NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Wanita Mantan Narapidana Vol 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Single Mom / Janda / Chicklit / Showbiz / Mengubah Takdir
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Sangat di sarankan untuk membaca kisah sebelumnya, Wanita Mantan Narapidana Vol 1.

Setelah 20 tahun mendekam di balik jeruji tahanan, Lembayung Senja akhirnya bisa menghirup udara kebebasan di luar penjara.

Tapi, waktu yang berlalu, masa yang telah lama berganti, masih meninggalkan bekas luka yang begitu dalam di hati Ayu.

Hingga dendamnya pun kian membara, tekadnya semakin kuat untuk menghancurkan dua orang yang membuatnya terkurung selama 20 tahun lamanya.

Berhasilkah Lembayung Senja membalaskan sakit hatinya?

Lantas bagaimana hubungannya dengan Biru putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepucuk Surat

#22

“Assalamualaikum,” ucap Ayu dan Mahar, bersamaan. 

Mendengar suara salam, Giana yang semula menunduk kembali mendongak. “Waalaikumsalam, darimana saja kalian?” tanyanya. 

Ayu cukup heran karena melihat wajah Giana yang tidak terlihat tenang seperti biasanya. “Kenapa wajahmu kusut sekali, Kak?” 

“Gunawan menelponku.”

Ayu dan Mahar sama-sama terkejut. “Semua yang berbalik menyerang kita saat ini, adalah ulahnya. Dia mengancam akan melakukan hal yang lebih gila, jika kita terus mengusiknya.” 

“Sudah kuduga akan jadi seperti ini,” gumam Ayu. “Tadi aku pun sangat emosi setelah membaca berita online pagi ini.”

“Lalu?” 

“Aku meminta Mahar mengantarku ke rumah Gunawan. Tapi, ketika kami bicara, tiba-tiba aku ingin melakukan hal lain.” 

“Apa yang ingin kau lakukan?” 

“Mahar, apakah informasi yang aku minta sudah kau kirim.” 

Mahar yang sedang menatap layar laptop itupun mengangguk. “Sudah. Silahkan di periksa,” kata Mahar setelah menyelesaikan tugasnya. 

Tanpa menunggu lama, Ayu pun masuk ke kamarnya guna mengambil ponsel yang tadi ia tinggalkan begitu saja. 

Mahar dan Giana kembali bercakap-cakap tentang berbagai kemungkinan, karena jelas sekali rencana mereka kali ini telah gagal. 

Sementara Ayu menggulir layar ponselnya, guna mencari sebuah informasi yang ia butuhkan. “Ketemu!” ucap Ayu yang mengejutkan Mahar dan Giana. 

“Apa yang kau temukan?” 

Ayu menunjukkan ponselnya, “Ini, cari pria ini sampai dapat. Lebih bagus lagi bila ia masih hidup.”

“Siapa, dia?” 

“Teman kumpul kebo-nya Anjani,” jawab Mahar dan Ayu bersamaan. 

Giana menajamkan penglihatannya, “Dari sudut manapun pria itu terlihat tak berkelas,” cibir Giana. 

Ayu tersenyum pahit, “Karena itulah dia menggoda Bang Restu, karena wanita ular itu membutuhkan uangnya.” 

Rahang Ayu mengeras, hingga gigi-giginya saling merapat kuat. “Dia yang menikmati uang Bang Restu, tapi wanita tua itu menuduhku menguasai semua uang putranya,” geram Ayu dengan wajah getir. 

“Dan setelah gagal dengan Restu, dia menemukan mangsa baru—” guman Mahar. 

“Gunawan,” ucap Giana dan Ayu bersamaan. 

“Tapi kenapa kau ingin aku menemukan pria ini?” tanya Mahar. 

“Untuk menghancurkan pernikahan mereka, minimal kita perlu orang ketiga, selain faktor penting lainnya.” 

Mahar dan Giana saling pandang, “Receh sekali keinginanmu? Dan, kenapa juga kau gunakan pria tak bermodal seperti dia?” 

“Ada alasannya, Kak. Yang pertama, anggap saja kita sedang memanfaatkan keadaan. Yang kedua, musuh yang terus bersatu, sesekali harus coba kita renggangkan, agar kita menemukan celah kelemahan mereka.” 

