NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Penyelamat
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Mula ( Rodrigo)

Flashback On... Rodrigo.

Matahari sore menggantung rendah, menyepuh pilar-pilar putih Mansion keluarga Shiva dengan warna emas yang melankolis. Di tengah hamparan rumput hijau yang luas, udara terasa bergetar—bukan karena angin, melainkan karena aliran energi yang meluap-luap.

Rodrigo berdiri di bawah bayang-bayang pohon tua, jemarinya meremas pinggiran kemeja katunnya. Di depannya, sebuah tarian maut yang indah sedang berlangsung.

Sky menerjang dengan pedang peraknya, bilah senjatanya terbungkus api biru yang menderu. Sementara itu, Shyla menghalau serangan itu dengan gerakan seringan bulu, memutar pedangnya hingga menciptakan pusaran angin transparan yang membelokkan lidah api kakaknya

"Fokus, Kak Sky! Kecepatan mu menurun!" seru Shyla sambil tertawa, suaranya jernih beradu dengan denting logam.

"Jangan sombong, Shy! Lihat ini!" Sky menghentakkan kakinya, dan tanah di bawah mereka bergetar saat percikan listrik mulai merambat dari gagang pedangnya.

Rodrigo memperhatikan setiap detailnya. Dia melihat bagaimana garis keturunan Langit yang perkasa dan kelembutan sihir Angel menyatu sempurna dalam diri si kembar. Selama 17 tahun, pemandangan ini adalah makan malam dan sarapan baginya—sebuah pengingat visual tentang kasih sayang yang tulus, namun juga tentang jurang pemisah yang tak kasat mata.

Rodrigo berbisik pada diri sendiri."Kenapa... kenapa hanya aku yang tidak bisa merasakan getaran itu?"

Ia mengangkat telapak tangannya, menatap garis-garis tangannya yang kosong. Tak ada api, tak ada angin, tak ada aliran sihir yang mendesir di nadinya. Hanya ada keheningan yang dingin.

Tiba-tiba, latihan berhenti. Sky dan Shyla menyadari kehadiran kakak angkat mereka. Mereka berlari menghampiri dengan wajah berkeringat namun ceria.

Sky berteriak. "Hei, Kak Rodrigo! Kau lihat tadi? Aku hampir saja membakar ujung rambut Shyla!"

Shyla menyenggol bahu Rodrigo dengan ramah. "Jangan dengarkan dia, Kak. Dia hanya pamer. Ngomong-ngomong, kenapa Kakak hanya berdiri di sini? Kemari lah, ambil pedang latihanmu. Meski tanpa sihir, teknik pedangmu selalu lebih rapi dari kami."

Rodrigo memaksakan sebuah senyum tipis, jenis senyum yang sudah ia latih selama bertahun-tahun untuk menutupi lubang di hatinya.

Rodrigo tersenyum kecut. "Kalian tahu sendiri, Shyla... pedang di tanganku hanyalah sepotong besi tua jika tidak dialiri kekuatan seperti milik kalian. Kadang aku bertanya-tanya, apakah Daddy dan Mommy menyimpan rahasia tentang cara membangkitkan kekuatanku, atau memang... aku memang tidak ditakdirkan untuk menyentuh langit seperti kalian."

Sky merangkul bahu Rodrigo. "Ah, jangan bicara begitu. Kau adalah bagian dari kami. Kekuatan atau tidak, kau tetap putra tertua di mansion ini."

Rodrigo mengangguk, namun matanya tetap menatap pedang perak milik Sky yang masih mengeluarkan sisa asap sihir. Di dalam kepalanya, sebuah pertanyaan besar terus berdengung--  Siapa aku sebenarnya? Dan kenapa darah yang mengalir di tubuhku terasa begitu asing di rumah yang sehangat ini?

Dia tidak tahu, bahwa jawabannya terkunci rapat di balik jeruji besi tempatnya dilahirkan, dalam sebuah memori kelam tentang tabrak lari dan sosok pria bernama Malvin.

Ia berbalik, berniat kembali ke kamarnya untuk meredam rasa sesak itu. Namun, langkahnya terhenti tepat di depan pintu ruang keluarga yang sedikit terbuka.

Suara Angel terdengar dari dalam—dingin dan tajam, sangat berbeda dengan suara lembut yang biasa membacakannya dongeng saat kecil. "Kau masih memikirkan bocah itu, Langit?" suara Angel terdengar penuh penekanan.

