu ngapain disini " tanya Rara
" hmm tadinya sih udah janjian mau makan sama seseorang tapi kayanya dia lagi asyik sama orang lain " ucap Alvi sambil menatap sinis Adam
" oh, iya udah bareng sama kita aja , bolehkan Mas " ucap Rara menatap Adam
" iya boleh kok " Adam gugup
" kamu udah mesen " tanya Rara
" udah koh " Alvi menjawab
tak lama pelayan datang membawakan makanan yang di pesan oleh Alvi, Alvi pun langsung menikmati makan tersebut
" aku ke toilet dulu ya " ucap Adam di sertai anggukan oleh Rara
" udah lama nikah sama Pak adam " ucap Alvi membuka pembicaraan
" belom koh baru sekitar 7 bulan " jawab Rara
" oh "
" temen kamu yang gak dateng pacar kamu ? " tanya Rara
" bukan sih cuma sekedar deket aja "
" oh, Mas Adam sering lembur di kantor "
" gak, sekarang udah jarang lembur lembur sih, pulang juga sekarang lebih gasik sekitar jam 4 " jawab Alvi dengan enteng
" oh " jawan Rara dengan beribu pertayan di kepalanya
Tak lama Adam datang menghampiri Rara dan Alvi
" kamu udah selesai makan nya " jawab Adam menatap Rara
" udah Mas "
" iya udah yuk pulang "
" tapi Alvi belom selesai makan Mas "
" udah Pak Adam sama Bu Rara pulang aja, saya sendiri aja "
" beneran gak papa "
Alvi mengangguk
" ayok pulang sayang Alvi juga gak papa sendirian "
" iya udah saya pulang durung ya " pamit Rara
Rara pun bangkit dari kursinya dan melakah pergi meninggalkan Alvi sendirian, tak sengaja Rara mellihat Alvi yang datangi oleh seorang wanita sebayanya memakai pakian dres berwarna biru laut.
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