NovelToon NovelToon
Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Tebasan Es yang Membungkam Kesombongan

​Keheningan yang mencekam menyelimuti sisa-sisa gubuk yang hancur itu. Angin malam yang berhembus masuk terasa lebih menggigit dari biasanya, bukan karena cuaca, melainkan karena hawa dingin yang menguar perlahan dari tubuh Li Jian.

​Selama beberapa detik, Zhao Feng hanya terdiam, seolah telinganya salah mendengar. Lalu, tawa arogan meledak dari mulutnya, menggema di pelataran Puncak Teratai Luar.

​"Tinggalkan tangan kananku? Sepuluh batu spiritual?" Zhao Feng tertawa hingga matanya berair, menatap Li Jian seolah melihat orang gila. "Kau berhasil melukai Sun Qiang yang lengah dan tiba-tiba merasa dirimu setara dengan Dewa? Aku berada di Kondensasi Qi Tingkat Tiga! Membunuhmu semudah memijat seekor semut!"

​Tanpa peringatan lebih lanjut, Zhao Feng menerjang maju. Pedang kayunya melesat membelah udara, membawa lapisan Qi putih yang berdesir tajam. Itu adalah Seni Pedang Awan Mengalir, teknik dasar sekte yang telah dilatih Zhao Feng hingga tahap menengah. Targetnya jelas: melumpuhkan kedua kaki Li Jian.

​Di ruang hampa dalam pikiran Li Jian, Yueyin mendengus bosan. "Gerakannya penuh celah. Qi-nya kotor dan berserakan. Jangan menghindar, bocah. Lapisi tanganmu dengan Qi Bintang Pemakan Langit. Tunjukkan padanya perbedaan antara energi fana dan energi surgawi."

​Li Jian tidak berniat mundur. Saat ujung pedang kayu itu hampir menyentuh lututnya, ia menggeser kuda-kudanya setengah langkah ke samping dengan kecekatan yang mengejutkan dirinya sendiri. Gerakan Zhao Feng yang biasanya terlihat cepat, kini terasa lambat dan mudah ditebak di mata Li Jian.

​Sambil memusatkan energi perak dari Dantian-nya, tangan kanan Li Jian melesat ke depan, mencengkeram bilah pedang kayu yang sedang melaju kencang itu dengan tangan kosong.

​Trak!

​Mata Zhao Feng membelalak ngeri. Pedangnya berhenti mendadak, tertahan oleh telapak tangan Li Jian seolah menabrak dinding baja. Namun, kengerian sesungguhnya baru saja dimulai.

​Hawa dingin yang ekstrem mengalir dari telapak tangan Li Jian, merambat dengan kecepatan kilat menyusuri bilah pedang kayu. Dalam sekejap mata, pedang itu terbungkus lapisan es tebal berwarna biru keputihan. Sebelum Zhao Feng sempat melepaskan genggamannya, hawa dingin itu menyambar tangan kanannya.

​"Aaaargh!" Zhao Feng menjerit histeris. Sensasinya bukan sekadar dingin, melainkan rasa sakit yang menusuk tajam seolah ribuan jarum es menembus meridian dan membekukan darahnya secara paksa.

​Dengan wajah tanpa ekspresi, Li Jian meremas pedang kayu beku di tangannya.

​Prang!

​Senjata itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan es yang berjatuhan ke lantai kayu.

​Namun, pergerakan Li Jian belum selesai. Mengambil keuntungan dari Zhao Feng yang sedang menjerit kesakitan dan kehilangan keseimbangan, Li Jian melangkah maju, memutar pinggulnya, dan mendaratkan sebuah pukulan telak beralaskan Qi murni tepat ke bahu kanan Zhao Feng.

​KRAK!

​Suara tulang yang patah terdengar nyaring. Tubuh Zhao Feng terpental ke belakang, menabrak sisa-sisa pintu gubuk hingga hancur menjadi debu, sebelum akhirnya terguling di tanah berlumpur di luar. Ia memuntahkan seteguk darah, tangan kanannya terkulai tak wajar dan membiru parah akibat invasi energi Yin.

​Sun Qiang, yang sedari tadi menonton dari belakang, jatuh terduduk. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar hebat hingga gigi-giginya bergemeretak. Bos yang selama ini ia agungkan, seorang jenius tingkat tiga di sekte luar, dikalahkan hanya dengan satu gerakan oleh "si sampah".

​Li Jian melangkah keluar dari gubuknya secara perlahan. Cahaya bulan menyinari wajahnya yang dingin dan tak acuh. Ia berjongkok di samping Zhao Feng yang mengerang kesakitan di atas tanah.

​"Kau... kau iblis... ilmu hitam apa yang kau gunakan..." rintih Zhao Feng, ketakutan akhirnya menenggelamkan kesombongannya.

​"Aku bilang tinggalkan tangan kananmu," bisik Li Jian, merogoh pinggang Zhao Feng dan menarik kasar kantong penyimpanan kain sutra miliknya. Ia juga melakukan hal yang sama pada Sun Qiang yang terlalu takut untuk melawan. "Ini untuk pintuku. Dan ini... adalah bunga untuk semua jatah bulananku yang kau rampas selama lima tahun."

​Li Jian berdiri, menatap kedua perundungnya dari atas ke bawah bak seorang kaisar yang melihat rakyat jelata. "Jangan pernah menginjakkan kaki di dekat gubukku lagi. Jika kau melakukannya, aku tidak akan berhenti hanya dengan mematahkan tulang."

​Di dalam giok hitam yang menempel di dada Li Jian, sebuah senyuman tipis yang sangat langka mekar di wajah Yueyin di balik cadarnya.

​"Kau cukup kejam untuk ukuran pemuda fana," suara Yueyin menggema lembut, menyiratkan setitik persetujuan yang sebelumnya tak pernah ada. "Di duniaku, belas kasihan pada musuh adalah racun. Kau mulai memahaminya."

​Li Jian hanya diam, menimbang kantong penyimpanan di tangannya. Ia tahu, mengalahkan Zhao Feng hanyalah awal. Kakak kandung Zhao Feng adalah murid elit di Sekte Dalam. Masalah besar pasti akan segera datang.

1
alex kawun
kecewa berat deh
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
Dian Pravita Sari
dlegek cerita gak tamat lagi pengarang nya binatang gak tanggung jawab
alex kawun
elok nya di certain dong suasana dan kesibukan sekte yg di tinggal kan mc nya
alex kawun
kagum dgn susunan bahasa dan kata2 dari author sangat rinci dan teratur , nampak kelas nya bukan kaleng2
semangat & lanjuuuut thor
Night Watcher
sayang banget zhao dibunuh..
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
Eko
bantaaaaaaiiiii
Eko
mantap Thor
Night Watcher
sbg sesama murid, kok zhao tian bisa berkuasa memerintah yg lain thor? apa penyebabnya?
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏
Eko
hahahaha...hanya mengantarkan nyawa
Eko
trik sampah licik
Eko
ayoooo lebih kuat lagi
Eko
mantap Thor
Eko
bantaaaaaaiiiii lah
Eko
ayoooo bantaaaaaaiiiii
Eko
alur cerita yang bagus dan menarik
Night Watcher
nyoba ngintib..
Lekat Wahyudi
👍👍👍
Udin Alex
lanjut thor
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!