"Aku hanya tidak mengerti, Angel," sahut Langit dengan nada berat. "Sejak awal aku menentang mu membawa Rodrigo ke sini. Mengapa kau harus mengadopsi darah daging dari orang yang paling kau benci? Mengapa membiarkan anak Dania tumbuh di bawah atap yang sama dengan kita?"

Rodrigo membeku. Jantungnya seakan berhenti berdetak mendengar nama itu. Dania?

"Karena itu adalah bentuk hukuman yang paling indah," suara Angel kembali terdengar, kali ini disertai tawa kecil yang getir. "Kebencianku pada Malvin dan Dania tidak akan pernah hilang, Langit. Bahkan setelah aku bereinkarnasi, setelah aku membalas mereka ribuan kali, rasa sakit karena pengkhianatan mereka tetap ada. Membiarkan Rodrigo hidup sebagai anak angkat ku, sementara ibu kandungnya meninggal di penjara karena jebakanku... bukankah itu puitis?"

Rodrigo mencengkeram dadanya. Oksigen di sekitarnya seolah mendadak hilang.

"Dania tidak pernah melakukan tabrak lari itu," lanjut Angel, suaranya kini setajam belati. "Aku yang memastikan dia terlihat bersalah. Aku menjebaknya agar dia kehilangan segalanya— meskipun aku tidak pernah menyangka jika Dania akan mengandung saat itu, masa depan yang ku ingat berbeda dengan kelahiran anak itu. Tapi sekarang, anak itu mencintaiku sebagai ibunya. Dia memuja orang yang telah menghancurkan hidup ibu kandungnya. Itu adalah kemenangan mutlak ku atas Dania."

Di luar sana, langit yang tadinya indah mendadak terasa kelam. Rodrigo menyandarkan punggungnya ke dinding, merosot perlahan hingga terduduk di lantai yang dingin. Bayangan Sky dan Shyla yang berlatih sihir di kejauhan kini tampak seperti fatamorgana yang mengejeknya.

Ternyata, ketiadaan sihir dalam dirinya bukan karena ia tidak terpilih oleh alam. Tapi karena ia adalah buah dari sebuah tragedi yang dirancang dengan rapi. Ia bukan bagian dari cahaya mansion ini--- ia hanyalah piala kemenangan yang disimpan Angel untuk merayakan kehancuran seorang wanita bernama Dania.

Dia tidak lagi mendengar kelanjutan debat itu. Kakinya bergerak otomatis, berlari secepat mungkin melewati lorong-lorong megah yang kini terasa seperti koridor penjara yang dingin. Begitu sampai di kamarnya, dia membanting pintu dan jatuh terduduk di lantai, mencengkeram dadanya yang sesak.

"Jadi, ini alasannya..." geramnya dalam hati. Air mata kemarahan mulai mengalir, namun matanya memancarkan kilat yang jauh lebih tajam daripada pedang sihir adik-adiknya."Kalian memberiku nama Rodrigo agar kalian bisa mengawasi ku seperti tawanan? Kalian menghancurkan ibu kandungku, Dania, hanya untuk memuaskan dendam masa lalu yang bahkan aku tidak mengerti?"

Rodrigo mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Rasa sakit fisik itu tidak ada apa-apanya dibandingkan pengkhianatan ini.

"Demi Ibu yang kau buang ke penjara, Angel...demi setiap detik yang kau curi darinya..." desisnya dengan suara rendah yang penuh janji kematian. "Aku bersumpah. Aku mungkin tidak memiliki sihir kalian, tapi aku akan menjadi monster yang akan menghancurkan mansion ini dan segala isinya. Aku akan mengambil kembali semua yang kau rampas dari ibuku. Tunggu saja!"

Sore itu, cahaya emas di halaman mansion tidak lagi terlihat indah di mata Rodrigo. Itu adalah warna api yang suatu saat nanti akan dia gunakan untuk membakar seluruh sandiwara keluarga ini.

Keluarga itu tidak pernah menyadari bahwa di balik senyum tipis pemuda yang mereka anggap lemah tanpa sihir, mereka sedang memelihara seekor monster yang perlahan terbangun. Anak yang mereka adopsi dari kegelapan penjara itu kini telah kembali ke dalam kegelapan yang lebih dalam, bersiap untuk menghancurkan pondasi yang telah dibangun di atas air mata ibu kandungnya.

Flashback off...

BERSAMBUNG

1
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!