Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Semakin hari Luella semakin dekat dengan Henry. Tapi hubungan mereka masih belum ada kepastian karena Luella masih menggantung hubungan tersebut.
“Ngelamun aja” ucap Sarah.
“Hahaha apa sih” sungut Leulla.
“Mikirin Henry ya” Tanya Sarah.
“Kenapa harus Henry?”
“Karena cuma Henry yang dekat sama kamu sekarang. Kamu juga gak pernah stress karena Mama atau pekerjaan kamu”
“Iya ya hahaha”
Sarah dan Luella kembali fokus dengan desainnya masing-masing karena mereka memiliki deadline yang hampir bersamaan. Pekerjaan Luella terbilang cukup santai, tapi mereka tidak punya banyak waktu untuk melakukan revisi, itu sebabnya mereka sangat berhati-hati dalam mendesain.
Ting! Ponsel Luella berdering.
“Luella, aku lagi di tempat yang gak jauh dari office kamu. Mau lunch bersama?” – Henry
Luella meraih ponselnya, lalu membaca pesan tersebut. Dia berfikir sejenak untuk menerima atau menolak tawaran tersebut. Hingga Sarah meraih ponsel Luella dan menjawab pesan Henry dengan menyetujui ajakannya.
“Sarah!” pekik Luella
“Jangan kelamaan mikirnya, udah terima aja” jawab sarah sambil mengembalikan ponsel Luella.
Luella mendengus, kemudian dia kembali fokus dengan layar komputernya. Sementara Sarah dia senyum-senyum sendiri melihat Luella merasa frustasi dan tidak bisa melawan.
Hinga waktu menunjukan pukul 12 siang, dan semua kaeryawan meninggalkan mejanya untuk beristirahat. Begitu juga dengan Luella dan juga Sarah, keduanya meninggalkan meja lalu segera turun.
Luella turun menuju lobby untuk menemui Henry, sementara Sarah menuju basement untuk mengambil mobilnya dan menuju pusat perbelanjaan untuk makan siang.
“Hey Henry, sudah lama?” sapa Luella.
“Belum, baru sampai. Gimana hari ini, semua baik-baik saja?” Tanya Henry.
“Semua baik. sibuk seperti biasanya”
“Baguslah. Jangan terlalu stress, Cal tidak menggajimu untuk itu. Jadi jangan di lakukan”
“Hahahaha tapi dia bosku”
“Aku akan memarahinya”
“Hahaha Henry”
“Sebenarnya kantor itu sangat kacau, bukan karena Cal. Tapi karena staff lain dibawah Cal yang tidak bekerja sesuai dengan aturan”
“Kamu tahu?”
“Cal cerita. Dia akan memperbaiki struktur kantornya yang sudah rusak itu. Mungkin dia akan memecat beberapa karyawannya dan menggantikannya yang baru”
Luella mengangguk perlahan mendengar penjelasan Henry. Hingga mobil Henry telah sampai di resto yang tidak jauh dari kantor Luella.
“Hari ini kita makan lokal haha” ucap Henry
“Lokal favorit kamu” sahut Luella.
“Iya, kamu masih ingat?”
“Ingat dong”
Henry tersenyum, kemudian dia mengajak Luella untuk turun dan masuk ke dalam restoran tersebut.
Mereka segera memilih tempat duduk, dan memesan makanan. Restoran tersebut sangat ramai pengunjung hari ini, semua tempat duduk sudah penuh terisi.
Suara denting sendok dan piring saling bersahutan, bahkan suara dari pengunjung terdengar sangat riuh siang ini.
“Henry, aku cuci tangan dulu” ucap Luella
“Silahkan…” jawab Henry.
Luella meninggalkan meja, menuju restroom untuk mencuci tangannya. Wanita cantik itu menuju wastafel dan kemudian mulai mencuci tangannya. Mata Luella memperhatikan sekitar restroom tersebut hingga matanya menangkap sosok yang ia kenal, namun ia tidak begitu yakin.
“Luella” sapa pria itu.
“Pak Edric. Selamat Siang” jawab Luella gugup.
Ya, Luella bertemu dengan mantan suaminya. Pertemuan yang tidak di sengaja karena menurut Luella, mantan suaminya tersebut tinggal di luar kota.
Ada perasaan gugup dari diri Luella, karena ia hawatir akan mengingatkan Edric dengan kebenciannya terhadap dirinya.
“Saya permisi Pak” ucap Luella meninggalkan restroom.
Edric hanya menatap punggung Luella yang semakin jauh, kemudian ia mulai membersihkan tangannya. Dan keluar dari restroom.
Mata Edric mulai mencari setiap sudut, dia tidak menemukan keberadaan Luella. Edric duduk dan menunggu pesanan makanannya datang.
Sementara Luella yang sudah berada di mejanya, dia sedikit gugup hingga membuat Henry penasaran.
“Are you okay?” tanya Henry.
“Edric ada disini” jawab Luella lirih.
DEG!
Henry mengetahui nama itu, nama yang pernah merebut seseorang yang sangat ia cintai, dan membuatnya menderita selama satu tahun ini.
“Ada aku disini, dan kamu sudah resmi bercerai. Jangan takut” ucap Henry sambil menggenggam tangan Luella untuk meyakinkannya.
Luella mengangguk pelan, dan merasa sedikit tenang karena Henry.