Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.
Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.
Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.
Apakah Rose berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Dosa
*Seperti biasa jangan lupa di like dulu sebelum membaca ☺️
.....
Marcus terlihat terburu-buru saat ini, dia tidak sabar mengambil hasil tes DNA yang kemarin dia serahkan kepada temannya.
"Mana?" tanyanya tidak sabar pada seorang dokter yang sudah berdiri didepannya.
"Tidak sabaran sekali." ucap dokter yang merupakan temannya itu.
Setelah menerima surat itu, matanya membola karena hasilnya 99% Noah adalah anak kandungnya.
"Kau memiliki anak dari wanita lain?, seingatku anakmu itu perempuan." ucap dokter itu yang salah sangka, mengira Marcus memiliki anak dari perempuan lain atau bisa dikatakan pria itu berselingkuh dibelakang istrinya hingga memiliki anak lain.
Marcus berdecak kesal mendengar ucapan temannya itu. "Sembarangan sekali kau bicara, ini anakku dan Rose."
"Lalu anak perempuan mu itu anak siapa?"
"Ya anakku, berarti aku punya anak kembar." ucap Marcus percaya diri, dia ingin segera pulang lalu menanyakan kebenaran nya pada Rose. Dia tidak tahu selama ini memiliki anak kembar.
"Anak kembar?, kau mimpi. Istrimu itu tidak hamil kembar Marcus, kau lupa jika istri ku yang selalu memeriksa istrimu."
Deg....
"Tunggu, apa maksudmu?" tanyanya penasaran, dia menatap lekat wajah temannya yang mendadak tegang.
"Sebaiknya kau periksa kebenaran tentang anakmu Marcus, atau anakmu di tukar seseorang." terdengar tidak masuk akal tapi bagi Marcus itu mungkin terjadi.
"Beri aku nomor istri mu." pinta pria itu tidak sabaran.
Jika memang anaknya di tukar, berarti anak yang selama ini mereka rawat?.
.....
"Nah disini tempat mama nya Noah bekerja Tante." ucap Vira yang baru saja mengantarkan Aurora disebuah restoran yang sangat familiar di matanya. Karena restoran ini milik salah satu teman ibunya.
"Em terimakasih ya nak, ini untukmu." sebagai ucapan terima, Aurora memberikan tiga lembar uang ratusan ribu kepada Vira. Tapi anak itu menolaknya dengan halus.
"Tidak usah repot-repot Tante, aku senang jika Noah memiliki keluarga yang baik." ucap anak itu yang membuat Aurora tertegun. Dia bersyukur jika anak yang dia buang ke panti bertemu dengan orang-orang baik seperti Vira.
Tapi bukan Aurora namanya jika tidak memaksa. Dia diam-diam memasukan uang itu saat berpamitan dengan Vira dengan cara memeluk anak itu sekilas. Vira tidak sadar hingga anak itu pergi dari restoran.
Aurora menatap ragu pintu didepan nya. entahlah bagaimana cara dia bicara pada Rose. takut jika wanita itu marah kepadanya. Tapi wajah jika adik iparnya itu marah karena perbuatannya benar-benar jahat.
Klek....
Tepat sekali saat dia masuk, dia bertemu Rose yang sibuk mengelap meja. Tatapan mereka bertemu dan Rose terlihat ketakutan saat melihat siapa yang datang.
Ingatannya kembali berputar saat dia di bunuh oleh wanita didepannya. Tanpa sadar dia mundur perlahan saat wanita itu mendekat ke arahnya.
Aurora tersenyum miris melihat wajah pasi wanita itu. Apa Rose sudah tahu?.
"Rose." panggilnya lembut.
Tapi....
"PERGI DARI SINI." teriak Rose yang langsung menutup kedua telinganya. Wanita itu terlihat seperti trauma.
Dan Sarah langsung datang saat dia mendengar suara teriakan Rose.
"Hey Rose ada apa?" tanyanya yang langsung merengkuh tubuh bergetar wanita itu. Tapi dia salah fokus pada sosok yang ada didepan mereka.
"Aurora." dia tidak salah lihat kan, kenapa anak tiri Catherine ada di sini?
"Tante."
