NovelToon NovelToon
Gadis Somplak Milik Cassanova

Gadis Somplak Milik Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:21.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rita Tatha

Memergoki sepasang manusia yang sedang bercinta, membuat Kumala Rasya Putri—Kurap—harus terjerat sebuah perjanjian konyol dengan lelaki itu. Pandu Nugraha Andaksa—Panu—harus menahan emosi setiap kali berhadapan dengan Rasya yang begitu menguji kesabarannya.

Lantas, akankah mereka terjebak dengan sebuah pernikahan seperti kisah novel pada umumnya? Atau akan ada kejutan luar biasa yang mampu membuat kedua orang itu saling jatuh cinta?

Mau tahu jawabannya? Baca kisah ini dan jangan lupa beri dukungan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06

Mobil merah yang dikendarai Arga, membelah jalanan kota yang tampak lengang karena masih berada di jam kerja dan para manusia sedang sibuk-sibuknya.

Suasana di dalam mobil terasa senyap, Rasya yang berpura-pura tidur, tetapi ternyata dia benar-benar terlelap, sedangkan Pandu hanya menghela napas panjang berkali-kali saat mendengar dengkuran halus dari gadis di sebelahnya.

"Kita akan ke mana, Tuan?" tanya Arga, memecah keheningan di dalam sana.

"Langsung ke rumah saja, Ga." Pandu menjawab tenang. Lelaki itu menggulung lengan kemeja sampai sebatas siku, lalu menyandarkan kepala dan memejamkan mata.

Baru saja suasana kembali senyap, terdengar bunyi ponsel Pandu menggema di sana. Pandu menarik keluar ponsel dari saku celana. Tanpa membuka mata, lelaki itu langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Hallo," sapa Pandu. Suaranya terdengar bermalas-malasan.

"Pandu! Kamu di mana?" Suara pekikan dari seberang telepon, seketika membuat Pandu memaksa kelopak matanya agar terbuka. Bahkan, lelaki tersebut sampai duduk tegak dan melihat layar ponsel untuk memastikan siapa yang meneleponnya.

"Mom—"

“Mommy tunggu kamu di rumah. Tiga puluh menit! Lebih dari itu, Mommy akan nikahkan kamu dengan Monica!”

“Mommy yang benar saja! Pandu tidak mau sama Monica Matalata!” tolak Pandu tegas.

“Makanya jangan kelamaan! Kamu tahu 'kan ancaman mommy tidak pernah main-main!”

“Baiklah. Biar Arga mengebut.” Suara Pandu terdengar begitu pasrah. Lelaki itu segera menurunkan ponsel setelah bunyi panggilan terputus menyentuh gendang telinganya.

Ibu negara kalau sudah punya kemauan maka harus dituruti kalau tidak, bisa-bisa dirinya benar-benar dinikahkan dengan Monica. Sebenarnya, Monica itu gadis cantik, tinggi semampai, kulit putih, rambut hitam legam dengan body mirip gitar spanyol, tetapi yang membuat Pandu menolak adalah—gadis itu suka ngupil sembarangan dan Pandu sangat tidak suka itu.

"Ga, kita ke rumah utama sekarang," perintah Pandu. Lelaki itu sibuk memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celana.

"Bagaimana dengan Nona Rasya, Tuan?" Arga melirik dari kaca kecil depan, melihat Pandu yang sekarang sedang menatap lekat wajah Rasya yang masih terlelap.

"Biarkan dia ikut!" ucap Pandu.

"Apa nyonya besar tidak akan marah?" tanya Arga khawatir. Dia tahu bagaimana Lisa—mommy Pandu, wanita paruh baya tersebut tidak mudah menerima orang baru sehingga banyak yang mengatakan kalau Lisa adalah wanita angkuh, tetapi kalau sudah mengenal lebih dekat, percayalah wanita tersebut adalah wanita yang baik hati.

"Biarkan saja!" jawab Pandu tegas. Lelaki itu kembali duduk bersandar dan memejamkan mata karena perjalanan menuju ke rumah utama paling tidak membutuhkan waktu hampir dua puluh menit.

Di saat Pandu baru saja hendak terlelap, kedua mata Rasya tampak mengerjab. Gadis tersebut merentangkan kedua tangan sampai mengenai wajah lelaki di sampingnya sehingga membuat lelaki itu merasa sangat terganggu.

"Bisakah kamu tidak bertingkah sembarangan!" omel Pandu, matanya kembali terbuka dan menatap ke arah Rasya yang sedang menguap dengan tenang.

