NovelToon NovelToon
KULEPAS DENGAN BISMILLAH

KULEPAS DENGAN BISMILLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jihan Fahera

Dara memimpikan indahnya kehidupan setelah menikah. Dara mengira menikah dengan orang yang di cintai akan membuat hidupnya bahagia. namun kenyataannya nasib buruk yang didapatkan di rumah suaminya. dia dilakukan bak babu bahkan sering dara mendapatkan caci maki dari mertua ketika pekerjaan rumah ada yang terlewatkan. tidak hanya diperlakukan seperti babu, ketika dara ada selisih paham dengan mertua nya suaminya tidak membela dara bahkan ikut menyudutkan Dara. hal yang paling menyakitkan lagi ketika dara mendapatkan kabar dari temannya jika suaminya selingkuh dibelakang nya. bagaimana kisah Dara selanjutnya. yuk mampir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jihan Fahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Lamaran Bagas Dengan Dita

"Bagus, jam segini masih tidur. Dari pada tidur mending bungkusan bungkusan yang ada dimeja makan kamu tata ke piring. Nanti habis Magrib Dita calon mantu ibu yang kaya mau kesini. Kamu jangan buat ulah " sentak Bu Siti sambil melihat penampilan Dara yang tampak berbeda.

Dara yang mendengar ucapan ibu mertuanya memutar matanya malas.

"Yang mau datang siapa yang direpotkan kok malah sini, hadehh" batin Dara.

"Iya Bu, nanti aku tata dengan rapi, mending sekarang ibu pergi ke kamar untuk istirahat, kalau ibu gak istirahat takut darah tinggi ibu kumat loh. Kalau darah tinggi ibu kumat terus sampai isdet alias Innalillahi malah ibu gak jadi ketemu sama calon mantu ibu yang kaya raya itu" ucap Dara dengan nada mengejek.

"kamu doa in ibu cepat mati?" Ucap Bu Dewi dengan muka yang sudah memerah.

"Enggak kok Bu, itu bukan mendoakan tapi Kay cuma ngingetin ibu biar gak kecapean aja" sahut Dara santai. Bu Dewi yang tidak mau lama lama berdebat dengan menantu yang menurutnya sableng memutuskan untuk pergi meninggalkan Dara yang masih berdiri di depan pintu.

Satu Minggu kemudian

Satu Minggu telah berlalu, Dara ,Bu Dewi serta tetangga kanan kiri rumah sedang menyiapkan acara lamaran Bagas dengan Dita yang akan diadakan di rumah Dita nanti malam.

"Eh, Dar saya kok heran sama kamu, suami mau nikah kok kamu kayak biasa aja, gak ada sedih sedihnya kamu dimadu" ucap Bu Diah dengan nada penasaran. Karena biasanya orang yang mau dimadu pasti akan sedih dan mengurung diri atau malah melabrak selingkuhannya dan di viral kan di media sosial. Tapi malah ini sebaliknya Dara malah tampak membantu segala persiapan acara lamaran suaminya dan senyum yang selalu ditampilkan.

"Hehe,, lah emang harus gimana ya Bu, mau nangis darah pun mas Bagas pasti akan kekeh nikah dengan calon nya. Kan ibu cita citanya pengen punya menantu kaya sedangkan aku kan cuma menantu yang menambah beban doang Bu hehehe" bisik Dara yang takut tiba tiba nanti ibu mertuanya mendengar ucapannya bisa bisa malah ibu mertuanya membuat drama dan jadi tontonan tetangganya.

"Yang sabar ya Dar, pasti akan ada balasannya untuk Bagas, udah dikasih istri yang menerima apa adanya malah masih kurang aja. Siapa tahu nanti setelah nikah dengan yang ini burungnya gak bisa berdiri, pufft" bisik Bu Diah sambil menahan tawanya gara gara ucapan yang tak terduga.

Dara yang mendengar ucapan Bu Diah sontak tertawa meskipun tak terlalu kencang cukup mampu membuat ibu mertuanya kepo dengan yang dibahas dengan Bu Diah dan menantu nya.

"Bahas apa?, kelihatan asik banget dari tadi" tanya Bu Dewi yang ikut gabung dengan menantunya.

"Ih,, ibuk kepo banget sih" ucap Dara tanpa melihat mertuanya, saat ini Dara sedang menata risol yang merupakan salah satu hantaran yang akan dibawa nanti malam.

"Tuh,, kamu lihat kan Bu , punya mantu kalau ditanya jawabannya gak nyambung, makanya saya lebih setuju Bagas menikah dengan calonnya yang ini. Dia kalau kesini kalau diajak bicara nyambung, mana sopan lagi anaknya. Bahkan kalau kesini suka bawain roti yang terkenal itu loh Bu" ucap Bu Dewi dengan bangganya kepada Bu Diah.

"Oh,, ya bagus itu ibu, tapi semoga kedepannya ibu tidak menyesal ya Bu. Biasanya kalau masih awal tai ayam aja berasa cokelat manis" sahut Bu Diah yang memperingati. Bu Diah belum tahu wajah calon istri keduanya Bagas, tapi yang namanya pelakor belum tentu cantik kan, walaupun cantik itu anggap aja bonus, zaman sekarang menjalin hubungan dengan suami orang  gak perlu cantik yang penting gatal dan gak ada seorang wanita baik baik yang merebut suami orang. Cuakss wkwk

"Gak akan menyesal kok Bu,, lihat aja kedepannya pasti hidup anak saya bakal terjamin dengan Dita, apalagi calon mantuku ini mempunyai kebun teh yang luasnya dua hektar " ucapan sewot Bu Dewi sambil menatap tajam Bu Diah.

