NovelToon NovelToon
Sang Legenda: Naga Langit

Sang Legenda: Naga Langit

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:7.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Xiao Chen selalu dianggap murid terlemah di Klan Xiao.

Tidak punya bakat, selalu gagal dalam ujian, dan menjadi bahan ejekan seluruh murid.
Namun tidak ada yang tahu kebenaran sesungguhnya bahwa tubuhnya menyembunyikan darah naga purba yang tersegel sejak lahir.

Segalanya berubah saat Ritual Penerimaan Roh Penjaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Pil Kelas Sempurna

Berjalan di jalanan utama Kota Angin Perak adalah pengalaman yang membuka mata sekaligus merendahkan hati bagi Xiao Chen. Di Kota Awan Tersembunyi, seorang ahli Alam Pembangunan Fondasi seperti dirinya akan dihormati sebagai seorang master. Di sini, dia hanyalah salah satu dari banyak orang. Dia bisa merasakan aura ahli Pembangunan Fondasi di mana-mana, beberapa bahkan berada di tahap menengah atau akhir. Sesekali, dia bahkan bisa merasakan tekanan samar dari seorang ahli Alam Inti Emas yang melintas, membuat kerumunan secara otomatis memberi jalan.

Kenyataan pertama yang menghantamnya adalah biaya hidup. Setelah bertanya di beberapa penginapan, dia menyadari bahwa seribu koin emas yang ia bawa tidak akan bertahan lama. Sebuah kamar yang layak untuk seorang kultivator akan menghabiskan setengah dari uangnya hanya untuk sewa sebulan.

Dengan enggan, ia akhirnya menyewa sebuah kamar kecil yang sederhana di sebuah penginapan di distrik luar yang lebih kumuh. Tempatnya bersih, tetapi energi spiritual di sekitarnya tipis. Ini bukanlah tempat yang ideal untuk berkultivasi, tetapi untuk saat ini, ini harus cukup.

Di dalam kamarnya, dia akhirnya bisa berbicara dengan Yao Huang. "Senior, kita butuh uang, dan kita butuh sumber daya. Apa langkah pertama kita?"

"Serikat Alkemis dipenuhi oleh para katak dalam tempurung yang sombong. Mereka tidak akan melirik alkemis tak dikenal sepertimu," kata Yao Huang. "Paviliun Harta Karun adalah pilihan yang lebih baik, tetapi mereka hanya berurusan dengan barang-barang berharga. Kau tidak bisa datang dengan tangan kosong. Kau butuh sebuah barang untuk membuktikan nilaimu, sesuatu yang akan membuat mereka tidak bisa mengabaikanmu."

"Barang seperti apa?" tanya Xiao Chen.

"Kita akan membuat pil yang paling umum dan paling banyak dicari di pasaran: Pil Pemulihan Qi," jelas Yao Huang. "Kompetisinya memang paling ketat, tetapi justru karena itulah kita bisa menunjukkan keunggulan kita. Kita tidak akan membuat pil biasa. Kita akan membuat pil yang sempurna."

Yao Huang kemudian mewariskan sebuah resep dan metode pemurnian yang telah ia sempurnakan selama ribuan tahun. Kuncinya bukan pada resepnya, yang sebenarnya cukup umum, tetapi pada teknik pemurnian menggunakan Qi Kekacauan untuk menghilangkan semua kotoran di dalam pil.

Keesokan harinya, Xiao Chen menjelajahi pasar. Dia tidak bisa membeli kuali alkemis yang layak, yang harganya ribuan koin emas. Sebaliknya, dia membeli sebuah kuali obat dari besi cor bekas seharga lima puluh koin emas, yang mengundang tatapan kasihan dari si penjual.

Kemudian, dia pergi ke pasar ramuan obat, tempat para petualang dan pemburu menjual hasil panen mereka. Menggunakan pengetahuannya yang mendalam, dia menghabiskan beberapa jam untuk tawar-menawar dan memilih tiga set bahan untuk Pil Pemulihan Qi dengan harga termurah, menghabiskan hampir separuh sisa uangnya.

Kembali di kamarnya yang sempit, dia menyiapkan segalanya. Dengan kuali besi di atas tungku arang sederhana, dia memulai sesi alkimia pertamanya yang sesungguhnya.

Dia mengikuti instruksi Yao Huang dengan cermat. Dia memasukkan ramuan sesuai urutan, menggunakan Kesadaran Spiritualnya yang baru lahir untuk mengontrol suhu api dengan presisi yang akan membuat alkemis lain tercengang. Perlahan, ramuan itu meleleh menjadi cairan kental berwarna hijau keruh.

"Sekarang, bagian terpenting," perintah Yao Huang. "Suntikkan seutas terkecil dari Qi Kekacauan-mu ke dalam cairan itu."

Xiao Chen dengan hati-hati menyalurkan seutas Qi Kekacauan yang sangat tipis ke dalam kuali.

