NovelToon NovelToon
Mustika Terkutuk

Mustika Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

Menceritakan kisah seorang pemuda desa yang tidak bisa berbicara atau bisu... kehidupannya yang miskin secara perlahan berubah setelah menemukan sebuah batu mustika indah berwarna jingga. bisu yang di alami pemuda itu seketika sembuh tidak hanya itu batu itu juga memiliki kekuatan yang di idam idamkan kebanyakan laki-laki yaitu membuat tubuh penggunanya tak dapat terlihat atau kasat mata.. namun di balik semua keistimewan batu jingga itu menyimpan sebuah misteri dan kutukan yang secara perlahan mendorong pemuda tersebut memasuki dunia gelap yang sesungguhnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan

"Aarrgghhh!!" Arga merintih kesakitan seraya memegangi kepalanya yang pusing.

"Lu dah bangun, Ga? Gimana ada yang sakit nggak?" Tanya Juan.

"Kepala gue aja yang sakit dikit, Sugeng bisu itu nginjek kepala gue keras banget anj!!!" Jawab Arga seraya bangkit dan duduk secara perlahan.

"Yang penting lu nggak kenapa napa, Ga. Gue juga udah bales, gue tusuk dia pake belati, biar mampus mati sekalian.." Ujar Santo.

"Oh iya San, gue bisa minta tolong nggak?" Tanya Arga.

"Minta tolong apa, Ga?"

"Tolong buatin gue kopi, siapa tahu segelas kopi bisa bikin sakit kepala gue hilang."

Santo mengangguk, "ya udah tunggu bentar.."

Santo beranjak berdiri dan berjalan menuju ke dapur, meninggalkan Juan dan Arga di ruang tamu.

"Mau kemana Lu ga? Katanya kepala Lu masih sakit?" Tanya Juan heran melihat Arga yang perlahan bangkit.

"Kencing..." jawabnya singkat kemudian berjalan menuju ke dapur.

Juan hanya membiarkannya saja, ia menatap derasnya air hujan melalui pintu utama yang terbuka.

"Aarrgghhh...!!!" Juan tersentak kaget takkala mendengar rintihan lirih dari arah dapur.

Ia bergegas menuju ke dapur. Betapa terkejutnya dia melihat Santo temannya terbaring di lantai bersimbah darah dengan luka sayatan menganga di perutnya.

"Arga? Dimana dia?!" Juan yang panik mencari Arga dan melihat pintu kamar mandi. Namun pintu itu terbuka kosong tak ada siapapun di sana.

Juan menelan ludahnya dan berbalik hendak pergi namun..

Brug!

Tubuhnya bertabrakan dengan seseorang.

Juan mengangkat wajahnya mencoba melihat siapa yang ia tabrak.

Jleb! Jleb! Jleb!

Tiga tusukan menghantam perutnya secara bertubi tubi.

Srek!

Pisau dapur itu di cabut oleh sang pelaku secara perlahan, darah segar langsung mengalir.

Sang pelaku yang tak lain adalah Arga menatap Juan penuh dengan kebencian.

"Mati kau! Ingat tatapan mataku hingga dirimu berada di neraka!" Ucap Arga namun suaranya terdengar seperti suara wanita muda.

Brugh!

Tubuh Juan roboh dan tewas begitu saja.

Jleb! Jleb! Jleb!

Siapa sangka Arga menusuk perutnya sendiri sebanyak tiga kali menggunakan pisau dapur yang ia pegang.

Tusukan ketiga ia berhenti dan membiarkan pisau itu menancap di perutnya. Ia kemudian mendekati dinding dan menghantamkan kepalanya sendiri ke dinding dengan sangat keras.

Bug! Bug! Bug! Bug!

Suara tersebut terdengar sangat nyaring, kepala Arga tampak berdarah darah hingga hantaman keempat Arga tersungkur dan tewas mengenaskan.

Suasana dapur itu pun hening seketika. Pemandangan tiga mayat yang bersimbah darah membuat siapapun akan berteriak ketika melihatnya.

***

Di sebuah bangku koridor rumah sakit, seorang pria paruh baya duduk dengan perasaan cemas tubuhnya gemetar. Ia adalah orang yang membawa Sugeng kerumah sakit ini, ia juga warga desa Bojongbata bernama Lek Parman. Ia tampak begitu cemas dengan keadaan Sugeng yang tak sadarkan diri, dia hanya bisa berdoa dan berharap tidak terjadi apa apa kepada Sugeng.

Derap langkah kaki terdengar tergesa ke arahnya.

"Lek Parman, dimana Sugeng?" Tanya Sekar yang baru datang bersama Nenek Ratmi.

Mereka berdua tampak begitu sangat cemas, bahkan air mata terlihat membasahi wajah mereka.

"Di dalam kar, masih ada dokter. Ngga boleh masuk." Jawab Lek Parman.

"Ada apa sebenarnya? Sugeng kecelakaan Man? Atau gimana?" Tanya Nenek Ratmi dengan suara parau.

"Emm... anaknya kamu kar, ngga cerita Sugeng kenapa?" Tanya Lek Parman balik.

"Nggak! Dia cuma bilang Sugeng masuk rumah sakit, habis itu nangis di kamar mandi..."