"tapi itukan bukan punya dia tapi punya orang tuanya dia. Hartanya calon besan jangan di pamerin pamali loh. Apalagi kalau Dita mempunyai saudara banyak pasti kebun dua hektar itu di bagi sama saudara saudara nya" ucap Bu Diah yang menanggapi ucapan Bu Dewi

"Udah Bu,, gak usah diterusin, nanti darah tinggi ibu kumat, kalau kumat kan ibu malah gak bisa lihat mas Bagas lamaran sama calon mantu idaman ibu" ucap Dara yang mengakhiri perdebatan Bu Dewi dengan Bu Diah.

Sang Surya mulai tenggelam menandakan bahwa hari mulai malam. Saat ini Dara sudah menyiapkan pakaian untuk suaminya.

"Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu mas,, apa aku hanya kamu jadikan pelampiasan, katanya dulu mau terima aku apa adanya lah ini ketemu cewek yang ngakunya kaya langsung di gas,, cekkk,, udah Dar kamu gak boleh sedih, buang sampah nanti siapa tau dapat berlian yang bisa menerima mu apa adanya dan pastinya menerima statusku yang janda ini" batin Dara. Bohong jika Dara tidak sedih, Dara sangat mencintai Bagas tapi Dara juga tidak bisa mempertahankan rumah tangganya karena Bagas sudah terbukti selingkuh dan selingkuh tidak ada kata maaf. Jadi Dara berusaha untuk menghibur dirinya agar tidak sedih. Dara berharap semoga setelah cobaan yang dihadapinya akan mendapatkan kebahagiaan, Dara sangat yakin gak mungkin jika hadiahnya hanya piring cantik setelah cobaan ini.

"Bajunya udah kamu setrika dek?" Tanya Bagas yang baru saja selesai mandi.

"Sudah,, aku taruh diatas kasur tuh, masa gak lihat" ucap Dara dengan tenang.

"Dek,, aku harap nanti kamu gak akan membuat keributan" ucap Bagas yang memperingati Dara.

"Oh,, soal itu kamu tenang aja mas,, aku akan mendampingi mu bahkan saat kamu duduk di pelaminan sama si ular bulu aku akan selalu mendampingi mu,, bahkan aku juga udah menyiapkan hadiah terindah yang tak akan kamu lupakan loh mas" ucap Bagas dengan suara tenangnya namun terlihat tegas .

"Lalu setelah acara selesai aku akan angkat kaki dari rumah ini, jadi selama aku jadi istrimu yang tinggal beberapa hari lagi aku akan berbakti kepadamu kecuali melakukan hubungan suami istri" ucap Dara yang hanya bisa di batin.

"Oke,, aku pegang ucapanmu, ya udah sana giliran kamu mandi, pakai baju yang aku belikan, bajumu kan gak ada yang bagus" perintah Bagas. Ya Bagas sudah menyiapkan pakaian untuk Dara. Karena Bagas tidak mau keluarga Dita memandang Bagas tidak bertanggung jawab dengan istrinya Dara dan berakhir lamarannya di tolak keluarga Dita.

Flashback

Lima hari sebelum hari lamaran Bagas memberanikan diri ketemu orang tua Dita.

"Ayo yank,, kamu udah bilang sama orang tua mu kalau aku mau datang kerumah mu?" Tanya Bagas dengan gelisah.

"Udah mas,, kamu jangan khawatir aku juga udah bilang sama ibu bapak ku kalau aku akan jadi istri kedua mu" balas Dita dengan santai.

"APA,, terus reaksi mereka gimana?" Ucap Bagas yang syok. Bagas takut lamarannya akan di tolak tapi disisi lain Bagas tidak mau kehilangan Dita serta janin yang ada di perut Dita, bagaimanapun anak tersebut merupakan anak yang ditunggu Bagas.

"Awalnya sih syok banget, mereka gak setuju kalau aku nikah sama kamu, tapi aku berusaha untuk menyakinkan mereka kalau kamu itu suami yang bertanggung jawab dan aku bilang kalau istri pertama mu juga sudah menyetujui kalau kamu nikah lagi karena istri mu mandul" jelas Dita.

"Huft,, syukurlah,, kalau begitu ayo kita berangkat kerumahmu sekarang takutnya orang tuamu malah menunggu lama. Takut nanti  kesannya aku malah jadi menantu kurang ajar sudah membuat orang tua menunggu lama" ajak Bagas.

1
sunaryati jarum
xTidak usah ditangisi Dara, setelah ini kau semoga menemukan kebahagiaan bersama pasangan yang mencintai dan setia
Sunaryati
Segera sonsong kehancuran hidupmu bersama istri baru yang bergaya hidup baru dan merawat kandungan yang bukan benihmu Bagas 🤣🤣🤣🤭
Jihan Fahera: sabar menunggu kelanjutan ceritanya ya kak😍, insyaallah setiap jam tujuh malam🙏
total 1 replies
Susilawati Arum
Kenapa lah para istri di novel itu kok bodoh2 banget ya..heran aku
Jihan Fahera: biasanya karena cinta kak, orang pinter pun bisa menjadi bodoh 🤭🙏
total 1 replies
Jihan Fahera
update setiap jam 19:00 WIB🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!