Mengerti dengan tatapan wanita itu, Sarah mengode Aurora untuk mengikutinya, dan dia segera membawa Rose ke ruangannya yang ada di lantai dua, diikuti oleh Aurora dibelakang.
klek....
"Jangan pergi Bu." Rose yang ketakutan mencengkram erat baju yang dipakai Sarah.
Kalau tidak salah dengar, Rose pernah mengatakan bahwa Aurora ini yang menukar anaknya.
"Rose aku minta maaf."
Bruk....
Aurora langsung bersujud didepan kaki milik adik iparnya. Dan tindakan wanita itu benar-benar mengejutkan Rose.
"Aku ingin bicara berdua denganmu apa bisa?" tanyanya sambil menatap sendu ke arah Rose.
Meskipun ragu, tapi dia ingin mendengar apa yang akan di katakan wanita jahat itu.
"Ibu." panggil Rose dengan suarah lirih. Dia tidak ingin ditinggal karena rasa sakit yang diberikan wanita itu padanya masih membekas di ingatannya.
Sarah tersenyum, lalu mengelus punggung anak itu dengan lembut. "Ibu tunggu di luar ya." dia yakin kedatangan Aurora kesini untuk meminta maaf dan juga meluruskan apa yang sebenarnya terjadi pada Rose. dia tidak bisa ikut campur dalam urusan keduanya.
Rose terpaksa melepas cengkraman nya pada baju Bu Sarah. Sekarang dia menatap takut ke arah Aurora yang sudah kembali berdiri, wanita itu menarik sebuah kursi lalu meletakkannya didepan Rose.
Keduanya saling bertatapan.
"Rose, mengenai anakmu."
deg....
Pembahasan yang membuat Rose sakit, sedih dan kecewa.
"Noah anakku?" sahut Rose cepat dan Aurora mengangguk lemah.
"Kenapa?, kenapa kakak melakukan hal itu padaku?" tanya Rose yang matanya sudah memerah.
"Maaf Rose, aku tidak bisa berpikir jernih, aku di perkosa ayah tiri ku hingga hamil, dan entah bagaimana aku berpikir untuk menukar anak kita, agar anakku mendapatkan hak di keluarga Vale." ucap Aurora yang merasa sesak karena mengingat kejadian dimana dirinya benar-benar hancur. Dia sengaja menyembunyikan kehamilannya yang ternyata berbarengan dengan Rose.
Dia saat itu di jebak ayah tirinya dan tanpa sepengetahuan ibunya dia dilecehkan saat menginap di rumah ibu kandungnya.
Hingga akhirnya dia hamil. Ketakutan yang dia rasakan begitu besar, keluarga Vale pasti mengusirnya jika tahu dirinya hamil di luar nikah dan itu akan mencoreng nama besar keluarga, berbagai macam cara sudah dia lakukan untuk membunuh anak yang dia kadung, sayangnya dia begitu takut melakukan aborsi.
Dan entah bagaimana, dia berpikir di luar nalar. Menukar anaknya dengan anak Rose. diam-diam dia sudah merencanakan semuanya, membayar mahal seorang dokter yang akan membantu Rose melahirkan. Dia juga diam-diam memasukan sebuah pil ke dalam minuman Rose agar wanita itu melahirkan di hari itu juga karena anaknya sendiri sudah dia lahirkan.
Dia bersyukur karena tidak ada keluarga yang menemani Rose, hanya pelayan kecil yang bisa dia suap. Setelah anak Rose lahir, dia dengan cepat meletakkan anaknya di ranjang milik bayi adik iparnya lalu membawa anak asli Rose ke panti terdekat dan meletakkannya begitu saja di depan pintu, tidak lupa dia berikan segepok uang cash yang sangat banyak saat itu.
Tangis Rose pecah setelah mendengar penjelasan Aurora tentang bagaimana anaknya berakhir di panti yang tidak terurus itu.
Grep....
"Maaf Rose, ku harap kau mau memaafkan ku, aku janji akan mengatakan semuanya pada keluarga kita, aku akan mengakui semua perbuatan ku." ucap wanita itu sambil memeluk Rose dan keduanya sama-sama terisak keras hingga Sarah bisa mendengar semuanya.