"Badanku pegel semua, Om. Aku kira naik mobil mewah enggak bakal pegel-pegel," sahut Rasya. Gadis tersebut dengan tenang menekan jari-jarinya hingga tulangnya berbunyi.

Pandu merinding saat mendengar bunyi 'tekluk-tekluk' dari apa yang dilakukan Rasya. "Apa kamu tidak takut tulang jarimu patah?" tanya Pandu. Wajah lelaki itu tampak terheran-heran.

"Wajahnya biasa aja kali, Om." Rasya kembali menguap, lalu mengamati jalanan sekitar yang tampak tidak asing. Kebetulan sekali, rumah utama keluarga Andaksa melewati area tempat Rasya mengontrak.

"Om, bilang sama sopirnya, nanti suruh berhenti di depan pohon jambu itu." Rasya menunjuk ke arah depan.

"Suruh aja sendiri!" kata Pandu dengan ketus.

"Yaelah, Pak Bos! 'Kan kamu yang jadi bosnya dia, Om." Rasya memutar bola matanya malas, sedangkan Pandu mengembuskan napas kasar.

"Sudahlah, Tuan dan Nona. Tidak perlu berdebat karena saya sudah mendengarnya." Arga menyela dua manusia yang selalu berdebat saat bertemu.

Arga membelokkan sedikit mobilnya dan berhenti tepat di depan rumah yang tidak terlalu mewah, berjarak cukup jauh dengan pohon jambu tadi.

Mendengar suara mobil berhenti, pintu rumah terbuka. Zety keluar tergesa dengan raut bingung memenuhi seluruh wajahnya.

"Mobil siapa ini?" gumam Zety. Namun, gadis itu sama sekali tidak berani mendekat ke mobil mewah tersebut.

Mata Zety melebar sempurna saat melihat seorang pria tampan keluar dari pintu depan, dengan memakai setelan jas rapi. Bahkan, Zety sampai melongo. Lelaki itu berkali-kali lebih tampan daripada Igun kekasihnya yang sudah dia putuskan beberapa jam lalu.

Lelaki berjas itu membuka pintu belakang dan ketika sesosok gadis keluar dari sana, Zety semakin terperangah melihat sahabatnya yang keluar dengan bergaya sok anggun. Disusul seorang pria yang lebih tampan dari pria berjas tadi.

Gadis yang masih membuka mata dan mulutnya lebar tersebut, sampai tidak menyadari kalau tiga orang yang barusan keluar dari mobil, sudah hampir berada di dekatnya.

"Kagetnya biasa aja kali! Nih iler sampai ngences gini."

1
Miss Typo
kalian berdua akan saling bucin, terutama si Om Panuan 🤣
Miss Typo
pandu tuh dgn kedua orang tuanya kali ya 😁
Miss Typo
aku juga tidak skin nanti kau akan bucin ke Rasya alias Kurap itu Panuan 🤣
Miss Typo
sudah ku dugong, saat nyebut ayam rendang, ayam geprek dll pasti mie instan 🤣
Miss Typo
Aamiin 🤲, doa Arga akan terkabul 🤲😁
Miss Typo
gpp nikah siri dulu, nanti jg gak mau pisah 😁
Miss Typo
hahaha dekat dengan Kurap musuh apa anugrah bagi Panuan 🤣
Miss Typo
makin kocak nih 🤣
Miss Typo
Kurap bener² ya bukan hanya bikin panuan naik darah tiap hari, eh bikin salting juga 🤣
Miss Typo
om Panuan pasti mengantar Kurap pulkam 😁
Miss Typo
Arga cemburu dgn kucing 😁
Miss Typo
ternyata hukuman nya diasingkan ke villa, mungkin biar makin dekat dgn Rasya calon mantu idaman Mommy Lisa 😁
Miss Typo
eman enak mau kena hukuman di Panuan 🫢
Miss Typo
calon mantu idaman gak tuh mommy Lisa 🤣
Miss Typo
seandainya tadi Kurap dah cerita apa yg terjadi, pasti Panuan kena amukan emaknya 🤣
Miss Typo
penasaran, pasti lebih kocak kali ya 🤣
Miss Typo
benar benar somplak si kurap 🤣
Miss Typo
semoga aja emaknya Panuan cocok dgn Kurap 🤣
Miss Typo
hidup pandu akan lebih berwarna dgn adanya Rasya 🤣
Miss Typo
sumpah ngakak aku 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!