Ayu kembali menunjuk layar ponselnya. “Pria ini adalah pion kita. Kita bayar dia untuk mendekati Anjani lagi.” 

“Lalu, kita dapat apa?” 

“Sementara ini, kita tak akan menemukan apa-apa. Tapi tiba-tiba aku curiga, karena pernikahan mereka terlalu bahagia, membuatku tak rela saja,” cibir Ayu sinis. 

Tapi nyatanya mampu membuat Giana dan Mahar tergelak. “Aku pun curiga, apakah anak yang Anjani berikan begitu berharga? Hingga membuat Gunawan bertransformasi menjadi pria yang setia?” gumam Mahar. 

Senyum sinis tergambar di bibir Giana, “Menurutmu begitu? Jangan salah, aku pernah memergoki Gunawan membawa seorang wanita penghibur masuk ke sebuah kamar tersembunyi di belakang restoran.” 

“Kalau aku punya kecurigaan lain,” sela Ayu. 

“Kecurigaan apa lagi?” 

Ayu mencondongkan tubuhnya, “Anjani pernah menjalin hubungan dengan beberapa pria di masa lalu, termasuk Bang Restu. Bahkan wanita itu mengaku tengah hamil anak Bang Restu, tapi tak berselang lama, Kakak bilang Anjani hamil anak Gunawan. Apa benar anak itu milik Gunawan?”

“Bukankah sangat mungkin, kalau kita curiga anak itu bukan anak Gunawan. Mengingat Anjani pernah menjalin hubungan dengan banyak pria di masa lalu.” 

Kalimat Ayu membuat Giana dan Mahar mempertimbangkan cara yang lainnya. Selama ini mereka terlalu fokus menyelidiki bagaimana kerja sama Gunawan dan rezimnya bisa berjalan begitu kuat hingga sulit untuk di pecah belah. 

Anak buah Mahar segera bergerak setelah menerima perintah, bahkan pria itu ikut terjun langsung ke lapangan, agar rencana mereka bisa terealisasi dengan cepat. 

•••

Sementara itu, Anjani masih mengurung diri di kamarnya, ia tak melakukan apa-apa karena Gunawan bahkan sudah menghapus MiJa, seolah-olah tak pernah ada toko fashion dengan merek tersebut. 

Anjani sangat marah, namun, tak bisa berbuat apa-apa mengingat sang suami sangatlah berkuasa. Hidupnya selama beberapa hari ini hanya diisi dengan perasaan gelisah, sambil memikirkan langkah selanjutnya. 

Akhirnya, Anjani memutuskan keluar rumah, sekedar mencari udara segar. Tak lupa masker menutupi sebagian wajahnya, serta topi baseball turut pula menyembunyikan wajahnya yang untuk sementara harus disamarkan. 

Sebuah restoran yang terletak di lantai 10 sebuah mall menjadi tujuannya. Pikiran Anjani melayang kemana-mana, memikirkan lika-liku hidup yang ia jalani hingga tiba di tempat pemberhentiannya saat ini. 

Mulai dari bekerja sebagai wanita pramusaji di bar, setiap malam menemani pria hidung belang minum-minum,hingga terkadang dirinya pun ikut menenggak cairan haram tersebut. Tubuhnya kerap digerayangi, hingga beberapa kali dilecehkan, namun ia tak berdaya melawan karena butuh uang. 

Hubungannya dengan Restu pun kandas karena tak mendapat restu dari Pak Wisnu ayah Restu, tapi Anjani tak rela melepaskan Restu terlebih pada saat itu hanya Restu yang terlihat sempurna di matanya. Restu yang baik, Restu yang tampan, Restu yang memiliki banyak uang, hingga rela melunasi hutang Anjani. 

Jadi sangat wajar bila Anjani menggenggamnya erat-erat, agar hubungan Restu dan Ayu porak poranda. 

“Kami mengantar pesanan Anda, Nyonya.” 

Lamunan Anjani buyar, karena seorang pramusaji membawakan makanan yang ia pesan. 

“Lalu, ini juga.” pramusaji memberikan secarik kertas pada Anjani.

“Apa, ini?” 

“Salah seorang tamu kami, menitipkannya untuk Anda.” 

Anjani pun menyuruh pramusaji itu meninggalkannya. Dan isi kertas itu cukup membuat Anjani terkejut. 