Seketika, sebuah keajaiban terjadi. Cairan hijau keruh itu seolah-olah mendidih sesaat. Semua endapan hitam dan kotoran di dalamnya lenyap, seolah-olah dimakan oleh sesuatu yang tak terlihat. Dalam sekejap, cairan itu berubah menjadi esensi murni berwarna hijau zamrud yang jernih dan berkilauan, memancarkan aroma obat yang menyegarkan.

Xiao Chen terkesiap. Ini adalah kekuatan pemurnian dari Qi Kekacauan.

Langkah terakhir adalah kondensasi. Menggunakan Kesadaran Spiritualnya, dia membagi esensi murni itu dan memadatkannya menjadi pil-pil kecil berbentuk bulat. Setelah satu jam yang menegangkan, proses itu selesai.

Dengan jantung berdebar, Xiao Chen membuka tutup kuali. Aroma obat yang kaya dan manis langsung memenuhi ruangan. Di dasar kuali tergeletak sepuluh butir pil.

Dia mengambil satu. Pil Pemulihan Qi biasa yang pernah ia lihat berwarna hijau kusam dan sedikit tidak beraturan. Tetapi pil di tangannya ini benar-benar berbeda. Bentuknya bulat sempurna, warnanya hijau zamrud cemerlang seperti permata, dan permukaannya halus tanpa cela. Dan yang paling penting, di permukaannya terukir pola-pola samar yang tampak seperti awan yang mengalir.

"Hmph. Mengingat bahan dan alatmu yang seperti sampah, hasil ini sudah melampaui harapanku," kata Yao Huang, nadanya terdengar puas.

"Senior, pola awan ini...?"

"Itu adalah tanda dari sebuah mahakarya," jelas Yao Huang. "Kualitas pil dibagi menjadi empat tingkatan: Rendah, Menengah, Tinggi, dan Sempurna. Kebanyakan alkemis hanya bisa membuat pil tingkat rendah atau menengah karena ketidakmurnian dalam bahan dan prosesnya. Pil tingkat tinggi sangat langka. Tapi pil yang tidak memiliki setetes pun kotoran, pil yang esensinya telah mencapai potensi maksimalnya... itu adalah Pil Kelas Sempurna. Dan pola awan itu adalah buktinya."

Xiao Chen menatap pil di tangannya dengan tidak percaya. Sebuah pil tingkat terendah yang dimurnikan hingga ke tingkat kualitas legendaris. Nilainya tidak bisa lagi diukur dengan standar biasa. Ini bukan lagi sekadar pil; ini adalah sebuah karya seni yang akan mengguncang dunia alkimia di kota ini.

Dia mengepalkan tangannya yang memegang pil itu. Ini adalah modalnya. Ini adalah kuncinya untuk membuka semua pintu di Kota Angin Perak.

Langkah selanjutnya adalah menemukan pembeli. Dan pikirannya langsung tertuju pada paviliun megah berlapis emas di pusat kota.

1
apit fadilah
inikan udah terlewat di bab yang lalu kok di ulang ulang terus 😠😠😠😠😠
apit fadilah
othor nya lagi masuk angin kayanya
apit fadilah
kok beda ya,makin banyak bab yang ngelantur aja nih othor
Guttasilo Sasmita
Asyik..
Tidak menyangka kisah ini mirip2 dengan perang hegemoni antara barat dan Timur..
Mas Uan
padahal dia tidak mencampakkaan..kenapa menyesal..si otod lupa dg alur cwritanya swndiri....😄
Mas Uan
epreet..
Mahbub Ubaidillah
alurnya tolong kaya novel sebelah aja yang mutiara hitam
Guttasilo Sasmita
Sangat menarik Thor. Baru sampe sejauh ini udah banyak kejutan2 yg muncul..

Kisah yg sangat bagus..
Mas Uan
tidak masuk akalllll
apit fadilah
babnya acak-acakan
apit fadilah
di bab yang lalu udah jadi guru ya sekarang jadi senior lagi.
Ahmad Gatot
tingkatkan kekuatan mcnya thooorr......
Ahmad Gatot
orang segitu banyak,dng tingkatan yg sama masih juga kuwalahan menghadapi joan li.....kalo gitu jian li lebih strong dong.
Ahmad Gatot
jian li bisa masuk dng mudah napac dan teman"nya mengalami kesulitan untuk masuk,apa kekuatan mereka semua masih di bawah jian li..,😄
Halik M
awal yang bagus ,mantap thor,lanjut👍👍👍
Halik M
lanjuut
Ahmad Gatot
heeeeemmmmmm.......mlayu meneh ki piye thoo kiiiii.......pateni jo nganti mlayu kuwi si jian li,la kok gere perang mlayu ndelik,perang maneh,mlayu maneh.....bosen aku....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ahmad Gatot
hajar,bantae semua prajurit istana matahari ungu biar tidak selalu bikin masalah.
Ahmad Gatot
gimana dng nasib pengkhianatnya thooorrr...dah di bunuh atau belom....kok ga ada ceritanya.....harusnya kan di tangani dulu,biar nanti tdk membocorkan rahasia lagi.
Ahmad Gatot
si jian li dah lolos ke tiga kalinya,apa ga ada antisipasi gitu,kok ampe bisa lolos lagi,setiap kali bertempur.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!