"Sugeng kena tusuk.."

"Hah..??!!!" Bak tersambar petir Sekar dan nenek Ratmi mendengar itu. Tubuh keduanya langsung lemas seketika.

"Kok bisa?? Gimana kejadiannya? Siapa yang udah nusuk Sugeng?" Cecar Nenek Ratmi.

"Ya aku ngga tau, mbah. Orang aku cuma lewat tau tau anaknya Sekar minta tolong.. aku lihat Sugeng udah tepar di pinggiran sawah, aku langsung bawa kesini aja... kalau mau tau detail kronologinya tanya aja sama anaknya Sekar... ya udah, udah ada sampean sama Sekar aku tak pamit dulu ya mbah."

"Iya... makasih ya Man.."

"Iya mbah, yang sabar ya mbah.. Sugeng pasti kuat.. oh ya mbah, ini kontak motornya Sugeng, motornya masih di pinggiran sawah.. mau aku bawain sekalian ke rumah apa sampean aja yang bawa mbah?"

"Kamu aja Man.."

"Ya udah mbah... aku pamit ya."

***

Waktu berjalan cepat... hujan besar reda menyisakan gerimis rintik rintik

Isna kini sudah mandi dan berpakain rapi. Ia duduk di ruang tamu dengan wajah kosong.. air mata sudah tak keluar lagi dari matanya, namun matanya kini sembab pertanda ia menangis terlalu lama.

Ia terus menyesali dirinya sendiri yang keluar sore hari itu..

"Andai aku nggak keluar.. ini semua pasti nggak akan terjadi. Selama ini orang yang aku kira jahat ternyata dia yang nyelamatin aku.." batin Isna penuh penyesalan.

Suara sepeda motor membuyarkan Isna dari lamunannya. Ia bergegas ke depan..

"Dek... ini motornya Sugeng taruh sini aja ya.." ucap Lek Parman sembari memarkirkan motor Sugeng di halaman.

"I... iya pak, makasih ya Pak udah nolong Mas Sugeng..."

"Iya... emang gimana kronologinya kok bisa Sugeng di tusuk kayak begitu?"

"Emm... dia nolong saya pak, dari tiga laki laki yang mau..."

"Oh... ngga usah di lanjut. Itu aib, Lek tau pasti kamu malu.."

"Iya lek, sekali lagi makasih.."

"Iya.."

sebelum Lek Parman pergi ia melepaskan mantel milik Sugeng yang bolong di bagian belakang dan terdapat bercak darah. Lek Parman kemudian menaruhnya di atas jok motor begitu saja.

Setelah itu Lek Parman pergi meninggalkan Isna sendirian di sana.

Isna termenung menatap motor Supra Sugeng dan plastik berisi bakso yang di cantolkan di sana.

Isna mendekatinya dan membuka plastik tersebut. Ia menghela nafas panjang.

"Ternyata bener, Mas Sugeng pasti ngajak aku tadi sore karena pengin deket sama aku dan makan bakso bareng.." sejenak Isna merasa sangat bersalah karena tak ikut dengan Sugeng tadi sore.

Air mata yang tadi sudah ia tahan kini kembali keluar.... mengingat kejadian tadi sore. Ia tak bisa membayangkan apabila tadi sore Sugeng tak datang menolongnya, mungkin bisa saja saat itu ia tidak hanya di perk*sa melainkan di bunuh juga. Mengingat pelakunya membawa belati.

Isna menyantolkan plastik itu kembali. Dan melipat mantel yang terdapat bercak darah itu.

Setelah itu Isna membuka kunci Jok berniat menyimpan mantel milik Sugeng di sana..

"Hah?!" Isna terperangah kaget, ia sampai menjatuhkan mantel yang ia pegang dan buru buru mengambil hape yang masih ada kardusnya.

"Hape?? Jangan jangan Mas Sugeng bukan cuma mau ngajak aku beli bakso, tapi juga mau beliin aku hape?" Tanya Isna dalam hatinya. Ia semakin menyesal dan merasa bersalah.

1
Tini Nurhenti
lanjut lagi thor,seruuuuu misteriiiii 💪💪💪
Tini Nurhenti
ea tamat thor 🙏 ttp 💪💪💪
Tini Nurhenti
seteressssss 😄😄😄😄
Tini Nurhenti
god job sugeng,dg ini mga hubungnmu dg isna mmbaik.💪💪💪👍
Tini Nurhenti
gk kasian apa thor sma isna, kasi lwt sugeng napa thor ?? biat kek film india gtu ?? ada yg nolongin.🤭💪💪
KeiKha
baguuuuuuusss /Good//Good//Good//Good/
kalo bisa up nya jgn lama2 ya min
KeiKha
up nya jgn lama2 dong min
Tini Nurhenti
se7 geng,kek Q bgt
Tini Nurhenti
lanjut thor
Tini Nurhenti
s7 geng
Tini Nurhenti
hadir thor,nyimak dlu seru thor up nya byk jdi smgat bacanya.😄😄💪💪
bedul: siap, udah 56 bab terjadwal
total 1 replies
Afri
semoga ceritanya bagus .. aku suka yg misteri gini thor
bedul: siap, baca sampe selesai ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!