•••

Malam harinya, Ayu sangat bahagia, karena Biru datang berkunjung. Tapi hatinya gelisah  manakala teringat apa yang ia lihat pagi tadi. 

Pria muda itu tersenyum lebar, ketika Ayu dan Giana menyambutnya dengan hangat. Mereka bertiga menikmati makan malam, walau masing-masing tenggelam dalam perasaan, dan berbagai tanya tentang salah satu hal mengganjal yang terjadi beberapa hari lalu. 

Selepas makan malam usai, masih duduk mengitari meja makan, mereka berbincang hangat. “Gimana kuliahmu?” tanya Ayu, ingin sekali mengusap kepala dan rambut biru. Namun, takut bila Biru menghindar atau menolak. 

“Alhamdulillah, Ma. Lancar.”

“Syukurlah, Mamah doakan semoga Allah mudahkan segala urusanmu. Oh, Iya. Pagi tadi Mama melihatmu.” 

Biru menoleh ke arah Ayu. “Oh, iya? Di mana?”

“Di perumahan Casa D’ La Voila.” 

Biru menelan ludah, terlihat sedikit grogi ketika mamanya melihat dirinya membonceng seorang gadis. “Oh, itu. Lagi jemput teman, Mah.” 

“Teman? Seorang gadis, kan?” tanya Ayu dan Biru mengangguk. 

“Aku sedang butuh bantuannya, jadi aku jemput saja. Nggak mungkin, kan, kalau aku meminta dia mengantarku dengan mobilnya?”

Giana kembali duduk setelah menyeduh teh hijau. “Kau punya pacar, ya?” ledek Giana.

“Tidak, Bi. Dia teman.” 

“Teman kok gadis, di jemput sampai ke rumah lagi.” Ayu ikut-ikutan meledek, ketimbang resah memikirkan prasangkanya. 

1
Nar Sih
moga aja bnr klau biru dan miranda saudara satu ayah biar mereka ngk pcran
Reni
weeee mbak Jani makin lengket sama mas Jono
Rahmawati
semakin seru ini, lanjutttt
MomRea
kenapa gak langsung kena OTT saja Gunawan dan antek-anteknya 😡
MomRea
jgn jgn si Miranda adik kandung Biru lain ibu ?
Esther Lestari
tidak bisa dibiarkan karena Miranda dan Biru satu ayah, begitukah Anjani
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan beneran udah tua tuh 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yakin dia putrimu 🤭
Meliandriyani Sumardi
nah kan...ini nih tanda nya kalau biru sama miranda sebenarnya saudara satu ayah....😄anjani bisa ngelak tapi pasti fakta berbicara🤣🤣 lanjut kak
Agus Tina
Semakin penasaran ...
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh ketahuan nih😒
Cindy
lanjut
Eva Karmita
kecewa banget sama sikap Biru berasa kayak Malin Kundang... kenapa Ngada sopan"nya sama ibunya 😩 biar bagaimanapun Ayu tetaplah ibu kandungnya biar di cuci seluas air laut an Ayu tetaplah ibu kandungnya Biru
kayaknya Biru sudah lupa dengan ajaran" bapak Ismail sama mamak Karmila tentang sopan santun dgn yg lebih tua 🥺😤 .., apa mungkin si Biru nurut sikapnya kayak neneknya yang sikapnya kayak Mak lampir 😏
Esther Lestari
Tian sepertinya berbahaya ini buat Ayu dan Biru. Punya rencana apa kamu Tian.

Biru mendekati Miranda dan sekarang magang di firma Gunawan, mungkin sambil menyelidiki Gunawan
Reni
biru sengaja ya sedikit menjauh dari mama ayu dia bertindak sendiri aduhhhh sayang ketahuan Tian 🤧
Reni
biru g secerah namamu kau bikin kelabu ayu lagi dan lagi pola pikirmu melukai mamamu miris
Nar Sih
semoga biru bisa memberi kejutan pada mama ayu dgb segaja msuk firma hukum punya si gunawan
Siti Siti Saadah
asyyyyyyiiiiiikkkkk
Rahmawati
hmmm apa biru sengaja deketin Miranda biar bisa mencari bukti bukti ttg kebusukan gunawan ya
Rahmawati
kok gedeg ya sama biru😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!